Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 38


__ADS_3

" mau kemana "sapa Jefan yang melihat Anna keluar rumah


" cuma mau berkeliling sekitar sini saja"


mereka berjalan beriringan di bibir pantai


" Hei...." panggil Jefan


" ada apa "sahut Anna masih tidak menoleh ke arah Jefan


" lihatlah ke sini, aku akan memotret mu "


Anna menoleh tercengang


" maksud ku, mama meminta untuk mengirimkan foto mu saat ini "


" benarkah "


" iyah, kalau tidak mau ya udah tinggal bilang sama mama saja kamu tidak mau "


" baiklah, tapi potret yang cantik" Anna berpose dengan begitu menggemaskan sekali



Jefan terdiam melihat tingkah manja Anna


" kenapa? ayo ...kau akan memotret ku apa tidak "sahut Anna yang melihat Jefan masih terdiam


Jefan mulai mengambil gambar Anna


" tidak usah menyimpan nya, kirimkan saja langsung pada mama "ujar Anna


" apanya ?? "


" foto nya!! "


" ck, percaya diri sekali kamu, tapi bisa juga nanti ku cetak buat pengusir tikus di rumah ha-ha-ha..." Jefan tertawa


" maksud mu...foto ku untuk mengusir tikus begitu"


" yah, akan ku coba nanti "masih tidak bisa berhenti tertawa melihat wajah gadis itu lucu


" dasar Squidward!!!! ...." Anna mengejar Jefan yang berlari menghindari kemarahan Anna


" aku tidak akan melepaskan mu!! " teriak Anna, masih sekuat tenaga mengejar Jefan


" coba saja "


Jefan semakin mempercepat larinya agar Anna semakin tertinggal di belakang


Anna menghentikan langkahnya, sejenak untuk mengatur pernafasan nya


" kenapa, sudah mengaku kalah sekarang!! " teriak Jefan dari tempatnya


Anna berfikir keras, bagaimana dia akan menangkap basah lelaki itu


Anna kembali berlari


Jefan berkecak pinggang " apa kau tidak lelah mengejar ku lagi "ucap Jefan sambil berlari melihat Anna yang menuju ke arahnya


AAAWWWW...


Anna menjatuhkan dirinya di pasir


" ANNA..." Jefan berbalik, berlari ke arahnya menghampiri Anna


" kenapa? ada apa? "tanya Jefan khawatir


Anna menggeleng


" apa kaki mu keseleo "Jefan memeriksa kaki Anna


Anna menggeleng lagi


" lalu "


" aku hanya ingin menangkap mu" Anna menangkap lengan Jefan dan memukuli lelaki bertubuh gagah itu


" kau ini benar-benar menyebalkan sekali!!, aku tidak akan melepaskan mu" Masih terus memukuli Jefan


" sudah, apa sekarang sudah puas" ucap Jefan dengan wajah datarnya, membiarkan Anna memukuli tubuhnya


" kalau belum, biarkan aku mencari tempat yang nyaman untuk menunggu mu lebih puas memukuli ku"ucap Jefan lagi


" ah,oh.." Anna menghentikan nya " maaf "


" tunggu "panggil Jefan menghentikan Anna yang akan meninggalkan nya


" ada apa "


" kau tidak akan menolongku berdiri "Jefan mengulurkan tangannya, mengharap Anna akan menarik tangan nya


Anna berbalik dan menarik tangan Jefan, tapi lelaki itu malah menarik balik tangan Anna hingga jatuh terjerembab di atas tubuh Jefan


" uhuk..tubuh mu berat sekali "


" kau .." Anna beranjak tapi Jefan malah merangkulnya hingga Anna tertidur beralas lengan Jefan


" tunggu sebentar, temani aku di sini. jarang-jarang ada momen seperti ini dalam hidup ku, maksud ku..momen pemandangan seperti ini "ucap Jefan melihat keindahan langit di tempat terbuka itu


Anna terdiam, mengikuti kemauan Jefan


" apa kau sering mengalami ini "tanya Jefan menoleh pada Anna yang tepat berbaring di sampingnya

__ADS_1


" bermain di pantai, tiduran di pasir, bermain air rasanya punya kesan tersendiri "gumam Jefan


