
Hari ini Jefan dan Anna sudah tiba di luar kota, seseorang yang ditugaskan untuk menjemput mereka, mengantar ke Villa keluarga Jackson
" aku ada urusan sebentar " melewati Anna
" apa lama "
" kenapa " Jefan memberhentikan langkahnya
" tidak, tapi ini kan tempat baru. ya kali aku sendirian di Villa besar ini "
" Hah! kau penakut "
" ah! tidak bukan begitu " Anna merengek
" Villa ini dulunya tempat tinggal keluarga ku dan masih di rawat dengan baik sampai sekarang jadi kamu tidak usah punya pikiran Villa ini angker "jawab Jefan seakan tahu isi pikiran Anna
" tapi kebanyakan film yang ku tonton memang begitu "
" di jaman seperti ini masih percaya dengan begitu an " Jefan menyentil telinga Anna
" mungkin aku bisa ikut. siapa tahu kamu membutuhkan sesuatu"
" tidak usah, kamu pasti merepotkan ku nanti, di sini ada seorang pelayan, jadi jangan khawatir "
Jefan meninggalkan Anna sebelum wanita itu berkomentar terlalu banyak
Anna memandangi di sekitar kamarnya, pemandangan yang sangat sangat indah!!. kamarnya langsung berhadapan dengan laut luas
" kenapa dia tidak pilih tinggal di sini saja, Rumah ini terlihat sangat nyaman " gumam Anna cengar-cengir sendiri
" kenapa aku bisa berfikir villa ini angker, sepertinya film sudah merusak kesehatan otak ku"
" baiklah, sekarang biar aku tidur seharian, besok kita mulai adventure " Anna membaringkan tubuhnya
Benar saja Anna menghabiskan waktu seharian di Villa, sepertinya dia juga membutuhkan me Time sendiri setelah lelah dengan pemotretan dan kuliahnya
Anna menguap, tak menyadari ada seorang lelaki bertelanjang dada tidur di sampingnya
Tok..Tok..Tok...
" Jef..Jefan ..." terdengar suara Nino dari balik pintu
" Jefan !!! " panggilnya lagi
Anna yang sedikit tersadar, mendengar suara ketukan
" HAHH !!!" Anna membungkam mulut dengan tangannya, speechless melihat dada Jefan tepat di hadapan matanya
" dia selalu membuat hidupku tidak nyaman" Jefan terbangun, bergegas membuka pintu
" Heem..." gumam Jefan, masih belum sepenuhnya sadar
" Hah!! apa aku mengganggu kalian " berfikir sedang terjadi sesuatu pada mereka
" iya, kau sangat menggangu, aku baru saja tidur tapi kau berisik sekali "
" apa kalian sedang bercumbu " menggoda Jefan
" sudah ada apa, bukankah acaranya masih lima jam lagi "
" aku cuma mau mengantar berkas yang kau pinta tadi "
Jefan mengambil berkas dari tangan Nino "apa sudah tidak ada lagi "
" Hai Ann...tidur mu nyenyak sekali " sapa Nino yang melihat Anna terbangun dari ranjang
" kamu di sini juga "sahut Anna
__ADS_1
" Tentu saja kalau ada Jefan, sudah pasti ada Nino, tapi tenang saja aku tidak akan mengganggu kalian "
" sudah sana pergi " Jefan menutup pintu kamar nya
Malam ini tiba peresmian kantor cabang Jackson group. Anna memakai dress berwarna navy selutut terlihat sangat elegan
terlihat cukup banyak para tamu undangan yang memenuhi ruangan. Anna berdiri tepat di sisi Jefan menyapa semua para tamu
acara inti yang membuat Jefan sangat sibuk beberapa hari ini sudah terlaksana dengan lancar
" selamat atas peresmian cabang yang baru tuan "
" Terimakasih "
" kenapa peresmiannya tidak menunggu hari ulang tahun anda saja tuan, bukankah beberapa hari lagi bertepatan dengan hari ulang tahun anda "
" aku tidak suka mengadakan pesta, maksud ku cukup berkumpul dengan orang terdekat saja"
oh ya dia sebentar lagi ulang tahun, apakah aku harus menyiapkan hadiah untuk nya
Anna melihat mereka saling sibuk, dia melirik sosok Jefan sibuk meladeni para relasi nya
