Terlanjur Mencintai Tuan Muda

Terlanjur Mencintai Tuan Muda
ciuman kedua jefan


__ADS_3

pagi ini Jefan sudah menyiapkan sarapan Anna di dalam kamar


" Hai..pagi " sapa Jefan melihat Anna yang baru membuka matanya


" pak Jim sudah membawakan sarapan mu ke sini , makanlah dulu " Jefan duduk di samping Anna


" saya mau ke kamar mandi dulu "


" kau ini , tidak bisa apa langsung melakukan yang ku perintahkan "


" baiklah , maafkan saya tuan " Anna mengambil alih piring dari tangan Jefan


" kau tidak mau aku suapi "


" tidak usah tuan , saya bisa sendiri " Anna sedikit terganggu karena lelaki yang duduk di depannya itu melihatnya terus saat makan


" kenapa kamu pasang wajah begitu " Jefan tersenyum melihat wajah Anna manyun , terlihat sangat lucu


Drt....drt....drt..


drt....drt....drt..


Jefan melirik handphone Anna yang berbunyi di atas nakas


* Davin


Anna akan mengambilnya tapi tangan Jefan lebih cepat meraihnya


" ponsel saya " Anna mencoba meraih


" kau ini sakit , harus istirahat . aku akan memegang ponsel mu selama istirahat "


drt...


drt...


drt...


ponsel Anna berbunyi untuk kesekian kali


" tapi itu ponsel saya berbunyi tuan , siapa tahu penting "


Jefan melirik lagi nama seseorang yang menelfon Anna


" kau ini benar-benar berani , mengganggu istri orang " batin Jefan


klik


Jefan mematikan panggilan


" kenapa anda memutuskan nya tuan , siapa yang telfon "


" Davin , namanya "


" Davin " ulang Anna kaget


" siapa , apa dia laki-laki yang ku temui di reuni sekolah mu itu "


" i..ya tuan "


" habiskan makanannya , terus minum obat agar cepet sembuh " Jefan mengusap rambut Anna sebelum beranjak pergi sedang Anna di buat kikuk atas perlakuan Jefan


Jefan pergi ke ruang kerja dengan membawa ponsel Anna , membuka pesan yang dikirim Davin dari kemarin


" malem Ann...." pesan Davin


" Anna .."


" kamu sudah tidur ya "


" ya udah deh , selamat Bobo ..


dan mimpi aku ya 😁


" cih ! apa dia tidak ada kerjaan , mengirimi pesan istri orang " gumam Jefan


Jefan terus scroll pesan Anna dan Davin ke atas , penasaran seberapa jauh hubungan Anna dengan lelaki itu


" sok manis sekali " Jefan terus membaca pesan Davin yang belum di hapus Anna


sudah satu jam Jefan mengkorek informasi dari ponsel Anna dan memutuskan kembali ke kamar melihat keadaan Anna


" kenapa di jam segini masih di rumah tuan , apa anda tidak ke kantor " sapa Anna yang melihat Jefan memasuki kamar


" badan ku pegal semua gara-gara menunggui mu sakit . lagian itu juga perusahaan ku sendiri jadi terserah aku "


" memangnya siapa yang minta anda merawat saya " sahut Anna dengan bibir manyun


Tok...


Tok..


Tok...


" ma'af mengganggu tuan , ada tuan Nino ingin bertemu dengan anda " pak Jim mengetuk pintu


" suruh dia masuk "


" baik tuan "


Nino langsung masuk ke kamar Jefan


" Jef , aku sudah menunggu mu lama di kantor "


" kenapa sekarang kau juga bawel seperti dia , terserah aku , mau masuk kantor apa tidak" Jefan menunjuk Anna dengan dagunya


" bawel kata mu , aku sudah menunggu mu dua jam , kita ada meeting dengan klien "


" aku lupa , cancel saja . Anna merepotkan ku lagi " ujar Jefan melirik kearah Anna sedang wajah Anna terlihat mulai sinis


" merepotkan? , memangnya kau sedang di repotkan apa " tanya Nino


" sudah lah pergi sana , bilang saja pada klien istri tuan mu sedang sakit , dan dia sedang merawat istrinya " Jefan memaksa Nino keluar dari kamar , dengan mendorong tubuhnya


" benarkah yang ku dengar Anna , apa dia benar-benar merawat mu " tanya Nino di ambang pintu


" hus hus pergi sana " braak!! .Jefan menutup pintu


" apa kau membutuhkan sesuatu "


" tidak tuan "


" mungkin kau menginginkan sesuatu , aku bisa suruh pelayan membelikan nya "


" bukankah saya ini hanya merepotkan tuan "

__ADS_1


" lupakan apa yang ku katakan tadi pada Nino , apa mau ku belikan sesuatu "


