
Anna membantu mengikatkan dasi Jefan sebelum ia kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi
" sudah siap "Anna berbalik untuk menyelesaikan pekerjaannya di dapur
" Terimakasih "
Anna berhenti dan menoleh " heem...kalau gitu aku akan kembali ke dapur " canggung
setelah kegiatan rutinitas wajib sarapan pagi Jefan berangkat ke kantor untuk memulai pekerjaannya
" Nona biarkan saya yang membereskan nya, anda bisa kembali ke kamar "pak Jim
" tidak apa-apa pak Jim, aku juga mau buat sesuatu untuk Jefan "
" semenjak ada Nona di sini, tuan muda lebih menyukai makanan rumahan sekarang, khususnya masakan Nona Anna "pelayan wanita menyahuti
" begitu!! "
" iya Nona, bahkan susah sekali dulu nyonya besar kalau mau makan bersama dengan tuan "gantian pelayan yang satu nya menyahuti
" hmmm... sepertinya dia harus menambah uang belanja ku "ucap Anna mencoba mencairkan suasana dengan pelayan-pelayannya
Anna mulai memasukkan bahan-bahan yang sudah ia siapkan sebelumnya
" biarkan saya saja Nona "
" tidak apa-apa, aku suka melakukan nya sendiri, lagian Jefan lebih suka aku langsung yang membuatnya "
" tapi Nona "pak Jim
" tidak apa-apa pak Jim, jangan marahi mereka karena aku yang melarang nya "ujar Anna mengetahui keresahan dua pelayan muda di sampingnya
" kalian takut padanya "bisik Anna pada ke duanya
" maaf Nona..."
" sudah kewajiban saya untuk terus mengingat kan para pelayan di sini untuk disiplin dalam bekerja Nona "pak Jim
" iya, tapi apa sesekali aku tidak boleh saling berteman dengan mereka "
" ma'af Nona, tuan muda tidak akan suka kalau anda berlebihan pada para pelayan "
" berteman dengan siapapun juga dia tidak akan suka. pak Jim mungkin bisa mengawasi pekerja yang lain, mereka berdua akan membantu ku di sini "ujar Anna merasa di awasi oleh pak Jim
" baik Nona. saya akan melihat pekerjaan pelayan yang lain "
" kalian sepertinya lebih takut pada pak Jim dari pada ku "ucap Anna setelah pak Jim pergi
" tidak tidak, tidak begitu Nona "sahut keduanya berbarengan
Anna tersenyum " nama mu malina dan kau Arum "
" anda mengetahui nama kami..."jawab Arum pelayan yang paling muda kebingungan
" kenapa kalian seperti heran begitu. apa ini aneh "jawab Anna
" tidak, maafkan kami Nona. pelayan di rumah ini banyak. kami hanya kaget saja karena anda masih mengingat nama pelayan seperti kami di sini "
" hahahaha...aku di rumah ini sudah hampir setahun kenapa aku tidak bisa mengingat nama kalian. lagian sepertinya kita juga seumuran, kenapa tidak bisa berteman "
" maaf Nona itu terlalu berlebihan. Nona muda sudah mengingat nama kami saja itu sudah membuat kami senang "
" ah...jangan terlalu canggung seperti ini. aku tidak suka "
" maaf Nona "
tak lama Apple Strudel yang di buat Anna sudah matang dan siap untuk di antar ke kantor Jefan
🌺🌺🌺🌺
hari ini Jefan sedikit di sibukkan dengan pekerjaannya. ada beberapa pertemuan juga yang sudah di jadwalkan bertemu dengan petinggi perusahaan dari Thailand
" ini untuk mu "Nino meletakkan sebuah kotak bekal di depan Jefan
" apa itu "jawab datar Jefan tanpa menoleh sedikit pun
" tidak tahu. tapi sepertinya enak "
" tidak tahu kata mu!! kau mulai ceroboh menerima tanpa memeriksa nya dulu "Jefan menatapnya tajam
" bolehkah ku buka. aku takut kau marah karena ini makanan Anna yang mengirimkan nya untuk mu "tangan Nino meraih kotak bekal itu
" Anna..."
" iya tadi seorang pelayan mu mengantar, katanya dari Nona Anna "Nino membukanya
" kemari kan.."
" aku akan memeriksa nya dulu. aku takut Anna meracuni mu "Nino mencoba memakannya
" ck...bilang saja kau mau juga "Jefan mengambil paksa dari tangan Nino
" hmmm...istri idaman sekali. dia membuatkannya tanpa di minta dulu "
Jefan tersenyum mendengar ucapan dari Nino barusan. dia mulai mengakui Anna sangat profesional menjadi peran nya melebihi perjanjian
" sudah kau persiapkan apa yang ku minta kemarin "
" sudah beres Bos. kau bisa menghubungi Anna sekarang atau aku yang akan menghubungi nya "Nino menawarkan diri
" aku yang akan menghubungi nya. kau pergilah ke tempat yang ku katakan kemaren. masih ada waktu sebelum rapat di mulai "
" baiklah "Nino pergi
__ADS_1
Jefan mengeluarkan handphone nya dan mengirim pesan singkat pada Anna
Temui aku di White Bridge Taman. SEKARANG!!
