Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
berbagi kamar


__ADS_3

" hai..."


" hah..sejak kapan kau di sini" Nayla kaget, Samuel sudah berada di depan rumahnya


" apa aku terlalu pagi "sapa Samuel


" apa kamu kesini menagih traktirannya? "


" Hem.."


" tidak sopan tahu laki-laki sepagi ini sudah berada di rumah gadis "


" aku tidak punya nomor yang harus ku hubungi, jadi bagaimana aku bisa menagih janji mu"


" tapi aku ada kuliah hari ini "


" aku antar ya " sahut Samuel


" tidak, tidak usah"


" tidak apa-apa lagian aku banyak waktu luang hari ini " Samuel menarik tangan Nayla


" kamu mau mengantarku dengan apa " Nayla melihati sekelilingnya, tak ada kendaraan di depan rumahnya


" UPS! iya aku lupa, aku kesini jalan kaki sambil jogging, tapi kata mu tadi kampusnya tidak jauh dari sini "


" tapi lumayan sih kalau jalan kaki, biasanya aku naik kendaraan umum. tapi it's ok, jalan kaki pagi hari itu menyehatkan "


" berapa nomor ponsel mu, biar aku tak perlu repot begini untuk menemui mu"


" aku tidak punya handphone "


" ck, mana mungkin anak kuliahan seperti mu tidak megang handphone "


" ya sudah kalau tidak percaya "


" sini tas mu " Samuel menarik ransel yang di pakai Nayla


" kau mau apa..."


Samuel mencari handphone Nayla, tidak di password


" kau ini ceroboh sekali, lain kali pasang password ponsel mu untuk keamanan"


" kamu menasehati tapi melakukan nya" Nayla geleng-gelengkan kepala " mau kamu apakan tas ku "tanya Nayla melihat Samuel akan memakai ranselnya


" biar kamu tidak berat membawanya "


" itu tidak berat, hanya ada beberapa buku saja "


" oh..." Samuel memberhentikan langkahnya, melihat seekor anjing menatapnya


" kenapa..wah, apa kau takut dengan anjing itu" Nayla tertawa lebar


" tidak, aku ini hanya terlalu tampan jadi dia menatap ku begitu " ucap Samuel sembunyi di belakang tubuh Nayla


" hah! bilang saja penakut "



" Apa ini kampus mu " tanya Samuel setelah Nayla berhenti


" iya ini kampus ku, kalau begitu aku masuk dulu "


" see you " Samuel melambaikan tangannya


🌺🌺🌺


" mau bareng tidak ke restoran " ucap Anna sambil membereskan buku-bukunya


" Hem.." Nayla berfikir keras


" ada apa " tanya Anna


" sebenarnya aku punya janji hari ini, boleh tidak aku tidak masuk kerja hari ini. kamu kan istri Bos, please...." Nayla menyatukan kedua tangannya, memohon


" siapa, apa kamu sudah move on " selidik Anna


" hanya teman saja, dia kemarin banyak membantu ku. jadi aku berjanji akan mentraktir nya hari ini "


" ok, baiklah "


" apa orang nya tampan" goda Anna


" lumayan " Nayla meninggalkan Anna yang menunggu sopirnya datang


" jangan lupa hubungi aku nanti ya.." teriak Anna


Nayla berlari kecil keluar dari kampus dan mendapati Samuel sudah menunggunya


" selamat siang putri..." sapa Samuel


" hah! namaku Nayla bukan putri "


" tau, ayo kita jalan "


" kemana kita akan pergi, jalan kaki "


" aku ingin naik kendaraan umum atau mungkin naik kereta, kau tahu ... sebenarnya aku belum pernah naik kereta "


" memangnya aku mau mentraktir mu di luar kota apa, ada ada saja "


" ide yang bagus, memangnya kenapa? bukan masalahkan. kita kan bisa sambil nge-date "


" tapi..."


" masalah tiket, biar aku yang bayar "


Samuel dan Nayla tiba di stasiun kereta, laki-laki itu benar-benar serius dengan perkataan nya

__ADS_1


" please, jangan minta yang aneh-aneh ya, mana cukup uang ku nanti "


" karena aku orang yang baik, aku akan mentraktir mu balik nanti " jawab Samuel


" oh ya, bukankah katanya kamu kerja, apa aku sudah mengganggu pekerjaan mu" sahut Samuel lagi


" seharusnya sih, karena aku tidak pernah ingkar janji. jadi aku meminta ijin libur sehari"


" hmm... sepertinya aku tambah ingin mendekati mu "


" kenapa to the point sekali "


" yah, ku katakan Dengan terbuka padamu kalau aku mendekati mu, aku ingin mengenalmu lebih jauh lagi. seandainya kamu percaya padaku, aku akan langsung datang ke rumah mama mu dan ku katakan aku akan menikahi putrinya "


" kau ini terlalu terbuka, aku kan yang malu" gumam Nayla



" nay..." Samuel menggenggam tangan Nayla


" aku tahu ini terlalu cepat, tapi kenyataannya aku sudah menyukai mu saat pertama kita bertemu. ada rasa yang berbeda yang tidak ku rasakan saat bertemu dengan wanita lain"


" apa!! dia ini terlalu to the point"


" aku tidak mau kamu menjawab saat ini juga, tapi setidaknya kamu aku akan memikirkan nya"


" ma'af tapi...."


