
Anna baru tertidur pukul tiga pagi , semalam dia benar-benar tidak bisa tidur , Jefan menindih tubuhnya membuat dirinya sulit bergerak . matanya kini sembab
Anna meraih handphone nya di atas nakas , melihat sudah pukul sebelas siang .Anna mendudukkan dirinya , kepalanya sedikit pusing
" ohhh ...ini akibatnya kalau aku begadang semalam " Anna memegangi kepalanya
Anna bergegas ke kamar mandi membersihkan diri nya dan langsung ke bawah untuk menyantap sarapan nya
" hai Ann ....kau baru bangun " sapa Nino yang sudah berada di meja makan
" iya , kepalaku sedikit pusing " ucap Anna sambil memegang kepalanya
" apa mau aku telfon Nicole "
" ah tidak usah , aku hanya pusing karena kurang tidur semalam " ucap Anna sambil menyantap sarapan nya
" kurang tidur!!! " ulang Nino
" iya , sepertinya aku baru tidur pukul tiga pagi "
" memang apa yang kau lakukan hingga tidur pukul tiga pagi " selidik Nino
" tidak ada . aku hanya menatap langit-langit kamar tapi susah sekali untuk tidur . kenapa sepagi ini kau sudah di sini , sepertinya tuan Jefan sudah berangkat "
" pagi!! . ini sudah pukul sebelas hampir siang "
" benarkah , sepertinya aku bangun terlalu siang "
" sudahlah ganti baju mu , ayo berangkat "
" kemana "
" Jefan menyuruh ku mengantar mu ke butik "
" sudah ku bilang aku tidak mau!! , kenapa senang sekali dia memaksa ku "
" sudahlah , kau mau aku di pecat "
" boleh juga , apakah mungkin kau benar-benar akan di pecat "
" kau masih belum lama mengenal Jefan , dia bisa seenaknya saja memecat karyawan tanpa pandang bulu , walaupun itu aku " Nino mendramatisir keadaan
" kau pikir aku percaya , kita buktikan saja "
" apa mau telfon Jefan dulu agar kau mau pergi" Nino mengangkat handphone nya
" iya , bentar aku ambil tas dulu " pasrah Anna
selang beberapa menit Anna keluar
" kau serius , Jefan mau pergi bersama mu ke reuni sekolah mu!!"
" kenapa ekspresi mu begitu " jawab Anna melihat ekspresi Nino yang kaget
" sulit di percaya . Jefan itu tipikal orang yang tidak suka keramaian , apalagi pergi ke tempat orang yang sama sekali tidak di kenalnya "
" sudahlah , fokus saja pada kemudi mu "
###
Tiba saatnya malam temu kangen Reuni , Anna memakai dress panjang berwarna putih , dia tidak percaya sekarang duduk bersama Jefan, yang mau menemani nya pergi ke acara reuni sekolah
" apa anda benar-benar mau menemani saya "
" Hm..." jawab Jefan tanpa mengalihkan pandangannya pada handphone
" kalau anda berubah pikiran , saya tidak keberatan tuan . kita bisa putar balik "
" aku tidak ada pekerjaan di rumah , lagian aku mau tahu teman bergaul istri ku di sekolah seperti apa "
"Hah istri katanya!! "
" kenapa! sepertinya kau tidak suka aku ikut dengan mu "
" tidak tuan "
" apa kau tidak mau memperkenalkan suami mu ini pada teman-teman mu atau mungkin mantan pacar mu "
" ah bukan begitu tuan "
" dia tidak mungkin datang "
Mobil terhenti di depan gedung , Anna
Drt drt drt
" masuklah dulu , aku akan menyusul " ucap Jefan sambil menerima telfonnya
" baik lah " Anna memasuki gedung
" hei lihatlah itu Anna "
" apakah dia benar-benar datang " bisik teman-temannya
" mungkinkah dia datang bersama tuan Jefan "
" ku rasa tidak mungkin , pernikahan mereka pasti pura-pura "
