
" apa ini!! " Anna mengaduk salad buah di hadapannya
" salad yang anda minta Nona "jawab pelayan sedikit ketakutan. tidak biasanya Nona Tuan nya itu memasang wajah yang kurang bersahabat
" sudah ku bilang aku hanya mau mangga anggur sama strawberry saja, tapi lihatlah ini...." Anna membanting sendok yang di pegang nya
" maafkan kami Nona, saya akan buatkan salad yang sesuai dengan keinginan Nona "pak Jim mencoba mengambil alih pekerjaan
" tidak usah!! aku sudah tidak mood lagi "beranjak pergi ke kamarnya
Jefan yang menyaksikan pertunjukan tadi dari ruang tengah mencari tahu apakah yang sedang terjadi
" apa ada masalah?? kenapa Nona kalian bisa marah seperti tadi "
" maafkan saya tuan "sahut pelayan tadi yang terkena kemarahan Anna
" kembali lah ke dapur "perintah pak Jim yang akan menghandle tuan nya
" maaf tuan ini memang salah saya. tapi sepertinya mood Nona muda sedang buruk karena dari tadi pagi apa yang kita kerjakan di dapur selalu membuat Nona marah "
" hmm...begitu ya "
" tidak seperti biasanya juga Nona marah besar seperti tadi karena hal sepele "
" ya sudah kembali lah sana "
" baik tuan "
Jefan berkecak pinggang, hal-hal aneh membuat Jefan semakin penasaran pada diri Anna
Jefan melihat perempuan itu berdumel sambil membereskan kamarnya
" apa dia tidak bisa langsung melempar kan pakaian kotornya ke keranjang. ini lagi.."mengambil handuk basah bekas mandi Jefan tadi pagi yang berserakan di ranjang
" yah kenapa tidak!! kalau dia rajin begitu lalu fungsi ku di sini apa?? "tambahnya lagi tanpa menyadari keberadaan Jefan di belakangnya
" kenapa kau lakukan itu "sahut Jefan tiba-tiba
UPS!! Anna reflek menoleh
" kenapa kau melakukan nya, itu kan pekerjaan pelayan "
" tapi ini kan tugas wajib ku yang di perintah oleh mu "
" taruh!! biarkan pelayan yang mengerjakan mulai sekarang "Jefan melempar pakaian kotor yang di pegang Anna
" tapi..."
" sepertinya ada yang berubah dari mu "Jefan mendudukkan nya di ranjang
" berubah!! kenapa aku berubah "
" kenapa?? setelah masalah mu kemarin sepertinya kau sedikit menjadi pemarah "
" pemarah? tidak. kenapa aku harus marah "
" aku melihat tadi kau memarahi seorang pelayan di bawah "
" apa aku keterlaluan tadi!! aku kan hanya ingin makan salad buah saja "
" ikut dengan ku, aku tahu tempat salad buah yang enak "
" tapi kamu kan akan pergi ke kantor "melihat pakaian Jefan yang sudah rapi
" aku bisa berangkat nanti. ayo..."Jefan menarik tangan Anna, memaksa untuk mengikutinya
di dalam mobil Jefan sesekali melirik Anna yang duduk di sebelahnya
" apa dia benar-benar hamil!! tanda-tanda yang di katakan Samuel kemaren semuanya benar terjadi pada diri Anna. kemaren mual-mual, tadi marah-marah, mood nya memang berubah-ubah
kalau itu benar terjadi, apa yang harus aku lakukan, apa aku akan terjebak selamanya dengan pernikahan kontrak ini. "batin Jefan
Jefan berhenti di sebuah kedai di dalam mall dan langsung memesankan untuk nya
" bagaimana enak?? "tanya Jefan menunggu respon dari Anna
" hmm...enak banget!! kamu suka salad buah juga "
" tidak terlalu, ini menu favorit Adelle. dia dulu sering kesini "
" oh, pantas saja dia sangat cantik, menu favorit nya salad. itu membuat kulitnya sehat "
" kau mau..." Anna mengangkat sesendok salad dan Jefan menyantapnya
" kau tahu, aku sudah lama tidak kesini "
" kenapa??