" jangan di jawab sekarang, aku sudah tahu jawaban mu kalau sekarang"


" kenapa kamu yakin begitu"


" kita kan baru kenal, tentu saja kamu tidak akan mengiyakan secepat itu"


" aku ini orang miskin, kau hanya belum saja bertemu dengan seseorang yang jauh lebih segalanya dari ku"


" aku tahu kamu orang baik, dan aku melihat kamu lain dengan wanita biasanya"


" baik itu tidak bisa jadi acuan kau menyukaiku, orang baik akan kalah dengan orang cantik, kaya dan baik. kenapa tidak kalau ada paket lengkapnya bukan " Nayla tersenyum


" yah, ku rasa kamu juga punya paket lengkapnya "


" apanya... kekasih ku saja meninggalkan ku karena dia sudah bertemu orang yang lebih cantik dan kaya raya "


" tapi kalau aku sudah nyaman dengan mu , mau apa, perasaan tak boleh di paksa"


tak di sadari mereka, kereta yang di tumpangi sudah berhenti di kota B


" sudah gila aku, cari makan saja harus pergi ke luar kota "


" kira-kira dimana ya tempat yang enak "


" Deket sini ada tempat angkringan enak gitu, tempatnya di taman kota "


" angkringan ?? apa itu angkringan "


" apa ya..tempat orang yang jualan kayak pake gerobak gitu, tapi makanannya enak-enak kok"


" tidak semua orang yang jualan pinggir jalan itu kotor "


" ok, bisa di coba "


hari sudah menunjukkan sore hari, tapi keduanya masih asik berbincang dan menikmati hidangan yang di pesannya


" aku pasti akan merekomendasikan tempat ini pada sahabat ku, dia harus buat tempat seperti ini juga "


" ah udah mulai gerimis " tangan Nayla menengadah gerimis


" kalau gitu ayo kita balik sebelum hujan " ujar Samuel setelah membayar makanan yang di pesannya


" kenapa kamu yang bayar, aku kan sudah berjanji untuk mentraktir mu "


" kau mau pergi bersama ku itu sudah terbayarkan oleh mu, sekarang ayo kita pulang, keburu hujan " Samuel menarik tangan Nayla


" yah hujan sudah turun "


keduanya berhenti di bawah pohon, hujan lebat tiba-tiba mengguyur tempat itu


" kenapa harus hujan sekarang sih, kenapa tidak tunggu nanti kalau sampai rumah " gumam Nayla


" ck, kamu lucu sekali sih, kenapa kita tidak hujan-hujanan saja. entah kapan aku terakhir merasakan hujan " sahut Samuel


" kita bukan anak kecil lagi "Nayla mendekap lengannya, kedinginan


" kamu kedinginan "


" tidak, tidak apa-apa "


" berhenti bilang tidak apa-apa, hujannya cukup lebat nanti kamu bisa sakit " Samuel melepaskan jaketnya dan memakaikan pada Nayla


" tapi kamu..."


" aku ini cowok, jadi sudah biasa menghadapi hal sepele seperti ini "


" bagaimana ini.." Nayla menengadahkan wajahnya ke langit, melihat hujan yang semakin lebat


" ini sudah larut sekali " Samuel melihat jam tangannya


" bagaimana kalau besok saja kita kembali, hujannya deras sekali kita tidak mungkin terus menerus menunggu di sini "


" terus kita tidur di mana"


" aku tidak bisa pulang dengan membawa laki-laki, mau bilang apa pada ibu nanti"


kota ini memang tempat kelahiran Nayla, dia tidak bisa mengatakannya pada Samuel karena laki-laki ini pasti akan nekat mengatakan banyak hal pada orangtuanya


" kita bisa memesan kamar hotel "


" apa!! uang ku tidak akan cukup membayarnya, hotel di sini cukup mahal untuk hanya sekedar tidur semalam saja "

__ADS_1


" aku yang akan membayarnya"


" apa kau punya cukup uang untuk membayar nya, kita kan sama-sama orang miskin. jangan permalukan aku nanti di sana ya "


" dia tetap mengira aku orang miskin " batin Samuel, menghela nafas


" tenang saja, aku dapat bonus banyak dari partner kerja ku kemarin "


keduanya berlari menuju hotel yang tak jauh dari keberadaan mereka


" Samuel sini..." panggil Nayla dengan suara sedikit berbisik


" apa "


" kalau uang mu tidak cukup untuk membayar dua kamar, pesanlah satu saja kita bisa berbagi" bisik Nayla