Orang di sekitar mulai berbisik melihat kedatangan Anna , bagaimana tidak , Anna termasuk gadis famous di sekolahnya dulu , selain pintar dia juga menjadi ketua geng squad di sekolah . tapi tak ada artinya baginya setelah melewati kesusahan saat ayahnya meninggal . Anna tahu tidak ada teman yang tulus sungguh-sungguh berteman dengannya . Anna memang pemilih dalam bergaul dan sayangnya dia salah dalam memilih teman bergaulnya . tidak ada satu orang pun dari temannya yang mau menolong saat itu
" Hai Ann... bagaimana kabarmu " tanya Jenni salah satu gengnya dulu
" baik . kalau kalian ... pasti sangat baik juga kan " jawab Anna
" yah , seperti yang kau lihat "
__ADS_1
" kau datang sendiri , mana suami mu yang Presdir itu " ucap Sarah sedikit mencibir
" sepertinya dia masih sibuk , jadi aku tidak mau mengganggunya "
" benarkah! , sibuk apa dia tidak mau datang bersama mu " Inne
" tentu saja dia sangat sibuk dengan pekerjaannya , dia kan seorang Presdir , jadi dia tidak sempat untuk mengurusi hidup orang lain "
" kenapa kau tidak mengundang kami sahabat mu saat pernikahan "
" sahabat ! , kurasa kalian sudah memutuskan persahabatan kita saat beberapa tahun yang lalu , saat kalian enggan membantu atau sekedar mencarikan ku pekerjaan "
mereka terdiam . memang itu kenyataannya , tidak ada sahabat yang meninggalkan kawannya saat kesusahan
" tapi aku bukan orang pendendam . dan sekarang senang rasanya bisa bertemu dengan kalian lagi " Anna menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka bertiga
Anna menyusuri ruangan itu , yang juga berkonsep outdoor , indah sekali dengan lampu lampu kecil yang menggantung
" apa kabar Anna " sapa seseorang dari belakang Anna
" yah " Anna berbalik
" oh " Anna melepaskan tangannya kaget . dengan siapa dia berhadapan saat ini
" Davin "ucap Anna kaget
" yah aku Davin , kenapa wajahmu kaget seperti itu "
" aku..aku.." Anna terbata
" Apa kau tidak mau memeluk ku "Davin membuka tangannya tersenyum
" apa kau tidak merindukan ku " ucap Davin lagi
Anna menarik tangan lelaki itu , membawanya ke tempat yang sulit di jangkau penglihatan teman-temannya
" apa kau benar-benar tidak merindukan ku" Davin menarik tangan Anna dan memeluknya
" lepaskan aku!! "Anna berontak , melepaskan pelukan Davin
" kemana saja kau saat ini , apa kau tahu apa yang aku alami sendirian kemarin!!! "
" maafkan aku sayang , setelah Papi kamu menolak ku . aku bekerja keras untuk mendapatkan semua ini " Davin memperlihatkan penampilannya yang berdasi
" semua ini ingin aku tunjukkan pada Papi kamu , kalau aku bisa jadi orang sukses dan bisa membahagiakan kamu " Davin mencoba menenangkan Anna
" dan semua ini sekarang tidak ada artinya "
" jangan bilang begitu , setidaknya aku bisa mendapatkan apa yang seperti papi mu inginkan . aku sudah mendengar nya , aku juga sedih atas apa yang menimpa papi mu . walaupun ini kedengarannya terlambat tapi
aku mencari mu kemana-mana "
" tapi semuanya sudah terlambat Davin "
" kenapa , ada apa " Davin menyentuh wajah Anna
" aku tahu ... kau menikah dengan pemilik Jackson group kan , tapi aku yakin itu pasti hanya sebatas kontrak kan?? "
Anna diam
