Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
Malam Reuni


__ADS_3

Anna baru tertidur pukul tiga pagi , semalam dia benar-benar tidak bisa tidur , Jefan menindih tubuhnya membuat dirinya sulit bergerak . matanya kini sembab


Anna meraih handphone nya di atas nakas , melihat sudah pukul sebelas siang .Anna mendudukkan dirinya , kepalanya sedikit pusing


" ohhh ...ini akibatnya kalau aku begadang semalam " Anna memegangi kepalanya


Anna bergegas ke kamar mandi membersihkan diri nya dan langsung ke bawah untuk menyantap sarapan nya


" hai Ann ....kau baru bangun " sapa Nino yang sudah berada di meja makan


" iya , kepalaku sedikit pusing " ucap Anna sambil memegang kepalanya


" apa mau aku telfon Nicole "


" ah tidak usah , aku hanya pusing karena kurang tidur semalam " ucap Anna sambil menyantap sarapan nya


" kurang tidur!!! " ulang Nino


" iya , sepertinya aku baru tidur pukul tiga pagi "


" memang apa yang kau lakukan hingga tidur pukul tiga pagi " selidik Nino


" tidak ada . aku hanya menatap langit-langit kamar tapi susah sekali untuk tidur . kenapa sepagi ini kau sudah di sini , sepertinya tuan Jefan sudah berangkat "


" pagi!! . ini sudah pukul sebelas hampir siang "


" benarkah , sepertinya aku bangun terlalu siang "


" sudahlah ganti baju mu , ayo berangkat "


" kemana "


" Jefan menyuruh ku mengantar mu ke butik "


" sudah ku bilang aku tidak mau!! , kenapa senang sekali dia memaksa ku "


" sudahlah , kau mau aku di pecat "


" boleh juga , apakah mungkin kau benar-benar akan di pecat "


" kau masih belum lama mengenal Jefan , dia bisa seenaknya saja memecat karyawan tanpa pandang bulu , walaupun itu aku " Nino mendramatisir keadaan


" kau pikir aku percaya , kita buktikan saja "


" apa mau telfon Jefan dulu agar kau mau pergi" Nino mengangkat handphone nya


" iya , bentar aku ambil tas dulu " pasrah Anna


selang beberapa menit Anna keluar


" kau serius , Jefan mau pergi bersama mu ke reuni sekolah mu!!"


" kenapa ekspresi mu begitu " jawab Anna melihat ekspresi Nino yang kaget


" sulit di percaya . Jefan itu tipikal orang yang tidak suka keramaian , apalagi pergi ke tempat orang yang sama sekali tidak di kenalnya "


" sudahlah , fokus saja pada kemudi mu "


###


Tiba saatnya malam temu kangen Reuni , Anna memakai dress panjang berwarna putih , dia tidak percaya sekarang duduk bersama Jefan, yang mau menemani nya pergi ke acara reuni sekolah


" apa anda benar-benar mau menemani saya "


" Hm..." jawab Jefan tanpa mengalihkan pandangannya pada handphone


" kalau anda berubah pikiran , saya tidak keberatan tuan . kita bisa putar balik "


" aku tidak ada pekerjaan di rumah , lagian aku mau tahu teman bergaul istri ku di sekolah seperti apa "


"Hah istri katanya!! "


" kenapa! sepertinya kau tidak suka aku ikut dengan mu "


" tidak tuan "


" apa kau tidak mau memperkenalkan suami mu ini pada teman-teman mu atau mungkin mantan pacar mu "


" ah bukan begitu tuan "


" dia tidak mungkin datang "


Mobil terhenti di depan gedung , Anna


Drt drt drt


" masuklah dulu , aku akan menyusul " ucap Jefan sambil menerima telfonnya


" baik lah " Anna memasuki gedung



" hei lihatlah itu Anna "


" apakah dia benar-benar datang " bisik teman-temannya


" mungkinkah dia datang bersama tuan Jefan "