Jefan mengangkat kedua bahunya
drt...
drt...
drt...
sebuah panggilan terhubung pada handphone Anna
" Hallo "
" selamat pagi ibu Renata "
" tentu saja baik Bu, senang rasanya bisa mendengar suara merdu anda ibu "
terdengar suara Renata tertawa mendengar lelucon Anna
" saya baik-baik saja, hanya kemaren memang butuh sedikit istirahat saja "
__ADS_1
" oke tentu saja, saya sudah bisa memulai pekerjaan saya "
" tema pernikahan, wahh senang rasanya bisa memakai gaun pengantin lagi "sahut Anna antusias
" baiklah, see you ". klik. Anna memutus telfonnya
" kau yakin mau bekerja lagi "tanya Jefan
" Iyah aku yakin, aku harus tetap hidup kan. lagian kesibukanku nantinya akan sedikit melupakan masalah yang telah terjadi "
" apa tidak sebaiknya kau bekerja di kantor "
" itu akan membuat ku kesusahan mencari pekerjaan setelah aku berpisah dengan mu nanti "
" kenapa?? kau tidak harus juga keluar dari kantor "
" sudah ku bilang itu akan sangat sulit tuan "
" jadi kau menolak tawaran dari ku "
" hmm... aku dengan senang hati akan membantu mu di kantor jika membutuhkan tenaga ku "
" hmm..oke kalau begitu terserah pada mu "
" oh ya...kalau kamu mau kembali duluan tidak apa-apa, aku ingin membeli sesuatu dulu "
Jefan melihat jam tangannya
" tidak masalah, ku rasa hari ini aku tidak terlalu sibuk "
Jefan mengikuti Anna menyusuri mall terbesar di kota itu
" apa aku perlu menelfon pak Jim untuk membawa belanjaan mu "tawar Jefan
" tidak usah, aku hanya ingin membeli beberapa alat make-up saja "
Jefan mengikuti ke tempat yang di tuju Anna
" kau akan memakai semua itu di wajah mu "Jefan heran dengan barang-barang yang di ambil Anna. kenapa begitu banyak perawatan hanya untuk satu wajah saja
" namanya juga perawatan, kalau kau punya aset kekayaan untuk membahagiakan keluarga mu, nah wajah perempuan adalah aset untuk membahagiakan suami nya "
" jadi kau membeli semua ini untuk membahagiakan ku "Jefan men-pede
" ah bukan begitu juga "Anna memalingkan wajahnya
" tapi kau bilang tadi!! sudah mengaku saja "
" itu juga kan fitrah seorang perempuan ingin terlihat cantik "
Jefan melirik pada seseorang yang mencoba mewarnai bibirnya dengan lipstik
" sini...." menarik tangan Anna ke tempat orang tadi setelah pergi
" lipstik?? kau mau membelinya?? "
" ah tidak, baru kemarin aku mengganti lipstik ku "
" hmmm....."Jefan memilih untuk Anna, ia teringat picture di sosmed Anna dan Jefan ingin melihatnya
" cobalah "mengambil sample berwarna red Scarlett
" tidak, itu bukan warna ku "Anna mengembalikan ke tempat nya dan mengambil lipstik berwarna baby pink
" tapi aku ingin kau memakai yang ini" Jefan mengambil kembali lipstik tadi
" tapi..."
" sudah cobalah "
dengan sedikit terpaksa Anna mengoles lipstik pilihan Jefan ber warna red Scarlett di bibirnya
" ah!! aku kurang suka dengan warna nya "ujar Anna sambil memainkan bibirnya di depan cermin
" tapi aku suka, bibir mu terlihat seksi "bisik Jefan
" apa!! "Anna melotot " dasar mesum!! "
" sekali-kali gantilah dengan yang tidak biasa kamu pakai, biar tidak bosan orang yang melihatnya "ujar Jefan
" jadi kau bosan melihat ku "
" yah kan biar aku juga tidak bosan melihatnya "
" sebentar, biar ku lihat yang lainnya "Anna memilih warna yang lain
" tolong bungkus semua warna ini "pinta Jefan pada pelayan toko
" Ish!! sudah gila apa!! "Anna tertegun
" baik tuan "sahut pelayan
" aku tidak mungkin memakainya semua. Ampun kamu deh!! "Anna kesal
" lagian waktu ku terbuang percuma jika harus menunggu mencari warna-warni lipstik itu "
Anna hanya menggeleng atas kelakuan suaminya itu
" ini tuan silahkan "pelayan memberikan Tote bag setelah Jefan menyelesaikan pembayaran
Anna berjalan sedikit menjauh dari Jefan. masih kesal dengan kelakuannya tadi hingga sesuatu mengalihkan kekesalan nya
" ada apa " tanya Jefan yang tiba-tiba Anna berhenti di outlet baju tidur
" itu lucu sekali "tunjuk Anna pada baju tidur couple " aku belum punya baju tidur beludru seperti itu "
" kalau suka beli saja "
__ADS_1
" boleh "
" terserah pada mu. tapi apa itu tidak terlalu kekanakan hah!! "Jefan tersenyum licik
" tapi aku suka Jef "
" ya udah beli saja sana "Jefan menunggunya di sofa tunggu
" kenapa lama sekali "Jefan menunggu Anna yang tak kunjung datang dengan pakaian yang di maunya
" kenapa masih berbincang di sana "Jefan menghampiri Anna yang terlihat sedikit bersitegang
" kenapa lama sekali "
" ternyata tidak di jual terpisah "rengek Anna sedih karena tidak bisa membujuk sang pelayan
" ya sudah beli keduanya, kenapa ribet sekali sih "
" apa kau mau memakainya?? "Anna berharap pada Jefan
" ck aku!! haha... kau bercanda, kenapa aku harus memakai pakaian seperti itu "
" tapi aku tidak bisa membelinya kalau tidak kedua-duanya please...."