" jawab aku Anna , kau bisa tinggalkan dia , kalian berpisah dan kita bisa memulai dari awal lagi "
" tidak semudah itu Dav , walaupun pernikahan ini terselubung kontrak tapi tidak bisa segampang seperti yang kau katakan "
" kau belum mencintainya kan "
" tidak , bukan itu . aku juga harus memikirkan perasaan keluarga Jefan , tidak mudah menyakiti hati orang yang telah baik kepada ku"
Di sisi lain Jefan baru saja memasuki gedung acara , semua mata tertuju padanya . mereka tidak menyangka tuan yang sulit di temui itu benar-benar datang bersama Anna
Jefan menyusuri pandangannya mencari sosok Anna
" Hai Jef....." sapa seseorang mengagetkan Jefan
" Rico , ini sekolah mu " sapa Jefan pada Rico yang tak lain adalah junior di kampusnya dulu
" iya , aku juga tidak menyangka kau menikah dengan teman sekolahku "
" yah kebetulan sekali bukan "
" lalu bagaimana kabar Adelle . ku kira kau akan menikah dengannya "
" yah begitulah takdir , kita cuma bisa menjalaninya tapi tetap saja takdir Tuhan yang menang "
" memang seberapa lamanya hubungan tidak bisa menjadi acuan untuk bersama "tambah jefan
" dimana Anna "
" entahlah , dia tadi masuk duluan "
" kau tahu , dulu istri mu itu famous sekali di sekolah ini " ucap Rico
" aku tahu , sudah ku duga dari penampilan di sosial media nya "
" aku juga tidak menyangka hal buruk bertubi-tubi datang kepada nya , ternyata dia wanita yang kuat "
Jefan tersenyum " tidak seperti yang kau bayangkan "
" dia wanita yang payah , dia saja mau mengakhiri hidupnya "
" tapi tidak mudah menjalani hidup 180' berbalik dari kehidupan sebelumya "
" Hmm...kalau begitu aku akan menemui Anna dulu "pamit Jefan
Jefan berusaha menghindar dari orang-orang yang mencoba mengajaknya berbincang di setiap yang di temuinya
__ADS_1
" sedang apa dia di sana!! apa dia mantan pacarnya?? " Jefan melihat Anna dari kejauhan
Jefan menghampiri Anna yang sedang terlihat serius berbincang dengan laki-laki
" apa kau tidak akan mengenalkan ku pada teman-teman mu " ujar Jefan mengagetkan keduanya
Anna dan Davin menoleh bersamaan
" kau..."Anna terperanjat
" kenapa kau kaget seperti itu , apa aku mengganggu kalian " tanya Jefan
" tidak , bukan begitu "
" aku Davin , teman sekolah Anna " Davin mengulurkan tangannya
" Jefan Jackson " Jefan membalas jabat tangan Davin
" yah aku tahu . siapa orang yang tak mengenal anda di kota ini "ujar Davin
" sepertinya begitu " jawab Jefan dengan nada bangga
" sayangnya Anna lupa mengundang ku saat pernikahan nya "
" ku rasa tidak , karena aku tidak suka mengundang orang-orang yang tidak ku kenal "
" ah tuan...ku rasa aku lapar " Anna menengahi ke duanya mencoba untuk mengalihkan perhatian
" sebentar . kau memanggil nya tuan .." Davin
" itu panggilan kesayangan nya pada ku , apa ada yang aneh " ujar Jefan sinis
" benarkah Ann..."tanya Davin tak percaya
Anna hanya mengangguk " sepertinya dulu waktu sekolah kalian sangat dekat sekali " Jefan melirik Anna , yang bersikap salah tingkah
" bisa di bilang begitu " jawab Davin
" apa dia tahu siapa Davin sebenarnya , tidak . dia saja tidak tahu aku pemilik Mansion sebelumnya "
" sayang , bisa ambilkan suami mu ini minum" Jefan memegang tangan Anna