" ku rasa tidak mungkin , pernikahan mereka pasti pura-pura "


Orang di sekitar mulai berbisik melihat kedatangan Anna , bagaimana tidak , Anna termasuk gadis famous di sekolahnya dulu , selain pintar dia juga menjadi ketua geng squad di sekolah . tapi tak ada artinya baginya setelah melewati kesusahan saat ayahnya meninggal . Anna tahu tidak ada teman yang tulus sungguh-sungguh berteman dengannya . Anna memang pemilih dalam bergaul dan sayangnya dia salah dalam memilih teman bergaulnya . tidak ada satu orang pun dari temannya yang mau menolong saat itu


" Hai Ann... bagaimana kabarmu " tanya Jenni salah satu gengnya dulu


" baik . kalau kalian ... pasti sangat baik juga kan " jawab Anna


" yah , seperti yang kau lihat "

__ADS_1


" kau datang sendiri , mana suami mu yang Presdir itu " ucap Sarah sedikit mencibir


" sepertinya dia masih sibuk , jadi aku tidak mau mengganggunya "


" benarkah! , sibuk apa dia tidak mau datang bersama mu " Inne


" tentu saja dia sangat sibuk dengan pekerjaannya , dia kan seorang Presdir , jadi dia tidak sempat untuk mengurusi hidup orang lain "


" kenapa kau tidak mengundang kami sahabat mu saat pernikahan "


" sahabat ! , kurasa kalian sudah memutuskan persahabatan kita saat beberapa tahun yang lalu , saat kalian enggan membantu atau sekedar mencarikan ku pekerjaan "


mereka terdiam . memang itu kenyataannya , tidak ada sahabat yang meninggalkan kawannya saat kesusahan


" tapi aku bukan orang pendendam . dan sekarang senang rasanya bisa bertemu dengan kalian lagi " Anna menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan mereka bertiga


Anna menyusuri ruangan itu , yang juga berkonsep outdoor , indah sekali dengan lampu lampu kecil yang menggantung


" apa kabar Anna " sapa seseorang dari belakang Anna


" yah " Anna berbalik



" oh " Anna melepaskan tangannya kaget . dengan siapa dia berhadapan saat ini


" Davin "ucap Anna kaget


" yah aku Davin , kenapa wajahmu kaget seperti itu "


" aku..aku.." Anna terbata


" Apa kau tidak mau memeluk ku "Davin membuka tangannya tersenyum


" apa kau tidak merindukan ku " ucap Davin lagi


Anna menarik tangan lelaki itu , membawanya ke tempat yang sulit di jangkau penglihatan teman-temannya


" apa kau benar-benar tidak merindukan ku" Davin menarik tangan Anna dan memeluknya


" lepaskan aku!! "Anna berontak , melepaskan pelukan Davin


" kemana saja kau saat ini , apa kau tahu apa yang aku alami sendirian kemarin!!! "


" maafkan aku sayang , setelah Papi kamu menolak ku . aku bekerja keras untuk mendapatkan semua ini " Davin memperlihatkan penampilannya yang berdasi


" semua ini ingin aku tunjukkan pada Papi kamu , kalau aku bisa jadi orang sukses dan bisa membahagiakan kamu " Davin mencoba menenangkan Anna


" dan semua ini sekarang tidak ada artinya "


" jangan bilang begitu , setidaknya aku bisa mendapatkan apa yang seperti papi mu inginkan . aku sudah mendengar nya , aku juga sedih atas apa yang menimpa papi mu . walaupun ini kedengarannya terlambat tapi


aku mencari mu kemana-mana "


" tapi semuanya sudah terlambat Davin "


" kenapa , ada apa " Davin menyentuh wajah Anna


" aku tahu ... kau menikah dengan pemilik Jackson group kan , tapi aku yakin itu pasti hanya sebatas kontrak kan?? "


