
pagi ini Jefan sudah bersiap memakai kemejanya , melirik Anna yang akan keluar dari kamar
" tunggu , akhir-akhir ini aku lupa membenarkan Dasi ku . boleh minta tolong " Jefan mencegah Anna
" apa dia sudah bertambah tua , pikun untuk memasang dasi nya " batin Anna sambil memasangkan dengan benar dasi Jefan
" aku akan menyiapkan sarapan " pamit Anna
" ambilkan sepatu ku "
" sepatu kamu seperti biasa sudah berada di samping sofa " sahut Anna yang seperti biasa menyelesaikan tugas dikamar sebelum turun ke bawah
" pakaikan "
" apa!! "
" pakaikan , sepatunya " ulang Jefan
" kenapa anda manja sekali , seperti anak kecil yang mau berangkat sekolah " gumam Anna memakaikan sepatu Jefan
" aku mendengarnya " sahut Jefan , dia merasa senang telah mengerjai gadis di hadapannya
" kalau sudah tidak ada kamu butuhkan , aku akan menyiapkan sarapan pagi mu "
" ok, silahkan "
Anna menyiapkan hidangan di atas meja makan, sekarang dia mengambil alih menu apa yang harus di masak di rumah ini
" apa kau tidak ke kampus hari ini , kenapa dandanan mu terlihat sangat kucel sekali "
" apa ! tapi aku nyaman memakai ini "Anna melihati pakaian yang di pakainya
" cih, terlihat seperti bibi bibi ber anak lima" Jefan tertawa sambil mengunyah makanannya
" tertawa saja yang keras , kalau tersedak baru tahu rasa "
Jefan mencoba meredam tawanya " sorry "
" pergilah ke kantor , aku ada pekerjaan untuk mu . minta antar sopir " Jefan berdiri sudah selesai dengan sarapannya
" ganti baju mu , aku tidak mau orang kantor salah paham kalau aku membawa pembantu ke kantor "
" dasar Squidward " Anna mendengus kesal
###
Anna sudah berada di lobby utama kantor dengan dandanan sangat formal
" maaf ruangan tuan Jefan di mana ya " tanya Anna di resepsionis
" oh , selamat pagi Nona , saya bisa mengantar anda ke ruangan tuan Jefan "
" terimakasih ya " Anna mengikuti pegawai dan berhenti di depan lift khusus petinggi kantor
" Tuan Jefan masih ada meeting , Nona bisa menunggu di dalam "pegawai mengantarkan sampai depan pintu ruangan Jefan
" Terimakasih ya " Anna memasuki ruangan Jefan. sangat luas dan mewah, terlihat dari tata ruang dan interiornya, sangat jelas ruang sebagus ini mewakili kepribadian si pemilik tempat. Anna menyusuri ruangan itu, melihat benda-benda sekitarnya , selevel lah dengan dirinya sama-sama menyukai arsitektur kwalitas tinggi
Anna mengambil foto keluarga di sudut meja kerja, terlihat Jefan bersama kedua orangtuanya tertawa lebar, hanya foto itu, tak ada foto yang lainnya. tak ada foto kekasih Jefan ataupun foto pernikahan mereka, Anna tergelak sendiri kenapa harus ada fotonya di atas meja ini ,inikan hanya sekedar status saja
Anna melihat jam tangannya, sudah satu jam dia berganti posisi menunggu Jefan. Anna duduk di kursi berhadapan dengan kursi milik Jefan, membuka ponsel dan memasang earphone di kedua telinganya, memutar musik
hari libur ini sebenarnya akan dibuat rebahan seharian di kamar, dia pikir bisa menguasai kamar seharian setelah Jefan pergi ke kantor. tapi kenyataannya berubah, Jefan menyuruh nya ke kantor dan Sekarang dia hanya duduk-duduk tidak ada yang di kerjakan nya,
Anna ingin sekali berbaring atau sekedar selonjoran di sofa dalam ruangan itu tapi takut tiba-tiba tuannya datang
Anna bernyanyi dengan suara berbisik dan tidak sadar ada seseorang yang membuka pintu
