
keluarlah aku menunggu mu di depan. pesan terkirim
Anna membaca pesan dari Davin dan meninggalkan kesibukan di depan laptop nya
" sudah siap "
" siap?...siap untuk apa "tanya Anna tak mengerti
" aku akan mengajak mu ke suatu tempat "
" kemana "
" tentu saja ini surprise, kenapa terus bertanya..diamlah dan nikmati perjalanan nya "Davin menutup mata Anna dengan sebuah kain
" kenapa harus begini, aku tidak bisa melihat apapun "
" namanya juga surprise "
" oke oke "Anna mengunci mulutnya
Davin membawa Anna ke sebuah puncak dengan mengendarai motor legendaris nya
" hati-hati "Davin membantu Anna turun dari motornya
" boleh buka sekarang "
" bukalah "
Anna membuka penutup matanya
" wahh...indah sekali dev "Anna takjub melihat pemandangan di sekelilingnya
juga pemandangan kota yang menakjubkan terlihat dari atas puncak gunung
" aku masih belum bisa mengajak mu ke tempat yang lebih mewah "Davin memegang tangan Anna
" kamu tahu, tidak ada tempat indah dan mewah yang bisa menandingi keindahan ciptaan Tuhan seperti ini "puji Anna
" kamu senang?? "Davin membelai rambutnya
" senang..senang sekali "Anna mengangguk cepat
" baguslah, aku khawatir kamu tidak akan menyukainya "
" asal bersama mu sayang "Anna mencubit hidung kekasihnya itu
" benarkah begitu!! "Davin menggodanya
" kamu tidak percaya..." ucap Anna ngambek
muachh!!!
Anna mencium pipi Davin "sudah percaya?? "
Davin menggeleng
" masih belum percaya?? "
Davin menggeleng lagi
" ah! itu hanya akal-akalan kamu saja, cuma pengen di cium lagi "
" kenapa?, kamu tidak mau "
" tidak mau!! aku kan masih anak kecil "Anna menutup wajahnya yang memerah
" mana ada anak kecil yang Segede gini "
Anna berlari menghindari Davin yang terus menggoda nya
hmm..dia selalu punya cara untuk membuat wajahku memerah...
Davin memetik dan mengumpulkan bunga-bunga cantik yang tumbuh liar di sekitarnya
" apa aku sudah seperti aktor film "Davin mendudukkan dirinya dan mengulurkan bunga itu ke hadapan Anna yang kaget, masih berdiri di depannya
" hmm...apa kau sedang melamar ku "Anna tersenyum mendapat perlakuan istimewa Davin
" hmm..menurut mu "
dengan cepat Anna mengambil bunga pemberian Davin
" aku menginginkan nya "
" apa?? "
" cepat katakan kau sedang melamar ku "Anna antusias
" tapi bunga ini bukan mawar, jadi tidak pantas untuk di jadikan untuk melamar mu "
" itu tidak penting, yang penting kamu dan hati mu "
" kau akan menerima ku?? "
" cepat katakan dulu, kau akan melamar ku "
Anna begitu menggemaskan
" hmm...maukah kau hidup bersama ku "
" tentu saja, pastinya aku mau "jawab Anna sumringah, langsung memeluk Davin
" kamu ini cewek tapi kenapa bersikap seperti ini, nakal "Davin mengacak-acak rambut Anna gemas
" kenapa? aku itu sangat mencintai mu.."sahut Anna, dengan tangan yang masih bergelantungan di leher Davin
" apa kau juga siap, hidup susah bersama ku"
" kenapa tidak, kita bisa berjuang bersama..uang bisa di cari kan "
" tapi aku tidak percaya gadis manja seperti mu bisa bertahan "
" asal bersama mu aku akan memulainya, kita bisa berjuang dari nol sampai pada level dimana aku dan kamu bisa memilih dan memilah arsitektur untuk rumah impian kita "
" mendengar itu... sepertinya aku tidak percaya bahwa yang ada di hadapanku ini sekarang adalah kekasih ku "
" kenapa?? "
" kekasih ku itu sangat manja sekali tapi perempuan di di depan ku sekarang ini seperti gadis dewasa "
__ADS_1
" jadi sudah pantaskah aku menjadi dewasa "
" belom, kamu masih belum waktunya dewasa "
" kenapa bilang begitu "
" karena aku tidak suka kamu terlihat dewasa, aku lebih suka kamu seperti ini, manja dan cerewet "Davin kembali mencubit hidung Anna gemas
" ck! itu terdengar kekanakan "
" tunggu di sini "Davin meninggalkan nya untuk membeli sesuatu
" jangan lama-lama, aku tidak bisa hidup tanpa mu "ucap Anna sedikit berteriak
Davin hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu " Aagrhh!! kenapa dia jadi se-bucin ini "Davin mengacak rambutnya
tak lama Davin kembali dengan membawa dua es krim di tangannya
" coklat caramel "
" terima kasih, tapi aku mau di suapin "
" Aaa...."
