Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
Om Klien


__ADS_3

Anna mempersiapkan diri untuk menghadiri lunch bersama klien Perusahaan jefan . Anna sangat fashionable sekali dalam berpenampilan . ia memilih setelan kantor serba hitam di padankan dengan kaca mata hitam


Anna memasuki Restoran , mengikuti pelayan yang mengarahkan ke ruangan VVIP Jefan


" apakah ini juga Restoran milik nya juga" Anna menyusuri ruangan dengan pandangan nya



" selamat siang Tuan " sapa Anna kepada Jefan dan Nino yang sedang serius mengobrol


" Ha..i....Ann...." Nino menoleh , tak melanjutkan kalimatnya


" tak bisakah kau tak usah memakai kaca mata mu itu " tambah Nino


" kenapa " tanya Anna bingung


" karena kalau kau memakai kaca mata terlihat sangat cantik , apalagi rambut terurai kamu . bukankah itu tipe wanita kesukaan mu sekali Jef "


Jefan yang dari tadi mencoba bersikap biasa kini tak bisa ngelak dari godaan Nino


" bisakah kita di sini tak membahas selain pekerjaan " ujar Jefan datar


" tentu saja tidak bisa , kau tahu wajah mu itu menakutkan sekali . tidak bisakah sesekali tak usah memasang wajah datar begitu "


" selamat siang Tuan Jefan " seseorang menyapa Jefan


" selamat siang Tuan Billy " Jefan berdiri menyambut relasi nya dan menjabat tangannya


" bagaimana kabar mu Anna "


Semua yang hadir kaget tak terkecuali Anna yang namanya di sebut


" baik Tuan....." Anna membalas jabatan tangan tuan Billy


" silahkan duduk tuan " Nino mempersilahkan


" apakah anda hanya berdua dengan sekertaris anda " tanya Jefan tak menyangka Bos besar yang famous di beberapa negara itu pergi tanpa pengawalan


" iya , karena aku mau pertemuan ini seperti kekeluargaan saja "


" tentu saja tuan , kenapa tidak . alangkah baiknya kan kalau kerja sama ini erat seperti keluarga " ucap Nino


" aku sangat lega akhirnya bisa bertemu dengan mu juga " Tuan Billy menoleh ke arah Anna


Jefan menatap Anna tajam . mencari jawaban hubungan apa yang terjadi di antara keduanya. mengerti kecurigaan Jefan , Nino mencoba menetralkan suasana


" ma'af tuan , apa kita pernah bertemu sebelumnya " Anna memberanikan diri bertanya


" apa kau tidak mengenal Om mu ini Anna"


" Om " ujar mereka bertiga berbarengan


" kau benar-benar tidak mengenal ku "


Anna menggeleng


" aku Om Billy mu . sobat baik Papi mu "


Anna mencoba mengingat lelaki baya di sampingnya " Om Billy yang sering mentraktir ku es krim saat sedang rapat bersama papi " Anna mulai antusias mengingat


" Astaga Om . maafkan saya karena telah melupakan Om , Om banyak berubah dari penampilan yang dulu "


" seharusnya Om yang minta maaf karena tidak mengetahui apa yang terjadi pada Axel , setelah kejadian itu aku mencari mu kemana-mana , ke rumah sanak saudara mu juga tidak ada yang mengetahui keberadaan mu" Billy menggenggam tangan Anna


" tidak apa-apa Om , Om mengingat Anna saja , aku sudah senang " Anna sekarang begitu ingat bagaimana dulu Sobat baik Papi nya itu juga menyayangi nya . dia sudah menganggap Anna sebagai Anaknya sendiri karena upaya Billy memiliki anak tak kunjung datang


" maaf kan karena om waktu itu sedang dirawat karena sakit . jadi tidak ada yang berani kasih tahu tentang Papi kamu , takut penyakit Om kambuh lagi "


" Om Billy sakit !!! "


" yah , hanya Hipertensi yang kadang kambuh pada lelaki tua ini tapi sekarang lihatlah ...sudah membaik "


" yah memang penyakit lebih aktif sekarang pada orang tua " Anna mencoba bercanda


" oh , apakah sekarang aku sudah tua "tanya Billy


" tidak , tidak kok Tuan " Nino menjawab cepat


" Terimakasih ya Jefan , aku bersyukur akhirnya Anna mempunyai suami seperti mu . aku yakin kamu adalah suami istimewa yang di kirimkan Tuhan untuk melindungi Anna di waktu sulitnya" ucap Billy penuh harapan . Jefan hanya mengangguk