Send. pesan terkirim
Jefan tergopoh bersiap pergi menemui Anna karena siang ini ia mencuri waktu nya yang sangat sibuk
sedang Anna baru saja ingin merebahkan tubuhnya di kamar malah mendapat sebuah pesan perintah dadakan dari Tuan suaminya
tak lama terdengar suara pak Jim mengetuk pintu kamarnya
" Nona...sopir sudah menunggu anda di depan. anda di perintah untuk cepat menemui tuan muda sekarang juga "
" iya, ini juga mau keluar!! "dengan malas dan sedikit merapikan rambutnya ia keluar dari rumah
butuh waktu dua puluh menit Anna sampai di tempat yang di tentukan Jefan, mengingat tempat itu berada di tengah-tengah kota
" Ah!! tempat ini mengingatkan ku betapa bodohnya aku "gumam Anna tertawa sendiri, mengingat tempatnya dulu mau bunuh diri
"kenapa dia ingin menemui ku di sini. oh!! apa dia ingin menyatakan perasaannya kepada ku "
dengan pe-de nya Anna berharap lebih. tak lama di susul Jefan yang sudah sampai dengan di antar sopir biasanya
" kenapa kamu ingin bertemu di sini "sapa Anna
" ada yang ingin ku tunjukkan pada mu "jawab Jefan
" Agrrhh!! apa ini tidak terlalu cepat, kalau ingin melamar ku lagi "batin Anna
" apa..."Anna mencoba bersikap wajar walaupun hatinya sekarang tidak karuan
" tunggu saja, sebentar lagi juga datang "
" apa itu hal penting sampai kau datang sendiri di tengah kesibukan mu "
" biasa aja sih. tapi karena aku masih punya sedikit waktu luang sebelum rapat, ku pikir bisa memberikannya langsung pada mu "
tak lama sebuah mobil Ferrari berwarna merah menepi di hadapan mereka
" Nino!! kita jauh-jauh ke sini dan kau hanya ingin menunjukkan Nino pada ku "ucap Anna setelah melihat Nino yang turun dari mobil itu
" memangnya kenapa kalau aku? kau tidak ingin bertemu dengan ku "sahut Nino
" bagus tidak?? "tanya Jefan
" apanya yang bagus? ku rasa tak ada yang berubah pada dirinya "ucap Anna melihati Nino dari atas sampai ujung kakinya
" bukan aku Ann, kau masih belum mengerti juga. tapi ini ..."Nino menunjuk mobil di sebelahnya
" mobil?? "Anna semakin tak mengerti
" ini mobil untuk mu, kamu suka "tanya Jefan
" bukankah kamu sendiri yang bilang kalau berbuat baik pada seseorang itu tidak butuh alasan "
Anna terdiam. ia mencoba menahan linangan air matanya yang hampir jatuh, karena terharu dengan kejutan yang di buat Jefan untuk nya
" hey...kamu menangis?? "Jefan mengangkat kepala Anna
" hihihi... tapi beri aku alasan kenapa kau membelikan ini untuk ku "
" dasar wanita aneh!! sudah jelas Jefan bilang dia tidak punya alasan. kau tahu uang Jefan itu banyak, dan tak akan habis karena hanya membeli sebuah mobil ini saja "oceh Nino
" aku tidak membelikan ini pakai uangku tapi ini gaji dari pemotretan kemarin "
" benarkah " Anna menyeka air matanya " tapi tetap saja, uang itu tidak akan cukup untuk membeli mobil seperti ini "
" memangnya kamu tahu harga mobil nya?? "goda Nino
" tentu saja aku tahu. ini kan sama persis dengan mobil ku yang dulu "
" oh ya aku lupa, kau kan mantan orang kaya hahaha..."Nino meledek
" tapi maaf aku tidak bisa menerima nya Jef, terlalu banyak akhir-akhir ini kau memberikan ku hadiah "
" kenapa?? uang ku tidak akan habis karena mobil ini "
" bukan itu. akan lebih sulit rasanya aku meninggalkan mu nanti, terlalu banyak hutang Budi "
" kalau begitu jangan tinggalkan aku. maksudku anggap saja ini sebagai upah perpanjangan kontrak kita sampai batas yang tidak bisa di tentukan "ujar Jefan lagi lagi membuat hati Anna berdebar
" Ayo lihatlah "Jefan menarik tangan Anna yang masih diam menerka kata-kata Jefan
" kalau tidak suka aku bisa membeli yang lain "ujar Jefan karena Anna masih diam di tempat
" tidak tidak aku suka kok, malah sangat suka "sahut cepat Anna langsung duduk di sebelah Jefan
" aku tahu kok "Jefan tersenyum
" kamu tahu?? tahu dari mana "
" itu hanya sepele buat ku "
" kapan-kapan kau harus mentraktirku ya "ucap Nino
" baiklah "
