Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
episode 53


__ADS_3

awal pagi yang indah untuk hari pertamanya bekerja kantoran, Anna begitu antusias mencocokkan style nya sebagai pegawai baru kantor Jackson grub.


memang Anna sering menolak tawaran yang dari dulu di tawarkan Jefan padanya, tapi kini tanpa berfikir panjang ia langsung menyetujui tawaran yang di berikan terakhir Jefan kemarin.


" mau kemana?? "tanya Jefan curiga, melihat Anna dengan pakaian rapi nya


" bukankah kau memintaku bekerja di kantor mu "jawab Anna langsung duduk di meja makan


" ehm...kau sungguh-sungguh "


" tentu saja kenapa tidak. kau akan menggajiku kan?? "


" hah!! kau tidak mau rugi sama sekali "


" aku kan juga perlu tabungan pribadi untuk ke depan, tentu saja aku memerlukannya "gumam Anna


" apa kau mau aku menarik semua fasilitas dan kartu yang ku berikan pada mu, agar kau bisa menikmati hasil gaji mu sendiri "


" tidak begitu juga. aku kan masih istri mu jadi kau masih wajib menafkahi ku" ucap Anna manyun


Jefan diam. masih fokus pada sarapannya


" kalau kau keberatan tidak apa-apa, aku akan membantu seikhlas nya saja "


" oke baiklah. sebutkan saja gaji yang kau mau ?? "


" Ahh...aku tidak se tamak itu, kau bisa menggaji ku sama dengan pegawai lainnya "


Jefan tersenyum sungging mendengar perkataan Anna


" aku akan berangkat dulu, aku tidak akan terlambat di hari pertama ku bekerja "ucap Anna setelah menyelesaikan sarapannya


" kau akan berangkat dengan ku "


" kenapa?? tidak usah repot-repot, aku akan mengendari mobilku sendiri "Anna beranjak


" tidak usah!! "


" aku kan tidak enak pada pegawai yang lain kalau harus se mobil dengan mu "


" masuk mobilku sekarang!! kalau dalam sepuluh detik kau tidak sampai, akan ku pastikan hidupmu tamat di kamar sekarang juga !! "


" ish!! kau selalu mengancam ku "Anna berlari dengan cepat kedalam mobil yang sudah terparkir tepat di depan pintu


"huh...huh...huh..."Anna mencoba mengatur pernapasannya agar kembali Normal. sedang terlihat Jefan yang tertawa puas karena bisa mengerjai Anna


Anna hanya menampakkan wajah kesalnya di dalam mobil. ia enggan membuka sepatah katapun. tapi lelaki di sebelahnya itu adalah Jefan, yang tak begitu peka dengan sikap yang di tunjukkan Anna


" selamat bekerja Tuan "Anna memberi penghormatan pada Jefan setelah turun dari mobil


sedang Jefan hanya tersenyum lucu melihat tingkah istrinya itu


" oh ya pekerjaan ku apa?? kalau sekretaris sudah ada Nino?? "


" itu pikirkan nanti, sekarang kau tidak akan terus berdiri lama di sini kan "Jefan melangkahkan kakinya


" ruangan ku di mana?? "Anna berlari menyusul Jefan


" ruangan?? "


" iya ruangan ku. ma'af...aku bisa minta antar Nino saja, tidak akan menyusahkan mu lagi "merasa tidak enak hati karena selalu bertanya


" ck, kau akan bekerja di ruangan ku "


" hah!! tapi..."


" sudah ayo!! bawel ya..."menarik tangan Anna agar berjalan sejajar dengannya


" apa tidak ada ruangan lain untuk ku "gumam Anna Sambil mengikuti langkah suaminya


" oke sekarang apa pekerjaan ku "


" duduklah dulu "


" di sini?? "


" kau mau di mana?? apa mau di ranjang sebelah "goda Jefan


" dasar otak mesum!! mana bisa aku bekerja semeja dengan mu "


" kenapa?? aku tidak akan memberikan pekerjaan yang sulit kepada mu "


" oh ya? pekerjaan apa itu?? "

__ADS_1


" duduk di sini dan temani aku setiap hari "ucap Jefan tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas di hadapannya. sedang hati Anna di buat tak karuan karena ucapan Jefan itu


wajahnya memerah, dari pada sikapnya membuat kacau, Anna keluar ruangan begitu saja tanpa berpamitan pada Jefan


" kalau setiap hari kita bertemu begini, bagaimana bisa mengurangi kecintaan ku pada mu tuan..."batin Anna


ia berinisiatif jalan-jalan sebentar menyapa para pekerja suaminya


" selamat pagi Nona "sapa setiap pegawai yang ditemuinya, Anna mencoba untuk bersikap hangat dan bercengkrama dengan beberapa orang yang di sapanya



terlihat Jefan yang mengawasi Anna yang sudah begitu akrab dengan pegawai yang lainnya


Egghem.....


