Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
wajah konyol jefan


__ADS_3

Sore ini Anna termenung duduk di Sun Lounger , menatap ke arah kolam Renang . Anna mengingat banyak kenangan di Rumah ini , mengingat kenangan nya bersama Sang Papi , Axel Zander . Semenjak Anna di tinggalkan sang Mami . Axel Zander adalah satu-satunya pelindung bagi Anna , merangkap menjadi seorang ibu dan Ayah


Ehemm...


Anna menoleh , mencari asal suara yang membuyarkan lamunannya


" selamat sore Anna.." sapa Nino


" Anda ... duduklah , sepertinya Tuan Jefan belum bangun . mau saya suruh pelayan panggilkan "


" Tidak usah , aku ke sini untuk menemui mu " Nino memberikan paper bag


" apa ini , saya rasa anda salah memperkirakan hari ulang tahun saya "


Nino tersenyum


" aku dengar dari kemaren kamu ini berbicara terlalu formal sekali pada ku "


" memang seharusnya Tuan "


" sudah , jangan berbicara formal kepada ku . kita kan bisa berteman , jadi panggil aku Nino saja "


Anna tersenyum manis


" Jefan menyuruh ku membelikan handphone itu untuk mu "


" kenapa repot sekali , aku kan bisa membelinya sendiri " Anna membuka isi paper bag itu


" memangnya siapa yang bisa membantah Bos galak itu " jawab Nino tertawa licik


" benar juga " Anna juga membalas dengan senyuman sinis


" aku perhatikan dari jauh kamu dari tadi melamun saja "


" aku hanya ...." Anna tak melanjutkan kalimatnya


" kalau kamu ingin cerita , cerita saja . aku bisa mendengarkan ...bukankah kita sekarang berteman "


Anna tersenyum . dia rasa lelaki itu mau mendekati nya


" aku hanya merindukan keluarga ku "


" Tuan Axel Zander " sahut singkat Nino


" kamu mengenal Papi ku " Anna menatap Nino kaget


" Aku melihat foto kalian bersama di akun sosial media mu "


Anna menatap Nino tambah heran


" sebenarnya aku pernah beberapa kali bertemu dengan Tuan Axel "


" bersama Jefan " sahut Anna


" Tentu saja , kita pernah menjalin kerjasama baik tapi itu jauh sebelum kau menikah dengan Jefan "


" Tentu saja , kalau saja papi ku masih hidup , aku tidak akan hidup menyedihkan seperti ini "


" kamu begitu menyayangi Tuan Axel , ku lihat banyak sekali kamu mengabadikan kebersamaan kalian "


Anna menunduk pelan


" tentu saja , mana ada orang tua yang tak menyayangi anak-anaknya . Papi ku orang yang sangat hebat . Papi merawat ku dengan baik ,walaupun sebagai orang tua tunggal . menyayangi dengan sepenuh jiwa nya , memenuhi semua keinginan ku...." Anna masih tertunduk , mencoba menyembunyikan kesedihannya di depan Nino


" aku tahu kamu wanita yang Tangguh " Nino mencoba menenangkan perasaan Anna


" wanita Tangguh !!" Anna menyeringai sinis


" itu terdengar lucu sekali , kamu tahu aku sekarang berada di sini karena kebodohan ku mau bunuh diri . sebenarnya aku anak Papi sekali . itu karena Papi selalu memanjakan semua yang bisa membuat ku bahagia " Cerita Anna panjang lebar


Nino menyimak semua kisah yang di cerita kan Anna


" tidak semua juga sih , ada satu kebahagiaan yang tidak di berikan Papi untuk ku " tak tahu kenapa Anna terlalu terus terang dengan Nino , mungkin ini karna Nino menjadi teman pertama Anna di rumah ini


" Apa ..." tanya Nino penasaran


" Papi menolak lelaki yang aku cintai "


" oh....I know , pasti lelaki gambar cemong itu ya..." sahut Nino antusias


" Apa !!" Anna memukul lengan Nino


" maksud ku lelaki di Sosmed kamu "


" ternyata kau itu suka sekali mengurus urusan orang lain ya..."


