
" mau kemana? " tanya Jefan melihat Anna membawa tas
" aku ada janji mau jenguk ibu teman ku yang sedang sakit "
" siapa? kau punya teman di sini? "tanya Jefan curiga
" hmm..Davin, bolehkan!! "
" hmm..yah boleh "jawab Jefan berfikir sejenak yang berjanji tidak akan mengurusi kehidupan pribadi Anna
" terimakasih, kalau begitu aku jalan dulu "Anna melangkah kan kakinya
" tunggu..."
Anna menoleh " ada apa "
" kenapa dia bisa ada di sini juga, apa dia mengikuti mu...maksudku Ehm..bukan bermaksud untuk mencampuri urusan mu dengan nya tapi kenapa bisa kebetulan sekali dia ada di kota ini "
" Davin sebenarnya berasal dari kota ini, dan dia datang untuk mengunjungi ibu nya yang sedang sakit "
" kalau begitu aku yang akan mengantar mu" Jefan beranjak
" tidak usah, dia sudah menunggu di luar "Anna menolak
Jefan melihat lelaki itu dari dalam jendela villa, benar saja yang ia lihat adalah Davin, mantan pacar sang istri
"apakah aku akan percaya pada kebetulan nya, cih!! aku bukan orang yang polos seperti Anna yang mudah kau tipu itu "gumam Jefan
Jefan bosan. yang hanya sendirian berbaring di dalam kamar, ia memutuskan untuk pergi menemui sahabatnya di hotel
" APA!!! ,jadi si Davin itu juga ada di sini "teriak Nino setelah mendengar cerita dari Jefan
" terus kenapa kau malah membiarkan Anna pergi dengannya "sahut Nicole
" karena aku sudah berjanji padanya untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadinya "
" terus kenapa seorang Jefan, mau begitu saja mengiyakan permintaan aneh istri mu itu"ucap lagi Nicole
" itu syarat yang di ajukan Anna agar bisa memaafkan ku dan itu GARA-GARA KALIAN SEMUA!!! " suara Jefan meninggi
" bukankah kau menikmatinya juga" Nicole menggoda
" Dasar brengsek!! " Jefan melempar sebuah bantal tepat di muka Nicole
"terus-terus kemana sekarang mereka pergi" tanya Nino
" kata Anna tadi, dia cuma mau mengunjungi ibu Davin yang sedang sakit "
" dan kamu percaya "sahut Nino
" kenapa sih Bos kamu ini jadi bodoh kalau berurusan dengan Anna "ujar Nicole
" sudah bosan hidup kamu ya, bisa mengatakan seperti itu "
" iya memang begitu, dulu saat kau bersama Adelle sifat mu dingin seperti es batu balok"
" jangan-jangan....."Nino menunjuk Jefan " Bos sudah falling on love "
ck, Jefan memalingkan wajahnya
" aku heran sama kamu Jef, wanita cantik seperti Anna mana mungkin tidak bisa membuat mu jatuh cinta "
" tau nih orang! aku saja sudah Suka saat pertama kali bertemu dengan nya"ujar Nino
" oh ya, ada kabar dari Samuel "Nicole
" ada apa dengannya? "tanya Jefan
" dia akan menikah, dua Minggu lagi "jawab Nicole
" APA!!! "sahut Jefan dan Nino berbarengan
" kenapa tiba-tiba dia ingin menikah mendadak sekali" Nino
" kenapa? apa keinginan nya salah, kau saja yang jomblo tidak ada kekasih yang bisa kau nikahi "timpal Jefan
" makanya cepat cari pacar sana!! "sahut Nicole
" memangnya siapa wanita yang akan di nikahi Samuel, kenapa dia tidak pernah cerita sedang dekat dengan seseorang"
Nicole menaikkan kedua bahu nya " aku juga tidak tahu, tapi dia bilang kalau dia sudah mengenal wanita itu empat bulan yang lalu "
" dia memang selalu serius saat menjalin hubungan "
" dan dia juga akan segera menjadi seorang ayah "ucap lagi Nicole
" APA!! "sahut Jefan dan Nino berbarengan lagi
" sudah ku duga pasti ada sesuatu, ternyata dia brengsek juga ha..ha.."Nino tertawa puas
__ADS_1
" benarkah itu "tanya Jefan meyakinkan bahwa informasi itu benar
" dia sendiri yang mengabari ku tadi, dan dia sangat bahagia sekali karena akan menikah sekaligus menjadi seorang ayah "Nicole
Nino menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan kabar berita yang di dengar nya ini
di kediaman Davin
" lihatlah ma, siapa yang ku bawa ke sini"
" Anna kan..."sahut wanita paruh baya yang berbaring di tempat tidur itu
Anna mengangguk sembari tersenyum
" selamat malam Tante "sapa Anna
" ternyata kamu lebih cantik orang nya dari pada di foto. kau tahu Davin banyak cerita tentang diri mu"
" Terimakasih Tante, senang rasanya bisa bertemu dengan Tante walaupun keadaan nya sedih begini "
" kenapa harus sedih, aku sudah baik-baik saja, kau tahu! aku hanya sedikit berpura-pura saja agar Davin tidak cepat pergi meninggalkan ku sendiri an lagi "
" aku tidak akan meninggalkan mama lagi, aku akan membawa mama untuk tinggal bersama ku "Davin memeluk mamanya erat
" iya Tante, kenapa tidak tinggal bersama Davin saja, di sana kan Davin bisa merawat Tante dengan baik "sahut Anna
" apa Tante sudah makan "
" Aagrhh...aku lupa membeli kan makanan, kalau begitu aku akan memesan dulu" Davin mengeluarkan handphone nya
" apa boleh Anna yang memasak untuk Tante "
" tidak, tidak usah biar Davin yang membelinya saja. kenapa harus merepotkan tamu kita "
