Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
" Terserah, jgn paksa jika capek "


__ADS_3

Nayla terus melihati layar ponselnya, melihat nama yang terpampang jelas terus memanggil


Samuel


Nayla menutup ponselnya, enggan untuk merespon. tak lama seseorang mengetuk pintu rumahnya


dengan malas dia beranjak untuk membuka pintu


" hai , apa aku boleh masuk "


Nayla tercengang " silahkan "


" apa kau sudah makan, aku ingin makan bersama mu jadi aku membawa pizza kesini "


" belum " canggung


" apa kau baik-baik saja, aku hawatir. kamu tidak mengangkat telfon ku dari kemarin "


" maaf, aku dari kemarin sibuk. ada acara di kampus "


" Aaa...." Samuel menyodorkan sepotong pizza


" aku bisa makan sendiri "


" tidak " memaksa menyuapi Nayla


dengan terpaksa Nayla membuka mulutnya



" enak tidak " memakan bekas gigitan nayla


" enak "


" apa kamu tidak ke kampus hari ini "


" iya, ini mau siap-siap " Nayla beranjak dari tempat duduknya


" aku antar ya.."


" baiklah, aku siap-siap dulu "


tak perlu menunggu lama Nayla sudah kembali, karena dandanan Nayla cukup simple dan tak seribet seperti wanita yang lainnya


" sudah "


" iya, sudah "


" tapi habiskan dulu pizza-nya " Samuel menarik tangan Nayla agar duduk kembali


" apa kamu tidak bekerja, kenapa sepagi ini sudah ada sini "


" pekerjaan ku tidak serumit yang kamu pikirkan "


" bagus dong "


" apa kamu mau bekerja sekantor dengan ku" ucap Samuel sambil terus menggigit pizza-nya


" tidak perlu, aku sudah punya pekerjaan"


" yah, sebaiknya jangan bekerja di tempat ku karena yang ada kamu akan mengganggu pekerjaan ku nanti nya. lagian nanti kalau kita sudah menikah, aku tidak akan membolehkan istri ku bekerja "


Nayla tersenyum " apa kamu benar-benar ingin menikahi ku "


" apa aku harus mengulang setiap hari agar kamu tidak lupa "


" menikahi ku terlalu rumit, beban tanggungan keluarga ku juga banyak. akan ada kesempatan jika kamu mundur dari sekarang "


" aku akan menyanggupi semua, bukankah uang bisa di cari. karena yang ku mau hanya kamu "


" tapi Sam.."


" sudah diam, kamu hanya perlu bilang kapan siap menikah dengan ku "


Nayla diam, tak menyahut


" bagaimana, kenapa tidak menjawab"


" karena aku belum siap jadi aku diam " Nayla mengunci mulutnya


" Ehm...baiklah. diam lah terus, ayo kita jalan " Samuel menarik paksa Nayla keluar


" kamu bawa mobil " melihat mobil terparkir didepan rumah


" iya "


" apa tidak merepotkan kalau kamu mengantarku "


Samuel menggeleng " aku sebisa mungkin akan membuatmu nyaman dengan ku "


" masuklah " Samuel membuka kan pintu mobil


" terimakasih "


Samuel memutar, mengambil kendali mobil


" nanti aku jemput ya "

__ADS_1


" tidak usah, waktu ku sibuk sekali. sepulang kuliah aku harus bekerja"


" bagus dong, aku kan bisa tahu tempat kerja kamu "


" tidak usah mengikuti ku dan jangan mengganggu TITIK !! "


" baiklah, bersenang-senanglah dengan pekerjaan mu sebelum aku melarang mu bekerja setelah menikah nanti "


keduanya larut dengan obrolan sengit


🌺🌺🌺


Anna merapikan kemeja Jefan dan memakaikan dasi nya. melirik kartu nama di atas nakas yang lupa ia simpan


" kartu nama siapa ini " Jefan mengambil kartu nama itu


" oh ..itu...Ehm " belum siap menjelaskan


" fashion designer "