Anna membuka mulutnya " lebih lebar lagi "
Anna mencoba memperlebar mulutnya lagi
" ha-ha-ha ...kamu lucu sekali sih "Davin mentertawakan nya
" awas kau ya..."Anna mengejar dan Aarghh...
kakinya tergelincir
Anna tiba-tiba bangun dari tidurnya, kebersamaan dirinya dan Davin di masa lalu menghantui mimpi nya
Jefan yang masih belum tidur di sampingnya kaget karena Anna terperanjat dalam tidurnya
" ada apa ..."Jefan menutup laptopnya dan berfokus pada Anna
Anna mencoba mengatur nafasnya "tidak...aku hanya mimpi buruk "
" minumlah "menyerahkan gelas untuk Anna
" Terima kasih "
" kamu yakin tidak apa-apa "Jefan masih khawatir
Anna memegangi perutnya
" kenapa? perut mu sakit? "
" hmm...aku lapar "ucap Anna karena memang dia tidak memakan makan malamnya
" tunggu di sini, aku akan menelfon pak Jim untuk mengambilkannya untuk mu "Jefan beranjak
" tidak usah, aku akan mengambil nya sendiri"
" tidak usah, tetaplah di sini biar ku aku yang mengambilnya "
" kalau gitu aku ikut "
" baiklah "Jefan mengulurkan tangannya dan Anna meraihnya
" aku akan memanggil pelayan untuk membuatkan sesuatu untuk mu "
" tidak usah, aku ingin makan yang lain "Anna mencari sesuatu di rak kitchen set
" kamu sedang mencari apa "
" aku ingin memakan mie instan "
" mie instan!! "
" ketemu..." Anna memilih salah satu rasanya"apa kamu juga mau "
" aku..aku tidak biasa makan mie instan, itu tidak bagus untuk kesehatan. tapi...kalau hanya sekali boleh lah "
" mau rasa apa.."
" rasa apa ya...terserah kamu saja "
Anna mengambil panci untuk memasak air
" mau pake telur "
" telur, apa enak "
" kembali ke selera masing-masing "
" boleh di coba "
Anna menyiapkan mangkok dan menaruh bumbu-bumbunya dan Anna menambahkan beberapa cabe di mangkoknya
" kau akan memakan dengan semua cabe itu "ujar Jefan menatap aneh kelakuan Anna
" heemm...rasanya enak "
" kenapa tiba-tiba kau ingin makan mie "
" aku hanya ingin saja, apa aku harus ngidam dulu untuk memakannya "jawab Anna sambil mengangkat mie-nya
" ngidam?? "sahut Jefan kikuk
" ini punya mu "Anna menghidangkan mie milik Jefan
" hmm...ini enak sekali "ucap Anna sambil terus memakan lahap mie instan nya
" makanlah sampai puas, aku senang melihat mu seperti ini lagi .makanlah sampai kau melupakan semua masalah mu "batin Jefan
" kelihatannya punya mu enak sekali "ujar Jefan yang melihat Anna makan dengan penuh keringat di dahinya
" kamu mau mencobanya "Anna menyuapi Jefan
" boleh.. huhh..hah...."Jefan kepedesan " itu makanan apa racun!! "masih terus meneguk air putih
" kenapa? kamu tidak biasa makan pedas "
" tapi itu pedesnya keterlaluan hah..hah.."
