
pagi ini Jefan sudah menyiapkan sarapan Anna di dalam kamar
" Hai..pagi " sapa Jefan melihat Anna yang baru membuka matanya
" pak Jim sudah membawakan sarapan mu ke sini , makanlah dulu " Jefan duduk di samping Anna
" saya mau ke kamar mandi dulu "
" kau ini , tidak bisa apa langsung melakukan yang ku perintahkan "
" baiklah , maafkan saya tuan " Anna mengambil alih piring dari tangan Jefan
" kau tidak mau aku suapi "
" tidak usah tuan , saya bisa sendiri " Anna sedikit terganggu karena lelaki yang duduk di depannya itu melihatnya terus saat makan
" kenapa kamu pasang wajah begitu " Jefan tersenyum melihat wajah Anna manyun , terlihat sangat lucu
Drt....drt....drt..
drt....drt....drt..
Jefan melirik handphone Anna yang berbunyi di atas nakas
* Davin
Anna akan mengambilnya tapi tangan Jefan lebih cepat meraihnya
" ponsel saya " Anna mencoba meraih
" kau ini sakit , harus istirahat . aku akan memegang ponsel mu selama istirahat "
drt...
drt...
drt...
ponsel Anna berbunyi untuk kesekian kali
" tapi itu ponsel saya berbunyi tuan , siapa tahu penting "
Jefan melirik lagi nama seseorang yang menelfon Anna
" kau ini benar-benar berani , mengganggu istri orang " batin Jefan
klik
Jefan mematikan panggilan
" kenapa anda memutuskan nya tuan , siapa yang telfon "
" Davin , namanya "
" Davin " ulang Anna kaget
" siapa , apa dia laki-laki yang ku temui di reuni sekolah mu itu "
" i..ya tuan "
" habiskan makanannya , terus minum obat agar cepet sembuh " Jefan mengusap rambut Anna sebelum beranjak pergi sedang Anna di buat kikuk atas perlakuan Jefan
Jefan pergi ke ruang kerja dengan membawa ponsel Anna , membuka pesan yang dikirim Davin dari kemarin
" malem Ann...." pesan Davin
" Anna .."
" kamu sudah tidur ya "
" ya udah deh , selamat Bobo ..
dan mimpi aku ya 😁
" cih ! apa dia tidak ada kerjaan , mengirimi pesan istri orang " gumam Jefan
Jefan terus scroll pesan Anna dan Davin ke atas , penasaran seberapa jauh hubungan Anna dengan lelaki itu
" sok manis sekali " Jefan terus membaca pesan Davin yang belum di hapus Anna
sudah satu jam Jefan mengkorek informasi dari ponsel Anna dan memutuskan kembali ke kamar melihat keadaan Anna
" kenapa di jam segini masih di rumah tuan , apa anda tidak ke kantor " sapa Anna yang melihat Jefan memasuki kamar
" badan ku pegal semua gara-gara menunggui mu sakit . lagian itu juga perusahaan ku sendiri jadi terserah aku "
" memangnya siapa yang minta anda merawat saya " sahut Anna dengan bibir manyun
Tok...
Tok..
Tok...
" ma'af mengganggu tuan , ada tuan Nino ingin bertemu dengan anda " pak Jim mengetuk pintu
" suruh dia masuk "
" baik tuan "
Nino langsung masuk ke kamar Jefan
" Jef , aku sudah menunggu mu lama di kantor "
" kenapa sekarang kau juga bawel seperti dia , terserah aku , mau masuk kantor apa tidak" Jefan menunjuk Anna dengan dagunya
" bawel kata mu , aku sudah menunggu mu dua jam , kita ada meeting dengan klien "
" aku lupa , cancel saja . Anna merepotkan ku lagi " ujar Jefan melirik kearah Anna sedang wajah Anna terlihat mulai sinis
" merepotkan? , memangnya kau sedang di repotkan apa " tanya Nino
" sudah lah pergi sana , bilang saja pada klien istri tuan mu sedang sakit , dan dia sedang merawat istrinya " Jefan memaksa Nino keluar dari kamar , dengan mendorong tubuhnya
" benarkah yang ku dengar Anna , apa dia benar-benar merawat mu " tanya Nino di ambang pintu
" hus hus pergi sana " braak!! .Jefan menutup pintu
" apa kau membutuhkan sesuatu "
" tidak tuan "
" mungkin kau menginginkan sesuatu , aku bisa suruh pelayan membelikan nya "
" bukankah saya ini hanya merepotkan tuan "
__ADS_1
" lupakan apa yang ku katakan tadi pada Nino , apa mau ku belikan sesuatu "
" tidak terima kasih tuan , saya hanya bosan diam seharian di rumah "
" apa kamu mau jalan-jalan malam , naik motor" ajak Jefan