" seseorang menawarkan ku menjadi model baju rancangan nya "


" hah" Jefan tersenyum sinis " apa isi kartu yang ku berikan pada mu kurang "


" masalah nya bukan itu, tapi aku akan membutuhkan pekerjaan itu kalau aku sudah berpisah dari mu. jadi ku pikir aku akan mencobanya "


" ternyata pikiran mu sudah jauh sekali"


" Iyah tentu saja, aku pernah mengalami hidup sulit, karena itu aku harus menyiapkan diri agar hal itu tidak akan pernah terjadi lagi "


" sepertinya kamu tidak tertarik dengan pekerjaan yang aku tawarkan pada mu "


" apa ... "


" aku kan pernah bilang, kalau kau bisa menjadi asisten, membantu ku di kantor "


Anna tersenyum " itu akan sulit tuan, kita pernah tinggal serumah bahkan seranjang pasti itu tidak akan mudah kalau kita bertemu setiap hari. lagian keluarga kamu sudah banyak membantu jadi aku tidak mau lagi merepotkan mu nantinya "


Jefan terdiam, hanya mendengarkan semua yang di ucapkan Anna


" ku pikir kamu tidak akan peduli kalau aku mengambil pekerjaan ini, bukankah kamu pernah bilang kalau aku bisa melakukan apapun yang aku mau "


" baiklah "Jefan berdiri " lakukan yang menurut mu baik buat masa depan mu. tapi jangan terlalu memaksakan jika kamu capek" melewati Anna yang masih berdiri di depannya


kenyataan ini memang sulit, aku mencoba untuk tidak terperangkap dengan kebaikan-kebaikan mu tuan, karena nanti aku akan hanya jadi sebuah nama yang tak begitu penting dalam hidup mu


Anna turun dari tangga, terlihat Jefan sudah menyantap sarapan nya


" aku mau kau menyiapkan makanan kesukaan mereka seperti biasanya "


" ada apa " Anna mencoba masuk obrolan mereka


" tuan mengundang teman-teman nya untuk garden party nona "


" garden party!! apa ada acara istimewa "


" apa harus ada hal istimewa untuk mengadakan party di rumah ku sendiri "


" tidak, aku kan hanya nanya "


" aku sudah selesai, aku berangkat dulu "


kenapa tiba-tiba dingin begitu


" apa dia dulu sering mengadakan garden party sebelum nya "


" iya nona tapi hanya dengan sahabat-sahabat Tuan saja "


" siapa, apa dokter Nicole "


" iya, sahabat Tuan hanya Tuan Nino, dokter Nicole sama Tuan Samuel "


" Ehm...kalau begitu aku juga berangkat "


Anna membereskan buku-bukunya dan bergegas pergi


" Terima kasih pak " ucapan yang tak pernah dilupakan Anna saat sopir nya membuka kan pintu mobil.


Anna memercingkan matanya, melihat sosok yang di kenalnya keluar dari sebuah mobil


" siapa " melihat Nayla melambaikan tangan pada seseorang yang mengantarnya


" hayoo...pacar baru ya "


" apaan sih " Nayla malu


" siapa?, apa dia orang yang tempo hari menolong mu itu "


" yah "


" kok tumben kamu tidak pernah cerita soal dia"


" oh, dia ...Ehm namanya Samuel "


" apa kalian sudah pacaran "


Nayla menggeleng " aku baru mengenal nya jadi tidak mungkin kalau kita pacaran"

__ADS_1


" kenapa tidak mungkin, aku saja yang mengenal Jefan semalam bisa menjadi istrinya"


" sebenarnya dia sudah mengutarakan perasaannya terhadapku, tapi aku masih bimbang "


" kenapa?? "


" baru juga putus "


" apa dia tidak meyakinkan? "


" sebenarnya aku sudah yakin sih, tapi terlalu cepat saja "


" tak apa, butuh waktu saja "


