Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
malam berdarah


__ADS_3

pertengkaran kemarin dengan Jefan tak membuat Anna melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri , ia tetap sama . menyiapkan kebutuhan Jefan untuk pergi ke kantor pagi ini .


Jefan keluar dari kamar mandi , melihat Anna yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya di kamar . Jefan dan Anna saling canggung , tak saling menyapa satu sama lain .


Anna memutuskan keluar dari kamar tanpa berpamitan seperti biasa yang di lakukannya sebelum meninggalkan kamar


" apa sudah siap pak Jim " tanya Anna , seperti biasa menanyakan untuk sarapan suaminya


" sudah nona "


" terimakasih pak Jim " jawab Anna , memainkan handphone nya menunggu Jefan


" apakah anda mau saya memanggil tuan muda nona"


" aku di sini pak Jim "sahut Jefan yang sudah menuruni tangga


Anna menyajikan seperti biasa sarapan Jefan, tapi sedikit berbeda karena sikap mereka , Anna langsung menyajikan sarapan jefan tanpa menanyakan kepada yang bersangkutan dulu seperti biasanya . suasana ruang makan kali ini sunyi tak ada sapaan dari keduanya apalagi saling bincang


" pak Jim tolong katakan pada sopir , tidak usah mengantar saya , karena saya sudah di jemput teman di depan " ucap Anna setelah menyelesaikan sarapan nya


" saya berangkat dulu tuan " pamit Anna langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari jefan . sedang Jefan hanya diam mencoba tetap fokus pada sarapan nya


" biarkan sopir mengantar sampai ke gerbang depan nona "


" tidak usah pak Jim , ini masih pagi itung-itung jogging "


" tapi nona "


" biarkan saja dia melakukan apa yang dia mau pak Jim , dia bukan anak kecil lagi jadi kau tidak perlu begitu mencemaskan nya" sahut Jefan tetap fokus pada hidangan nya


" tapi tuan ..."


" sudah pak Jim turuti saja dia kalau anda tidak mau di pecat olehnya " potong Anna sinis dan langsung bergegas keluar rumah


" bereskan aku sudah selesai" ucap jefan


" pagi Jef " sapa Nino baru memasuki rumah


" ada apa dengan Anna , dia jalan kaki menuju gerbang depan " tanya Nino


Jefan mengangkat kedua bahunya , enggan menjawab


" apa kalian bertengkar "


" tidak "


" tapi kelihatannya begitu "


" cepat kita berangkat "


" tapi aku masih mau sarapan disini Jef " pinta Nino


" cepat atau ku pecat kau " ucap Jefan menuju mobil


" iya , memang kau bos nya " sahut Nino langsung mengekor di belakang Jefan


" cepat kejar Anna , aku ingin tahu siapa yang mengantarnya ke kampus "


Nino mempercepat kecepatan mobil mewahnya


" mana kita tahu dia pakai mobil apa "


" udah jalan aja ke arah kampusnya"


mobil terhenti di lampu merah


" tunggu , apa itu Anna " Jefan terus memandangi gadis di atas motor yang tak jauh dari mobilnya


" jadi dia ke kampus dijemput si brengsek itu" gumamnya lagi


" ish!! olokan mu terdengar sakit di telingaku Jef" sahut Nino yang terdengar kasar dalam mobil


" kejar , aku ingin tahu apa dia benar-benar pergi kuliah "


Nino menuruti perintah Jefan walaupun motor yang dikendarai Anna terlihat sangat luwes dan hilang dalam pandangan mereka



" itu mereka " Nino menunjuk Davin yang masih duduk di atas motor nya


" apa asyiknya naik motor "


" itu kan selera orang masing-masing , kenapa kamu yang marah Jef " sahut Nino


" siapa yang marah , aku hanya tidak habis pikir dengan gadis itu , sudah nyaman di kasih fasilitas mobil sama sopir tapi malah panas-panasan naik motor "


" ku lihat postingan sosmed Anna , sering riding motor . kurasa dia memang lebih suka dengan anak motor "


" itu hanya karena memang si brengsek itu miskin"


" terserah kau sajalah , memang kau kan Bosnya , dan kau selalu benar " pasrah Nino mendengar ocehan Jefan


" sudah ayo jalan "


" Hah ! kita kesini cuma mau lihat Anna bersepeda saja "


" memangnya kau pikir aku mau apa "


" Jef , kau itu suaminya . bener-bener kamu ya ... setidaknya pukul dia dan beri pelajaran" Nino marah diikuti tangannya yang mencontohkan pukulan


" aku tidak peduli "


" tapi kau membuntutinya secara diam-diam begini , itu artinya kau peduli dengannya"


" diam dan fokus pada kemudi mu "


" yah ,yah kau memang peduli padanya "


" NINO SAVIAN ...apa mau ku pecat " teriak Jefan


" ok ,ok aku diam " Nino mengunci mulutnya


Nino mempercepat kecepatan mobil nya , karena waktunya terbuang percuma untuk membuntuti Anna pergi


🌹🌹🌹🌹


Jefan melihat jam tangannya sesampai di rumah , sudah pukul 22:15 . ia memang sengaja pulang malam karena di jam segitu Anna sudah terlelap tidur

__ADS_1


" apa Anna sudah tidur pak Jim " tanya Jefan pada pak Jim yang melepaskan sepatunya


" sepertinya begitu tuan , Nona tidak turun setelah makan malam "


" baiklah , kau bisa beristirahat " Jefan melangkah ke kamar


ceklek!


