
" APAA!!! " Nayla berteriak terkejut
" Davin , pacar kamu itu " ucap lagi Nayla meyakinkan
" iya , aku juga kaget , kenapa dia tiba-tiba datang "
" terusss...dia bertemu dengan tuan Jefan juga"
"Hmm..."
"terus tuan jefan tahu kalau dia mantan pacar kamu "
Anna menggeleng " sepertinya tidak , dia tidak pernah tertarik mengetahui kehidupan ku , dia saja tidak pernah tahu kalau aku pernah tinggal di rumah yang kita tempati sekarang "
" terus gimana perasaan kamu "
" kamu nih dari tadi terus-terus saja , tau ah aku gak bisa berfikir dari kemaren "
" apa kamu mau mengakhiri pernikahan kalian , Davin sudah kembali dan kaya raya . kamu bisa kembali bersama dan hidup kamu juga pasti terjamin "
" kita memang akan mengakhiri pernikahan ini tapi tidak secepat ini . aku masih belum bisa menyakiti mama mertuaku "
Drt....drt....drt...
" mama mertua , sebentar ya Nay "
" hallo ma..." Anna mengangkat telfon
" pagi sayang "
" pagi ma , kenapa ma "
" kamu di rumah apa lagi di kampus "
" udah di kampus ma , ada apa ma "
" tidak apa-apa , cuma mama pengen makan malam sama kalian di rumah . bisa "
" bisa kok ma , nanti Anna sepulang kuliah langsung ke rumah mama "
" oh ya bisa belikan cake kesukaan Jef dulu sebelum ke sini "
" bisa ma "
" Red Velvet with cheese cream ya , nanti mama kirim alamat nya "
" iya ma "
" makasih ya sayang , nanti Jef biar mama yang telfon langsung "
" iya , baik ma "
" bye sayang "
" bye ma " Anna menutup telfonnya
" kenapa Ann..." tanya Nayla
" mama ngajak makan malam di rumah "
" sesayang itu kamu sama ibu mertua mu"
" hmm..., dia memberikan ku kasih sayang bukan sebagai menantu melainkan seperti anak kandungnya sendiri "
" memang tidak semua orang beruntung bisa mendapat mertua seperti itu"
" aku tidak tahu lagi nantinya , bagaimana bisa aku mengkhianati hati mama mertuaku "
" kamu yang sabar ya "
" memang akan selalu ada konsekuensinya untuk setiap masalah yang kita buat "
waktu berjalan begitu cepat , tiba saatnya Anna pulang , dia bergegas memasuki mobil yang sudah di tunggu sopirnya , menunjukkan alamat Toko cake yang di kirim sang mama
" sepertinya Tokonya tutup Nona " ucap sang sopir
" iya benar pak , apakah ada toko kue yang lain , yang sering di kunjungi mama "
" sepertinya tidak ada Nona , karena Tempat ini menjual lengkap macam-macam kue "
Anna keluar dari mobil , melihati sekelilingnya .
ia melihat toko bahan kue di sebrang jalan , dan berinisiatif untuk membuat nya saja
" menyusahkan saja orang itu " Anna memasuki toko bahan kue dan berbelanja bahan-bahan yang akan di butuhkan nya . setelah dirasa cukup dengan belanjaannya, Anna bergegas pulang ke rumah ibu mertuanya
" siang ma , apa mama menunggu ku " sapa Anna langsung berhambur ke pelukan Rosa
" tentu saja , mama rindu sekali dengan anak perempuan mama satu ini "
__ADS_1
" apa yang kamu bawa itu sayang , kenapa banyak sekali " tanya Rosa yang melihat pak sopir membawa banyak barang
" iya ma , Toko kue nya tutup jadi Anna beli bahannya saja untuk membuatnya sendiri "
" astaga! kenapa repot sekali . kalau tutup kan bisa beli besoknya saja "
" tidak apa-apa ma , anak mama ini kan tidak mau mengecewakan mamanya " Anna mencoba bermanja dengan sang ibu mertua
" Umm sayang , kamu manis sekali "
" lagian tidak repot seperti yang mama bayangkan , semoga Jefan nanti suka "
" harus dong sayang "
Anna langsung bergegas ke dapur untuk membuat cake kesukaan Jefan
" ada yang bisa mama bantu " Rosa sudah siap dengan celemek di dadanya
" Ah ! tidak usah ma , Anna bisa meng-handle semuanya kok "
" tapi mama mau memasak bareng menantu mama "
" baiklah , memang tidak ada yang bisa menolak keinginan mama "