" apa..apa kau tidak pernah sekalipun bermain-main seperti ini "tanya Anna tak berani menoleh ke arah Jefan yang saat ini wajah mereka begitu berdekatan


" tidak, tapi mungkin pernah waktu kecil karena memang rumah kami dulu dekat dengan pantai"


" terkadang kita memang membutuhkan semua ini untuk menghilangkan kepenatan karena rutinitas sehari-hari, apa kau tidak pernah berlibur bersama dengan kekasih mu? "


" kami terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, jadi tidak pernah berlibur jauh"


" pasti membosankan sekali " sahut Anna


" tidak, ku kira tidak membosankan"


" yah tentu saja, karena kau mencintai nya"


" kalau kau..."


" aku, di mana saja pasti akan menyenangkan kalau bersama orang yang kita cintai "


Jefan menatap langit biru " dan saat ini, entahlah..begitu sangat menyenangkan "


" ah, kalau lama-lama begini, rambut ku bisa kusut "Anna duduk, membersihkan rambutnya yang kotor oleh pasir


" sudah mulai terik, ayo berteduh di sana "Jefan menunjuk ke arah pinggiran pantai


Anna mengikutinya dari belakang


" mau es krim? "


" boleh "


" tunggu sebentar " Jefan membawa kembali dua es krim bersama nya


" ambil "


" tangan ku kotor. sebentar, aku akan membersihkan nya dulu" Anna beranjak menuju ke pantai


" kelamaan!!, es krim mu akan mencair sebelum kau kembali ke sini"


" lalu, tanganku kotor karena membersihkan pasir ini" Anna menunjukkan kedua telapak tangannya yang di penuhi pasir


" duduklah " . Anna duduk kembali


" hemm..." Jefan menyodorkan es krim itu mendekat ke bibir Anna


Anna memakannya perlahan


" kau akan terus melihati ku dan tidak memakan es krim mu yang hampir mencair itu"


Jefan tersadar, ia lupa dengan es krim punya nya sendiri karena melihati Anna memakan es krimnya


" hmm...enak sekali es krim ini "Jefan mencoba bersikap sewajarnya


Ah!! Jefan menempelkan es krim itu di pipi kiri Anna


" kalau tidak enak, kenapa kamu lahap sekali memakannya "


" apa-apaan sih, kan malah jadi kotor Jef, hiks!!"


" ha-ha-ha...sorry..sorry " Jefan membersihkan pipi Anna


" sudah, kecantikan mu sudah kembali" ucap Jefan lagi


" Apa!! aku cantik, memang dari dulu "


" dasar!! kepedean mu mulai naik level memang" Jefan menjitak pelan kepala Anna


" ish!! dia ini " Anna mengikuti Jefan yang sudah lebih dulu beranjak


Jefan berhenti, menarik celana bawahnya ke atas agar tak terkena air


" kau mau ngapain "


" menikmati semua yang ada di sini "Jefan berjalan ke pantai


" huff! tak ku sangka selama ini hidupnya pasti membosankan sekali " gumam Anna


" kau bilang apa "


" tidak-tidak " Anna menggeleng cepat


" Ayok... " Jefan menarik tangan Anna untuk bermain air


" ah! sayang sekali tidak bisa mengajak mama sama papa ke sini " ujar Anna


" sebenarnya mama sering sekali kesini, dia sebisa mungkin sebulan sekali pulang ke kota ini "


" oh ya, tapi kenapa mama tidak pernah mengajak ku"


" karena kamu menyebalkan, bawel dan sangat sangat cerewet jadi mana mungkin mama membawa mu bersama nya "


" ish! kau ini yang suka sekali membuat ku kesal "


" apa mau ku kejar lagi, biar aku bersiap-siap dulu "


" ck ck ck... "


Anna memang tidak mengejarnya tapi dia malah menyiramkan air pada Jefan


" eh, hei..hei..stoppp.."teriak Jefan yang bajunya sudah basah di siram oleh Anna


" he-he-he....peace" Anna mengangkat kedua jari nya

__ADS_1


" lari..." ucap Jefan


" hah! lari sana kalau tidak aku akan memukul mu seperti yang kau lakukan tadi "perintah Jefan


dan mode on polosnya Anna mengikuti ucapan Jefan dan berlari


" dia ini terkadang seperti orang dewasa, kadang terlihat polos, kadang juga terlihat bodoh " gumam Jefan sebelum dia berlari mengejar Anna


