
setelah makan malam Anna memutuskan kembali ke kamar terlebih dulu, dia rasa kepalanya sedikit pusing, baru saja ia mau merebahkan tubuh, handphonenya berbunyi
" Hallo " Anna menerima telfon di balkon kamar tak enak sewaktu-waktu Jefan datang
" tak bisakah kita bertemu sebentar " sahut orang di sebrang
" ma'af Dav, kepalaku sedikit pusing, lagian ini sudah malam jadi aku tidak bisa keluar"
" kamu sakit, aku akan mengantar mu ke dokter" Davin hawatir
" tidak, tidak usah. aku sudah minum Paracetamol barusan "
" tapi aku hawatir, bagaimana kalau itu bukan hanya sakit kepala biasa "
" makasih ya. kamu masih tetap seperti dulu, begitu menghawatirkan kondisi ku " sahut Anna mencoba mengingat kebaikan Davin. tapi saat ini Anna tidak sadar, ada seseorang yang marah mendengar percakapan nya dari balik kelambu
" apa kau sudah makan "
" iya aku sudah makan, tak perlu menghawatirkan itu juga, aku tak mungkin kelaparan di sini " Anna tersenyum
BRRAAKKK..
spontan Anna menoleh, kaget dengan seseorang yang membanting pintu kamar
" apa itu Jefan "gumam Anna
" siapa Ann " terdengar juga oleh Davin
" entahlah, sudah dulu ya, biar ku lihat " Anna menutup telepon nya. Anna mencari seisi kamar tapi tak ada orang
" pak Jim kemana Jefan, kenapa belum masuk kamar" tanya Anna di ruang bawah
" tuan pergi ke club baru saja ,ada undangan ulang tahun sahabat karibnya Nona "
" club' malam" ulang Anna heran " baiklah kalau begitu, aku kembali ke kamar dulu "
"kenapa dia tak mengatakan nya padaku, tapi peduli apa dia. memang wataknya sudah begitu "
🌺🌺🌺
Jefan bergegas mengganti pakaiannya, ia melihat Anna sedang menerima telfon di balkon. bukan maksud Jefan untuk menguping tapi ia tak sengaja mendengar percakapan Anna dan orang di sebrang itu, membuat langkahnya terhenti
" ma'af Dav, kepalaku sedikit pusing, lagian ini sudah malam jadi aku tidak bisa keluar"
" tidak, tidak usah. aku sudah minum Paracetamol barusan "
" makasih ya. kamu masih tetap seperti dulu, begitu menghawatirkan kondisi ku "
entah mengapa ada perasaan kesal di hati Jefan mendengar percakapan Anna. dengan kesal dia meninggalkan kamar dengan membanting pintu
BRAAKKK...
" pak Jim jangan tunggu aku pulang, ada pesta di club' Samuel " pamit Jefan dengan nada kesal
Jefan pergi mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi, Anna membuat mood booster nya hilang
" Hai Bro..." sapa Samuel dengan gaya biasa mereka bertemu
" kenapa wajahmu Savage begitu " sapa Nino
" apa ini masalah rumah tangga" goda Nicole
" sudahlah, bukankah kita disini untuk bersenang- senang" sahut Jefan
" baiklah, bawakan semua jenis minuman kemari " pinta Samuel
mereka memang suka minum tapi tidak suka di temani dengan penghibur club' atau ladies. mereka hanya sekedar bertemu dan berkaraoke, sejenak melupakan kesibukan masing-masing.