kedua mertua dan menantu itu ramai bekerja di dapur , tak sungkan untuk keduanya saling bercanda
" kau sudah datang Jef " sapa Rosa langsung menghampiri Jefan . Jefan menoleh ke asal suara , terlihat Anna dan mamanya sudah berantakan dengan wajah kotor oleh tepung
Jefan langsung duduk di meja makan , menunggu pelayan menghidangkan makan malam
" bolehkah aku langsung makan dulu "
" sebentar sayang , makanan nya belum di hidangkan semua " jawab Rosa
" bagaimana pekerjaan mu Jef " sapa Jackson
" baik pa "
" ku dengar kau mendapat proyek besar dari Tuan Billy Singapore "
" iya pa , ternyata dia punya hubungan yang baik dengan keluarga Anna "
" benarkah " tanya antusias Jackson
" iya pa , om Billy teman baik Papi dari dulu" sahut Anna
" kenapa tidak kalian ajak mampir ke rumah saja "
" oh ya , papa minta maaf ya , papa baru mengetahui kalau kamu putri dari Axel Zander "
Rosa menggenggam tangan Anna " maaf ya sayang , mama sama papa tahu nya orang tua mu sudah meninggal , jadi kita tidak mempermasalahkan siapa atau dari keluarga mana kamu berasal . kita hanya yakin bahwa kamu adalah seseorang yang sangat di cintai Jefan "
" tidak apa-apa kok pa , Anna baik-baik saja"
" kita pernah beberapa kali bertemu , papi kamu orang baik bahkan Jefan juga pernah beberapa kali bekerja sama dengan tuan Axel , benarkan Jef "
" Hmm...iya pa " jawab pendek Jefan , tak ingin larut melihat Wajah Anna mulai memerah
" aku sangat ingat , dia kagum saat pertama bertemu dengan Jefan , bahkan dia mau menjodohkan Jefan dengan putri nya " Jackson tersenyum
" dan ternyata Tuhan mengabulkan . sepertinya waktu itu firasat tuan Axel kuat , ingin menitipkan kamu pada Jefan " lanjut Jackson
Anna menatap Jefan di sampingnya , lelaki itu tak menoleh atau bergerak . dia hanya menunduk , sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari apa yang di hadapannya , yang ternyata pikiran Jefan fokus pada kata-kata Axel Zander saat itu
" benarkah pa , mama janji akan menyayangi kamu seperti anak mama sendiri "sahut Rosa
" walaupun mama tidak mengatakan nya , tapi Anna percaya kok sama mama " ucap Anna tersenyum
" maukah kau mengantarkan papa bertemu besan papa "
" maksud papa " ucap Anna tidak mengerti
" maukah kamu mengantarkan papa mama ke makam papi kamu , apa kamu tidak ingin memperkenalkan keluarga barumu pada kedua orang tua mu "
" yah , Iyah ma " jawab Anna mencoba membendung air mata nya , terharu . keluarga itu benar-benar menyayangi Anna
" ya sudah , ayo kita makan "
" kenapa kalian begitu baik pada ku , bagaimana caranya agar aku keluar dari sini tanpa menyakiti hati papa dan mama " batin Anna memandangi kedua mertuanya bergantian yang terlihat sangat bahagia
" kok red Velvet nya tidak seperti biasanya ma" tanya Jefan , melihati penampilan cake kesukaan di depannya
" iya , Toko nya tutup , tapi rasanya tidak kalah enak kok "
Jefan mencoba mencicipi cake kesukaannya
" gimana rasanya " tanya Rosa
__ADS_1
" enak , beli di mana ma , ku kira tak ada red Velvet yang lebih enak dari tempat biasanya mama membeli "
" itu tidak beli , tapi di buat "
" oh ya , kenapa tidak dari dulu saja menyuruh pelayan buat kalau bisa seenak ini "
" husss ..bukan pelayan yang buat tapi Anna "
Jefan spontan memelankan makannya , menoleh ke arah Anna di sampingnya
" cake nya enak , makasih sudah membuatnya" ucap Jefan pelan . Anna menunduk pelan
" Jef , kau beruntung sekali menjadi suami Anna , lihatlah dia type- type istri idaman . sudah pinter masak , pintar merawat suami , dan bonusnya dia sangat cantik " ujar Rosa
Jefan tersenyum , tanpa menjawab obrolan sang mama . keluarga ini sudah menyelesaikan makan malamnya dan berkumpul duduk di ruang tengah , hanya untuk sekedar berbincang