" sudah kembali ke kantor sana. aku sudah tidak membutuhkan mu "Jefan mengusirnya
" tapi Anna mau mentraktirku "
__ADS_1
" tapi tidak untuk sekarang. kembalilah ke kantor selesaikan tugas ku hari ini "sahut Jefan cepat
" tidak bisakah kau beri aku kelonggaran untuk hari ini saja "Nino pergi dengan kesal
" aku mau berterimakasih "Anna
" buat apa "
" buat semuanya...kau memberikan semua yang hilang di hidupku. keluarga, rumah, status sosial dan semua kemewahan ini "
" kenapa kau serius sekali. aku tidak suka suasana seperti ini "Jefan mengalihkan pandangannya
" berjanjilah kau tidak akan memberi ku hadiah seperti ini lagi "
" sudah ku bilang ini hasil pemotretan kemarin "
" tapi ku rasa ini berlebihan "Anna menatap tajam ke arah Anna
" apakah semua ini berlebihan untuk suami yang menyenangkan hati istrinya. tidak kan?? "Jefan menatap balik
" berhentilah bicara soal hutang budi. cepat jalankan mobilnya, antarkan aku kembali ke kantor sekarang "ucap lagi Jefan menghindari pembicaraan mode on
" aku boleh mengendarai nya "
" ini mobil mu jadi terserah pada mu "
" tapi kau kemaren melarang ku berkendara sendiri "
Jefan diam "tapi dengan catatan harus hati-hati"
" agrrhh...terima kasih Jef" Anna spontan memeluk Jefan
" kau benar bisa mengendarainya kan?? "
" kau tidak percaya padaku "Anna melepas pelukannya
" aku hanya tidak mau mati konyol saja. kau kan sudah lama tidak menyetir sendiri "
" duduk lah yang manis. biarkan Nona sopir yang akan mengantar mu sampai tujuan "ucap Anna dengan pe-de nya mulai menghidupkan mobilnya
" ck...sok manis sekali "gumam Jefan melihat tingkah istrinya itu
🌺🌺🌺🌺
sore ini Anna sedikit tergopoh menuju ke dapur. sepulang bertemu Jefan siang tadi ia langsung ketiduran sampai saat jam waktu rutinitas nya harus menyiapkan makan malam
" maaf aku telat bangun "ucapnya pada pak Jim yang hanya sendirian di dapur
" masak apa makan malam hari ini?? kemana semua pelayan?? " ucap lagi Anna, tak seperti biasanya dapur kosong
" maaf Nona, Tuan muda melarang anda memasak hari ini karena Tuan akan mengajak Anda makan malam di luar "
"makan malam di luar?? "
" iya Nona "
tak lama sebuah pelayan membawa sebuah dress panjang berwarna merah
" permisi Nona, gaunnya mau di taruh di mana "
" gaun?? siapa yang memesan gaun "
" barusan ada yang mengantar gaun ini, katanya Tuan muda Jefan yang memesannya "
" Jefan? "Anna tambah kebingungan
tak lama notif pesan dari Jefan masuk
aku mengirimkan mu gaun untuk makan malam nanti. dan pakai lipstik yang ku pilihkan tempo hari
" apa tuan muda makan malam bersama tamu nya "
" kurang mengerti Nona tapi makan malam nya bertempat di Resort. anda di tunggu jam Tujuh malam "
" baiklah aku akan siap-siap dulu "
Anna memasuki Hotel dan seorang pelayan sudah menunggu nya
" mari saya antar Nona "
dan Anna pun mengikutinya
" dimana Tuan muda?? "tanya Anna setelah sampai di depan sebuah private room
" anda di minta menunggu di dalam Nona karena tuan masih menemui klien di tempat lain "
" bertemu klien?? lalu dia mengajakku ke sini buat apa? "gumam Anna "Terima kasih sudah mengantar "ucap nya sebelum pegawai meninggalkan tempat
Anna memasuki private room, tak biasanya ruangan itu remang hanya ada beberapa lampu yang di biarkan hidup
" terus ngapain dia menyuruhku kemari kalau aku hanya berdiam diri di sini!! bukankah untuk menemui kolega nya" kesal Anna
tapi sebuah cahaya dari luar kamar membuatnya penasaran
" waahh!! indah sekali hmmm...."Anna sedikit terharu. " apa dia menyiapkan ini untuk ku "
sebuah persiapan makan malam yang romantis menurut Anna dan di bantu dengan view lampu-lampu kota yang benar-benar indah. gemerlap lampu nya yang indah di pandang
" Aagrhh!! dia semakin membuatku tak mengerti dengan semua ini "Anna menduduk kan dirinya
" dasar Squidward!! kau membuat hati ku lebih cepat jatuh cinta padamu "gumam Anna sambil menuang wine yang sudah tersedia di depannya
__ADS_1
bersambung.....