" siapa yang berani-berani masuk ruangan ku tanpa izin " teriak Jefan melihat seorang wanita duduk membelakangi nya
" HEi!!! " Nino mencoba memberi peringatan tapi berhenti saat wanita itu menoleh ke arahnya
" Anna " gumam Nino. Anna mengangkat kedua alisnya tak paham dengan sikap Nino
" lepas dulu " Nino memberi isyarat agar Anna melepas earphone di telinganya
" ada apa " ucap Anna tak mengetahui kalau tuannya marah karena dia masuk tanpa izin terlebih dahulu
Anna melepaskan earphone, memutar perlahan tempat duduknya melihat Jefan dengan wajah kesalnya
" Anna ..."batin Jefan
lelaki itu memandang Anna dengan tatapan takjub, bukan sekali ini saja tapi berulang-ulang kali Jefan di buat takjub oleh dandanan Anna yang sangat menawan
kali ini Anna terlihat seperti wanita dewasa , penampilannya mempertegas kalau saat ini dia begitu berani
" Jef...Jefan, kau tidak jadi marah " ujar Nino
" marah, apa dia marah padaku " bisik Anna pada Nino
" hemm, dia tidak suka ada sembarang orang yang masuk tanpa izin di ruangan nya "
" Jef , mau sampai kapan kau melihatnya terus "Nino menghampiri dan menyenggol lengannya, membuyarkan lamunan Jefan
" oh, aku tidak tahu kalau kau disini "
__ADS_1
" kau tampak seperti wanita karir saat ini" puji Nino
" aku hanya mencoba menyesuaikan suasana saja, aku kan datang ke kantor masa harus memakai baju tidur" sahut Anna
" oh ya, ada perlu apa kesini "
Anna mengangkat kedua bahunya " orang tuh yang menyuruhku kesini " Anna menunjuk dengan dagunya ke arah Jefan yg sudah duduk di tempatnya
" Jef, kau tidak akan mengganti posisiku dengannya kan " Nino menghampiri Jefan
" ide yang bagus " sahut Jefan
Anna menjulurkan lidahnya, menggoda Nino tapi lebih tepatnya mengejek
" ambil semua berkas yang harus di selesaikan, biarkan Anna yang memeriksanya "
" baiklah "
tak lama Nino kembali dengan membawa tumpukan berkas. BRAAKKK....
" apa aku harus memeriksa sebanyak ini" tanya Anna heran dengan banyaknya berkas di hadapannya
" kau kan harus membayar hutang Budi padaku, jadi diamlah dan kerjakan secepatnya "
" selamat menikmati Anna " goda Nino sembari keluar dari ruangan
" mau kemana " Anna berdiri dan mengambil tumpukan berkas di hadapannya
" tentu saja mengerjakan nya tuan "
" kerjakan disini "
" iya, aku memang akan mengerjakannya di ruangan ini, masa di rooftop gedung ini. apa aku harus mengerjakannya di sini juga supaya kamu puas melihati ku. aku kan cuma mau pindah ke sofa " jawab Anna panjang lebar
" kerjakan disini!!! " sahut Jefan tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop
" baiklah " Anna terpaksa mendudukkan kembali tubuhnya
ini sudah kedua kalinya Jefan mempercayakan pekerjaan nya pada Anna, dia percaya wanita di depannya ini bisa menguasai pekerjaan nya di kantor
drt... drt ....drt
" iya, ada apa " Jefan mengangkat telfon dari Samuel, sahabatnya
" datanglah ke Bar malam ini , aku ada pesta kecil "
" dalam rangka apa "
" kau melupakan ulang tahun sahabat mu ini"
Jefan menghela nafas, lupa tanggal ulang tahun sahabat nya padahal setiap tahun diantara ke-empat sahabatnya akan mengadakan pesta kecil, hanya sekedar berkumpul
"sorry "
" kenapa "
" kau mau menyinggung Nino dan Nicole yang jomblo "
" cih, kenapa muka seperti mereka bisa tidak laku "Jefan tertawa
" ya sudahlah, pekerjaan ku banyak hari ini "
Klik. Jefan menutup telfonnya
Drt...
Drt...
Drt...
