Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 41


__ADS_3

hari ini, hari bahagia Nayla walaupun kemaren ada sedikit keraguan tapi kini perlahan hatinya sudah sepenuhnya yakin pada janji Samuel


kini acara telah selesai dan Nayla sudah resmi menjadi nyonya Samuel yang tak di sangka nya seorang pengusaha muda yang sukses


" kamu sangat sangat cantik hari ini"Anna memberi acungan jempol pada sahabatnya


" jadi malu "Nayla tersipu malu-malu. " apa tadi riasan ku tidak berantakan "Nayla terus melihati wajahnya di kaca rias


" kenapa baru khawatir sekarang, acaranya sudah selesai "


" aku takut saja membuat Samuel malu di depan para tamu tadi "


" Samuel pasti tidak bisa menutup mulutnya karena terpesona dengan kecantikan mu"puji Anna


" kenapa mulutnya?? "sahut Nayla


" tidak apa-apa, mungkin saja kan he-he-he"


" apa boleh aku mengambil istri ku sekarang"seseorang datang dari balik pintu


" hmm..ambil saja aku sudah tidak memerlukan nya "jawab Anna beranjak pergi


" Sam .. apa-apaan sih "Nayla menyenggol perut suami barunya itu


" aw...sakit sayang!! "Samuel mengelus perutnya


" sayang.."


" iya sayang ku, kenapa apa ada yang salah" melingkarkan tangannya di leher Nayla


" ti..dak, hanya terdengar baru saja "


" sayang sayang sayang...biar kamu cepat terbiasa dengan panggilan baru mu "


Nayla hanya tersenyum


" apa sekarang boleh "Samuel menyentuh lembut bibir Nayla


" Sam..di sini masih banyak tamu, nanti kalau tiba-tiba ada orang masuk gimana "


" memangnya kenapa? kamu kan sudah menjadi istri ku, siapa juga yang akan melarang" langsung menyerang bibir Anna tanpa persetujuan dari nya dulu


🌺🌺🌺🌺


di kediaman Jefan Jackson


" kamu capek tidak? "


" hmm.. tidak, kenapa? kamu membutuhkan sesuatu "tanya Anna


Jefan menggeleng "ada yang ingin aku bicarakan pada mu "


" ada apa? ya udah bicara saja "


" apa kamu sudah melupakan kecelakaan Kematian papi kamu "Jefan menyentuh pipi Anna mencoba berbicara dengan pelan


" kenapa? ada apa? "Anna mendongak ke arah Jefan


" sebenarnya aku dan orang-orang om Billy juga sudah menyelidiki kematian papi"


" kamu...."Anna kaget


" sudah beberapa hari yang lalu aku mendapat kabar ini "


" lalu? lalu siapa...siapa orangnya? "Anna antusias dan mulai berlinang air mata


" apa mungkin kamu percaya pada ku"


" siapa Jef, aku tahu ini bukan murni kecelakaan!! "


" kamu tenangkan diri mu dulu "memegang kedua pundak Anna


" siapa?? apa aku mengenalnya "


Jefan mengangguk " heem..Davin!! "


Anna specless tak bisa berkata apa-apa, apa yang dia dengar dari mulut jefan adalah Davin!!


benarkah Davin?? apa ini hanya akal-akalan Jefan saja agar dia tak lagi berhubungan dengannya.


" da..vinn..."ucapnya lirih


Jefan menggenggam tangan Anna lekat, menguatkan istrinya itu


" aku sudah menuruti semua yang kamu ucapkan selama ini, dan tidak melakukan apa yang tidak kamu sukai "Anna menoleh ke arah Jefan dengan tatapan sendu


" apa maksudmu "


" kamu tidak menuduh Davin karena ingin aku berpisah dengannya kan "


rasanya Jefan ingin marah mendengar maksud Anna, lelaki itu menggenggam tangan nya erat, mencoba menahan amarahnya


" kamu boleh tidak percaya pada ku tapi kamu tidak mungkin tidak percaya pada om Billy"


Jefan mengambil handphone dari saku celananya, dan mencari sebuah nama "Billy"