" kau benar "


" mobilnya mewah, apa dia orang kaya" Anna mulai kepo


" bukan, dia hanya pekerja nya saja. kalau dia kaya tentu saja aku akan langsung menolaknya"


" kenapa memang "


" hanya ada lima persen dari seratus ibu mertua seperti ibu mertua mu itu "


" kau ini menikahi anaknya apa orang tuanya"


" iya aku tahu tapi aku hanya tidak mau orang tua ku di hina seperti dulu karena kita tidak selevel "


" kamu terlalu overthinking "


" oh ya, gimana sama tawaran yang kemaren"


" hmm... aku sudah memikirkan nya, aku juga tadi sudah telfon orang nya dan nanti sepulang dari kampus aku langsung ke sana "


###


Anna berjalan lunglai memasuki rumah. sehabis dari kampus tadi dia langsung membicarakan kontrak dengan designer menyangkut pekerjaan nya nanti


terdengar suara ramai dari arah taman, bisa di tebak mereka pasti teman-teman jefan


" apa teman-teman tuan sudah datang " tanya Anna basa basi


" sudah Nona "


Anna mengintip dari balik kelambu jendela, terlihat saling tertawa bahagia


aku kepikiran kenapa dia tidak membalas pesan ku tadi tapi dia di sini terlihat sangat senang


sebelum pulang kuliah tadi memang Anna sudah mengirimi Jefan pesan, tapi tak ada balasan darinya


" kalau begitu aku ke kamar dulu "


" apa anda tidak makan malam dulu "


Anna menoleh " apa Tuan sudah makan "


" sudah bersama teman-teman nya tadi "


" kalau begitu suruh pelayan mengantar ke kamar saja, aku kurang enak badan "


" baiklah Nona "


Anna langsung bergegas menuju kamar, terdengar keras suara para lelaki itu tertawa. memang tidak terdengar perihal apa yang mereka obrolkan tapi bisa di tebak mereka bersenang-senang


Anna keluar balkon, sekedar ingin merasakan angin malam. dan terlihat jelas keakraban ke empat sahabat itu



" Hai Ann....sini gabung " sapa Nino yang tanpa sengaja melihat


ketiganya melihat berbarengan ke arah Anna, membuat gadis itu salah tingkah


" eh, Ehm aku baru saja tiba, jadi sedikit capek. aku istirahat dulu" ujar Anna berhambur masuk ke dalam kamar


sedang situasi di bawah semakin ricuh saat dokter Nicole menyinggung hubungan pribadi Jefan dan Anna


" apa kau sungguh tidak punya ketertarikan pada istri mu " ucap Samuel menggoda Jefan


" sudahlah, kalian tahu aku kan. aku bukan tipe orang yang bisa tidur dengan sembarang orang"


" sembarang orang kata mu!! dia itu istri mu kawan...wanita halal yang bisa kau apa-apa kan" Nicole tertawa


" ck ck, bisa-bisanya dia tidak tergoda hidup sekamar dengan makhluk yang di namakan wanita " Samuel menggeleng


" oh ya, aku baru tahu kalau istri mu itu anak dari mendiang tuan Axel Zander " ujar Nicole


" aku juga, wajah dia seperti familiar sekali. aku baru ingat kalau dia memang putri Tuan Axel" sahut Samuel


" kau mengenalnya "


" aku pernah beberapa kali menjalin kerjasama dengan perusahaannya, dan Tuan Axel selalu mengajak putri nya ikut serta dalam perjalanan bisnisnya "


" itu lah kenapa saat Jefan mengajak nya meeting dengan klien di luar, dia seperti sudah terbiasa menyapa para klien" sahut Nino


" tidak menyangka bisa menikah dengan mu Jef, dia masih tetap cantik seperti dulu " puji Samuel


Jefan tersenyum kecil, mengingat pertemuan pertama dirinya dan Anna waktu dulu

__ADS_1


__ADS_2