" kenapa kau cepat sekali menangkap ku, ini tidak adil huh...huh.." ucap Anna sambil trus berlari dengan nafas tersengal-sengal


" apa sekarang aku boleh menangkap mu "sahut Jefan yang sudah sejajar dengan Anna


" ku mohon jangan dulu " Anna masih mencoba berlari dari Jefan


tapi Jefan malah menangkap tubuh Anna dari belakang dan mengangkat gadis itu sedikit memutar tubuhnya


" Jef kepala ku pusing, turunkan aku"


" kau senang "Jefan menurunkan tubuh Anna


" Iyah, tapi ini membuat kepala ku pusing"


" jadi apa kau sudah menyukai ku karena aku hari ini membuat mu senang"


"ck, hahaha.. ."Anna tertawa mendengar bercandaan Jefan, meninggalkan Jefan sendiri


AAAWWWW..


Anna terduduk, memegangi kaki nya


" aku tidak akan tertipu oleh mu kedua kalinya"


" ah! sakiit...." Anna menangis, sesuatu seperti menancap di telapak kakinya


" kau menangis "Jefan tersenyum melihat tingkah Anna


" papi sakit!! hu-hu-hu....."tangis Anna semakin menjadi, terlihat seperti anak kecil yang merengek meminta mainan pada ibunya


" kau menangis, wajahmu lucu sekali" Jefan terus menggodanya " biar ku lihat "


" ah! bagaimana ini, kaki ku sakit "


" ku rasa kerang ini menyukai bau kaki mu jadi dia menempel di sini "


" lalu bagaimana ini "


" tentu saja harus di cabut "


" hati-hati!! "Anna sembunyi memeluk lengan Jefan


" aku tidak percaya, kau ini sok sok an ingin bunuh diri tapi dengan luka kecil begini saja masih menangis seperti anak kecil" Jefan memarahi nya dan mencoba mencabut kerang yang menancap di kaki Anna


" hati-hati Jef" masih menutup matanya dan tak melepas pegangannya


" sudah, bukalah matamu "


" benarkah! tapi Kok tidak berasa "


" masih sakit?, kita obati di villa saja "Jefan membantu nya berdiri


" ah, Aww...masih masih sakit "


" pegangan" Jefan merangkul Anna


" mau ngapain "


" aku akan menggendong mu, kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa, silahkan berjalan sendiri kalau sudah tidak sakit lagi "


" terus kau akan meninggalkan ku sendirian di sini, maksudku..gendong aku di belakang saja, aku kan malu kalau harus di gendong di depan"sahut Anna malu-malu


" ayo naik " Jefan mendudukkan dirinya


Anna naik di punggung lelaki itu " apa berat "


" lumayan, ku rasa memang berat badan mu bertambah. kau ini model jadi jaga pola makan mu biar perutmu itu tak bertambah buncit "


" memangnya kau tahu berat badan ku yang dulu "


" aku ini suami mu, sudah berapa kali aku menggendong mu "


" hmm..Terima kasih" Anna meletakkan kepalanya di pundak Jefan


" untuk apa "


" untuk semuanya, walaupun kau kadang menyebalkan tapi aku tahu kau orang baik"


" ck, aku tidak sebaik yang kau kira "


"no problem, yang ku tahu sekarang kau dan mama adalah keluarga ku. yah, walaupun drama ini nanti akan ada masa tamatnya, aku juga kan harus memberikan kesan terbaik untuk kalian. setidaknya aku tidak akan pernah menyesal karena pernikahan ini yang sudah memberikan ku keluarga baru walau hanya sebentar "


Jefan hanya mendengarkan, tak ada respon darinya


" kau mendengarkan ku tidak! "


" hemm... kalau sudah ngocehnya tidurlah, ku rasa kau sedang mabuk laut "


" kalau memang drama ini benar-benar berakhir, ayo bertemu lagi sebagai sahabat atau saudara yang di pertemukan dengan takdir yang baik "


Jefan tak merespon lagi


" Jef..."


" yah, semoga saja "

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2