" aku kan hanya melihat-lihat saja , lagian benarkan gambar lelaki itu berantakan . penuh dengan cat di mana-mana "


Nino sigap membuka Sosmed dan mencari nama akun Anna Zander



Nino menunjukkan gambar di akun sosmed Anna


" itu namanya apa kalau bukan cemong semua "


" kenapa harus di buka juga , aku kan jadi malu " Anna menutup matanya ,


" terlihat bahagia sekali " Nino terus mengamati gambar yang di tunjukkan pada Anna


" sepertinya familiar sekali wajahnya " tambah Nino seperti pernah bertemu dengan orang di dalam gambar itu


" gak usah sok tau deh , mana mungkin kamu mengenal nya . semenjak papi menolak nya aku tak pernah bertemu dengan nya lagi "


" kenapa Tuan Axel menolaknya "


" dulu aku berfikir papi ku sangat jahat karena mengutamakan materi yang tak bisa di berikan dia pada ku , tapi sekarang aku mulai paham dan mengerti kenapa papi menolak nya . karena ternyata hidup susah itu tidak mudah "


" memang tidak ada orang tua yang mau hidup anaknya susah . orang tua membesarkan anak-anak nya dengan susah payahnya , merawat dan memberikan yang terbaik . terus kenapa para orang tua harus membiarkan anak-anak kesayangannya hidup susah " sahut Nino


" kamu sangat mencintai nya " Tanya Nino


" Dulu " jawab singkat Anna


" kalau sekarang " Tanya Nino lagi


" entahlah , aku bukan tipe orang yang gampang jatuh cinta . tapi dia alasan kenapa sampai saat ini aku tidak membuka hati untuk orang lain "


" Termasuk Jefan "


Anna tertawa " Ha..ha..ha.."


Nino menatap datar wanita yang semakin cantik saat tertawa lepas itu


" kamu ini lucu sekali , kenapa aku harus membuka hati untuk nya . dia saja tak tertarik walau hanya menoleh ku " Anna masih tak bisa berhenti tertawa


" kalau aku "


Anna terdiam . " Terimakasih ya , sudah menghibur ku di rumah ini "


" kalau aku bagaimana , apa aku juga tidak bisa membuka hati mu " Nino mengulang kalimatnya lagi


" sebenarnya aku males berurusan sama orang seperti Tuan Jefan dan kamu .tapi untuk mu nanti bisa di pikirkan lagi" Anna berdiri mengusir rasa canggung di depan Nino dan merentangkan kedua Tangannya , menyusuri pemandangan di sekitarnya


" Tuan Jefan " Anna menunduk kan tubuhnya , menatap Jefan yang terus menatap nya dari atas balkon kamar


Tak tahu berapa lama Jefan sudah berdiri di atas sana . menatap Anna dan Nino yang dari tadi berbincang


" Sssttt..." Anna memberi kode pada Nino yang dari tadi tak menyadari keberadaan Jefan


" apa " Nino masih tak paham


Anna mengarahkan pandangannya ke arah balkon kamar


" Hallo Bos kau sudah bangun . Tugas ku sudah selesai seperti nya aku harus pulang " sapa Nino ke arah Jefan yang terlihat badmood


Jefan tetap diam tak menggubris sapaan Nino


" aku pergi dulu ya Anna , senang berbincang dengan mu " pamit Nino


" Dah..." Anna melambaikan tangannya . dan menoleh ke arah Jefan sudah berbalik masuk ke dalam kamar


###


*****...*****...*****...

__ADS_1


Jefan terbangun , alarm yang di stel nya sudah berbunyi menunjukkan jam sudah pukul 16:30


Jefan meraih gelas di atas nakas dan meminumnya . Jefan bergegas ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya


" Anna..."


" ANNA..."


"ANNAAA..." Jefan berteriak dari kamar mandi , sedang yang di di teriaki tak kunjung datang


" kemana dia , apa aku harus pakai pengeras suara untuk meneriakinya " Jefan mulai kesal dalam kamar mandi


Jefan keluar dari kamar mandi tetap tak mendapati Anna di kamarnya .