Jefan tak enak hati karena bukan itu kenyataan nya , yang sebenarnya Jefan hanya mengambil keuntungan dari Anna di saat sulitnya

__ADS_1


" Terimakasih banyak tuan , sudah bersedia menjalin kerjasama yang baik dengan perusahaan kita " ujar Jefan


" ah jangan terlalu formal begitu . aku ini sudah menjadi om mu juga kan , memang benar sih tidak ada hubungan darah antara aku dan Axel tapi hubungan yang kita jalin lebih dari itu "


" i..ya tuan " ujar Jefan gugup


" dan jangan panggil aku tuan lagi . panggil saja om seperti Anna "


" baik ....om "


" kamu pasti bahagia sekali , menikah dengan orang yang pasti kamu cintai "


Anna menatap Billy , ada pikiran untuk mengerjai Jefan saat dia tahu betapa Jefan menghormati pengusaha besar di depannya itu


" tidak om " jawab Anna . sontak Jefan dan Nino menoleh ke arah Anna berbarengan , di rasa gadis itu akan menceritakan keadaan yang sesungguhnya , yang pasti akan mengakibatkan putusnya kerjasama secara sepihak


" sebenarnya dia itu begitu menjengkelkan " Anna menoleh ke arah keduanya . terlihat Nino menggeleng kan kepalanya


" menjengkelkan , benarkah Jef " tanya Billy pada Jefan yang hanya diam dengan wajah datarnya


" tentu saja tidak tuan , Anna pasti cuma bercanda " Nino menjawab dengan cepat , menahan agar Bos nya itu tidak menambah kekacauan dengan jawaban nya nanti


" itu benar . aku sedang tidak bercanda kok om" ucap Anna dengan memancungkan bibirnya


" menjengkelkan bagaimana , biar om yang bilang agar Jefan tak bersikap seperti itu"


Anna bergantian menatap Jefan dan Nino , terlihat cukup jelas wajah panik Nino


" sebenarnya...dia terus mendesak Anna supaya cepat punya baby om"


HAH !!!!. Nino menutup mulutnya , tak percaya dengan yang di ucapkan Anna


"Hahahaha...kamu ini lucu sekali , benarkah jefan" Billy tidak bisa berhenti tertawa . sedang Anna bahagia dengan kesenangannya


" Ah..itu...emmm "Jefan kalang kabut bingung


" Anna lihatlah wajah suami memerah , kamu sudah membuat nya malu "


" benarkah om , Anna senang melihatnya . jarang sekali wajahnya tersipu begitu "


" tapi itu bagus loh , aku dukung keputusan mu Jef , buah hati itu bisa meredam keputusan buruk masalah di dalam keluarga kalian nanti nya"


" benar sekali Jef , kenapa harus menundanya . baby adalah anugerah terindah yang di karuniakan Tuhan untuk kita "


" kamu mau punya baby berapa sayang . bukankah pepatah mengatakan , banyak anak banyak rezeki . benarkan om " Jefan menatap Anna dan menggenggam tangannya


Anna kikuk kejahilannya , di balas balik Jefan


" hmm... kedengarannya bagus " Nino mulai angkat bicara


" walaupun kedengarannya terlambat , tapi sudahlah . kau mau hadiah pernikahan apa dari om "


" Ah tidak usah Om " Anna menolak Presdir loyal itu


" benarkah kamu menolaknya , bukankah kamu pecinta barang-barang branded " goda Billy


" ah , Om Billy ingat saja , Anna jadi malu "


" rupanya putri manja Axel sudah benar-benar dewasa sekarang "


" benar Om tidak usah repot-repot , bukankah suami Anna sangat kaya raya " Anna menatap Jefan


" benar juga . Jefan pasti sudah memanjakan mu dengan barang-barang mewah yang kau sukai "


" bagaimana kalau rumah atau apartemen , atau kalau kau mau salah satu cabang perusahaan"ujar Billy .


