
sudah tiga hari Anna tidak keluar rumah, maupun Jefan yang setia menemani Anna mengisi kesedihan nya di dalam villa
" tuan ada tamu di depan "
" siapa "
" tuan Nino dan teman-temannya "
" suruh tunggu sebentar "
" baik tuan "pelayan meninggalkan mereka berdua
" aku akan menemui mereka dulu, kamu istirahat saja "Jefan meninggalkan Anna sendiri
" ck,.mau ngapain kalian ke sini "
" Jef bagaimana keadaan Anna, aku sudah beberapa kali dari kemarin menghubungi nya tapi tak ada jawaban dari Anna "Nino menghampiri nya
" kita ke sini mau minta maaf pada kakak ipar karena masalah kemarin "sahut Nicole
" apa kalian tidak mau meminta maaf pada ku juga "Jefan
" tapi kan kamu tidak di rugikan bahkan itu sangat menguntungkan bagi mu! hah!! "sahut Nino tersenyum licik
" dasar brengsek kalian semua ya "ujar Jefan
" maaf Jef, kita hanya ingin membantu hubungan kalian agar lebih dekat lagi "Samuel menambahi
" hah!! kita, bukan aku tapi kalian "jawab Nino
" kita ingin meminta maaf langsung pada kakak ipar, apa boleh "
Jefan mengangkat kedua bahunya " aku tidak yakin Anna mau menemui kalian "
" kalau begitu aku yang akan memanggilnya" Nino beranjak bergegas menuju kamar Anna tapi Jefan menghentikan nya
" biar aku saja "Jefan menarik baju Nino
Jefan menemui Anna
" di luar ada teman-teman yang mau minta ma'af pada mu perihal masalah kemarin tapi kalau kamu tidak mau aku tidak akan memaksa "Jefan melangkah meninggalkan Anna
" tunggu, aku juga sudah membaca pesan Nino. aku akan menemui mereka "Anna mendudukkan dirinya
" kamu yakin?? "
" iya, lagian aku juga perlu tahu ini kesalahan mereka atau kesengajaan yang di buat oleh kamu "Anna berdiri melewati Jefan
" hati-hati, apa sudah membaik "
Anna mengangguk
" Anna..." Nino berhambur mau memeluk Anna tapi tangan Jefan lebih dulu menghentikan nya
" jaga sikap kamu "ucap Jefan ketus
" Anna aku minta maaf, semua ini bukan rencana ku, mereka lah biang keroknya "Nino menunjuk ke arah Nicole
" iya ma'afkan kita kakak ipar, semua ini memang rencana aku dan Samuel, ku pikir dengan adanya kejadian seperti itu hubungan kau dan Jefan akan lebih maju "sahut Nicole
" kau sudah dengar kan Ann, jadi aku tidak ada sangkut pautnya dengan ini "
Jefan hanya diam mendengarkan mereka
" jadi bagaimana kakak ipar, apa kau memaafkan kita "tanya lagi Nicole
" Iyah, aku sudah tidak apa-apa" jawab Anna
" sungguh!! terimakasih kakak ipar "sahut Nicole sumringah
" dimana Samuel, bukankah dia di sini tadi" tanya Jefan
" Iyah, dia ada kepentingan mendadak dan harus pulang sekarang juga "
" kepentingan apa? masalah wanita "
" entahlah, tapi raut wajahnya tadi tegang sekali , kurasa begitu "
" apa urusan kalian sudah selesai, kalau tidak ada kepentingan lagi silahkan pulang ke rumah masing-masing "Jefan mempersilahkan
" kau belum menyediakan minum untuk kita, ku rasa kita bisa menunggu sampai makan siang siap di hidangkan "ujar Nino menolak keluar
" sudah pergi sana!! Anna masih butuh istirahat"
" sudah ayo pergi, kau mau di pecat oleh Bos mu itu " Nicole menarik paksa tangan Nino
" kita pulang dulu kakak ipar, bye..." Nicole pamit
" jadi bagaimana?, apa kau juga sudah mema'afkan ku "Jefan
Anna menggeleng
" kenapa?? kenapa kamu bisa mema'afkan mereka tapi aku tidak, jelas-jelas mereka sudah mengakui kesalahan nya"ucap jefan dengan suara meninggi
" terserah aku mau mema'afkan mu atau tidak, kenapa jadi kamu yang mengatur ku "ucap Anna sewot
"huff "Jefan menarik nafas panjang
__ADS_1
" ok, jadi kenapa kau tidak bisa memaafkan ku"
" bisa saja sih, tapi ada syaratnya "
