
jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Jefan mulai menggeliat, meregangkan kedua tangannya
" Hoamm...."mulai membuka matanya
" kenapa kepala ku pusing, aku tidak bisa mengingat yang terjadi semalam "Jefan beranjak, mendudukkan dirinya
" ah..." memegang kepalanya yang begitu pusing
Terdengar suara tangis sayup-sayup oleh Jefan dari dalam kamar mandinya
" Anna.. "gumam nya " apa itu Anna "
Jefan berdiri, terperanjat kaget melihat keadaan dirinya yang masih bertelanjang bulat
" Astaga!!! "Jefan bengong, mulai mengingat apa yang terjadi semalam
dengan cepat Jefan memakai celana nya dan bergegas melihat keadaan Anna
" Anna..Anna.... " Jefan menggedor pintu kamar mandi
" ANNA...ANNA...." masih tak ada jawaban
" aku tahu kau di dalam, aku mohon bukalah, aku akan jelaskan semuanya pada mu "Jefan terus menggedor-gedor pintu kamar mandi
dengan cemas Jefan mendobrak pintu kamar mandi karena masih tak ada respon dari Anna.
dia mendapati Anna sudah terduduk merangkul kedua kakinya, menangis di bawah shower yang terus mengalir
" Anna..kau tidak apa-apa, tolong ma'afkan aku" Jefan menghampiri Anna, membiarkan tubuhnya kebasahan di bawah guyuran shower
" jangan sentuh aku!!! " Anna mendorong tubuh Jefan hingga terjerembab
" Anna, ma'afkan aku, aku sungguh-sungguh tidak sadar atas apa yang ku lakukan semalam" Jefan terus menerus meminta maaf agar Anna mengampuni nya
" BULLSHIT !!! pergi ...." Anna semakin histeris
" aku yakin ada yang menjebak ku, ku mohon dengarkan aku Ann "
Anna diam tak menjawab, tatapannya kosong melihat ke depan
" jangan begini Ann, nanti kamu bisa sakit"
Anna tak lagi menghiraukan keberadaan Jefan, ia perlahan berdiri walaupun harus menahan rasa sakit dari daerah MissV nya
" Aawww..." Anna hampir terjatuh
" Anna " dengan cepat Jefan menangkap nya
PRAAKKKK...
tanpa berkata apapun Anna menampar lelaki itu. Jefan hanya diam pasrah. memang itulah konsekuensi atas kelakuan bejatnya
" kalau ini memang membuat kamu puas, tampar saja aku sampai semua ini membuat mu lelah dan istirahat dari tempat ini, tapi ku mohon percaya pada ku "Jefan terus meyakinkan
" aku berjanji akan bertanggung jawab atas semua yang ku lakukan pada mu, aku mohon jangan begini ..nanti kamu bisa sakit "Jefan memeluknya erat, menenggelamkan wajah Anna pada dada telanjangnya, walaupun Anna mencoba memberontak
Anna terus menangis, meratapi kejadian semalam yang terus menghantui pikiran nya
" lepas...aku benci pada mu Jef..."Anna masih tetap menangis dan mencoba melepas pelukan Jefan yang kuat
" kamu jahat Jef, jahat!!..."ucap Anna lagi mulai menurunkan intonasi suara nya
Jefan hanya diam, tak ingin membuatnya lebih histeris seperti tadi. ia mencoba menenangkan Anna dalam dekapannya dan mencium kening gadis itu
" please, jangan hukum diri mu karena perbuatan ku, pikirkan kesehatan mu saat ini " Jefan meyakinkan agar Anna mau keluar dari kamar mandi
" aku akan melakukan apapun asal bisa menebus dosa ku padamu "Jefan tetap memeluknya hingga tak memberikan ruang bagi Anna untuk memberontak lagi
" apa kamu dari semalam disini "Jefan meraih wajah Anna. gadis itu tak menjawab tapi sudah terlihat dari tubuhnya yang mulai gemetar
" ma'afkan aku Anna..." Jefan mencium kening Anna lagi
Jefan mematikan shower
" aku akan memanggil pelayan untuk membantu mu membersihkan diri "
" tidak "jawab pendek Anna yang mulai bisa menguasai amarah nya
" kalau begitu duduk di sini " Jefan mendudukkan Anna di bathtub " biar aku yang membantu mu "
" Aawww..." lagi lagi Anna meringis kesakitan
" apa sangat sakit "Jefan duduk di hadapan Anna dan menggenggam tangan Anna
" aku bisa sendiri "menghempaskan sentuhan Jefan
tanpa meminta persetujuan Anna, Jefan langsung mengambil shampoo dan memakaikan nya pada rambut Anna
" aku bisa sendiri "
" apa perlu aku memanggil Nicole untuk memeriksa keadaan mu "
" ti..tidak usah "masih dengan nada sedikit ketus
memanggil Nicole?? lalu apa yang akan dia katakan nanti
dengan perlahan Jefan menyiramkan air pada rambut Anna, membersihkan sisa-sisa busa shampo
" sekarang bersihkan tubuhmu, lepas semua pakaiannya. aku akan menghadap kesana" Jefan membalikkan dirinya ke arah lain agar tak melihat tubuh Anna
walaupun masih marah tapi gadis itu menuruti perkataan Jefan, terdengar suara gemericik air. ia mengguyur tubuhnya sampai bersih
__ADS_1
" apa sudah selesai, pakailah ini "Jefan memberikan bathrobe atau jubah mandi dan masih membelakangi Anna
Anna mengambil dan memakainya,
" apa aku sudah bisa berbalik " ujar Jefan
" heem..."