Seketika Anna dan beberapa pegawai menoleh ke asal suara. tanpa berkata sepatah katapun para pegawai kembali pada tempat nya masing-masing


Anna memutar bola matanya, mengerti ketidaksukaan suaminya karena ia bergaul dengan para pegawainya


" maaf Bos "Anna melenceng masuk kedalam ruangan


" ngobrol apa sama mereka "


" ngobrol biasa saja. "


" jangan bohong pada ku "Jefan mendekat dan mulai menghimpit tubuh Anna pada dinding


" ke..kenapa aku harus bohong, kau tidak suka itu kan. kenapa aku harus melakukannya "Anna buang muka, menghindari tatapan Jefan


" sudah jangan tatap aku seperti itu "Anna mendorong tubuh Jefan, yang tak bergerak sedikitpun karena kekarnya


" kenapa?? "


" tidak apa-apa "


" kenapa?? kau mulai jatuh cinta pada ku "


" yah!! aku mengakuinya. aku jatuh cinta padamu "batin Anna membalas tatapan Jefan


" kapan? mulai kapan kau menyukaiku "


" aku tidak mengatakan nya. kenapa kau bisa berfikir seperti itu. ma'af handphone ku berbunyi "Anna meraih handphone yang baru saja berdering


" mama?? "


" sekarang juga ma?? "


" tidak, Jef belum memberitahu ku "


" mama sakit?? suara mama terdengar serak "


" baiklah, Anna dan Jef sekarang juga ke sana ".klik


" kapan mama datang?? kenapa kamu tidak memberitahu ku "tanya Anna


" aku juga baru tahu barusan mama menelfon "


" apa mama sakit?? "


" entahlah, yang pasti mama meminta kita sekarang ke rumah "


tanpa berfikir panjang keduanya langsung bergegas ke rumah kediaman Jackson


setibanya, Rosa sudah menunggu Anna dan Jefan di ruang tengah, dengan sikap yang sedikit agak berbeda


" kenapa tidak memberitahu Jef ma, aku kan bisa ikut menjemput mama "Jefan berhambur memeluk sang mama


" mama juga tidak bilang, tiba-tiba sudah di rumah "Anna menyahuti. " apa mama sakit?? "


" mama punya masalah?? "ujar Jefan


" kenapa kau berfikir seperti itu "jawab Rosa


" Jef merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh mama "


" kalau ada apa-apa mama bisa cerita sama Anna "Anna menggenggam tangan mama mertuanya


" benar "Rosa menatap lekat menantu di sampingnya itu


" tentu saja ma. mama kan sudah seperti mama kandung ku sendiri. jadi sudah pasti Anna sangat sangat menyayangi mama "


Rosa memperbaiki duduknya. menghadap tepat di depan Anna " kalau kamu menganggap mama ini sebagai mama kandung mu, bolehkah mama meminta sesuatu pada mu "

__ADS_1


" ha-ha-ha...mama ini ngomong apa sih "Jefan


" ada apa ma?? "Anna mulai merasakan ada yang aneh pada diri mama mertua nya


" bebaskan Malvin ...."


" Malvin "ucap Jefan dan Anna berbarengan


" Malvin siapa ma?? "sahut Jefan tak mengerti


" adik mu Jef "


" maksud mama apa? Jefan tidak mengerti dengan ucapan mama "ucap Jefan lagi


" seseorang yang kau cebloskan ke dalam penjara karena kecelakaan Papi Anna "


Deg!!


Jefan dan Anna semakin tak mengerti. tapi mendengar ada hubungannya dengan kecelakaan papi Anna, sudah bisa di tebak ini bersangkutan dengan Davin


" Mama tidak akan meminta kau melepas Malvin begitu saja. kau kenal mama kan? mama sudah menyelidiki semuanya kalau memang bukan Malvin tersangka dari kecelakaan itu. melainkan murni kecelakaan "tukas Rosa panjang lebar


" mama dari tadi menyebut nama Malvin Malvin terus. ku rasa mama sudah salah paham, dia bukan Malvin tapi Davin ma!! "jelas Jefan


" kau mungkin mengenalnya sebagai Davin tapi mama mengenalnya sebagai Malvin "terlihat air mata mulai membendung di mata Rosa. ini adalah suasana sulit menurut nya.