" tidak kok Tante, lagian aku senang sekali kalau bisa memasaknya untuk Tante "
" apa tidak merepotkan " tanya Davin
Anna menggeleng
" tenang saja ma, masakan Anna sangat lezat"
" bisa tunjukkan dapurnya "Anna berdiri
" aku akan membantu "Davin mengantarnya ke dapur
" lihat saja nanti "Anna mengeluarkan beberapa sayuran yang ingin ia masak
" aku jadi tidak sabar mencicipi masakan mu lagi, rasa nya pasti bertambah lezat " ucap Davin sambil membantu Anna mencuci sayuran
" kamu bisa saja "
" apakah kamu benar-benar sudah sembuh? nanti kalau kamu kelelahan, suami mu itu pasti datang menghajar ku "ucap Jefan tersenyum mencoba bergurau dengan nya
" aku sudah baik-baik saja "
" jangan hilang kabar lagi, karena aku tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kali" Davin menatap Anna lekat
" aku cuma kurang enak badan saja, tidak tahu kenapa kalau sekarang sedang sakit, aku hanya ingin istirahat total tanpa di ganggu oleh siapapun "
" apa Jefan selalu melarang mu untuk berhubungan dengan ku "
" tidak, dia mulai bisa bersahabat dengan ku"
" kenapa?? "Davin menoleh spontan
" kenapa?? yah kita sudah beberapa bulan tinggal bersama jadi alangkah lebih baiknya kalau kita berdamai "
" kamu yakin tidak ada niat terselubung dari nya"
" sudah ku bilang kan, dia punya kekasih yang sangat cantik. jadi dia tidak mungkin punya maksud lain dengan ku "
" benar "tanya Davin meyakinkan
" heem..."jawab pendek Anna sambil memasak sayur
Davin membantu Anna menyiapkan makanan untuk di hidangkan di meja makan
" aku akan memanggil mama sebentar "Davin pergi untuk memanggil sang mama
Anna melihat handphone nya, sudah ada lima pesan dari Jefan
aku akan menjemputmu nanti, kirimkan alamatnya
Anna ..
aku sudah menyiapkan makan malam
__ADS_1
aku akan menunggu mu untuk makan malam bersama
kau dimana?? masih belum pulangkah
Anna membalas pesan dari Jefan
aku akan pulang sebentar lagi dan jangan menunggu ku makan malam karena keluarga Davin sudah mengajak ku makan malam.send
" siapa "tanya Davin datang bersama mamanya
" sepertinya aku tidak bisa berlama-lama "
" makanlah dulu, tante ingin menikmati makan malam ini dengan chef nya langsung "
" iya Tante "
" kapan kalian akan meresmikan hubungan ke jenjang yang lebih serius "tanya mama Davin
Anna dan Davin diam sejenak, saling menatap
" sebenarnya saya...."
" Anna masih harus fokus pada kuliah nya dulu ma "Davin memotong pembicaraan Anna untuk menjelaskan yang sebenarnya
Anna menatap Davin lekat, lelaki itu menggeleng. melarang Anna mengutarakan yang sebenarnya
jamuan makan malam sudah berakhir
" semoga lekas sembuh Tante, senang bisa bertemu dengan Tante "
" sering-seringlah ke sini, Tante akan sangat senang kalau sering bertemu dengan mu" mama Davin memeluknya
" iya, dengan senang hati, kalau begitu Anna pamit dulu " Anna melepas pelukan mama Davin
" Davin antar Anna dulu ya ma "pamit Davin
" hati-hati ya dav,"
Davin membukakan pintu mobil
" apa tadi yang menghubungi mu itu Jefan" Davin memulai pembicaraan di dalam mobil
" heem..."
" ada apa, apa katanya "tanya Davin sedikit cemburu
" tidak apa-apa, dia hanya sedang menunggu ku untuk makan malam "
" kenapa "
" dia hanya tidak terbiasa makan sendirian "
itu mungkin hanya alasan supaya kau cepat pulang. batin Davin
" terimakasih, hati-hati di jalan "Anna melambaikan tangan pada Davin yang meninggalkan halamannya
di sisi lain ada Jefan yang sedang mengawasi nya dari balik kelambu jendela. dia berlari menuju meja makan dan berpura-pura tertidur
" Jef, kenapa dia tidur di sini "gumam Anna
" Jef, Jefan ...bangunlah kenapa kamu tidur di sini "Anna menggoyangkan tubuhnya
" hoamm...oh, kamu sudah pulang "Jefan pura-pura terkejut
" aku baru saja sampai, apa kau sedang menunggu ku "Anna melihat hidangan di atas meja makan yang masih belum berkurang porsinya
" sebenarnya aku menunggu makan malam bersama mu tapi malah aku ketiduran di sini "
" aku kan sudah bilang tidak usah menunggu "
" oh iya aku lupa, kamu kan sudah makan malam tadi "
" oh!! sebenarnya aku tadi makan cuma sedikit, jadi sekarang aku masih lapar" ujar Anna tak tega melihat Jefan yang sampai tertidur menunggunya
" tapi kamu bilang tadi..."
" kenapa? apa aku tidak boleh makan di rumah ku sendiri "
" apa mereka tidak menjamu mu dengan baik"
" tidak bukan begitu, apa aku tidak boleh makan sesuka hati ku!!"ucap Anna sambil mengambil lauk di depannya
" tidak apa-apa sih, tapi apa tidak takut perut mu itu bertambah buncit "goda Jefan
Anna menghentikan suapan makannya " hah!! "
sebenarnya dia memang sudah benar-benar kenyang, hanya saja dia tidak ingin menyakiti perasaan Jefan yang telah menunggunya
bersambung....
__ADS_1