Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 54


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah di tempat yang tak sebegitu ramai dengan polusi di mana-mana saat ini Rosa berada.


sudah dua minggu lamanya ia menyendiri tanpa ditemani Jefan dan Anna. bahkan suaminya juga sedang tak ada menemani nya saat ini


Rutinitasnya di awali dengan menyiram tanaman di kebun kecil kepunyaannya di samping rumah. ada beberapa jenis bunga yang mulai bermekaran


" maaf nyonya ada seseorang yang memaksa untuk menemui nyonya "ucap pelayan tiba-tiba mengagetkan nya


" siapa "


" maaf nyonya saya kurang tahu, tapi sepertinya ada hal penting yang mendesak karena orang itu terlihat sedang sakit "


" saya yang ingin bertemu "seseorang menyahuti perbincangan keduanya


" anda..."Rosa di buat kaget dengan sosok wanita yang berjalan ke arahnya dengan bantuan seseorang di sampingnya


" nyonya Yuna...ada apa?? apa anda sakit? "


" aku...aku..."Yuna berucap dengan terbata


" nyonya sebaiknya anda kembali ke rumah sakit. jangan di paksakan "sahut seorang yang menemaninya


" ada apa nyonya Yuna? apa terjadi sesuatu? wajah Anda terlihat pucat sekali. mari silahkan masuk dulu "Rosa


" tidak..tidak usah. saya ...saya mau minta maaf"


" maaf ?? minta maaf kenapa? "Rosa bertambah bingung


" bisakah anda membebaskan anak saya?? anak kamu..."


" apa yang coba anda katakan, saya kurang mengerti "


" Davin...aku mohon bebaskan Davin sekarang!! "Yuna mulai tidak bisa mengontrol dirinya


" bebaskan Davin?? ada apa ini. apa maksud anda nyonya "


" mereka menangkap Davin, ku mohon bantulah dia "Yuna terus memohon dengan tangisan histeris nya


" mereka siapa?? siapa yang telah menangkap Davin "


" putramu dan istrinya telah menjebloskan Davin ke dalam penjara... "


"Jefan ..."


" iya, mereka tega melakukan hal itu pada putra ku "


" kalau begitu memang mungkin Davin sudah melakukan kesalahan yang tidak bisa di maafkan nyonya. karena putra ku tidak akan mungkin sembarangan menjebloskan seseorang ke dalam penjara "


" tapi aku mohon tolonglah Davin. hanya kamu yang bisa membebaskan Davin Sekarang "


" tapi saya tidak bisa mencampuri urusan mereka nyonya "


" aku mohon bebaskan putraku "


" ma'afkan saya. saya tidak bisa membantu "


" setidaknya kasihanilah Davin sebagai putra kandung mu !!! "


Deg!!


Rosa terdiam. mencoba menerka perkataan wanita yang semakin lemah di hadapannya itu


" kenapa anda diam nyonya "tanya Yuna yang melihat Rosa tak merespon


" apa anda sudah melupakan putra kedua anda yang hilang dua puluh delapan tahun yang lalu nyonya "ucapan Yuna langsung menyadarkan Rosa


" Malvin....apa maksud mu Malvin "Rosa menggoyang-goyang tubuh Yuna yang semakin lemah itu


" Iyah, saya minta maaf karena tidak pernah mengatakan kebenaran ini sebelumnya. tapi saya bisa membuktikan kalau Davin benar-benar putra kamu. saya begitu menyayangi nya dan tidak mau terjadi suatu hal buruk menimpa dirinya. saya sudah menganggap Davin seperti anak kandung saya sendiri, kamu seorang ibu pasti kamu tahu bagaimana rasanya kesedihan yang menimpa diri saya saat ini "


" anda berbohong kan!!! "


" saya bersumpah bahwa Davin benar-benar putra anda. bukankah putra anda mempunyai tanda lahir di belakang telinga nya. anda bisa menghukum saya karena kejahatan ini tapi saya mohon selamatkan Davin. saya tidak bisa hidup tanpa dirinya "Yuna menjatuhkan tubuhnya yang semakin lemah, memohon di kaki Rosa