" hahaha...benar Om , Anna tidak butuh semua itu sekarang . simpan saja dulu siapa tahu nanti Anna memerlukan sesuatu , bisa Anna pinta langsung "


" baik . No problem "


" apakah om Billy tidak mau mampir ke kediaman kita " tawar Jefan mencoba mengalihkan perbincangan


" oh lain kali saja . aku masih ada urusan jadi sore ini juga harus kembali ke Singapura"


" benarkah om , tidak bisakah lebih lama tinggal di sini "


" om pasti akan sering-sering ke sini . semoga saja saat om kembali ke sini ada kabar yang baik dari kalian " Billy berdiri berpamitan


" Doakan saja ya om"


" pasti . aku titip Anna ya Jef , aku akan mencoba menjadi pengganti Axel buat Anna"

__ADS_1


" makasih ya om " Anna menundukkan kepalanya


"om pergi dulu , jaga kesehatan baik-baik" Billy menepuk pundak Anna dan langsung melangkahkan pergi


" wah wah wah , acting mu bagus sekali Ann "Nino menyoraki Anna


" rupanya kau mau main-main dengan ku ya"


" ma'af tuan . saya permisi dulu " Anna berjalan cepat melangkahkan kaki nya keluar restoran


" hei aku belum selesai bicara" teriak lantang Jefan


###


" om Billy tunggu " Anna memanggil Billy yang sudah mau masuk mobil


" bisakah aku bertanya sesuatu pada Om "


" Ada apa Ann ..." Billy mempersilahkan duduk di bangku dekat parkir Resto


" apakah om tahu selama ini Papi punya musuh" tanya Anna


" Om rasa tidak , ada apa Anna . apa ada orang yang mengintimidasi mu "


Anna menggeleng " tidak Om . tapi Anna hanya ingin tahu siapa di balik orang yang telah menghancurkan kehidupan kita "


" Anna Dunia bisnis ini terlalu kejam . tidak semua orang jujur seperti Papi mu , terkadang ada orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang sedang di inginkan nya walaupun itu harus mematikan lawan mainnya "


"selama ini setelah Papi pergi , aku bekerja keras untuk bertahan dan mencapai nilai tinggi agar bisa masuk ke dalam dunia kejam ini om "


" Anna...bukannya om tidak setuju dengan tujuanmu tapi om takut kamu malah berakhir seperti Papi mu . ikhlaskan semua nya , Axel juga pasti sangat sedih jika tahu kamu pendendam karena nya"


" tapi Om..."


" Papi mu orang baik Anna , dia pasti sedih melihat mu seperti ini . lupakan semuanya . aku takut kamu yang malah terluka "


" apa kau merindukan Papi mu " tambah Billy


Anna mengangguk . terlihat buliran bening keluar dari matanya " Anggap lah om sebagai pengganti Papi mu di dunia ini , om banyak tahu tentang dirimu seperti Papi mu banyak tahu tentang kamu "ujar Billy


" kalau om menganggap Anna sebagai putri Om . apakah boleh Anna memeluk om..." tangis Anna


" tentu saja "


Anna berhambur ke pelukan Billy dan tangis Anna semakin menjadi . kerinduan nya pada sosok Ayah yang begitu mencintainya


" kau tahu , betapa membosankan nya Axel selalu cerita tentang diri mu " Billy mengelus kepala Anna


" begitu kah " jawab Anna masih sesenggukan


" yah , dia selau menceritakan putri centil nya yang sangat manja ini "


" Terimakasih ya Om "


" Om akan menyuruh anak buah untuk menyelidiki kasus Papi mu "


" Terimakasih ya Om "


######


" Hei Jef ... mimpi apa kau semalam , bisa-bisanya tuan Billy wong bisa jadi Om mu"


" ini tanda nya kalau Tuhan sayang padaku "ucap Jefan tak mengalihkan pandangannya dari berkas


" percaya diri sekali . itu kan karena keberuntungan kau menikah dengan Anna"


" menurut kau"


" Sebenarnya istri mu itu bukan orang sembarangan , lihat saja yang kita temui sekarang .saat kita susah payah mencari cara agar tuan Billy Presdir yang terkenal bukan hanya di negeri kita ini, ternyata dengan sangat mudah kita bisa menjalin hubungan dengannya , bukankah ini gila , dan sekarang dia menjadi Om mu ...Om Billy "ujar Nino panjang lebar


" Braakkk!!! . Jefan memukul kepala Nino dengan berkat yang di pegangnya


" Anna..kenapa dia belum kembali "


" aku ke belakang dulu " Jefan pergi . mencari sosok Anna yang tak kunjung kembali


" kenapa mukanya sedih sekali " gumam Jefan menemukan dari jauh Anna dan Billy berbincang


" dia menangis . apa gadis itu benar-benar melalui masa yang sangat sulit " Jefan melihat keduanya berpelukan , terlihat Anna menangis sesenggukan di pelukan Billy


Jefan pergi saat sepasang mata melihat ke arahnya berada sekarang . Anna melihatnya dari kejauhan terlihat wajah nya basah oleh air matanya

__ADS_1


__ADS_2