
pertengkaran kemarin dengan Jefan tak membuat Anna melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri , ia tetap sama . menyiapkan kebutuhan Jefan untuk pergi ke kantor pagi ini .
Jefan keluar dari kamar mandi , melihat Anna yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya di kamar . Jefan dan Anna saling canggung , tak saling menyapa satu sama lain .
Anna memutuskan keluar dari kamar tanpa berpamitan seperti biasa yang di lakukannya sebelum meninggalkan kamar
" apa sudah siap pak Jim " tanya Anna , seperti biasa menanyakan untuk sarapan suaminya
" sudah nona "
" terimakasih pak Jim " jawab Anna , memainkan handphone nya menunggu Jefan
" apakah anda mau saya memanggil tuan muda nona"
" aku di sini pak Jim "sahut Jefan yang sudah menuruni tangga
Anna menyajikan seperti biasa sarapan Jefan, tapi sedikit berbeda karena sikap mereka , Anna langsung menyajikan sarapan jefan tanpa menanyakan kepada yang bersangkutan dulu seperti biasanya . suasana ruang makan kali ini sunyi tak ada sapaan dari keduanya apalagi saling bincang
" pak Jim tolong katakan pada sopir , tidak usah mengantar saya , karena saya sudah di jemput teman di depan " ucap Anna setelah menyelesaikan sarapan nya
" saya berangkat dulu tuan " pamit Anna langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari jefan . sedang Jefan hanya diam mencoba tetap fokus pada sarapan nya
" biarkan sopir mengantar sampai ke gerbang depan nona "
" tidak usah pak Jim , ini masih pagi itung-itung jogging "
" tapi nona "
" biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau pak Jim , dia bukan anak kecil lagi jadi kau tidak perlu begitu mencemaskan nya" sahut Jefan tetap fokus pada hidangan nya
" tapi tuan ..."
" sudah pak Jim turuti saja dia kalau anda tidak mau di pecat olehnya " potong Anna sinis dan langsung bergegas keluar rumah
" bereskan aku sudah selesai" ucap jefan
" pagi Jef " sapa Nino baru memasuki rumah
" ada apa dengan Anna , dia jalan kaki menuju gerbang depan " tanya Nino
Jefan mengangkat kedua bahunya , enggan menjawab
" apa kalian bertengkar "
" tidak "
" tapi kelihatannya begitu "
" cepat kita berangkat "
" tapi aku masih mau sarapan disini Jef " pinta Nino
" cepat atau ku pecat kau " ucap Jefan menuju mobil
" iya , memang kau bos nya " sahut Nino langsung mengekor di belakang Jefan
" cepat kejar Anna , aku ingin tahu siapa yang mengantarnya ke kampus "
Nino mempercepat kecepatan mobil mewahnya
" mana kita tahu dia pakai mobil apa "
" udah jalan aja ke arah kampusnya"
mobil terhenti di lampu merah
" tunggu , apa itu Anna " Jefan terus memandangi gadis di atas motor yang tak jauh dari mobilnya
" jadi dia ke kampus dijemput si brengsek itu" gumamnya lagi
" ish!! olokan mu terdengar sakit di telingaku Jef" sahut Nino yang terdengar kasar dalam mobil
" kejar , aku ingin tahu apa dia benar-benar pergi kuliah "
Nino menuruti perintah Jefan walaupun motor yang dikendarai Anna terlihat sangat luwes dan hilang dalam pandangan mereka
" itu mereka " Nino menunjuk Davin yang masih duduk di atas motor nya
" apa asyiknya naik motor "
" itu kan selera orang masing-masing , kenapa kamu yang marah Jef " sahut Nino
" siapa yang marah , aku hanya tidak habis pikir dengan gadis itu , sudah nyaman di kasih fasilitas mobil sama sopir tapi malah panas-panasan naik motor "
" ku lihat postingan sosmed Anna , sering riding motor . kurasa dia memang lebih suka dengan anak motor "
" itu hanya karena memang si brengsek itu miskin"
" terserah kau sajalah , memang kau kan Bosnya , dan kau selalu benar " pasrah Nino mendengar ocehan Jefan
" sudah ayo jalan "
" Hah ! kita kesini cuma mau lihat Anna bersepeda saja "
" memangnya kau pikir aku mau apa "
" Jef , kau itu suaminya . bener-bener kamu ya ... setidaknya pukul dia dan beri pelajaran" Nino marah diikuti tangannya yang mencontohkan pukulan
" aku tidak peduli "
" tapi kau membuntutinya secara diam-diam begini , itu artinya kau peduli dengannya"
" diam dan fokus pada kemudi mu "
" yah ,yah kau memang peduli padanya "
" NINO SAVIAN ...apa mau ku pecat " teriak Jefan
" ok ,ok aku diam " Nino mengunci mulutnya
Nino mempercepat kecepatan mobil nya , karena waktunya terbuang percuma untuk membuntuti Anna pergi
🌹🌹🌹🌹
Jefan melihat jam tangannya sesampai di rumah , sudah pukul 22:15 . ia memang sengaja pulang malam karena di jam segitu Anna sudah terlelap tidur
__ADS_1
" apa Anna sudah tidur pak Jim " tanya Jefan pada pak Jim yang melepaskan sepatunya
" sepertinya begitu tuan , Nona tidak turun setelah makan malam "
" baiklah , kau bisa beristirahat " Jefan melangkah ke kamar
ceklek!