Anna diam


" jawab aku Anna , kau bisa tinggalkan dia , kalian berpisah dan kita bisa memulai dari awal lagi "


" tidak semudah itu Dav , walaupun pernikahan ini terselubung kontrak tapi tidak bisa segampang seperti yang kau katakan "


" kau belum mencintainya kan "


" tidak , bukan itu . aku juga harus memikirkan perasaan keluarga Jefan , tidak mudah menyakiti hati orang yang telah baik kepada ku"


Di sisi lain Jefan baru saja memasuki gedung acara , semua mata tertuju padanya . mereka tidak menyangka tuan yang sulit di temui itu benar-benar datang bersama Anna


Jefan menyusuri pandangannya mencari sosok Anna


" Hai Jef....." sapa seseorang mengagetkan Jefan


" Rico , ini sekolah mu " sapa Jefan pada Rico yang tak lain adalah junior di kampusnya dulu


" iya , aku juga tidak menyangka kau menikah dengan teman sekolahku "


" yah kebetulan sekali bukan "


" lalu bagaimana kabar Adelle . ku kira kau akan menikah dengannya "


" yah begitulah takdir , kita cuma bisa menjalaninya tapi tetap saja takdir Tuhan yang menang "


" memang seberapa lamanya hubungan tidak bisa menjadi acuan untuk bersama "tambah jefan


" dimana Anna "


" entahlah , dia tadi masuk duluan "


" kau tahu , dulu istri mu itu famous sekali di sekolah ini " ucap Rico


" aku tahu , sudah ku duga dari penampilan di sosial media nya "


" aku juga tidak menyangka hal buruk bertubi-tubi datang kepada nya , ternyata dia wanita yang kuat "


Jefan tersenyum " tidak seperti yang kau bayangkan "


" dia wanita yang payah , dia saja mau mengakhiri hidupnya "


" tapi tidak mudah menjalani hidup 180' berbalik dari kehidupan sebelumya "


" Hmm...kalau begitu aku akan menemui Anna dulu "pamit Jefan


Jefan berusaha menghindar dari orang-orang yang mencoba mengajaknya berbincang di setiap yang di temuinya

__ADS_1


" sedang apa dia di sana!! apa dia mantan pacarnya?? " Jefan melihat Anna dari kejauhan


Jefan menghampiri Anna yang sedang terlihat serius berbincang dengan laki-laki


" apa kau tidak akan mengenalkan ku pada teman-teman mu " ujar Jefan mengagetkan keduanya


Anna dan Davin menoleh bersamaan


" kau..."Anna terperanjat


" kenapa kau kaget seperti itu , apa aku mengganggu kalian " tanya Jefan


" tidak , bukan begitu "


" aku Davin , teman sekolah Anna " Davin mengulurkan tangannya


" Jefan Jackson " Jefan membalas jabat tangan Davin


" yah aku tahu . siapa orang yang tak mengenal anda di kota ini "ujar Davin


" sepertinya begitu " jawab Jefan dengan nada bangga


" sayangnya Anna lupa mengundang ku saat pernikahan nya "


" ku rasa tidak , karena aku tidak suka mengundang orang-orang yang tidak ku kenal "


" ah tuan...ku rasa aku lapar " Anna menengahi ke duanya mencoba untuk mengalihkan perhatian


" sebentar . kau memanggil nya tuan .." Davin


" itu panggilan kesayangan nya pada ku , apa ada yang aneh " ujar Jefan sinis


" benarkah Ann..."tanya Davin tak percaya


Anna hanya mengangguk " sepertinya dulu waktu sekolah kalian sangat dekat sekali " Jefan melirik Anna , yang bersikap salah tingkah


" bisa di bilang begitu " jawab Davin


" apa dia tahu siapa Davin sebenarnya , tidak . dia saja tidak tahu aku pemilik Mansion sebelumnya "


" sayang , bisa ambilkan suami mu ini minum" Jefan memegang tangan Anna


" ah! " Anna kaget " kenapa tidak langsung masuk saja , kita bisa sekalian mencicipi makanan di sana "