Jefan menatap punggung Anna yang bergerak , posisinya tertelungkup terlihat memegangi perutnya


" kau kenapa " tanya Jefan yang mendengar rengekan dari Anna


" aku tanya kau kenapa??" tanya lagi Jefan yang tak dijawab Anna


" Anna Calista!!???" Jefan menghampiri nya dengan kesal


" Anna ada apa denganmu" Jefan kaget dengan kondisi Anna saat ini , wajah Anna sudah di lumuri keringat dingin , bibirnya bergetar , terdengar sesekali Anna meringis seperti kesakitan


" kau sakit " Jefan mencoba mendudukkan Anna


" darah!! " ucap Jefan kaget , melihat lumuran darah di dress dan sprei ranjang


" kenapa banyak darah , kamu kenapa " wajah Jefan kini pucat , bingung dengan apa yang harus di lakukan nya


" saya tidak apa-apa tuan , perut saya cuma sedikit sakit " ucap Anna sedikit terbata


" aku akan memanggil Nicole , sakit mu pasti berbahaya sekali "


" aduh malu banget kan aku , gimana ngomong nya..." batin Anna


" tidak ,jangan tuan saya cuma lagi dapet " ucap Anna mencoba menahan rasa malunya


" dapet apa..." ulang Jefan tak mengerti


" saya cuma datang bulan "


" datang bulan " ulang Jefan . dia memang pernah mendengar itu terjadi pada kaum wanita tapi Jefan tidak tahu kalau akibatnya akan separah ini


" gimana ya... aku sangat malu sekali , pura-pura pingsan saja kali yah"


" peruuut ku..." Anna terus memegangi perutnya , terasa semakin sakit


" Anna kamu tidak apa-apa "


Anna jatuh di dada Jefan , gadis itu pura-pura pingsan karena begitu malu , mencoba kabur dari pikiran buruk jefan


" pak Jim....pak Jim.... siapapun tolong!!!" teriak Jefan histeris


dengan tergopoh-gopoh pak Jim dan pelayan lainnya datang " ada apa tuan "


" panggil Nicole sekarang "


" baik tuan "


" dan kau " tunjuk Jefan pada pelayan perempuan " ganti dan bersihkan darah yang berada di pakaian Anna "


" baik tuan "


" apa aku bangun saja , tidak . bisa saja para pelayan ini melaporkan ku pada Jefan kalau aku pura-pura pingsan "


Jefan memutuskan keluar dari kamar , membiarkan pelayan perempuan membersihkan tubuh Anna


" apa datang bulan sesakit itu , sampai dia pingsan " batin Jefan terus mondar mandir di depan pintu kamar


ceklek


pelayan membuka pintu


" apa sudah selesai " tanya Jefan


" belum tuan , saya mau mengambil pembalut dulu , sepertinya hari ini hari pertama Nona datang bulan "


" pembalut " ulang Jefan , tidak bisa membayangkannya


" sudah sana cepat bereskan " ucapnya lagi


" kenapa yang berhubungan dengan wanita selalu rumit ckckc " gumam Jefan


setelah lumayan Jefan menunggu di luar kamar , pelayan yang di perintahkan membersihkan Anna keluar mempersilahkan Jefan masuk


" apakah dia belum sadar "


" belum tuan "


" aku tidak pingsan tuan "


Jefan mengangkat tubuh Anna


" apa yang mau anda lakukan tuan , turunkan aku "


" pak Jim suruh pelayan mengganti spring bed ini dengan yang baru "


" pelayan " pak Jim menunjuk para pelayan itu menyuruh melaksanakan perintah tuannya


" tuan sebaiknya anda menidurkan Nona di sofa dulu , nanti bisa saja tangan anda yang sakit "


" tidak usah , suruh saja pelayan mengerjakannya dengan cepat "


Jefan menidurkan Anna setelah semuanya diganti " kenapa si brengsek itu lama sekali "umpat Jefan pada Nicole yang tak kunjung datang


" aku disini Jef " sahut Nicole


" lagian ini juga waktunya tidur , aku kan harus mengumpulkan nyawaku dulu sebelum kesini "


" cepatlah kau periksa , kenapa dengan dia "


" sebaiknya aku sadar dulu saja , akan lebih memalukan jika tahu dokter ini mengatakan kalau aku pura-pura pingsan "