Jefan menatap punggung Anna yang bergerak , posisinya tertelungkup terlihat memegangi perutnya
" kau kenapa " tanya Jefan yang mendengar rengekan dari Anna
" aku tanya kau kenapa??" tanya lagi Jefan yang tak dijawab Anna
" Anna Calista!!???" Jefan menghampiri nya dengan kesal
" Anna ada apa denganmu" Jefan kaget dengan kondisi Anna saat ini , wajah Anna sudah di lumuri keringat dingin , bibirnya bergetar , terdengar sesekali Anna meringis seperti kesakitan
" kau sakit " Jefan mencoba mendudukkan Anna
" darah!! " ucap Jefan kaget , melihat lumuran darah di dress dan sprei ranjang
" kenapa banyak darah , kamu kenapa " wajah Jefan kini pucat , bingung dengan apa yang harus di lakukan nya
" saya tidak apa-apa tuan , perut saya cuma sedikit sakit " ucap Anna sedikit terbata
" aku akan memanggil Nicole , sakit mu pasti berbahaya sekali "
" aduh malu banget kan aku , gimana ngomong nya..." batin Anna
" tidak ,jangan tuan saya cuma lagi dapet " ucap Anna mencoba menahan rasa malunya
" dapet apa..." ulang Jefan tak mengerti
" saya cuma datang bulan "
" datang bulan " ulang Jefan . dia memang pernah mendengar itu terjadi pada kaum wanita tapi Jefan tidak tahu kalau akibatnya akan separah ini
" gimana ya... aku sangat malu sekali , pura-pura pingsan saja kali yah"
" peruuut ku..." Anna terus memegangi perutnya , terasa semakin sakit
" Anna kamu tidak apa-apa "
Anna jatuh di dada Jefan , gadis itu pura-pura pingsan karena begitu malu , mencoba kabur dari pikiran buruk jefan
" pak Jim....pak Jim.... siapapun tolong!!!" teriak Jefan histeris
dengan tergopoh-gopoh pak Jim dan pelayan lainnya datang " ada apa tuan "
" panggil Nicole sekarang "
" baik tuan "
" dan kau " tunjuk Jefan pada pelayan perempuan " ganti dan bersihkan darah yang berada di pakaian Anna "
" baik tuan "
" apa aku bangun saja , tidak . bisa saja para pelayan ini melaporkan ku pada Jefan kalau aku pura-pura pingsan "
Jefan memutuskan keluar dari kamar , membiarkan pelayan perempuan membersihkan tubuh Anna
" apa datang bulan sesakit itu , sampai dia pingsan " batin Jefan terus mondar mandir di depan pintu kamar
ceklek
pelayan membuka pintu
" apa sudah selesai " tanya Jefan
" belum tuan , saya mau mengambil pembalut dulu , sepertinya hari ini hari pertama Nona datang bulan "
" pembalut " ulang Jefan , tidak bisa membayangkannya
" sudah sana cepat bereskan " ucapnya lagi
" kenapa yang berhubungan dengan wanita selalu rumit ckckc " gumam Jefan
setelah lumayan Jefan menunggu di luar kamar , pelayan yang di perintahkan membersihkan Anna keluar mempersilahkan Jefan masuk
" apakah dia belum sadar "
" belum tuan "
" aku tidak pingsan tuan "
Jefan mengangkat tubuh Anna
" apa yang mau anda lakukan tuan , turunkan aku "
" pak Jim suruh pelayan mengganti spring bed ini dengan yang baru "
" pelayan " pak Jim menunjuk para pelayan itu menyuruh melaksanakan perintah tuannya
" tuan sebaiknya anda menidurkan Nona di sofa dulu , nanti bisa saja tangan anda yang sakit "
" tidak usah , suruh saja pelayan mengerjakannya dengan cepat "
Jefan menidurkan Anna setelah semuanya diganti " kenapa si brengsek itu lama sekali "umpat Jefan pada Nicole yang tak kunjung datang
" aku disini Jef " sahut Nicole
" lagian ini juga waktunya tidur , aku kan harus mengumpulkan nyawaku dulu sebelum kesini "
" cepatlah kau periksa , kenapa dengan dia "
" sebaiknya aku sadar dulu saja , akan lebih memalukan jika tahu dokter ini mengatakan kalau aku pura-pura pingsan "
Nicole langsung mengambil alih tempat duduk Jefan dan mulai memeriksa kondisi Anna
" dokter .." Anna membuka matanya
" kau sudah sadar , syukurlah "
" saya tidak apa-apa dokter "ucap lirih Anna
" dia bilang tadi datang bulan " sahut Jefan
__ADS_1
" datang bulan " ulang Nicole