" tidak terima kasih tuan , saya hanya bosan diam seharian di rumah "


" apa kamu mau jalan-jalan malam , naik motor" ajak Jefan


" motor , apa anda bisa mengendarai nya " goda Anna tersenyum


" kau mengejek ku , "


" tidak , tidak tuan . saya tidak pernah melihat anda riding motor "


" apakah aku harus laporan dulu pada mu "


" apa anda mempunyai motor , saya rasa tidak pernah melihat motor di rumah ini "


" itu bukan hal sulit bagi ku , kalau begitu bersiaplah "


Jefan keluar kamar , menghubungi Nino untuk meminjam motor nya karena selama ini Jefan memang kurang tertarik dengan motor


" kenapa Jef "


" suruh orang mengantar motor mu ke rumah"


" kenapa tiba-tiba kau mau motor ku , sejak kapan kau suka naik motor "


" bisa tidak, tidak usah tanya alasannya"


" tentu saja aku harus tanya , ini kan motor ku . aku tidak mau nanti ada yang menyalah gunakan motor ku "


" sudah kirimkan saja motor mu , aku menunggunya dan besok belikan aku motor yang bagus "


" kau yakin akan membelinya "


" kenapa aku tidak akan membelinya , uang ku banyak "


" maksud ku sejak kapan kau mulai tertarik dengan motor "


" aku tunggu sepuluh menit , kalau belum datang juga , akan ku pastikan kau di pecat "


Klik , Jefan menutup telfonnya , tak lama orang suruhan Nino datang dengan mengendarai motor



" mau ku antar kemana "


" terserah tuan , saya lebih suka naik motor ketimbang mobil "


" kenapa sih wanita itu selalu mempersulit dengan menjawab terserah "


" gimana kalau ke Andara night saja "


" tempat apa itu "


" semacam pasar rakyat , kayak pasar malam gitu . banyak permainannya "


" ok , kita meluncur" Jefan mengendarai motor dengan sangat cepat


beberapa menit jefan menepikan motor nya


" kenapa tuan "


" pegangan "


" aku akan menambah kecepatannya supaya cepat sampai "


" tidak usah ngebut , pasar malamnya tidak akan pindah , jadi santai saja "


" aku bilang pegangan! " perintah Jefan kedua kalinya


" baiklah " Anna pasrah , terpaksa melingkarkan tangannya di perut Jefan


Jefan mempercepat motornya dan terhenti di



" kamu yakin mau kesini " Jefan melihat sekitar , terlalu ramai orang


" kenapa , kalau anda tidak mau masuk, tunggu saja di luar . saya akan masuk sendiri " Anna meninggalkan Jefan sendiri yang masih terpaku dengan lalu lalang orang


" eh tunggu ..." Jefan menyusul


" sepertinya kamu sering sekali kesini "


" Iyah , tempat ini irit kantong buat saya yang bokek " Anna tersenyum malu


" ramai sekali " gumam Jefan


" saya malah suka keramaian seperti ini , karena saya bisa berandai-andai menjadi orang-orang yang saya lihat "


" maksudnya "


" lihat mereka " Anna menunjuk ketiga orang di sebrang air mancur


" aku bahagia melihat anak itu , mempunyai kedua orang tua yang masih lengkap "


" dan lihat juga mereka " Anna menunjuk sepasang suami istri dengan kedua anak kembar


" impian semua orang , mempunyai keluarga bahagia dengan anaknya "


" bukankah aku sudah mengabulkan impian pertama mu "


" apa "


" orang tua ku kan sudah menjadi orang tua mu juga "


Anna tersenyum " tapi mereka mertua tuan , tentu tidak sama dengan orang tua kandung"


Jefan menjitak kepala Anna " bukankah mama sudah menganggap mu seperti anak nya sendiri "


" iya ,iya ma'af tuan "


" apa mau aku kabulkan impian kedua mu , ku rasa itu tidak sulit , sekali jalan "


" maksudnya " spontan Anna menatap tajam Jefan


" kita kan sudah menikah , tinggal buat anaknya doang " Jefan tertawa


" hah...hah.." Anna tergelak dengan yang di dengarnya


" kau percaya " Jefan merangkul bahu Anna , mengajaknya berjalan


" tuan " Anna hanya bisa menatap , tak mengerti dengan sikap Jefan


" kau mau makan apa "

__ADS_1


" terserah "


" apa mau corn dog Mozarella "


Anna mengangguk " boleh "


" duduklah disini , biar aku yang membelikan nya " Jefan mendudukkan Anna di kursi panjang taman itu


" tunggu tuan "


" tempatnya sangat penuh , biar saya saja "