" syarat?? apa syaratnya..kau mau minta apa pasti akan ku kabulkan, itu bukan hal sulit bagi ku "
" kalau begitu jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadi ku, aku ingin bebas melakukan semua hal yang ku inginkan "
Jefan diam sejenak
" perihal apa saja "
" seperti pekerjaan atau masa depan ku nanti"
" dan masalah percintaan mu "sahut Jefan
Anna mengangguk pelan "bisa juga "
" bagaimana, bukankah itu bukan hal yang sulit"sahut Anna lagi
" Iyah, baiklah "jawab Jefan dengan terpaksa
Anna menjulurkan tangannya, ingin menjabat tangan Jefan sebagai keputusan yang di setujui
" oke "menjabat tangan Anna
🌺🌺🌺🌺
Nayla terduduk kaku setelah mengetahui hasil dari test pack yang ia uji, dia tidak menyangka bahwa hasil yang di dapatkan nya positif
ia kembali mengingat moment malam itu bersama Samuel, yang terjebak hujan hingga bermalam di sebuah hotel
beberapa jam kemudian, terdengar seseorang memanggil-manggil nama nya dari ambang pintu yg tak di hiraukan Nayla
dengan terpaksa orang itu masuk kedalam rumah dan mencari sosok Nayla
" Nayla !!! "lelaki itu menghampiri nya
" kenapa Nay, ada apa ". Nayla masih tak merespon
perlahan Nayla menoleh " Sam ..." Nayla berhambur kepelukan Samuel
" kamu kenapa? apa ada masalah "Samuel mendekapnya erat
" katakan ada apa, jangan buat aku khawatir. kau tahu aku langsung terbang setelah mendengar suara mu tangisan mu" Samuel mengangkat dagu gadis itu
" aku..aku..."
" kamu tenangkan diri kamu dulu, istirahat lah biar kamu lebih tenang "Samuel mengangkat tubuh Nayla agar menidurkan dirinya
Samuel terdiam, melihat sesuatu di atas ranjang dan mengambilnya
" apa kamu hamil..." tanya nya perlahan
" apa kamu menangis karena kamu hamil" Samuel memeluknya kembali
Nayla mengangguk
" kenapa ? apa yang kamu takutkan? aku adalah ayah dari anak yang kamu kandung ini, dan aku akan bertanggung jawab menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan baby kita nanti" sembari menyentuh perut Nayla
" apa kamu masih meragukan diri ku "Samuel menghapus air mata Nayla
" tentu saja, kita masih baru mengenal dan masih belum banyak mengetahui satu sama lain "sahut Nayla masih sedikit sesenggukan
" apa itu bisa di jadikan tolak ukur keseriusan seseorang?? "
Nayla menggeleng
" kalau begitu, kapan aku bisa bertemu dengan orang tua mu "
" aku masih belum siap Sam "
" kenapa? apa kamu tidak mau baby kita nanti tidak mengenal ayahnya sendiri "
" tidak bukan begitu "
" lalu kenapa, apa kamu masih belum yakin kepada ku "Samuel menggenggam tangan Nayla
" ini terlalu cepat buat ku Sam, kita baru mengenal, lalu menikah dan .... janin ini "Nayla terdiam " semua serba mendadak buat ku "
" aku janji akan membahagiakan mu, "
" tapi menikah dengan ku rumit Sam, aku tulang punggung keluarga ku, tidak ada laki-laki yang mau menyanggupi beban berat yang ku tanggung "
" apa kau pernah bertanya pada ku, aku akan menanggung semua beban yang kau pikul selama ini "
" tapi semua itu berat Sam .."
" bisa kah kau tidak usah mengungkit masalah uang dengan ku "
" tapi Sam, semua ini harus jelas sebelum kau benar mau masuk dalam kehidupan ku, dan kau juga masih bisa berfikir untuk tetap tinggal atau pergi "Nayla tidak bisa membendung air matanya
" sudah diam. kau hanya perlu menjadi istri dan ibu yang baik untuk baby dan suami mu ini nanti "Samuel memeluknya lagi
Nayla mendongakkan wajahnya
" tapi keluarga ku, keluarga mu apa bisa menerima semua ini "
" kenapa kau masih meragukan hal ini, ini adalah niat yang baik "
__ADS_1
"tapi Sam ..."