Jefan berbalik dan tanpa menunggu persetujuan Anna, dia menggendong Anna keluar kamar mandi menuju ke tempat tidur
" duduklah disini sebentar, aku akan membersihkan diriku dulu "Jefan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya Yang basah kuyup
tak lama Jefan keluar dengan pakaian yang sudah berganti kaos dan celana pendek. dia lalu mengambil hairdryer dan sebuah sisir
" biar ku bantu menyisir rambut mu "
Anna terus diam dan tak menjawab. sekarang Jefan membantu mengeringkan rambut istri nya itu
Anna hanya diam membisu melihat Jefan mondar-mandir sibuk mengurusi dirinya
" ganti lah pakaian mu "sudah membawa dress yang dia ambil dari walk-in closet
" aku akan menunggu di sana " menunjuk ke arah walk-in closet dan meninggalkan Anna sendirian agar bisa leluasa mengganti pakaiannya
Jefan menutup pintu walk-in closet, tak ada yang ia lakukan di dalam hanya menunggu Anna. ada rasa penasaran di dirinya, sekejam apa yang dia lakukan pada Anna semalam
Jefan berbalik, tak sengaja melihat tubuh Anna dari balik pintu yang tak tertutup rapat
" apa itu..Astaga!! apa seburuk itu yang ku lakukan padanya sampai merah-merah begitu" gumam Jefan
Jefan melihat tubuh Anna yang belum sepenuh terbalut pakaian nya. tubuh itu merah penuh dengan kecupan ganas Jefan
tak tega rasanya melihat keadaan Anna, Jefan tidak bisa membayangkan betapa kasar nya dia memperlakukan Anna semalam
" apa sudah selesai " Teriak Jefan dari balik walk-in closet tapi tak ada jawaban
sejenak Jefan menatap gadis itu yang termenung sebelum ia keluar
Jefan menuju tempat rias mengambil sesuatu dan menaruh sebuah jepitan rambut di kepala Anna
" cantik sekali, hmm... maksudku jepitannya bagus sekali "gumam Jefan
" kalau begitu aku akan melihat apakah pelayan sudah menyiapkan sarapan untuk kita "Jefan meninggalkan nya
Anna masih tidak menggubris ocehan Jefan
Jefan mengambil makanan yang sudah di siapkan pelayan itu sedari pagi
" kue siapa ini "
apa dia benar-benar memikirkan ulang tahun ku
" aku akan membawa sarapan Anna dulu, nanti kau antarkan kue nya ke kamar "
" baik tuan "
Jefan kembali dengan membawa sebuah nampan
" Ayo makanlah dulu..."
Anna tak bergeming, berbaring membelakangi Jefan
" Anna nanti kamu bisa sakit, makanlah dulu agar kamu bisa istirahat "
" kalau aku tidak bisa membujuk mu, mungkin mama bisa membujuk mu "Jefan meraih handphone nya dan langsung menghubungi sang mama lewat video call
" selamat pagi ma.. "sapa Jefan saat wajah sang mama muncul
" pagi sayang, kamu sendiri ...dimana Anna "
Jefan langsung mengalihkan kamera belakang, mengarahkan pada tubuh Anna
" itu dia ma, menantu kesayangan mama ini tidak mau makan dan aku tidak bisa membujuk nya, mungkin kalau mama yang membujuk dia bisa mendengarkan mama..."
" Anna sayang, apa kamu sakit "
mendengar namanya di sebut seseorang yang di sayangnya, Anna langsung menoleh
" mama..." gumamnya, air matanya tiba-tiba mengalir. rasanya dia ingin mengadukan perbuatan bejat anaknya itu pada sang mama mertua
" sayang, kamu menangis..apa kamu sakit "
Anna masih diam dan terus menangis
" sayang apa kamu ada masalah, apa Jefan menyakiti mu..."