" di dalam terlalu ramai , aku masih mau di sini "


" hmm ...baiklah" dengan terpaksa Anna masuk untuk mengambil kan minuman untuk Jefan


" kau pasti mengenal istri ku lebih baik tapi kenapa kau membiarkan nya sendiri di saat dia susah "


" kau pasti juga tidak tahu kalau dia akan mengakhiri hidupnya"


" cukup baik sih dulu , mungkin sekarang anda lah yang mengenalnya sangat baik "


" tidak juga , dan aku bersyukur bisa mendapatkan nya . dia istri idaman sekali . bisa mengurus suaminya dengan baik , memasak dan bonusnya , dia sangat cantik " puji Jefan di hadapan Davin , yah . Jefan mengetahui lelaki ini dari media sosial Anna . bisa di tebak Davin adalah kekasih Anna waktu zaman sekolah dulu


Davin terdiam , dia tidak bisa berbuat apa-apa walaupun hatinya marah , karena orang yang sangat di cintai nya di puji laki-laki lain


" mungkin kekasihnya saat ini akan menyesal karna telah meninggalkannya , tapi saat kami dekat sudah akan menikah sepertinya dia tidak punya kekasih "


Davin menatap nya tanpa menanggapi


" Takdir Tuhan memang indah , selama apapun mereka menjalin hubungan kalau takdirnya bersama ku , memang seharusnya aku lah yang mendapatkan nya , betulkan sayang " Jefan menarik pinggang Anna yang baru saja datang


" ma'af , aku malu di lihat teman ku "Anna melepaskan tangan Jefan


" kenapa harus malu , kita kan bisa sekalian tunjukkan pada mereka kalau pernikahan kita bahagia "ujar Jefan


" kalau begitu walaupun kedengarannya terlambat , selamat atas pernikahan kalian "ucap Davin mengulurkan tangannya pada Anna


" terimakasih " Anna membalas


" tempat ini membosankan , ayo kita pulang" Jefan menarik tangan Anna dan mengekor di belakang Jefan menuju keluar


" Hai Ann ..tunggu " teman satu geng nya dulu menghampiri nya


" ada apa "


" kita mau minta maaf karena telah mengecewakan dan bersikap buruk padamu "Inne memegang tangan Anna


" sudah ku bilang , aku bukan pendendam . jadi kalian tidak usah minta maaf" jawab sinis Anna


" benarkah , kamu memaafkan kita " ucap Sarah sumringah


" iya " . ke tiga wanita itu langsung memeluk Anna


" terus kalau kita main-main ke rumah mu berarti tidak apa-apa kan " ucap inne genit menghampiri Jefan


" tidak usah , suami ku tidak suka sembarang orang main ke rumah " jawab datar Anna , terlihat mimik wajah tidak suka


" it's ok ,tidak apa-apa kok " jawab Jefan meladeni


" apa!! "Anna sewot


" kalau begitu saya permisi dulu ya " pamit Jefan dengan memasang wajah sumringah


Jefan menarik tangan Anna . Anna hanya menurut mengikuti Jefan


" apa ini tuan , anda memaksa saya datang ke acara ini tapi sekarang anda juga seenaknya pulang sebelum acara selesai " ucap Anna saat memasuki mobil


" kalau kau keberatan , kau bisa masuk kedalam dan pulang sendiri naik taksi " ucap sinis Jefan


Anna terdiam " kenapa masih di sini , cepat keluar lah "


" tapi anda tidak akan menghukum ku kan "


" kata siapa , akan selalu ada konsekuensi nya untuk setiap pelanggaran" jawab datar Jefan

__ADS_1


" cepatlah pak sopir kita pulang " ucap Anna jutek


Jefan menahan tawanya melihat wajah Anna yang terlihat sangat kesal di sepanjang jalan pulang


__ADS_2