" apa kamu tahu yang aku rasakan selama ini. APA KAMU TAHU APA YANG AKU RASAKAN SELAMA INI!!! "


Yuna hanya menangis sesenggukan


" KENAPA KAMU TEGA MEMISAHKAN AKU DENGAN ANAK KU!!! "Rosa tidak bisa mengontrol dirinya lagi, ia menggoyang-goyangkan tubuh Yuna


" ma'af.....,tapi saya mohon tolonglah Davin. saya tidak bisa hidup tanpa dirinya "


" apa kau tidak berfikir bagaimana selama ini aku hidup?? tidak punya kah rasa kemanusiaan di diri anda sebagai perempuan ??"


tidak tahu apa yang Rosa rasakan saat ini. harus marah atau senangkah? kenyataan yang tiba-tiba di hadapinya ini membuatnya sulit tersadarkan.


Anak yang selama ini di rindukannya, yang bahkan sudah ia ikhlaskan keadaannya tiba-tiba hadir kembali dan tumbuh besar menjadi lelaki dewasa yang pernah bertegur sapa dengannya, sungguh menjadi kebahagiaan yang tak terduga untuk Rosa


🌺🌺🌺🌺


Siang ini dengan setelan serba hitam. Jefan dan Anna menuju ke alamat yang sudah di kirimkan sang Mama lewat pesan tadi pagi


Anna melirik Jefan yang terlihat fokus pada kemudinya tanpa berkata sepatah katapun. kalau bukan karena sang Mama memohon dan menangis, dia tidak akan datang ke tempat yang akan di tuju nya saat ini


" kau mau turun "tanya Anna saat mobil telah terparkir


" he'em "jawab dingin Jefan


Jefan turun dengan cool nya sembari memakai kaca mata hitam nya. keduanya berjalan beriringan menuju tempat temu dengan sang mama


Tangan Jefan menyambar tangan Anna yang berjalan melambai, menggenggamnya tangan erat. speechless membuat Anna menoleh


" apa ini benar-benar bukan mimpi. kenapa takdir ini begitu rumit. apa masalah ini akan membuat buruk hubungan ku dengan jefan"batin Anna sambil terus memandang wajah suami di sampingnya

__ADS_1


Jefan menghentikan langkahnya, melihat Rosa sedang mendekap seorang lelaki muda yang menangis di atas sebuah pusara yang masih basah


" kita bisa pulang kalau kamu mau..."pekik Anna


" aku tidak apa-apa, setidaknya aku harus ucapkan belasungkawa sebelum kita pergi" Jefan melangkahkan lagi kaki nya


di tempat itu sudah terlihat sepi setelah para keluarga dan relasi kembali lebih dulu. hanya tinggal kedua orang tuanya bersama dengan seorang pria yang tak henti menangis di atas pusara itu


Sang papa menepuk punggung Jefan saat dirinya dan Anna sudah berdiri tepat di sebelahnya


" sayang...kamu bisa menangis sepuasnya tapi jangan lupakan kalau kamu masih punya keluarga yang lengkap. ada mama, ada papa juga dan kakak kamu, kita semua adalah keluarga sekarang "


" apa anda bisa menyayangi saya seperti mama saya sebelumnya "terdengar lirih dari ucapan Davin


" sayang tentu saja. kamu tahu betapa menderitanya mama dulu saat kehilangan mu. mama berjanji akan menebus semua kasih sayang saat kita terpisah, benarkan pa "Rosa mendongak ke arah Jackson


" tentu saja. kau dan kakak mu adalah kebahagiaan kita jadi jangan pernah merasa kamu sendiri "sahut Jackson