giliran handphone Anna berbunyi, tapi dia tak langsung mengangkat nya, takut Jefan marah
" angkat saja "ucap Jefan
"Hallo " Anna mengangkat telfon nya
"kau dimana "
" aku di kantor, nanti aku hubungi lagi " Anna menutup telfonnya. bisa di tebak kalau yang menelfon adalah Davin
" sepertinya aku mengajak dia kesini benar sekali, si brengsek itu pasti akan ada cara untuk bertemu dengan Anna "batin Jefan
mengajak Anna ke kantor malah membuat Jefan tidak fokus, apalagi kini posisinya satu meja di hadapannya
Jefan terus mengawasi gadis di hadapannya itu, yang tak banyak bicara dan fokus pada pekerjaan nya
" selesai, apa aku sekarang boleh pergi" Anna menyelesaikan tugasnya tepat pukul sebelas siang
" kau yakin sudah beres semua "
" kalau kamu tidak percaya, jangan suruh aku mengerjakan nya lagi "
" baiklah " Jefan melihat jam tangannya "tunggu sebentar lagi, kita akan makan siang bersama"
" ini pasti akan membosankan, menunggunya istirahat " gumam Anna
"kau bisa selonjoran di sofa sana " ucap Jefan tanpa mengalihkan pandangan dari map yang di pegangnya
" baiklah " Anna bergegas ke sofa, memakai handsfree membunuh kebosanan dengan memutar lagu. Anna memilih lagu Alan Walker feat Sabrina carpenter -On my way
tanpa sadar ia mengikuti lirik demi lirik yang ia dengar
__ADS_1
I'm sorry, but
Don't wanna talk, I need a moment before I go
It's nothing personal
I draw the blinds
They don't need to see me cry
'cause even if they understand
They don't understand
so then when I'm finished
I'm all 'bout my business and ready to save world
I'm taking my misery
make it my *****; can't be everyone's favorite girl
So take aim and fire away
I've never been so wide awake
No, nobody but me can keep me Safe
and I'm on my way
The blood moon is on the rise
The fire burning in my eyes
No, nobody but me can keep me Safe
and I'm on my way
Jefan tersenyum mendengar Anna bernyanyi, gadis ini tidak menyadari kalau suaranya kini cukup terdengar di ruangan itu
" apa dia sedang berlatih untuk menjadi penyanyi" gumam Jefan
hari ini Jefan benar-benar tidak bisa memfokuskan pekerjaan nya, dia sesekali mengawasi kelakuan Anna, pekerjaan yang biasa di kerjakan dengan singkat kini malah molor
" kau mau makan siang dimana " tanya Jefan masih fokus dengan map terakhir yang di pegangnya
" Anna!! , kau selalu membuat ku kesal " masih tak ada jawaban dari Anna
" Heiii!!!...." dengan kesal Jefan menghampiri Anna " apa! dia tidur, kau ini gampang sekali tidur di sembarang tempat " Jefan berkecak pinggang, menatap gadis yang tertidur pulas
" apa dia tidak tuli mendengarkan musik sekeras ini " Jefan melepas handsfree di telinga Anna
Jefan membawa Anna ke kamar pribadi yang berada di ruang kantor itu, ruangan Jefan itu memang berfasilitas lengkap, terdapat kamar untuk membuat pekerjaan nya nyaman
" kau ini suka sekali membuatku repot " jefan menidurkannya dengan hati-hati
Jefan melihat jam tangannya " sudah waktunya jam istirahat, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian "
Jefan menghubungi Nino, menyuruh datang keruangannya
" kemana Anna " tanya Nino yang tak mendapati Anna di ruangan
" dia tertidur "
" apa kalian...." Nino tak melanjutkan kalimatnya, menebak-nebak
" buang otak mesum mu itu, cepat pesankan makanan untuk ku "
" kau mau makan apa "
" pesan saja setiap menunya "
" ok, tunggu sebentar " Nino keluar
"sepertinya aku juga mengantuk " Jefan membuka kemejanya dan membaringkan tubuhnya di samping Anna
" HAH!! APA YANG KAU LAKUKAN TUAN" teriak Anna kaget, karena tak mengenali ruangan itu
" KENAPA KAU MEMBAWAKU KE HOTEL "
" Ishh!! kau ini berisik sekali " jawab Jefan tenang " lagian siapa yang bawa kamu ke hotel, apa aku sudah gila menggendong mu keluar dari kantor "
" apa ini masih di kantor, tapi..." gumam Anna
" keluarlah untuk makan siang, kau ini selalu merepotkan ku saja, sepertinya berat badanmu mulai bengkak, kau tahu bahu ku sampai sakit saat aku menggendong mu " ujar Jefan keluar dari kamar itu
" what!! ,dia selalu ada cara untuk menghina ku" gumam Anna kesal mengikut dari belakangnya
" bagaimana aku bisa menjaga berat badan ku kalau dia memberiku makanan sebanyak ini" gumam Anna kaget melihat banyaknya makanan di atas meja
"duduklah, apa kau akan kenyang dengan berdiri disitu "
" apa kamu tidak salah membeli makanan sebanyak ini "
" kau tidur dan tidak bilang mau makan apa, jadi aku pesan setiap menunya "
" apa kamu akan membuat ku seperti gajah" tanya Anna heran dengan Jefan
" kau ini senang sekali berdebat dengan ku"Jefan menarik tangan Anna
"apa sebaiknya kita panggil yang lain untuk menghabiskan nya bersama "
__ADS_1
" aku tidak biasa makan dengan orang lain, kau bisa mengambil apa yang mau kau makan lebihnya biar ku suruh orang membagikan nya pada yang lain "
" baiklah "