Anna mencoba bangun dan Jefan membantu nya
Anna menghapus air matanya " Anna merindukan mama "
" sayang kamu benar-benar baik-baik saja kan, sebenarnya ada masalah apa, jangan buat mama kepikiran kamu dan Jef di sana "
Anna menggeleng sambil tersenyum walau di paksa " Anna cuma kurang enak badan saja kok ma "
" apa kamu tidak bahagia dengan honeymoon kalian "
" tidak kok ma, Anna sangat bahagia. mama jangan khawatir Anna di sini baik-baik saja "
__ADS_1
" tapi sepertinya kamu menutupi sesuatu "
Anna menggeleng sambil tersenyum " Anna benar hanya kurang enak badan saja ma "
" apa kamu sudah makan "
" ini Jef sudah menyiapkan untuk Anna ma "
" bisa mama bicara pada Jefan "
Anna mengangguk dan menyerahkan handphone itu pada Jefan
" Jef, kenapa Anna sampai menangis begitu, apa kamu menyakiti nya!!! .." Rosa memarahi putranya itu dengan keras. Anna menatap nya karena sang mama mertua memarahi putranya sendiri
" iya ma.. ma'af " jawab pasrah Jefan
" apa yang kamu perbuat, sampai kau buat menantu mama menangis " masih dengan nada yang keras
" apa kamu selingkuh !!! " ucap lagi Rosa
" tidak ma, tapi Anna menangis karena perbuatan ku "
" memangnya apa yang kamu perbuat "
" aku..aku...aku sudah memper... AAAWWWW...." Jefan menjerit, tak meneruskan ucapannya keburu Anna mencubit perutnya
" ada apa Jef, kamu sudah memper apa?? "
Anna mengambil alih handphone itu
" tidak apa-apa kok ma, kalau begitu Anna sudahi dulu ya "
" tapi Jef tadi mau bilang apa?? "
" tidak apa-apa ma, bye ..love you ma" Anna menutup panggilan dan melempar handphone itu ke sampingnya
" kenapa kau mencubit ku, sakit sekali tau.."ucap Jefan dengan mimik seperti anak kecil
" memangnya kamu mau bilang apa ke mama tadi "
" aku cuma mau menjelaskan perbuatan buruk yang ku lakukan pada mu, kalau aku sudah memperk*sa mu. biar saja sekalian mama memarahi ku supaya kamu juga puas "
" ish!! sudah gila apa "
" gila !! "
" maksud mu, kamu mau bilang kalau kamu sudah memperk*sa ku, mana ada suami yang memperkosa istrinya sendiri "ujar Anna dengan kesal
" jadi menurut mu perbuatan ku itu wajar bagi suami istri "Jefan menggodanya
" yah itu kan kalau suami istri beneran, tapi tidak berlaku untuk suami istri kontrak an seperti kita "
" kalau begitu biarkan kita jadi suami istri beneran supaya kamu bisa memaafkan ku"
" ck, " Anna menidurkan dirinya kembali
" ok ok baiklah, jangan marah lagi, makanlah dulu " Jefan menahan Anna agar dirinya tidak ngambek lagi
" aku tidak mau "
" kalau begitu ku telfon mama lagi, akan ku ceritakan kalau aku sudah memperk*sa istri ku sendiri " mencoba membujuk Anna
" kamu!!! "sahut Anna ketus
Jefan mengangkat kedua bahunya "tidak ada pilihan lain "
Jefan menyuapinya, terlihat lucu saat Anna mencoba memaksakan memakan sarapannya
Tok...Tok..Tok....
" masuk "
" ini kue nya Tuan " pelayan itu menaruh kue yang di pinta Jefan tadi ke atas nakas
" sekalian bawa ini ke belakang "menyerahkan piring kotor ke pelayan
" hmm... makasih untuk kue nya ya "Jefan menatap Anna tajam
" Aaa....."Jefan menyuapinya walaupun mulut Anna masih tertutup rapat
alhasil bibir Anna belepotan oleh kue tadi, Jefan tersenyum melihatnya
" ma'af " Jefan membersihkan bibir itu dengan tisu
" oh ya, ini ada obat untuk luka kamu, apa mau ku bantu oleskan "Jefan memberikan sebuah gel untuk luka
" tidak!!, dapat dari mana obat ini "tanya Anna
" aku tanya pada Nicole dan dia merekomendasikan obat itu pada ku "
" memang apa kau bertanya apa dengan nya" Anna meliriknya
" yah aku tanya obat untuk luka mu itu " Jefan menunjuk ke arah bawah rok Anna
" ish!! "Bbukkk...Anna memukul Jefan dengan bantal
" memangnya salah ku apa?? aku kan hanya tanya obat luka yg aman khusus daerah itu, kalau tidak begitu bagaimana dia akan memberikan obat yang tepat untuk pasiennya "
Anna terdiam sejenak
" kalau begitu aku keluar dulu, kalau sudah di obati langsung istirahat ya " Jefan mengelus rambut Anna sebelum ia keluar dari kamar itu
__ADS_1
bersambung......