" tak bisakah dia becus mengurus pekerjaannya sebagai istri " tampak raut wajah Jefan kesal karna dia harus mencari pakaiannya sendiri


Jefan membuka satu persatu lemari di walk- in closet , mencari pakaiannya di simpan karna para pelayan sudah merubah posisinya


" Apa ini ...kenapa pakainnya kekurangan bahan begini " Jefan mengambil lingerie dari lemari pakaian Anna dan menatap tak paham bagaimana penampakan baju itu kalau di pakai


" apa dia benar-benar akan memakai ini " Jefan tersenyum


" ku rasa seharusnya , kalau dia benar menjadi menantu kesayangan mama , niat banget mama membelikan dia banyak baju model kayak gini " tambah Jefan melihat penampakan banyak model baju yang seperti di pegang nya tadi


Jefan memutuskan mencari angin segar di balkon kamarnya . menyegarkan matanya dengan pemandangan indah di sekitar Mansion


HA..HA...HA...


suara seseorang tertawa mengganggu pendengaran nya . Jefan menatap ke arah asal suara itu


Jefan melihat Anna dan Nino tertawa lepas , tak terdengar perihal apa yang sedang mereka obrolkan , hanya suara tertawa Anna cukup terdengar Jefan


Jefan terus melihati keduanya . gadis itu terlihat cukup akrab dengan Nino ketimbang dengan dirinya . dan Anna mulai tersadar bahwa dari tadi ada yang mengawasinya dari atas balkon kamar . Anna menundukkan tubuhnya , memberi Hormat kepada Jefan yang sering kali di lakukan nya


"Hallo Bos kau sudah bangun . Tugas ku sudah selesai seperti nya aku harus pulang " Nino menyapa nya . Jefan hanya diam tak menjawab sapaan Nino dan pergi berbalik masuk kedalam kamar setelah melihat Anna melambaikan tangannya ke arah Nino


Jefan memainkan handphone nya tak selang beberapa menit dia melemparkan nya di atas tempat tidur dan melangkah kan kakinya ke arah dapur


" selamat sore Tuan , mau saya buatkan Teh " sapa Pak Jim yang mendapati Tuannya duduk di meja makan


" Hmm.."


" apakah Anna masih berada di teras belakang " Tanya Jefan sambil mengambil camilan di depannya


" Nona muda sudah masuk Tuan "


" dia tidak ada di kamar "


" mungkin Nona sedang berada di rooftop atas "


" rooftop ?? " Jefan mengulangi kata pak Jim , tak tahu kalau di rumah ini ada rooftop


" iya Tuan , saya rasa Nona muda sangat menyukai rumah ini . dia banyak tahu tentang rumah ini yang tak banyak di ketahui saya dan pelayan lainnya "


" begitu kah "


" Nona juga kemaren memaksa meminta kunci gudang belakang sepertinya ada yang ingin di cari Nona tapi saya tidak kasihkan karna kunci gudang masih di pegang Tuan muda "


" laporkan semua kegiatan yang di lakukan Anna " perintah Jefan


" baik Tuan "


" di mana tempat rooftop nya "


" lewat ruangan sebelah kiri Tuan "


" bawa Teh nya ke sana " Jefan pergi ,bergegas menuju rooftop



Jefan menatap takjub tempat yang di lihatnya saat ini . dia tak menyangka ada tempat tersembunyi yang begitu bagus di Rumah nya . pemandangan nya pun sangat indah terlihat di waktu senja seperti sekarang ini , dengan hiasan lampu-lampu di tambah langit senja sore hari .