" makasih ya sayang sudah mau datang "Rosa berdiri menyambut sang putra Jefan


" iya ma, tapi maaf sepertinya aku tidak bisa lama-lama. ada banyak pekerjaan yang sudah menunggu "ucap Jefan mengalihkan perasaannya dengan melihati jam tangan nya


" sayang tidak bisakah tunggu sebentar lagi, adik mu membutuhkan mu di saat saat seperti ini "jawab Rosa


" tapi sepertinya tidak begitu. ku rasa dia hanya membutuhkan mama dan papa di sini, jadi tidak seharusnya aku mengganggu kalian "dengan datar Jefan meninggalkan mereka lebih dulu


" aku turut berduka cita atas meninggalnya Tante Yuna "Anna


" Terima kasih ya sayang sudah datang "sahut Rosa


" kalau begitu Anna pergi dulu ma karena Jefan pasti sedang menunggu " Anna menyusul Jefan


" hati-hati yah "


" iya ma "


ada rasa tak enak hati Anna pada kedua mertua nya, terlebih di saat berkabung seperti saat ini. bagaimanapun sekarang Davin adalah bagian dari keluarga nya. mau tidak mau ia harus membiasakan diri mulai sekarang


" kalau kau mau kembali ke kantor aku bisa pulang sendiri naik Taxi "ucap Anna saat memasuki mobil


tanpa menjawab pertanyaan Anna, Jefan menarik tangan Anna agar mendekat dan memeluknya erat


" Jef ..."ucap Anna kaget


" biarkan aku begini sebentar saja. selama ini aku tidak pernah melihat mama memeluk seseorang selain diriku. bahkan hanya dengan cerita mama yang sedang merindukan Malvin saja itu sudah membuatku cemburu.


rasanya aku ingin hanya menjadi anak satu-satunya di keluarga ini "terdengar serak suara Jefan karena kesedihannya


Anna hanya diam, membiarkan Jefan menumpahkan perasaan nya saat ini


" kalau kau mau menangis, menangislah sepuasnya. aku akan merahasiakan nya " ucap Anna


" aku..."terdengar tangisan lirih dari dalam dekapan Anna.


yah, lelaki sombong dan kasar yang di kenalnya dulu itu menangis tidak bisa mengontrol air mata yang dari tadi di bendung nya


" Jef...mungkin kalau dia datang lebih awal dan kau tidak punya masalah dengannya, tentu saja kau tidak akan membencinya seperti sekarang ini. masalahnya karena kenyataan datang belakangan dan kalau bukan karena menyangkut dengan diriku, kau juga tidak akan pernah membencinya "


" tidak, jangan bicara seperti itu "


" tapi jika saja kau tidak bertemu dengan ku, tentu saja kau pasti akan bahagia bisa berkumpul dengan adik mu lagi "


" kau saja tidak tahu sifat buruk ku, aku bisa langsung membenci seseorang hanya dengan melihatnya saja "


" mau makan sesuatu "Anna melepas pelukannya


" Aku tidak lapar "


" tapi aku ingin makan sesuatu. aku yang traktir pake uang pribadiku "


" Ck..., " Jefan tersenyum " kalau begitu traktir aku yang paling mahal "


" tidak masalah, uang ku masih banyak "


" sombong sekali "Jefan merusak tatanan rambut rapi Anna


" Jefan kan jadi rusak poni rambut ku "Anna merapikannya lagi


Jefan merusaknya kembali " biarin biar tambah jelek "


" ish, dasar kau ini "


Jefan mulai melajukan mobilnya. guyonannya bersama Anna cukup melupakan kesedihannya walau sebentar


" kita mau makan dimana ? "


" Hmm...siapkan saja uang mu "


" tenang saja. lagian gak Sampek jual mobil ku juga kan. merendahkan sekali "


Jefan memarkirkan mobilnya di depan Toserba


" Toserba?? kamu haus "


" aku ingin membeli sesuatu "


" sepertinya aku ingin ke toilet sebentar "