tak ada wanita penghibur karena mereka sangat tahu apa yang akan di akibatkan dari pergaulan bebas
apalagi level wanita mereka sangat tinggi, jadi ada rasa risih dan jijik pada mereka yang bergonta-ganti pasangannya
" kapan kau mengenalkan kekasih mu Nicole" samuel
" masih jauh, kita masih belum mengenal lebih jauh "
" apa dia dokter juga "tanya Nino sambil meneguk alkoholnya
" iya, dia baru bergabung di rumah sakit kita. dokter kandungan " jawab Nicole bangga
__ADS_1
" bagaimana setelah menikah apa enak " goda Samuel
Jefan memiringkan senyumnya " kau rasa " sahut Jefan. sudah beberapa kali meneguk alkohol
" eh Jef , kau jangan banyak minum, nanti mabuk aku yang repot" ujar Nino yang melihat Jefan banyak meneguk alkohol
" lihat saja dirimu, sudah tepar begitu " sahut Nicole pada Nino yang sempoyongan
" aku..tidak..mau..mengan..tarmu...pulang, kau..ini selalu.. merepotkan ..ku seperti..Anna" ucap Jefan yang sudah mabuk parah
jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi, Jefan memutuskan untuk kembali dengan mengendarai motor nya sendirian walaupun ada banyak anak buah Samuel yang siap mengantar kan nya sampai rumah
Jefan memasuki halaman rumah, kepalanya bertambah pusing, efek alkohol yang banyak diteguknya. laju motornya semakin cepat, dia tidak bisa mengendalikan motornya. motor itu oleng menabrak tanaman di depan rumah
BRUUKKK
🌺🌺🌺
Anna terbangun dari tidurnya, melihat jam yang sudah pukul 02:30 pagi tapi Jefan tak kunjung pulang juga
"apa telfon saja ya, tapi apa tidak terlalu ikut campur " Anna bimbang
tak lama terdengar deruan suara motor,
" apa itu Jefan " Anna membuka balkon kamar, mencari tahu siapa pengendara motor
BRUKKKK
terdengar suara begitu keras, seperti menghantam sesuatu. Anna berlari dengan cepat, firasat kalau terjadi sesuatu pada Jefan
" Jefan!! " Anna berhambur mendekat
" kenapa pak Jim "tanya Anna pada pak Jim yang sudah membuka helm Jefan
" tuan muda sepertinya mabuk Nona, dia menabrak pot bunga "
" mabuk!! " Anna mencium bau alkohol yang tajam dari mulut Jefan
" permisi Nona, biar saya antar tuan ke kamar"pak Jim mengantar Jefan dengan di bantu satu pelayan
" kenapa dia mabuk " gumam Anna, ada rasa kecewa dalam hati Anna melihat kelakuan Jefan kali ini
" biar saya yang melepas sepatunya, pak Jim bisa kembali beristirahat "pinta Anna
Anna melepas sepatu dan jaket yang dipakai Jefan, Anna mendengus tubuh Jefan, memastikan tak ada bau parfum wanita
" kenapa dengan ku, bukankah hal yang lumrah untuk penguasa seperti dia pergi ke club' bersama temannya. dan di temani ladies. tapi aku kan istrinya, kenapa aku kesal kalau dia bersama wanita lain " Anna melempar jaket yang di pegangnya ke muka Jefan, sangat kecewa pada kelakuan Jefan
🌺🌺🌺
pagi ini Jefan bangun pukul Dua belas siang, kepalanya masih pusing karena kebanyakan minum semalam
" Argrrhh.... kepala ku " Jefan masih merasakan kepalanya pusing
" jam berapa ini, kenapa diluar panas sekali"Jefan perlahan membuka matanya
" Anna...Anna.." ia memanggil Anna karena tak dapat menemukan handphone nya
" kamu sudah bangun "Anna baru memasuki kamar
" jam berapa sekarang, kenapa kau tidak membangunkan ku "Jefan bangun dengan kelimpungan
" Sekarang pukul dua belas siang "
" kenapa kau tidak bangunkan aku, aku harus ke kantor" Jefan berdiri karena sudah sangat telat " Arrgghhh " kepalanya kembali pusing. spontan ia menarik tangan Anna di sebelahnya, dan mereka terjatuh dengan posisi tubuh Jefan tertindih Anna dari atas
sejenak mereka terdiam, saling pandang. sepertinya Jefan sedikit menikmati adegan real seperti adegan film
" apa ini, dia menyentuh ku sebelum membersihkan tubuhnya, setelah dia bersentuhan dengan banyak wanita di club' tadi malam. cih, jijik sekali "batin Anna