" apa separah itu setiap kali wanita datang bulan , sampai pingsan " tanya Jefan
" nyeri saat datang bulan ini juga di sebut dismenore , wajar-wajar saja di rasakan setiap wanita tapi berbeda juga . ada yang ringan , berat bahkan ada yang biasa-biasa saja tidak merasakan nyeri sama sekali . hal ini akibatkan karena adanya kontraksi dinding uterus yang biasanya didominasi diarea perut bagian bawah yang menjalar hingga ke pinggang , punggung bagian belakang hingga ke area paha "
" tapi kenapa dia sampai pingsan "
" kurasa itu terjadi karena penurunan tekanan darah , masih normal tidak apa-apa"
" Nona tadi hanya makan dua suapan saat makan malam tuan " sahut pak Jim
" bisa juga pemicunya karena stres , jadi jangan berbuat buruk padanya agar dia tidak stres " sindir Nicole
" bagaimana cara mengatasi nya "
" tenang saja , ini aku sudah meresepkannya obat " Nicole memberikan pada Jefan
" saya sudah baik-baik saja dokter "
" suami mu ini terlalu menghawatirkan mu kakak ipar , dia bawel sekali dari tadi " sahut Nicole
" tidak , aku hanya takut dia mati ...soalnya tubuhnya tidak bergerak "
" kau bisa mengkompres perutnya dengan air hangat , agar sedikit mengurangi nyeri nya "
" ok , Terimakasih . kau bisa pulang sekarang"
" baiklah , selamat istirahat Kakak ipar"
" oh ya , bisa titip pesen buat pak Jim atau siapapun di luar , minta bawakan air hangat buat kompres " pinta Jefan
" baiklah tuan muda , dengan senang hati" jawab Nicole
" akan ku kirimkan bonus buat kau "
" terimakasih tuan muda yang baik hati " goda Nicole undur diri dengan gaya hormat pada rajanya
" apa masih sakit " tanya Jefan
Anna menggeleng dan pura-pura kaget karena pakaiannya yang sudah berganti
" kenapa baju saya...." Anna menutup mulutnya
" kenapa kaget "
" apa tuan yang mengganti pakaian saya"
" hmm...menurut mu "
" apa , apakah tuan yang membuka semuanya"goda Anna
" kenapa , aku kan suami mu . apakah itu aneh"
" tapi...
tak lama pelayan datang dengan membawa air hangat beserta handuk
" permisi tuan"
" pergilah , biar aku yang lakukan"
" baik tuan " pelayan keluar dan menutup pintu
" buka baju mu "
" apa yang akan anda lakukan tuan "
" kau tidak dengar tadi , Nicole bilang apa."
" tapi sekarang saya sudah baik-baik saja tuan"
" diamlah , kau selalu bisa merepotkan ku" ucap Jefan sambil memeras handuk
" aku tidak menyuruh mu telanjang , singkap saja sampai bagian perut "
" saya tidak menyuruh tuan melakukan ini, kalau repot tidak usah merawat saya" ujar Anna memasang wajah manyun
" oh...bisa gila aku , kalau terus-terusan Anna menggoda ku "batin Jefan melihat perut perfec Anna yang begitu menggoda
" apa aku yang harus membuka nya"
" tidak saya bisa sendiri "
" emang sesakit itu ya " tanya Jefan datar
" Hmmm " ucap Anna sambil menyingkap pakaian atasnya
" yang mana yang sakit "
" maksud tuan apa?? "
" kamu yang sakit sebelah mana , ini kan harus diletakkan di tempat yang sakit "
" ah.. itu..."
" apakah di sini " Jefan mendaratkan handuk hangat di perut Anna
" hemm iya " Anna memalingkan wajahnya terlalu malu
" apakah memang seperti ini kalau wanita datang bulan "
" kenapa anda bertanya begitu "
" mengerikan sekali, padahal tidak luka tapi bisa berdarah "
" pikiran apa itu tuan , kenapa otak pintar mu itu terlalu berfikir kesana "
" istirahatlah , jangan buat drama lagi "
" cih ! saya ini sakit beneran tahu!! " Anna ngedumel
" memangnya siapa yang bilang kau lagi shooting film " ucap Jefan sambil menidurkan tubuhnya
" dasar , menyebalkan sekali " gumam Anna
" diamlah , ini sudah larut malam . kalau butuh sesuatu bangunkan saja aku " Jefan mulai menutup matanya
__ADS_1
" emang Squidward , sering berubah-ubah "Anna menggeleng kan kepalanya , tak mengerti lagi pikiran tuan suaminya itu