" itu bukan hal sulit bagi ku "


" tapi tuan ini tempat umum bukan perusahaan milik anda , jadi anda harus mengantri seperti yang lainnya " Anna menunjuk orang banyak yang sedang mengantri


" apakah harus! , aku bisa membayarnya lebih supaya bisa mendapatkan nya dulu "


" tidak bisakah anda sekali saja menjadi rakyat biasa , bersikap normal seperti orang lain "


" iya iya baiklah "


Jefan menuruti ucapan Anna , mengantri di belakang pembeli terakhir . Anna melihati Jefan dari tempat duduknya , terlihat wajah bosan Jefan yang terus-terusan melihati jam tangannya


" enak juga , kenapa tidak memakannya "


" lucu sekali wajah anda tuan " Anna melihati wajah Jefan sedikit kotor dengan keju Mozarella


" begitu kah " Jefan membersihkan nya


" hmmm..." Anna mengigit corn dog nya , terasa sangat pedas


" astaga , aku lupa menaruh saus pedas nya " Jefan kaget


" saya pencinta pedas tuan "Ucap Anna terus mengunyah corn dog nya sampai habis


" tapi kan kamu lagi sakit , nanti kalau perut mu sakit lagi gimana ? "


" huh...." Anna menggigit bibirnya bergantian , terasa pedas sekali . dia memang pecinta pedas tapi saat perutnya normal


" pedas!! " Jefan menatap bibir Anna yang tidak bisa diam , tanpa meminta persetujuan Anna lelaki itu mencium dan ******* bibir Anna , untuk mengurangi rasa pedas di bibir Anna , pikir Jefan


" woh...." orang di sekelilingnya menatap aneh , tidak sopan melakukan begituan di tempat umum


" tuan " Anna mendorong tubuh Jefan , sontak lelaki itu berdiri , kaget dengan tatapan orang di sekitarnya


" hah bukankah itu tuan Jefan "


" iya , masak sih "


" kenapa tuan Jefan berciuman di taman "


" apa tidak salah lihat "


" ah , romantis sekali "


para pengunjung mulai ramai meng gibahi Jefan dan Anna


Anna menutupi wajah dengan tangannya ,malu dan memutuskan menghindari orang-orang yang mulai berkomentar tentang mereka berdua .


Jefan menundukkan kepalanya saat mulai tersadar dengan kelakuan nya dan menyusul Anna


Anna hanya diam , terlihat raut wajahnya sangat marah


" apa kau marah " sapa Jefan . Anna masih diam


" aku kan hanya berniat menolong mu , supaya tidak kepedasan " ucap Jefan dengan manja seperti anak kecil , mencoba untuk membujuk Anna


" mama ku kan sudah menganggap mu seperti anaknya sendiri , jadi jangan punya pikiran mesum . mulai sekarang anggap aku ini kakak mu "


braakkk..


Anna memukul Jefan dengan tas nya


" mana bisa begitu tuan "


" anggap saja bisa "


" tapi aku masih belum bisa menerima nya , mana ada kakak mencium adik perempuan nya seperti itu "


" kau ini berisik terus , sudah baik ku anggap adik ku . mau ku anggap istri , habislah kau ha..ha.." Jefan tertawa dan pergi meninggalkan Anna sendirian


" tuan...tuan..baru saja aku mau luluh , dia malah meninggalkan ku sendirian . dasar Squidward " gumam Anna


tak lama Jefan kembali dengan membawa cotton candy


" nih " Jefan menyodorkan nya pada Anna


" buat saya "


" anggap itu permintaan maaf dari ku "


Anna mulai memakannya " dari mana anda tahu saya suka permen kapas "


" yah , biasanya anak kecil kalau ngambek suka diem kalau di kasih itu "


spontan Anna menoleh ke arahnya " maksudnya saya seperti anak kecil begitu "


" hadewh...salah lagi "


" dan jangan panggil tuan lagi , apa aku kelihatan sangat tua " tambah Jefan


" apa harus ku panggil kakak , mas atau Abang , bang Jefan " usul Anna


" kenapa begitu "


" anda kan sudah menganggap saya adik , jadi kan sekarang anda kakak saya "


" panggil saja sayang " gumam Jefan berlalu


" apa , apa anda mengatakan sayang barusan " Anna mengejar Jefan


" sudah ayo cari makan , aku lapar " Jefan menghampiri kendaraan nya


" saya kan belum menghabiskan cotton candy nya , nanti kan bisa kempes "


Jefan duduk di atas motor nya


" Aa....." Jefan membuka mulutnya


" apa , anda mau "


" suapin " pinta Jefan


" ishh....." Anna menyuapi nya walaupun dengan raut wajah yang tidak suka

__ADS_1


__ADS_2