" ini memang pelarian ku saat aku galau, jadi dengan memakan pedes aku bisa sebentar melupakan masalah ku "
__ADS_1
" dasar wanita aneh!!! "Jefan menatap aneh wanita yang masih memakan makanan nya itu
" Agrh..ughh..."Jefan memegangi perutnya
" kenapa?? "
" aku akan ke kamar mandi "Jefan berlari ke kamar mandi kamarnya
" apa dia benar-benar tidak bisa memakan makanan pedas..."
Jefan di buat bolak balik kamar mandi karena memakan makanan Anna tadi
Tok...
Tok...
Tok...
" permisi tuan, dokter Nicole sudah datang "
" masuklah pak Jim "sahut Anna
" dimana Jefan?? "Nicole mencari keberadaan Jefan yang tak terlihat
" dia masih di kamar mandi "
tak lama dia pun keluar
" kebiasaan kau ya!! menyusahkan orang tengah malam begini "ucap Nicole ketika melihat Jefan baru keluar dari kamar mandi
" diamlah, sudah cepat berikan aku obat supaya aku tidak bolak balik kamar mandi lagi "
Nicole mulai memeriksa nya
" apa kau salah makan "
" aku tadi makan mie instan yang sangat pedas"
" maaf ini salah ku "Anna merasa bersalah karena membiarkan Jefan memakan mie yg di buatnya
" tidak, tidak ...jangan salahkan diri mu kakak ipar. ini salahnya sendiri kenapa dia memakannya "sahut Nicole
" periksa juga dia "tunjuk Jefan pada Anna
" aku tidak sakit, perut ku sudah terbiasa dengan makanan seperti itu "
" kalau sudah selesai aku akan melanjutkan tidur ku ...hooaam.."ujar Nicole
" pergilah, aku sudah tidak membutuhkan mu"
" ish!! kau ini!! "Nicole jengkel
" Terimakasih dokter Nicole "
" sama-sama kakak ipar, aku pulang dulu ya "pamit Nicole
Anna mengantar Nicole sampai depan pintu kamarnya
" maaf..maafkan aku "Anna berhambur ke samping Jefan yang masih berbaring
" apa masih sakit, pasti perut mu sakit sekali kan "ucap lagi Anna masih khawatir
" kenapa tidak bilang kalau kamu tidak bisa memakan makanan pedas "Anna masih khawatir
apa dia mengkhawatirkan keadaan ku, wajah nya lucu sekali kalau seperti itu. batin Jefan
" Aagrhh!! aduh..."Jefan mencoba menggodanya
" perut mu masih sakit!! aku akan panggil dokter Nicole..pasti dia belum jauh "Anna beranjak
" tunggu "Jefan menarik tangan nya sebelum Anna turun dari ranjang
Bbukkk....
Anna jatuh tepat di dada Jefan. sejenak saling pandang
" Aagrhh...kau menyakiti perut ku lagi "
" maaf..maaf "Anna mencoba bangun
" tidak, jangan tinggalkan aku..temani sebentar aku di sini "Jefan menarik Anna dalam pelukannya
" temani aku sampai tertidur, ku rasa perut ku sudah mulai membaik "ujar Jefan dengan mata mulai terpejam
sedang Anna hanya diam. tak merespon ataupun mengelak perlakuan Jefan padanya. dia menuruti kemauan Jefan
*ketenangan apa yang ku rasakan saat ini, kenapa aku mendapatkan kenyamanan saat dia mendekap ku...
perlakuan nya saat ini yang sudah mulai berubah terhadap ku...
sikap apa itu ??
apa karena aku terlihat seperti orang yang perlu di kasihani..
atau...
apa dia mulai sayang kepada ku??
tidak!!!
itu tidak mungkin!!
pasti ada alasan di balik selama ini dia menolongku di setiap kesusahan bahkan kesedihan ku...
Tuan Jefan Jackson..
tetaplah menjadi sosok yang kasar pada ku seperti dulu
tetaplah menjadi orang yang masa bodoh kepada ku
tetaplah menjadi orang yang tidak pernah menghiraukan ku walaupun aku ada di sebelah mu ...
kenapa??
karena aku takut satu hal...
aku takut tidak bisa mengendalikan perasaan hati ku untuk mu
aku memang tidak mudah untuk membuka hati untuk orang lain
tapi dengan kenyamanan yang kau berikan ini
__ADS_1
aku tidak tahu bagaimana kisah ini akan berakhir ...
bersambung....