" motor , apa anda bisa mengendarai nya " goda Anna tersenyum
" kau mengejek ku , "
" tidak , tidak tuan . saya tidak pernah melihat anda riding motor "
" apakah aku harus laporan dulu pada mu "
" apa anda mempunyai motor , saya rasa tidak pernah melihat motor di rumah ini "
" itu bukan hal sulit bagi ku , kalau begitu bersiaplah "
Jefan keluar kamar , menghubungi Nino untuk meminjam motor nya karena selama ini Jefan memang kurang tertarik dengan motor
" kenapa Jef "
" suruh orang mengantar motor mu ke rumah"
" kenapa tiba-tiba kau mau motor ku , sejak kapan kau suka naik motor "
" bisa tidak, tidak usah tanya alasannya"
" tentu saja aku harus tanya , ini kan motor ku . aku tidak mau nanti ada yang menyalah gunakan motor ku "
" sudah kirimkan saja motor mu , aku menunggunya dan besok belikan aku motor yang bagus "
" kau yakin akan membelinya "
" kenapa aku tidak akan membelinya , uang ku banyak "
" maksud ku sejak kapan kau mulai tertarik dengan motor "
" aku tunggu sepuluh menit , kalau belum datang juga , akan ku pastikan kau di pecat "
Klik , Jefan menutup telfonnya , tak lama orang suruhan Nino datang dengan mengendarai motor
" mau ku antar kemana "
" terserah tuan , saya lebih suka naik motor ketimbang mobil "
" kenapa sih wanita itu selalu mempersulit dengan menjawab terserah "
" gimana kalau ke Andara night saja "
" tempat apa itu "
" semacam pasar rakyat , kayak pasar malam gitu . banyak permainannya "
" ok , kita meluncur" Jefan mengendarai motor dengan sangat cepat
beberapa menit jefan menepikan motor nya
" kenapa tuan "
" pegangan "
" aku akan menambah kecepatannya supaya cepat sampai "
" tidak usah ngebut , pasar malamnya tidak akan pindah , jadi santai saja "
" aku bilang pegangan! " perintah Jefan kedua kalinya
" baiklah " Anna pasrah , terpaksa melingkarkan tangannya di perut Jefan
Jefan mempercepat motornya dan terhenti di
" kamu yakin mau kesini " Jefan melihat sekitar , terlalu ramai orang
" kenapa , kalau anda tidak mau masuk, tunggu saja di luar . saya akan masuk sendiri " Anna meninggalkan Jefan sendiri yang masih terpaku dengan lalu lalang orang
" eh tunggu ..." Jefan menyusul
" sepertinya kamu sering sekali kesini "
" Iyah , tempat ini irit kantong buat saya yang bokek " Anna tersenyum malu
" ramai sekali " gumam Jefan
" saya malah suka keramaian seperti ini , karena saya bisa berandai-andai menjadi orang-orang yang saya lihat "
" maksudnya "
" lihat mereka " Anna menunjuk ketiga orang di sebrang air mancur
" aku bahagia melihat anak itu , mempunyai kedua orang tua yang masih lengkap "
" dan lihat juga mereka " Anna menunjuk sepasang suami istri dengan kedua anak kembar
" impian semua orang , mempunyai keluarga bahagia dengan anaknya "
" bukankah aku sudah mengabulkan impian pertama mu "
" apa "
" orang tua ku kan sudah menjadi orang tua mu juga "
Anna tersenyum " tapi mereka mertua tuan , tentu tidak sama dengan orang tua kandung"
Jefan menjitak kepala Anna " bukankah mama sudah menganggap mu seperti anak nya sendiri "
" iya ,iya ma'af tuan "
" apa mau aku kabulkan impian kedua mu , ku rasa itu tidak sulit , sekali jalan "
" maksudnya " spontan Anna menatap tajam Jefan
" kita kan sudah menikah , tinggal buat anaknya doang " Jefan tertawa
" hah...hah.." Anna tergelak dengan yang di dengarnya
" kau percaya " Jefan merangkul bahu Anna , mengajaknya berjalan
" tuan " Anna hanya bisa menatap , tak mengerti dengan sikap Jefan
" kau mau makan apa "
__ADS_1
" terserah "
" apa mau corn dog Mozarella "
Anna mengangguk " boleh "
" duduklah disini , biar aku yang membelikan nya " Jefan mendudukkan Anna di kursi panjang taman itu
" tunggu tuan "
" tempatnya sangat penuh , biar saya saja "
" itu bukan hal sulit bagi ku "