Nicole langsung mengambil alih tempat duduk Jefan dan mulai memeriksa kondisi Anna


" dokter .." Anna membuka matanya


" kau sudah sadar , syukurlah "


" saya tidak apa-apa dokter "ucap lirih Anna


" dia bilang tadi datang bulan " sahut Jefan

__ADS_1


" datang bulan " ulang Nicole


" apa separah itu setiap kali wanita datang bulan , sampai pingsan " tanya Jefan


" nyeri saat datang bulan ini juga di sebut dismenore , wajar-wajar saja di rasakan setiap wanita tapi berbeda juga . ada yang ringan , berat bahkan ada yang biasa-biasa saja tidak merasakan nyeri sama sekali . hal ini akibatkan karena adanya kontraksi dinding uterus yang biasanya didominasi diarea perut bagian bawah yang menjalar hingga ke pinggang , punggung bagian belakang hingga ke area paha "


" tapi kenapa dia sampai pingsan "


" kurasa itu terjadi karena penurunan tekanan darah , masih normal tidak apa-apa"


" Nona tadi hanya makan dua suapan saat makan malam tuan " sahut pak Jim


" bisa juga pemicunya karena stres , jadi jangan berbuat buruk padanya agar dia tidak stres " sindir Nicole


" bagaimana cara mengatasi nya "


" tenang saja , ini aku sudah meresepkannya obat " Nicole memberikan pada Jefan


" saya sudah baik-baik saja dokter "


" suami mu ini terlalu menghawatirkan mu kakak ipar , dia bawel sekali dari tadi " sahut Nicole


" tidak , aku hanya takut dia mati ...soalnya tubuhnya tidak bergerak "


" kau bisa mengkompres perutnya dengan air hangat , agar sedikit mengurangi nyeri nya "


" ok , Terimakasih . kau bisa pulang sekarang"


" baiklah , selamat istirahat Kakak ipar"


" oh ya , bisa titip pesen buat pak Jim atau siapapun di luar , minta bawakan air hangat buat kompres " pinta Jefan


" baiklah tuan muda , dengan senang hati" jawab Nicole


" akan ku kirimkan bonus buat kau "


" terimakasih tuan muda yang baik hati " goda Nicole undur diri dengan gaya hormat pada rajanya


" apa masih sakit " tanya Jefan


Anna menggeleng dan pura-pura kaget karena pakaiannya yang sudah berganti


" kenapa baju saya...." Anna menutup mulutnya


" kenapa kaget "


" apa tuan yang mengganti pakaian saya"


" hmm...menurut mu "


" apa , apakah tuan yang membuka semuanya"goda Anna


" kenapa , aku kan suami mu . apakah itu aneh"


" tapi...


tak lama pelayan datang dengan membawa air hangat beserta handuk


" permisi tuan"


" pergilah , biar aku yang lakukan"


" baik tuan " pelayan keluar dan menutup pintu


" buka baju mu "


" apa yang akan anda lakukan tuan "


" kau tidak dengar tadi , Nicole bilang apa."


" tapi sekarang saya sudah baik-baik saja tuan"


" diamlah , kau selalu bisa merepotkan ku" ucap Jefan sambil memeras handuk


" aku tidak menyuruh mu telanjang , singkap saja sampai bagian perut "


" saya tidak menyuruh tuan melakukan ini, kalau repot tidak usah merawat saya" ujar Anna memasang wajah manyun


" oh...bisa gila aku , kalau terus-terusan Anna menggoda ku "batin Jefan melihat perut perfec Anna yang begitu menggoda


" apa aku yang harus membuka nya"


" tidak saya bisa sendiri "


" emang sesakit itu ya " tanya Jefan datar


" Hmmm " ucap Anna sambil menyingkap pakaian atasnya


" yang mana yang sakit "


" maksud tuan apa?? "


" kamu yang sakit sebelah mana , ini kan harus diletakkan di tempat yang sakit "


" ah.. itu..."


" apakah di sini " Jefan mendaratkan handuk hangat di perut Anna


" hemm iya " Anna memalingkan wajahnya terlalu malu


" apakah memang seperti ini kalau wanita datang bulan "


" kenapa anda bertanya begitu "


" mengerikan sekali, padahal tidak luka tapi bisa berdarah "


" pikiran apa itu tuan , kenapa otak pintar mu itu terlalu berfikir kesana "


" istirahatlah , jangan buat drama lagi "


" cih ! saya ini sakit beneran tahu!! " Anna ngedumel


" memangnya siapa yang bilang kau lagi shooting film " ucap Jefan sambil menidurkan tubuhnya


" dasar , menyebalkan sekali " gumam Anna


" diamlah , ini sudah larut malam . kalau butuh sesuatu bangunkan saja aku " Jefan mulai menutup matanya

__ADS_1


" emang Squidward , sering berubah-ubah "Anna menggeleng kan kepalanya , tak mengerti lagi pikiran tuan suaminya itu


__ADS_2