Jefan melihat Anna berdiri di pinggiran pembatas pagar , seperti sedang termenung


" sedang memikirkan untuk bunuh diri lagi " Jefan membuyarkan lamunan Anna


" Tuan..." Anna menoleh kaget


"dari mana dia tahu tempat ini " Batin Anna


" tidak Tuan , saya hanya senang sekali melihat senja dari sini "


" duduklah , kamu mau mati berdiri terus-terusan di situ "


" tidakkah kau berbicara dengan sedikit lembut Tuan " batin Anna dan melangkah duduk di samping Jefan


" Tuan ... Terimakasih atas semua pertolongan Tuan terhadap ku , kalau bukan karena Tuan saya pasti sudah mati konyol " Anna berbicara tanpa menoleh lelaki di sebelahnya


" aku tidak menolong mu , aku hanya takut kau akan menghantui ku " jawab datar Jefan


" tapi secara tidak langsung Tuan sudah membantu saya . memberikan solusi atas kehidupan saya dan Terima kasih juga sudah meminjamkan orang tua yang baik seperti mama ... walaupun hanya sementara "


Jefan terus menyimak apa yang sedang di utarakan Anna


" saya akan mencoba menjadi istri yang baik dan akan membalas kebaikan Tuan "


" kalau begitu berikan aku hadiah , bulan depan aku ulang tahun . berikan hadiah spesial untuk ku "


Anna menatap lelaki di samping nya lekat


"apa dia mulai rakus , menginginkan kewajiban aku sebagai istrinya "


" kenapa menatap ku begitu "


" jangan memikirkan terlalu jauh Tuan , pernikahan ini hanya di atas kertas "


" memangnya kamu tahu aku menginginkan apa dari mu " Jefan menarik lengan Anna , seketika wajah kedua nya sangat dekat


" aku harap Tuan tidak akan terlalu jujur " Anna menutup matanya , takut tiba-tiba Jefan menyerangnya


Jefan menatap Anna lekat , terasa hembusan nafas Segar Anna


" ok , kalau kau tidak mau aku terlalu jujur . aku tunggu surprise dari mu " Jefan melepaskan pegangan nya


" ma'af Tuan mengganggu " pak Jim datang dengan membawa Nampan Teh beserta cemilannya


Anna dan Jefan menoleh bersamaan , sedikit canggung dengan keberadaan pak Jim


" sejak kapan kau berada di situ pak Jim "


" baru saja Tuan muda " Pak Jim meletakkan nampan di depan Jefan dan Anna


" baguslah , kau tak melihat yang seharusnya tak di lihat " sahut Jefan datar


Anna mengernyitkan kedua alis nya , tak habis pikir dengan perkataan Jefan


" memang nya apa yang kita lakukan . perkataan mu itu Tuan muda yang bisa membuat pikiran pak Jim traveling kemana-kemana "


" silahkan Tuan " pak Jim meninggalkan keduanya


Jefan menatap Anna datar


" kenapa Tuan "


Jefan mengarahkan pandangannya pada Teh di depannya " saya tidak mengerti Tuan "


" kamu ini tidak belajar bagaimana seharusnya merawat dan menjadi istri yang baik ya "


" apa Tuan mau minum Teh "


" Hmmm" jawab singkat Jefan . Anna menuangkan Teh dan memberikan nya pada Jefan


" apa saya harus menyuapi Tuan juga " Anna menawarkan


Jefan mengambil gelas dari tangan Anna , tak mengindahkan tawaran Anna


" ku dengar kau sangat menyukai rumah ini " Tanya Jefan sambil menyeruput minumannya


" Hmm... Rumah ini mengingatkan saya pada keluarga saya "


" maksud mu kau pernah tinggal di mansion seperti ini "


" iya Tuan , maksud saya hampir mirip saja "


" mirip ! , tapi melihat keadaan mu saat itu sepertinya tidak akan ada yang percaya kalau kau pernah tinggal di rumah mewah seperti ini " Jefan sedikit mengejek Anna , dan berfikir gadis itu sedang membual

__ADS_1


" terserah anda mau percaya apa tidak , bahkan seandainya saya berkata ini adalah rumah yang pernah saya tinggali anda juga tidak akan percaya "


" kalau kau tahu siapa aku dulu Tuan ,kau tidak akan pernah mengejek ku seperti ini . aku tidak akan pernah membiarkan mu tidur nyenyak berhari-hari . aku akan buat kau jatuh cinta dan mengejar cintaku "