Samuel mencium bibir wanita di hadapannya itu "masih belum mau diam "
" baby Papi ini udah usia berapa.." Samuel mengajak ngobrol baby dalam perut Nayla
" udah berapa bulan "tanya Samuel pada Nayla
" sudah sekitar dua belas mingguan "
" sekitar?? apa kau belum ke dokter "
Nayla menggeleng
" kalau begitu akan ku antar sekarang "Samuel beranjak tapi Nayla menghentikan nya
" aku belum siap "Nayla menggeleng
" tapi kita perlu memeriksakannya, beberapa terakhir ini kau pasti sangat stres karena masalah ini, kau tahu ini juga berdampak pada tumbuh kembang baby kita "
" beri aku waktu beberapa hari lagi, tapi tidak sekarang "
" kalau begitu, bereskan semua pakaian mu, dan tinggal di apartemen bersama ku, biar aku sendiri yang akan mengurus mu "
" apartemen, kenapa? aku bisa menjaga diri ku sendiri "
" kau hanya bisa memilih periksa kandungan mu sekarang atau tinggal di apartemen bersama ku "
" Sam....."
" Nayla, kandungan di trimester pertama mu ini sangat beresiko, apalagi melihat keadaan mu saat ini "Samuel menyentuh pipi Nayla, memberi pengertian untuk nya
" tapi "
" Nayla please !! "
dengan terpaksa Nayla menuruti semua keinginan Samuel, terlihat lelaki itu begitu tulus mencintai Nayla
kini mereka sudah sampai di depan apartemen Samuel. Nayla menghentikan langkahnya
" ada apa ? "
" kamu benar tinggal di sini "ucap Nayla sambil melihat sekitarnya yang terlihat kawasan elite
" ayo masuklah "Samuel menarik tangan nya pelan
" jadi selama ini kau adalah orang kaya? "
" haha... pertanyaan macam apa itu "
" bukankah kau seorang sopir? "
" itu hanya alasan agar aku bisa lebih dekat dengan mu saja "Samuel tersenyum
" aku jadi merasa lebih tidak pantas lagi hidup bersama mu "sahut Nayla dengan raut wajah sedih
" hey hey...jangan bilang begitu, bukankah kita sama di hadapan Tuhan "
" iya tapi ..."
" Sssttt.....sudah diam, kau ini mulai banyak bicara "
" apa kau tinggal sendiri di sini "
" yah, ayah ku tinggal di luar Negeri, jadi aku sendiri di sini "
" kalau ibu mu "
" ibu ku sudah meninggal saat usia ku lima belas tahun "
" oh, maaf "
" kenapa minta maaf, apa kau melakukan suatu kesalahan "
" tidak, maksud ku maaf karena telah menyinggung ibu mu yang sudah tiada "
" kau ini polos sekali, sepertinya cinta ku sudah naik level setiap hari "Samuel
Nayla di buat salah tingkah oleh perkataan Samuel
" kapan-kapan ku ajak kau ke pemakaman ibu ku, akan ku perkenalkan calon istri dan baby ku ini pada nya "
" Iyah " Nayla mengangguk
" oh ya, pilihlah WO yang kamu impikan selama ini, aku pasti akan mewujudkannya"
" sam.." Nayla menatap calon suaminya itu " aku tidak tahu harus berkata apa lagi pada mu, ku rasa aku lebih cepat jatuh cinta dari yang aku duga "
" katakan saja I LOVE YOU...bisa??"
" I love youuu...."Nayla membisikkan nya pada telinga Samuel
" kalau begitu, aku akan mengabari kabar baik ini pada ayah ku dulu "
" Sam, apa tidak terlalu cepat "
" lebih cepat, lebih baik kan. besok aku akan menemui keluarga mu dan mulai mempersiapkan semuanya "
" tapi bisakah mempersiapkan semua ini hanya dengan waktu dua Minggu saja "
__ADS_1
" itu bukan hal sulit bagi ku, aku jadi tidak sabar menjadi suami mu " Samuel menggenggam tangan Nayla erat " aku akan menghubungi ayah ku dulu " meninggalkan Nayla sendiri
Nayla menatap punggung calon suaminya itu hingga tak terlihat, perasaan yang sedih beberapa hari belakangan ini berbalik menjadi kebahagiaan yang tak terkira oleh nayla