" ya udah beli saja, kau bisa membuang satu nya... selesai kan!! "
" kenapa di buang, sayangkan!! lagian ini musim hujan kau bisa memakainya untuk menghangatkan tubuh mu. "
Jefan membayangkan dirinya harus memakai baju tidur itu. ihh!!! memikirkan nya saja Jefan sudah geli apalagi harus memakainya
" ya sudah beli saja, aku akan memikirkan nya nanti "
ia mengiyakan karena mendengar ocehan bawel Anna yang tidak bisa diam. entah nanti dia akan membuang atau memberikannya pada orang lain yang penting sekarang Anna diam
" coba peganglah, lembut...pasti hangat sekali kalau di pakai waktu musim hujan begini "Anna menyodorkan Tote bag yang berisi pakaian tadi
" tidak mau, kenapa aku harus memakainya. kan sudah ada kamu "
" ish!! dasar pikiran mu kotor sekali "
" memang benarkan?? mau ku contohkan sekarang "
" ihh dasar Squidward!! "gumam Anna kesal dengan mempercepat jalannya
" emang dasar ada saja yang bisa membuat ku marah "Anna terus nge-dumel tanpa ia sadari Jefan masih jauh tertinggal dari tempatnya
" kenapa dia jadi lambat sekali jalannya "gumam Anna
" kemari lah "panggil Jefan agar Anna kembali ke tempatnya berdiri sekarang
" ada apa "Anna menggeleng
" cepat sini "
dengan terpaksa Anna menghampiri nya
" kenapa?? kau mau membelikan sesuatu untuk mama "tanya Anna setelah menyadari Jefan ingin memasuki sebuah toko perhiasan
" ayo masuk "
" ada yang bisa bantu tuan "pelayan Toko menghampiri
" aku mau perhiasan yang di depan "
dengan sigap para pelayan mengambil semua perhiasan yang di pajang di depan. mengetahui orang berpengaruh seperti apa yang saat ini memasuki outlet mereka
" aku mau yang ini "Tunjuk Jefan " bagaimana bagus tidak?? "
" bagus. mama pasti menyukainya "
" kamu suka "
" Iyah bagus sekali, sederhana tapi elegan "
" bagaimana tuan apa sudah mantap dengan pilihannya "
" Iyah saya mau yang ini "mengambil perhiasan itu " berbalik lah "ucap Jefan pada Anna
" mau ngapain "
" sudah berbalik saja "
Jefan memasangkan kalung perhiasan itu pada leher Anna. yang membuat Anna kaget ternyata perhiasan itu untuk nya bukan untuk mama mertua nya
" ini untuk ku "
" heem...kau cantik memakainya "
Aagrhh!! lagi lagi Jefan membuatnya tidak mengerti dengan perlakuan nya itu
" kenapa? bukankah kau akan membelinya untuk mama "
" kenapa?? harus ada alasan begitu suami memberi hadiah untuk istrinya .."
" Ah! bukan begitu "Anna mulai canggung
" perempuan dewasa biasanya sangat menyukai perhiasan. bukan barang-barang kekanakan seperti yang kau beli tadi "ledek Jefan
" terus saja meledekku "
" hahahaha...muka mu lucu sekali "Jefan merangkul nya dan bergegas keluar dari Toko
bersambung.....
__ADS_1