" baiklah "Jefan berkeliling mencari sesuatu


Anna memasuki toilet, menatap dirinya di pantulan kaca kamar mandi


" aku tidak pernah melihat Jefan sesedih itu sebelumnya, ini semua masalah karena kehadiran diriku. jika saja kita tidak terikat kontrak,jika kita tidak pernah menikah pasti kau akan merasa bersyukur sekali karena bisa berkumpul kembali "Anna menghela nafas, menundukkan kepalanya

__ADS_1


" jika saja kita tidak pernah bertemu" Anna menundukkan kepalanya, mencoba menahan tangisan yang dari tadi di bendungnya


" Huhh..."Anna mengatur emosinya. dia tidak ingin Jefan melihat mukanya yang berantakan saat ini


merasa sudah lebih baik mengontrol perasaannya Anna keluar dari Toilet. ia mencari sosok Jefan yang di dapatinya sudah duduk di depan Toserba menyantap sesuatu


" apa yang kau makan "


dengan bangganya Jefan menunjukkan pada Anna


" Jef apa yang kau lakukan "Anna merebut mie instan dari tangan Jefan


" kau tidak lihat aku sedang makan "


" tapi kau tidak bisa makan makanan pedas "


" sudah kembalikan. lihatlah aku tidak apa-apa dari tadi memakannya. kau tahu aku susah payah mencari mie instan seperti yang kau makan dulu ini "


" nanti perut mu sakit "


" setidaknya rasa pedas ini bisa mengalihkan rasa sakit ini "Jefan merebutnya kembali


Anna terdiam


" bukankah kau yang mengajari ku seperti itu "


" aku, "Anna mencoba mengingat sesuatu


" hmmm... rasanya lezat juga. ternyata mie ini memang di peruntukkan untuk menghilangkan kesedihan "


Anna hanya memandangi lelaki yang begitu menikmati mie instan di saat seperti ini


" kau mau "


Anna mengangguk. Jefan menyuapi nya


" apa kau merasa baikan ?? "


" kau mengkhawatirkan ku "


" maksudku, perut mu. apa masih baikan setelah memakan semua ini "


" kau hanya mengkhawatirkan perut ku setelah semua yang terjadi "


Anna merasa tersipu


" i..iya, ku kira hanya perut mu kan yang sakit ketika kau makan yang pedas "


" tapi kau tadi sangat sangat mengkhawatirkan ku "


" begitukah ?? "


" iya "


" tapi ku rasa tidak begitu, biasa saja "


" tapi yang ku rasa begitu "


" tidak "


" iya "


" tidak "


" iya " Jefan mulai menggelitik Anna, karena begitu gregetan dengan jawaban Anna


Drrt...


Drrt...


Drrt...


" mama " Anna menunjukkan ponselnya setelah tahu siapa yang menelfon


" bolehkah aku mengangkat nya " ucap lagi Anna


" angkat saja "


" *iya ma..."


" iya Jef masih dengan Anna ma, apa mama ingin berbicara dengannya?? "


" baiklah nanti Anna sampaikan padanya "


" sekarang ya, iya Anna mencoba membujuknya dulu "


" baik ma, bye*..".Klik. Anna menutup telfonnya


" kenapa? kenapa harus membujukku " tanya Jefan


" mama ingin kita ke rumahnya sekarang, tapi kalau kamu tidak mau aku bisa mencari alasan pada mama "


" tidak usah, ayo kita pergi "


" kau serius "


" iya Ayo, aku tidak ingin menyusahkan mu "


" tidak kok Jef, kenapa kamu berkata begitu "


" aku tahu kau tidak bisa menolak perintah ku dan kau juga tidak enak pada mama. dan itu menyulitkan mu kan?? "Jefan menatapnya dalam


" bukan begitu Jef "

__ADS_1


" tapi hidup tujuh bulan dengan mu selama ini membuatku sudah banyak mengenali mu "


Jefan menarik tangan Anna paksa agar ia mengikutinya pergi dalam mobil


__ADS_2