" tapi sayangnya aku tidak bisa berbuat apapun sekarang karena keadaan ini "


" kenapa aku harus percaya padamu . dasar pembual " Jefan tertawa licik


" sepertinya kita memang tidak akan pernah bisa berdamai . saya rasa hanya Nino yang bisa menjadi teman di rumah ini " Anna berdiri . pergi meninggalkan Jefan sendirian di rooftop


" Hei...kau mulai berani pergi tanpa permisi pada ku ya " Anna terhenti


" maafkan saya Tuan kalau saya menghabiskan isi rekening yang anda berikan . sepertinya saya memang harus menunjukkan kehidupan normal saya , supaya anda tidak terus-menerus mengejek saya " sahut Anna tanpa menoleh ke arah Jefan dan bergegas melanjutkan langkahnya


" kenapa dia jadi berani dan lebih galak dari aku sekarang "


" dan apa katanya tadi Nino ...sejak kapan dia memanggil Hanya dengan namanya saja "


" ku rasa sekertaris tengil itu benar-benar mengincar gadis menyebalkan itu " Jefan berfikir dan berbicara dengan dirinya sendiri


" Maaf Tuan , anda di tunggu nyonya besar di bawah " seorang pelayan membuyarkan lamunan Jefan


" Mama di sini "


" iya Tuan , nyonya baru saja sampai "


Jefan bergegas meninggalkan rooftop untuk menemui sang Mama


Langkah Jefan terhenti . memperhatikan sang mama yang sedang menyuapi Anna dengan begitu hangat Seperti sepasang Ibu kandung dan Anak perempuan nya


" sayang ..kenapa hanya berdiri di situ " Rosa memanggil Jefan yang hanya berdiri menatap keduanya


Anna menoleh kaget .


" mama bawa Pizza kesukaan mu "


Jefan menghampiri kedua nya . berjalan dengan cool nya , memasukkan kedua tangan nya ke saku celana


" sudah lama ma " Jefan menyantap Pizza yang di suapi sang mama


" mama cuma mampir sebentar , kebetulan se arah " Rosa menyuapi Jefan lagi


" ternyata Tuan kasar ini , anak mami juga "batin Anna


" Tinggallah sebentar ma...biar Anna menyiapkan makan malam , masakannya enak loh ma " Jefan mencoba mengerjai Anna


" kenapa harus Anna yang memasak , biarkan pak Jim yang memasak "


" Tidak apa-apa ma , Jef benar masakan ku memang enak . biarkan ku tunjukkan kelezatan nya pada suami dan mama mertua ku " dengan Pede dan wajah sok imut , Anna secara tidak langsung menantang Jefan


" oh begitu kah , baiklah "


Bukan hal sulit bagi Anna untuk memasak . kesukaan nya memasak sangat di gemari nya dari remaja . Anna suka berkreasi membuat cake yang hasilnya sangatlah memuaskan . Anna memasak di bantu pak Jim dan pelayan lainnya


Anna menyajikan nya di meja makan , kali ini ia memasak Beef Teriyaki dan tentu saja dengan makanan manis untuk penutup , Choco muffin


" di lihat dari tampilannya , sangat menggugah selera " puji Rosa


" Tampilan bisa berbohong , belum tentu rasa nya secantik tampilannya " Jefan sedikit menyindir


" kamu ini bagaimana Jef , bukankah kamu tadi yang bilang masakan Anna sangat lezat "


" biar Anna suapi ma " Anna menyuapi sang mama mertua


" Hmm...enak sekali sayang , bahkan koki di semua Restoran Jefan tidak ada yang memasak seenak ini " puji Rosa . Anna tersenyum senang karna mertuanya menyukai masakan yang dia buat


" itu sangat berlebihan ma " sahut Jefan


" coba suapi suami mu , biar tahu dia masakan istrinya se lezat ini "


Anna melirik suami di sampingnya " kamu mencoba mengerjai ku kan Tuan , sekarang giliran ku Tuan menyebalkan "