__ADS_1


" kau bisa menanyakannya langsung? "menyerahkan handphone nya pada Anna


" Hallo..." sapa orang di sebrang


" ayo bicaralah "ucap Jefan, karena Anna masih terlihat bingung


" yah...Hallo "


" Anna, kau kah itu "


" iya om, ini Anna "


" bagaimana kabarmu "


" baik om. Maaf om, ada yang ingin aku tanyakan pada om Billy "


" ada apa, sepertinya kamu ada masalah "


" mengenai permintaan Anna dulu, mengenai siapa orang di balik kecelakaan papi, apa om sudah mengetahui nya "


" oh masalah itu, apa Jefan belum memberitahu mu "


" Jefan di sini om, tapi aku ingin mendengar nya langsung dari om Billy "


" iya jadi Jefan sudah berhasil mengetahui siapa yang mencelakai papi kamu"


" siapa orangnya om?? "Anna mencoba menahan air matanya


" namanya...da..Vin, coba kau tanya langsung pada Jefan.."


Anna tercengang, handphone yang di pegang nya jatuh di ranjang


" hallo..hallo..."


Jefan mengambil alih handphone nya


" maaf om, sepertinya Anna shock. kalau gitu saya tutup dulu telfon nya "


" Jefan tolong kau jaga Anna di saat seperti ini, aku takut terjadi sesuatu padanya "


" iya pasti om, Terima kasih atas waktu nya "jefan menutup telfonnya


Jefan melihat kondisi Anna yang seperti sedang punya tekanan batin. mulutnya diam tanpa suara tapi matanya menangis


" kenapa harus dia..."ucapnya lirih


Jefan memeluknya, menguatkan kondisi Anna


" kenapa harus dia..."terdengar lagi kalimat yang sama


" kamu tenang, kuatkan dirimu. aku akan memberinya hukuman setimpal. akan ku laporkan dia pada pihak yang berwajib "Jefan membelai rambutnya


" tunggu "Jefan mencegahnya


" aku harus tanyakan langsung padanya, kenapa dia tega melakukan ini pada ku!! "Anna mulai histeris


" ini sudah malam dan di luar sedang hujan, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mu. kita pergi besok saja aku akan membawa polisi dan menangkap nya "Jefan mencoba menenangkan


" tidak aku akan pergi sekarang "Anna mencoba melangkah


" tidak Ann, aku melarang mu pergi sekarang"mendekap erat " kita akan hukum dia dengan setimpal "


" lepas..lepas..."mencoba berontak dalam tangisannya


cukup lama memang Jefan bisa menenangkan Anna dalam kondisi seperti ini, keadaan yang membuat nya benar-benar terluka sangat dalam. kebencian Jefan pada Davin kali ini bertambah naik level, dia pasti akan membuat pelajaran yang tak akan mudah Davin melupakannya


Jefan menatap lekat wajah ayu istrinya itu, ia masih mendekap erat tubuh Anna di atas ranjang, sudah beberapa menit Jefan hanya memandang wajah itu saja


Jefan terjaga pukul dua pagi untuk mengambil air di atas nakas. tak terlihat sosok Anna di sampingnya saat ia menghidupkan lampu kamar


" Anna..."panggil jefan


" apa kau di kamar mandi "tak ada jawaban


" Anna... Anna..."Jefan beranjak dari ranjangnya, mungkinkah dia sedang ke lantai bawah pikir Jefan


" ANNA...ANNA...."masih tak ada jawaban


" ANNA...ANNA..."


" ada apa tuan "beberapa pelayan terbangun karena teriakan tuannya yang sangat keras


" apa kalian lihat Nona kalian "


" tidak Tuan "


" CARI DIA DI SELURUH SUDUT RUMAH INI!!"teriak Jefan seperti sedang terasuki


" panggil penjaga di luar!! "


" baik tuan "


tak lama para pelayan yang lain melapor bahwa mereka tak dapat menemukan keberadaan Anna


" apa kau melihat Anna keluar rumah!! "Jefan meraih kemeja penjaga itu dengan kasar

__ADS_1


" i..iya tuan, tadi Nona memaksa untuk keluar katanya ada sesuatu yang sangat penting "jawab pelayan itu dengan begitu ketakutan


" kurang ajar!! "melepas cengkraman penjaga


" hubungi Nino sekarang!! "


pak Jim langsung menghubungi sekertaris tuannya itu


" kenapa?? kenapa kau menghubungi malam begini pak Jim..."terdengar parau karena tidurnya terganggu


" dimana alamat Davin!! "


" Jefan, kenapa kau..."