" Hem " Samuel hanya tersenyum


Samuel menuju resepsionis


" sebenarnya uang ku cukup membayar dua kamar tapi bagaimana lagi, dia pasti curiga" batin Samuel


" buka jaket mu itu, nanti bisa sakit kalau kau terus memakainya"


" jangan coba macam-macam padaku ya" Nayla pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


" mimpi apa semalam, aku harus bermalam dengan laki-laki di sini " Nayla berbicara pada pantulan dirinya di cermin


tak banyak aktivitas yang dilakukan Nayla di kamar mandi, jadi tak butuh banyak waktu dia sudah keluar dari kamar mandi


" aku sudah selesai jika kamu mau membersihkan diri "


" yah " Samuel memasuki kamar mandi


" kapan dia pesan makanan " Nayla mengambil potato yang ada di meja


" uh!! pedas sekali " Nayla langsung meneguk minuman di sampingnya " kenapa rasanya aneh begini " Nayla meneguk kembali minumannya, walaupun terasa aneh di lidah Nayla tapi rasa pedas yang di rasakan memaksanya untuk terus meminumnya


" eh stopp!! "ucap Samuel yang baru keluar dari kamar mandi


" kenapa "


" itu wine, kenapa kau meminumnya "


" benarkah, rasanya aneh"


" kau bisa mabuk jika minum ini" Samuel mengambil gelas dari tangan Nayla


" apa!! aku sudah meminumnya berulang kali, makanan ini pedas sekali lagian kenapa kamu pesan minuman itu"


" ini room service "


" ah..kepala ku tiba-tiba pusing " Nayla memegang kepalanya


" kamu tidur saja, biar kepala mu tidak begitu pusing " Samuel menidurkan Nayla


" aku..belum mengantuk " ucap Nayla sedikit aneh dengan logat bicaranya


" aku akan tidur di sofa saja " Samuel berdiri, tapi tangan Nayla dengan cepat menariknya sehingga tubuh Samuel jatuh tepat di atasnya


" kau tampan juga " goda Nayla yang mulai tidak sadar dengan kelakuannya


" tidak tidak... kau sedang mabuk Nayla " Samuel mencoba berdiri


" tapi temani aku sampai tidur di sini ya, aku takut " Nayla memegang lengan Samuel


" ok, aku tidak akan kemana-mana, tapi kau harus tidur "Samuel duduk di pinggiran ranjang


" Hem.." Nayla tetap memegang lengan Samuel erat


Samuel mengelus rambut Nayla lembut, dan menyingkirkan rambut-rambut kecil yang menutupi wajah Nayla, gadis itu terlihat menggemaskan. membuat Samuel yang jatuh cinta pada pandangan pertama semakin yakin dan mantap menikahinya


" kenapa..apa aku cantik hihi..." Nayla mendongakkan kepalanya


" iya, kamu cantik. sudah tidur saja biar kau tidak tambah ngelantur "


" kamu..dari tadi .. menyuruhku tidur, aku ini , tidak mabuk sayang..."


" hah!!, kau bilang sayang pada ku, itu tandanya kau sedang tidak sadarkan diri "


" kau itu banyak bicara sekali " Nayla duduk dan mendekatkan wajahnya pada Samuel


" apa mulut ku bau alkohol" Nayla menambah kedekatan wajahnya


" Nayla, kau...." Samuel kaget dengan tindakan Nayla


" cepat katakan ..apa mulutku bau alkohol "


Samuel mulai menelan saliva nya, gadis itu benar-benar sudah menggoda nya. wajah keduanya bukan hanya dekat, bibir mereka nyaris bersentuhan


" ah ..panas sekali di sini" Nayla mulai membuka kaos yang di pakainya


" kau tidak boleh lakukan itu Nayla " Samuel menutupi tubuh Nayla yang tinggal memakai B* dengan selimut


" lepaskan "


" please Nayla, sadarkan diri "


" aku ini laki-laki normal Nayla, jangan goda aku dengan semua ini "


Samuel memeluk Nayla dengan erat, agar gadis itu tidak bisa berontak


" selimut ini panas sekali, lepaskan aku " Nayla terus berontak " apa mau ku cium " Nayla menggoda Samuel lagi


" diam dan tidak usah bicara "


ucap Samuel tapi Nayla tidak mengindahkan ucapan Samuel, dia malah mencium bibir Samuel dengan tiba-tiba tanpa persetujuan Samuel


" apa yang kamu lakukan" Samuel mendorong tubuh Nayla, kesadaran Nayla benar-benar di luar batas. dia malah mendorong tubuh Samuel hingga terlentang dia atas ranjang

__ADS_1


Nayla menyentuh bagian belakang telinga Samuel dan memainkannya. tangan Nayla turun ke arah leher Samuel, ada yang bergerak. ternyata Samuel menelan saliva nya


__ADS_2