" ah! " Anna kaget " kenapa tidak langsung masuk saja , kita bisa sekalian mencicipi makanan di sana "
" di dalam terlalu ramai , aku masih mau di sini "
" hmm ...baiklah" dengan terpaksa Anna masuk untuk mengambil kan minuman untuk Jefan
" kau pasti mengenal istri ku lebih baik tapi kenapa kau membiarkan nya sendiri di saat dia susah "
" kau pasti juga tidak tahu kalau dia akan mengakhiri hidupnya"
" cukup baik sih dulu , mungkin sekarang anda lah yang mengenalnya sangat baik "
" tidak juga , dan aku bersyukur bisa mendapatkan nya . dia istri idaman sekali . bisa mengurus suaminya dengan baik , memasak dan bonusnya , dia sangat cantik " puji Jefan di hadapan Davin , yah . Jefan mengetahui lelaki ini dari media sosial Anna . bisa di tebak Davin adalah kekasih Anna waktu zaman sekolah dulu
Davin terdiam , dia tidak bisa berbuat apa-apa walaupun hatinya marah , karena orang yang sangat di cintai nya di puji laki-laki lain
" mungkin kekasihnya saat ini akan menyesal karna telah meninggalkannya , tapi saat kami dekat sudah akan menikah sepertinya dia tidak punya kekasih "
Davin menatap nya tanpa menanggapi
" Takdir Tuhan memang indah , selama apapun mereka menjalin hubungan kalau takdirnya bersama ku , memang seharusnya aku lah yang mendapatkan nya , betulkan sayang " Jefan menarik pinggang Anna yang baru saja datang
" ma'af , aku malu di lihat teman ku "Anna melepaskan tangan Jefan
" kenapa harus malu , kita kan bisa sekalian tunjukkan pada mereka kalau pernikahan kita bahagia "ujar Jefan
" kalau begitu walaupun kedengarannya terlambat , selamat atas pernikahan kalian "ucap Davin mengulurkan tangannya pada Anna
" terimakasih " Anna membalas
" tempat ini membosankan , ayo kita pulang" Jefan menarik tangan Anna dan mengekor di belakang Jefan menuju keluar
" Hai Ann ..tunggu " teman satu geng nya dulu menghampiri nya
" ada apa "
" kita mau minta maaf karena telah mengecewakan dan bersikap buruk padamu "Inne memegang tangan Anna
" sudah ku bilang , aku bukan pendendam . jadi kalian tidak usah minta maaf" jawab sinis Anna
" benarkah , kamu memaafkan kita " ucap Sarah sumringah
" iya " . ke tiga wanita itu langsung memeluk Anna
" terus kalau kita main-main ke rumah mu berarti tidak apa-apa kan " ucap inne genit menghampiri Jefan
" tidak usah , suami ku tidak suka sembarang orang main ke rumah " jawab datar Anna , terlihat mimik wajah tidak suka
" it's ok ,tidak apa-apa kok " jawab Jefan meladeni
" apa!! "Anna sewot
" kalau begitu saya permisi dulu ya " pamit Jefan dengan memasang wajah sumringah
Jefan menarik tangan Anna . Anna hanya menurut mengikuti Jefan
" apa ini tuan , anda memaksa saya datang ke acara ini tapi sekarang anda juga seenaknya pulang sebelum acara selesai " ucap Anna saat memasuki mobil
" kalau kau keberatan , kau bisa masuk kedalam dan pulang sendiri naik taksi " ucap sinis Jefan
Anna terdiam " kenapa masih di sini , cepat keluar lah "
" tapi anda tidak akan menghukum ku kan "
" kata siapa , akan selalu ada konsekuensi nya untuk setiap pelanggaran" jawab datar Jefan
__ADS_1
" cepatlah pak sopir kita pulang " ucap Anna jutek
Jefan menahan tawanya melihat wajah Anna yang terlihat sangat kesal di sepanjang jalan pulang