" ku tanya dimana rumah si brengsek itu"


" Krisan garden, maksud ku.."Nino belum menyelesaikan kalimatnya tapi Jefan sudah menyerahkan handphone nya pada pak Jim


" siapkan mobil Sekarang!! "


" apa ada masalah pak Jim."Nino terus bertanya pada pak Jim yang belum memutus telfonnya


sedang pak Jim menceritakan semuanya pada Nino agar dirinya bisa membantu masalah bosnya saat ini


Jefan dengan cepat mengendarai mobilnya tak peduli ada kendaraan lain yang menghalanginya


sementara di tempat lain Anna sudah mencecar Davin dengan banyak pertanyaan


” dengarkan penjelasan ku dulu Ann "


" aku tanya, apa kau yang mencelakai papi ku"


" itu tidak di sengaja, aku...."


" berarti benar! kau yang menabraknya..."Anna terus menyudutkan nya


Davin terdiam


" kenapa kau lakukan itu??, KENAPA KAU LAKUKAN ITU!! "Anna mencengkeram pakaian Davin dan memukul-mukulnya


" apa salah ku pada mu, kenapa kau lakukan ini pada ku.."Anna mulai tidak bisa mengontrol dirinya, perasaan sedih dan marah kini berteman jadi satu


" maaf, maaf..."


" apa ini pembalasan dendam karena papi menolak mu..."


" ini tidak seperti yang kau pikirkan Anna "


" lalu apa? kau tahu apa yang ku pikirkan sekarang, betapa teganya kau lakukan itu pada ku hah!!"


" ini murni kecelakaan, waktu itu...."


" pembunuh!! "Anna tidak mau lagi mendengar penjelasan darinya " PEMBUNUH!!! "


" aku mohon percaya padaku "Davin mendekap Anna


" lepasss!!! "Anna mendorong nya keras


" tapi Ann...."


Brukk


belum sempat Davin menyelesaikan kalimatnya , Jefan datang dengan melayangkan bogem mentah ke arah Davin


" belum cukup penjelasan mu hah!! "Jefan menarik kemeja Davin dengan sangat marah


" jangan ikut campur urusan ku dengan Anna"Davin mendorongnya, melawan


" apa kau bilang!! "Jefan semakin marah dengan perkataan Davin


" dia ini istriku jadi jangan pernah ganggu dia lagi, kau dengarrr!!! "Jefan geram


" tapi aku yang di cintai nya "


" apa!! cinta kau bilang. ck, kalau kau mencintai nya kenapa kau menyakiti nya. kau tidak pantas di cintai..dasar brengsek!! "Jefan melayangkan pukulan tepat di wajah Davin


" aku juga tidak akan pernah membiarkan Anna hidup terkekang oleh laki-laki seperti mu " Davin melawan


" kau akan menerima hukuman yang setimpal karena kejahatan mu "


buugghh...


Jefan meninju pipi kanan Davin " ini pukulan karena kau telah mencelakai papi mertua ku"


buugghh...


Jefan meninju pipi sebelah kiri "dan ini pukulan karena kau telah berani-beraninya menyentuh istri ku "


Jefan terus memukul dengan membabi buta, dan kali ini Anna membiarkan Jefan melakukannya


setelah puas membuat tubuh Davin babak belur, Jefan menghampiri Anna yang kini menangis tanpa suara


" kamu baik-baik saja "Jefan mendekapnya erat


" kita pergi dari sini "membantu Anna berdiri meninggalkan kediaman Davin

__ADS_1


malam ini benar-benar mimpi buruk buat Anna, mimpi buruk yang tiba-tiba terkuak membawa sakit yang mendalam


bersambung.....


__ADS_2