" Foto siapa ini ma " tanya Anna melihat foto bergambar dua anak kecil
" sepertinya aku baru melihatnya " ucapnya lagi penasaran
" oh yah , mama memang baru menaruhnya di sini . lucu sekali kan "
" hmm...apa dia Jef " tebak Anna
" kau pintar sekali mengenali suami mu " goda Anna sambil melirik Jefan
" lucu ma , kenapa pipinya chubby sekali"
" dia memang lucu , dulu saat kita pergi keluar rumah , banyak sekali orang yang mau mencubit pipi nya "
" Terus yang sebelahnya , siapa ma "
" Hmmm " Rosa diam sebelum melanjutkan ceritanya
" dia Melvin , adiknya Jefan "
" dimana dia , kenapa Anna tidak pernah tahu tentang dia "
" dia hilang saat usia nya Tiga tahun . saat kita sekeluarga pergi berlibur ke pantai "
" apa mama menemukan nya "
" tidak , dia hilang dengan cepat sekali . tidak ada seorangpun yang dapat menemukan nya"
" apa dia di culik "
Rosa menggeleng " entahlah , kalaupun di culik pasti orang-orang yang kita kerahkan sudah menemukan nya . yang mama takut dia terbawa ombak "
Anna menguatkan tangan Rosa " kalaupun dia masih hidup , pasti dia sudah seumuran kamu" Rosa menatap Anna
" makanya kamu dan Jefan cepat-cepat kasih mama cucu , biar mama kalian tidak sedih lagi karena mengingat Melvin terus "sahut Jackson
" apa mama perlu menangis , agar kalian merasa kasihan sama mama "
" sepertinya mama suka sekali memaksa "Jefan
" ma , sedikasihnya Tuhan saja " jawab Anna sekenanya , menenangkan suasana antara Rosa dan Jefan
###
Anna berangkat terlebih dulu menuju ke pemakaman bersama kedua mertuanya , dan Jefan berangkat dari kantor , membawa dua buket bunga untuk di taruh di atas pusara kedua orang tua Anna
" apa aku terlambat " ucap Jefan
" kita juga baru sampai sayang " jawab Rosa .
Rosa memberi sinyal pada Jefan untuk menenangkan Anna , yang dari tadi terdiam tanpa berucap sepatah katapun . Rosa menyadari bahwa ada kesedihan yang mendalam di mata Anna
Jefan menggenggam tangan Anna erat , spontan Anna menoleh ke arahnya
" kalau kamu mau menangis , menangislah . ungkapkan semua yang ingin kamu katakan pada mereka " Jefan memegang kedua bahu Anna , mendudukkan nya di atas pusara kedua orang tua nya
Mata Anna mulai berair , ia tidak bisa lagi membendung air matanya untuk tumpah . bibirnya mulai bergetar , terdengar sedikit isakan keluar dari mulutnya sebelum terdengar sangat keras
kini tangisan Anna benar-benar pecah , dia mengeluarkan semua tangisannya , tak peduli siapa orang yang berada di sampingnya
Jefan menarik bahu Anna dan mendekapnya ke dalam pelukannya , memberikan waktu Anna menangis sepuasnya
" Papi ...."ucap lirih Anna
" Papi kamu pasti sudah bahagia karena sekarang dia sudah berkumpul dengan Mami kamu " Jefan mengusap air mata di pipi Anna
" Anna datang Pi , Mi...., bersama suami dan mertua Anna , maaf karena Anna baru sempat kemari , Anna sudah menikah sekarang ..." ucap Anna saat sedikit lebih tenang
" Senang rasanya bisa bertemu lagi dengan anda tuan Axel Zander , walaupun suasananya berbeda . saya tidak menyangka Tuhan benar-benar mengabulkan permintaan anda, anda sekarang menjadi Ayah mertua saya"jefan
" Terimakasih besan , karena sudah mempunyai putri seperti Anna , saya berjanji akan menjaga Anna dengan baik , seperti saya menjaga putra sendiri " ujar Jackson
Anna menoleh , berdiri dan memeluk ibu mertuanya " makasih ya ma , sudah mau menjadi pengganti orang tua Anna"
__ADS_1
" sayang , mama ikut sedih kalau kamu sedih begini "Rosa mengusap air mata Anna yang belum bisa berhenti
Anna bersyukur , walaupun pernikahan ini ada unsur kebohongan tapi keluarga itu begitu menyayangi nya