" Buka mulutnya " . dengan pasrah di hadapan sang mama Jefan membuka mulutnya


" opsss ...." Tangan Anna pura-pura menyenggol piring di depannya , Alhasil makanan yang di suapkan Anna belepotan di pipi kiri Jefan


" maaf ...aku tidak sengaja " ucap Anna . Sedangkan Rosa tertawa melihat wajah tampan sang anak belepotan


" apakah terlihat lucu " Jefan menahan amarahnya di hadapan Rosa


" Ha ha ha...sangat lucu sekali " Rosa belum bisa berhenti tertawa


" jarang-jarang loh kita melihat wajah konyol Jefan " bisik Rosa pada Anna yang juga tidak bisa menyembunyikan tawanya


" aku mau kamu menyuapi ku sampai makanan nya habis , kalau kamu tidak mau aku tidak mau makan " pinta Jefan acting di depan sang mama


" balasan ku cukup menyebalkan kan buat kamu "batin Jefan merasa menang


" kenapa begitu , kamu kan bukan anak kecil lagi " tolak Anna


" tidak usah malu sayang , anggap saja mama tidak ada di sini " goda Rosa , mengira kalau tolakan Anna karna malu dengan keberadaan Rosa


" bukan..bukan itu ma "


Jefan tersenyum licik . dia berhasil mengerjai Anna balik


Dengan terpaksa Anna menyuapi Jefan , dia juga tidak mau mama mertua nya curiga


" apa kamu menyukai makanannya "


" Hmm... lumayan lah " jawab singkat Jefan


" kalau tidak enak , kenapa kau habiskan makanannya " Anna menyuapi Jefan suapan terakhir


" aku bilang kan lumayan . siapa yang bilang tidak enak "


" perihal begitu saja kalian ribut , diamlah " Rosa menengahi keduanya


" Pak Jim laporkan jika ada keanehan pada mereka berdua " Perintah Rosa


" memangnya kita berdua anak TK apa ma "


" setidaknya kalian akan sedikit menahan keegoisan dan pertengkaran di antara kalian berdua "


" kalau begitu mama pulang dulu ya " pamit Rosa cipika-cipiki


" Anna selamat istirahat ya , jangan terlalu capek . biar cucu mama cepat datang ke dunia ini " Rosa mengelus perut Anna


" Ah.." Anna kaget dengan perilaku Rosa


Jefan Diam , tak tahu harus menjawab apa


" mama pergi dulu ya "


Anna dan Jefan mengantar kan Sang mama ke depan , menunggu sampai Rosa masuk ke dalam mobil


" kamu tak perlu pindah kamar , tetaplah tidur sekamar "


" kenapa ! aku sudah tidak kuat tidur menekuk tubuh ku tidur di sofa "


" kamu mau pak Jim melaporkan pada mama kita pisah ranjang gitu "


" Tapi aku kan bisa diam-diam perginya "


" kamu tak tahu berapa banyak mata-mata yang di suruh mama di rumah ini "


HAH !!! Anna sedikit kaget


" Aku akan meminjam ranjang ku padamu , jadi tetaplah tidur di kamar " Jefan pergi melangkah menuju kamar


Ceklek !


Anna sudah mengganti pakaiannya dengan baju tidur dan menghampiri jefan


" Tuan saya mau tidur "


" ya sudah tidur saja " Jefan tetap fokus pada handphone yang di pegangnya


" tapi Tuan bilang tadi saya boleh tidur di sini "


" ya sudah tidur saja , kenapa harus bertanya lagi "


" kita tidak akan tidur seranjang kan "


" memang maksud kamu , aku harus tidur di sofa menggantikan mu . sudah diam . kalau kamu masih berisik aku tidak bisa berjanji apa yang bisa ku perbuat saat sekamar dengan seorang wanita "

__ADS_1


Anna diam membisu . dia menjauhkan tubuhnya dari Jefan , sebisa mungkin jarak tidur di antara mereka berjarak cukup jauh


__ADS_2