" bau badan mu buruk sekali " ucap Anna berdiri
" apa kau bilang!!! "
" maksud ku bau alkohol mu. sebaiknya kau mandi dulu, aku akan menyiapkan makanan untuk mu " Anna meninggalkan nya sendirian
" apa karena bau ku dia jadi jutek begitu "Jefan mencium bau badannya sendiri
" apa aku mengatakan sesuatu yang buruk padanya semalam "Jefan mulai menerka, dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi
__ADS_1
setelah selesai berganti pakaiannya, Jefan turun ke ruang bawah untuk menyantap sarapan nya yang sudah terlalu siang
" apa anda tidak ke kantor tuan " sapa pak Jim yang melihat Jefan berpakaian santai
" kepalaku masih sedikit pusing, sepertinya aku harus beristirahat "
" makanya kalau minum-minum kontrol sedikit, tidak baik minum berlebihan"
Jefan hanya melirik Anna yang ngomel disampingnya, dia baru ingat bagaimana cara nya dia pulang semalam
" apa Nino mengantarku pulang semalam"
" tidak tuan, anda pulang sendirian mengendarai motor "
" motor," Jefan meletakkan sendok nya " apa aku bisa pulang sendiri naik motor"
" cih, dia lupa semalam tepar" gumam Anna sinis
" iya tuan, semalam anda pulang sendiri tapi sesampainya disini anda menabrak pot bunga di halaman depan "
" ah benarkah, bagaimana dengan motor ku" Jefan langsung bergegas menuju halaman rumah, melihat keadaan motor nya
" kenapa banyak yang ringsek" Jefan mengamati bagian depan yang menabrak
" sebaiknya kalau anda ada acara malam ,bisa di temani sopir tuan "
" sini kunci motornya pak Jim, biar si ceroboh ini tidak melakukan hal gila lagi "pinta Anna
" sini pak Jim, kau boleh masuk sekarang" perintah Jefan
" pak Jim "Anna kesal, pak Jim memberikan nya pada Jefan dan meninggalkan keduanya
" sini biar aku yang pegang, agar kau tak bertingkah seperti anak kecil lagi"
" bertingkah seperti anak kecil, " ulang Jefan tak mengerti
" yah, kau pulang mabuk parah, dan dengan bangganya naik motor sendiri sampai rumah menabrak pot bunga, syukur kau hanya menabrak pot, bagaimana kalau menabrak di jalan raya "
" hah!, apa ada anak kecil yang bertingkah mabuk-mabukan dan dengan sengaja menabrak kan dirinya begitu. dasar bodoh sekali "
" ada, tingkahmu itu seperti anak kecil tuan "Anna mengerucutkan bibirnya
Jefan menarik pinggangnya, keduanya begitu dekat "apa kau menghawatirkan ku "
" lepaskan "Anna mencoba melepaskan
" tidak, sebelum kau menjawabnya" Jefan semakin mempererat tarikannya, membuat gadis itu mulai sesak
" aku hanya tidak mau saja menjadi janda sebelum waktunya "
" apa kau bilang!!! "
" waktu kita kan cuma satu tahun, jadi aku tidak mau kalau terjadi sesuatu pada mu sebelum kau berpisah dengan ku "
" apa kau mau aku mencium mu disini, berani sekali kau mengatakan itu padaku "
" lepaskan, aku bukan wanita murahan yang bisa kau peluk sembarangan seperti ladies di club' malam"Anna mendorong kuat tubuh lelaki itu
" Hah!!! ,wanita "
" yah, memang apa yang tak dilakukan orang kalau pergi ke club' malam kalau bukan untuk minum dan main wanita "
" aku heran, katanya kau anak konglomerat. masa nongkrongmu tidak pernah ke club' malam"
" tidak ada hubungan nya dengan itu "
" apa kau cemburu "goda Jefan
" Pe-de sekali anda tuan, saya menjaga sekali perasaan saya, agar tidak pernah terlibat dengan hati dalam keseharian saya bersama anda "
" apa kau yakin tidak akan jatuh cinta padaku"
" cepat kemari kan kunci motornya, aku tidak mau terjadi Seperti ini lagi, nanti aku juga kan yang kena omel mama "sahut Anna mencoba mengalihkan pembicaraan
" itu urusan mu "
" Jefan!! , aku telfon mama sekarang juga "
" kau menang "Jefan memberikan kunci motornya pada Anna, bukan karena ia takut di laporkan pada sang mama tapi Jefan senang, merasa di pedulikan oleh Anna
__ADS_1
Bersambung.....