Anna menarik diri dari keramaian, keluar room sekedar mencari angin malam, menyusuri pantai yang terlihat indah di malam hari
" ternyata ramai juga " Anna melihat sekitar
" kenapa aku seperti anak ayam yang kehilangan induk nya, kesepian " mendekap lengannya, angin malam di pantai cukup dingin
" senang rasanya melihat mereka bahagia " Melihat kehangatan sebuah keluarga
Anna melepas heels, menentengnya. dia berjalan di tepi pantai, berjalan di air menyusuri bibir pantai
langkahnya terhenti, dan menghampiri seorang penjual jagung bakar di tepi pantai
" mau satu pak "
" saya sendirian "
" oh, silahkan " memberikan sebuah jagung bakar
" jagung bakarnya satu " ucap seseorang yang baru datang
" hmm enak " sambil menggigit jagung bakar. Anna
" Anna " orang itu menyapanya, spontan Anna menoleh
" Davin "
" kau di sini, dengan siapa " Davin mencari seseorang di sebelah Anna
" kau mengikuti ku, kenapa bisa kebetulan di sini "
" kau lupa, ini kota kelahiran ku, ibu ku sedang sakit jadi sudah seminggu yang lalu aku datang ke kota ini "
" benarkah, "
" yah, tapi memang tidak ada yang kebetulan, sepertinya kita memang benar-benar berjodoh "ucap Davin
" berjodoh, " Anna tersenyum
" dimana Jefan, kamu ke sini bersama nya kan"
" hemm, malam ini peresmian anak cabang perusahaan Jackson "
" tapi kenapa kamu malah di sini "
" aku suntuk saja, jadi ku putuskan keluar sebentar mencari udara malam "
__ADS_1
" mau kencan bersama ku malam ini"
" kencan, " ulang Anna
" maksud ku, aku akan mentraktir mu makan malam "
" ma'af Daf, aku tidak bisa lama-lama keluar mungkin Jefan sedang mencari ku saat ini "
" baiklah, kalau begitu akan ku antar kembali ke tempat mu " Davin mempersilahkan Anna berjalan dahulu
" Terimakasih "
" enak ya jagung bakarnya "
" Hem " sambil terus menghabiskan sisa jagung bakarnya
" eh kenapa lewat di situ, nanti dress mu bisa basah " ucap Davin melihat Anna melewati air di bibir pantai
" tapi aku menyukainya "
" kamu tidak pernah berubah ya, tetap saja keras kepala " menatap Anna
" aku tetaplah Anna, Anna callista Zander "
" dan tetap lah mencintai ku " Davin mengambil sisa jagung di bibir Anna
Anna terdiam sejenak
" aku harus cepat kembali, " Anna mempercepat jalannya
Anna memang masih ada perasaan di hatinya untuk Davin, dia bertahun tahun menunggu saat seperti ini, saat dia akan bertemu kembali dengan Davin
" oh ya, salam untuk ibu mu "
" baik, akan ku salam kan dari calon menantunya. mau kah kapan-kapan menjenguk ibu ku, pasti dia akan sangat senang sekali "
" boleh, aku akan meluangkan waktu ku nanti"
" aku akan menunggu kabar dari mu"
Anna tersenyum " Terimakasih sudah mengantar ku, aku masuk dulu "
" ok, aku juga akan kembali bye..."
Anna melihat jam, semoga dia tidak cukup lama pergi keluar tadi pikir nya
" dari mana " Jefan mengagetkan nya
" mencari udara segar di luar sebentar "
Jefan melihati nya dari atas ke bawah, menaruh curiga
" tapi kenapa pakaian mu basah "
" oh ini tadi aku bermain air di pantai "
Jefan mendekat " angin malam di pantai sangat kencang, rambut mu berantakan " merapikan rambut Anna
" Terimakasih " ucap Anna canggung
" apa kau sudah makan "
" aku sudah makan jagung bakar tadi di luar, kalau kamu mau makan aku bisa mengambilkan nya untuk mu"
Jefan mengendusnya " yah memang bau jagung bakar "
" kenapa, apa kamu kira aku berbohong "
" mungkin saja " Jefan meninggalkan nya sendirian " aku akan menunggu traktiran mu karena kamu sudah keluar tanpa izin ku " berbalik kembali
__ADS_1
Bersambung....