" tapi tuan ini tempat umum bukan perusahaan milik anda , jadi anda harus mengantri seperti yang lainnya " Anna menunjuk orang banyak yang sedang mengantri
" apakah harus! , aku bisa membayarnya lebih supaya bisa mendapatkan nya dulu "
" tidak bisakah anda sekali saja menjadi rakyat biasa , bersikap normal seperti orang lain "
" iya iya baiklah "
Jefan menuruti ucapan Anna , mengantri di belakang pembeli terakhir . Anna melihati Jefan dari tempat duduknya , terlihat wajah bosan Jefan yang terus-terusan melihati jam tangannya
" enak juga , kenapa tidak memakannya "
" lucu sekali wajah anda tuan " Anna melihati wajah Jefan sedikit kotor dengan keju Mozarella
" begitu kah " Jefan membersihkan nya
" hmmm..." Anna mengigit corn dog nya , terasa sangat pedas
" astaga , aku lupa menaruh saus pedas nya " Jefan kaget
" saya pencinta pedas tuan "Ucap Anna terus mengunyah corn dog nya sampai habis
" tapi kan kamu lagi sakit , nanti kalau perut mu sakit lagi gimana ? "
" huh...." Anna menggigit bibirnya bergantian , terasa pedas sekali . dia memang pecinta pedas tapi saat perutnya normal
" pedas!! " Jefan menatap bibir Anna yang tidak bisa diam , tanpa meminta persetujuan Anna lelaki itu mencium dan ******* bibir Anna , untuk mengurangi rasa pedas di bibir Anna , pikir Jefan
" woh...." orang di sekelilingnya menatap aneh , tidak sopan melakukan begituan di tempat umum
" tuan " Anna mendorong tubuh Jefan , sontak lelaki itu berdiri , kaget dengan tatapan orang di sekitarnya
" hah bukankah itu tuan Jefan "
" iya , masak sih "
" kenapa tuan Jefan berciuman di taman "
" apa tidak salah lihat "
" ah , romantis sekali "
para pengunjung mulai ramai meng gibahi Jefan dan Anna
Anna menutupi wajah dengan tangannya ,malu dan memutuskan menghindari orang-orang yang mulai berkomentar tentang mereka berdua .
Jefan menundukkan kepalanya saat mulai tersadar dengan kelakuan nya dan menyusul Anna
Anna hanya diam , terlihat raut wajahnya sangat marah
" apa kau marah " sapa Jefan . Anna masih diam
" aku kan hanya berniat menolong mu , supaya tidak kepedasan " ucap Jefan dengan manja seperti anak kecil , mencoba untuk membujuk Anna
" mama ku kan sudah menganggap mu seperti anaknya sendiri , jadi jangan punya pikiran mesum . mulai sekarang anggap aku ini kakak mu "
braakkk..
Anna memukul Jefan dengan tas nya
" mana bisa begitu tuan "
" anggap saja bisa "
" tapi aku masih belum bisa menerima nya , mana ada kakak mencium adik perempuan nya seperti itu "
" kau ini berisik terus , sudah baik ku anggap adik ku . mau ku anggap istri , habislah kau ha..ha.." Jefan tertawa dan pergi meninggalkan Anna sendirian
" tuan...tuan..baru saja aku mau luluh , dia malah meninggalkan ku sendirian . dasar Squidward " gumam Anna
tak lama Jefan kembali dengan membawa cotton candy
" nih " Jefan menyodorkan nya pada Anna
" buat saya "
" anggap itu permintaan maaf dari ku "
Anna mulai memakannya " dari mana anda tahu saya suka permen kapas "
" yah , biasanya anak kecil kalau ngambek suka diem kalau di kasih itu "
spontan Anna menoleh ke arahnya " maksudnya saya seperti anak kecil begitu "
" hadewh...salah lagi "
" dan jangan panggil tuan lagi , apa aku kelihatan sangat tua " tambah Jefan
" apa harus ku panggil kakak , mas atau Abang , bang Jefan " usul Anna
" kenapa begitu "
" anda kan sudah menganggap saya adik , jadi kan sekarang anda kakak saya "
" panggil saja sayang " gumam Jefan berlalu
" apa , apa anda mengatakan sayang barusan " Anna mengejar Jefan
" sudah ayo cari makan , aku lapar " Jefan menghampiri kendaraan nya
" saya kan belum menghabiskan cotton candy nya , nanti kan bisa kempes "
Jefan duduk di atas motor nya
" Aa....." Jefan membuka mulutnya
" apa , anda mau "
" suapin " pinta Jefan
" ishh....." Anna menyuapi nya walaupun dengan raut wajah yang tidak suka
__ADS_1