Jefan mengenal Davin sebagai pencelaka papi mertua nya dan yang menceblos kannya ke dalam penjara tapi Rosa dia melihat Malvin anak yang selama ini di carinya.


mereka berdua adalah anak kesayangannya. sulit baginya untuk memihak salah satunya


terlebih pada Anna, dia tidak ingin menyakiti perasaannya karena memang terlibat dengan papi nya


" apa maksud mama, jangan buat Jefan bertambah bingung "


Rosa menghela nafas sebelum menjelaskan semuanya


" Davin yang kau kenal itu, dia adalah Malvin adik kamu "


Deg!!


perasaan yang membuat gusar hati Anna tadi benar adanya. bukan hanya dirinya yang di buat kaget tapi Jefan....


" ck, mama yakin? siapa yang bilang, apa dia mempengaruhi mama dan mengaku sebagai Malvin?? "Jefan tersenyum sinis


Rosa menggeleng " mama sudah membuktikan semuanya. "


" dan mama percaya begitu saja "


" mama tahu saat ini kalian pasti membencinya, tapi mama tidak akan sebodoh itu menerima informasi dari orang yang baru di kenal "


" hah!! aku tidak akan percaya begitu saja "


" tapi itu memang kenyataannya jef, bahkan mama sudah melakukan tes DNA. Davin adalah adik mu dan kau harus menerima nya!!! "Rosa meninggikan suaranya membuat Jefan membuang muka dari sang mama, tak ingin mempercayai kenyataan sulit apa ini


" sayang...mama tahu ini pasti berat buat kamu, mama juga tidak akan membiarkan orang yang menyakiti keluarga mu tidak di hukum tapi percayalah, mama sudah menyelidiki semuanya kalau memang bukan Malvin pelakunya "ucap Rosa menggenggam tangan Anna erat, mencoba untuk meyakinkan menantunya itu


Anna menghela nafas panjang dan mencoba menahan kesedihannya di depan sang mama sebelum dia harus melapangkan dada nya


" jika mama sudah memastikannya, Anna percaya pada mama "Anna mencoba membendung air matanya agar tak jatuh di depan Rosa


" apa yang kau katakan Ann, jangan karena mama meminta kau percaya begitu saja!! "


" tapi kalau memang kenyataannya begitu mau bagaimana lagi, kita salah kalau harus menghukum orang yang tidak bersalah!! "tegas Anna pada Jefan


" bullshit!!! "Jefan pergi meninggalkan kedua nya


Rosa yang melihat penolakan dari putranya merasa semakin membuat hatinya sedih


" apa mama salah jika mama ingin berkumpul kembali dengan putra yang selama ini mama rindukan. katakan padanya kalau Malvin bukan pembunuh papi kamu, buat dia agar percaya seperti mu kalau Malvin tidak bersalah "Rosa menangis di pelukan Anna


" mama tenang ya, Anna yang akan menjelaskannya pada Jefan nanti "Anna mencoba memahami perasaan mama mertua nya, walaupun dirinya sendiri belum bisa memaafkan perbuatan Davin.


Tapi demi tidak membuat Rosa sedih. ia harus mengalah, mengesampingkan perasaannya sendiri


" apa kamu percaya pada mama, kalau Malvin bukan pembunuh papi kamu "Rosa menatap lekat wajah Anna


" i..iya ma "


" mama tidak ingin menyakiti hati kalian berdua. mama juga tidak begitu saja mengambil keputusan, dan percayalah mama sudah menyelidiki semuanya "Tangis Rosa semakin histeris


" iya ma sudah hentikan, Anna percaya kok pada mama "


" Tidak sayang, mama tahu pasti kamu tidak bisa menerima semua ini tapi percayalah Malvin bukan pembunuh papi kamu, mama bisa pastikan itu "

__ADS_1


" iya sudah sudah ma, Anna tidak bisa melihat mama sedih seperti ini "Anna tak bisa membendung air mata yang dari tadi di tahan nya. tapi melihat keadaan Rosa dia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya


Bagaimanapun Rosa adalah orang pertama yang bisa mengembalikan kebahagiaan Anna, memberikan semua kasih sayang, keluarga dan semua yang telah hilang dalam hidupnya


__ADS_2