
Hari ini adalah hari terburuk menurut Anna , ia terpaksa menikah dengan Tuan muda yang sangat di bencinya . Anna sendiri tak habis pikir kenapa Jefan memaksanya untuk menjadi istrinya , padahal jelas-jelas saat mereka pertama saling bertemu Jefan bersikap kasar dan habis-habisan membenci Anna
Anna hanya bisa melapangkan dada saat ini , setidaknya ia tak perlu memikirkan tempat tinggal dan bayar uang semester setahun kedepan yang sudah di tanggung Jefan . Anna cukup menjadi istri yang baik dan bersikap masa bodoh pada sikap Jefan nantinya , Anna bersyukur calon ibu mertua memperlakukan nya seperti anaknya sendiri
Hari ini Anna sudah duduk di pelaminan , terlihat Anggun bak seorang putri , gaun putihnya terlihat menawan di padankan dengan buket bunga mawar berwarna merah muda . tapi tidak dengan suami barunya , Jefan tidak begitu merespon wanita cantik di sampingnya . terlihat dari mimik wajahnya ia tak begitu suka dengan keadaan nya saat ini
setelah acara inti berlalu , perkenalan Anna sebagai menantu baru di keluarga Jackson dan pengangkatan Jefan sebagai penerus perusahaan Jackson, kini tiba sesi pemotretan
" apa mereka tidak memikirkan aku yang dari tadi duduk berjam-jam di sini , rasanya kaki ku sudah menjadi kayu..." keluh Anna
dan sekarang Anna harus terus-terusan berdiri meladeni seluruh keluarga dan kerabat yang ingin berfoto dengan mempelai berdua
" sekarang giliran pengantin .." ucap seorang fotografer pernikahan itu
" yang mesra ya sayang..." Rosa menghampiri keduanya
Anna dan Jefan menuruti perintah sang fotografer , bergaya sesuai arahannya
" bisakah anda mempererat pelukannya ..." ucap sang fotografer melihat sikap kaku Jefan .
Jefan sedikit canggung , bukan pada ribuan tamu yang melihatnya tapi canggung pada gadis yang baru di kenalnya itu
Jefan terpaksa memeluk tubuh Anna dengan erat dan menyandarkan kepalanya di atas bahu Anna , Jefan hanya tak ingin ada gosip buruk nanti mengenai pernikahannya
" Tuan...apa yang kau lakukan..." ucap lirih Anna kaget dengan perlakuan Jefan
" sudah diamlah !.. " jawab datar Jefan
wajah keduanya kini sudah sangat dekat , membuat hati Anna sebagai seorang wanita berdegup kencang
" sesi terakhir tuan..."
sang fotografer menghampiri keduanya
" APAA...!! " kedua nya menjawab spontan berbarengan
Rosa yang mendengar suara kedua pengantin, spontan menghampiri keduanya
" jef...bukankah kalian sepasang kekasih , ini hal yang lumrah di lakukan oleh pengantin di pernikahannya " bisik Rosa pada keduanya
" tapi ma..tidak harus di lakukan di depan orang banyak " tolak Jefan
" iya ma...kayaknya sedikit risih saja , apalagi banyak kalangan elite di sini " tambah Anna
" pokoknya mama gak mau tahu , lakukan saja apa yang di arahkan dia..., kalian ini kan menikah hanya sekali setidaknya harus ada momen-momen romantis untuk di abadikan..."
" ta..pi..ma.." rengek Jefan
Rosa meninggalkan keduanya tanpa menggubris penolakan Jefan
" jangan macam-macam ya Tuan.." lirik Anna dengan mata tajam
Jefan menarik kasar pinggang Anna , reflek Anna menubruk dada bidang Jefan
" lepaskan saya tuan..." berontak Anna tapi di hiraukan oleh Jefan
" diam dan jangan permalukan aku sebagai seorang Jefan Jackson.." bisik jefan
" ta..Pi ...adegan ini tidak ada di perjanjian..." Anna belum selesai dengan kalimatnya ,tangan Jefan sudah meraih tengkuk Anna
Jefan menatap mata Anna tajam . mendekatkan wajahnya pada bibir Anna , keduanya saling pandang , membiarkan adegan itu sebentar untuk di potret sang fotografer
15 detik berlalu , Jefan menutup matanya bukannya melepaskan sentuhan bibir Anna , tapi Dia malah ******* bibir gadis itu , tak tahu kenapa Jefan menginginkan lebih dari hanya sekedar sentuhan saja
Prookk...
prookk...
prookk...
Anna mendorong tubuh suaminya dengan nafas tersengal , ia tersadar dengan tepukan para tamu yang dari tadi menyaksikan adegan kissing mereka
" apa sudah gila orang ini, seenak jidat nya memperlakukan ku seperti ini..." batin Anna tak terima dengan perlakuan Jefan
Jefan menundukkan tubuhnya , memberi hormat kepada semua tamu yang bertepuk tangan
drt...drt...drt....
pesan singkat dari Nino
" ku rasa Bos ku ini terlalu menjiwai actingnya , sampai istrimu tersengal kesulitan bernafas 😁 "
Jefan tersenyum sinis , melirik gadis di sampingnya yang terlihat badmood
###
Pesta seharian ini cukup melelahkan buat Anna , kedua kakinya terasa pegal sekali .
mama Rosa memerintahkan keduanya untuk pulang duluan ke kediaman Jackson , mereka harus tinggal di sana terlebih dahulu karena perlu ada Renovasi dan penataan ulang di tempat Jefan
Jefan dan Anna tak saling singgung di dalam mobil , mereka hanya terdiam dengan lamunannya masing-masing . Nino yang mengendarai mobil melirik bergantian ke arah keduanya , sungguh bukan pemandangan buat pengantin baru
__ADS_1
Mobil sudah memasuki gerbang utama kediaman Jackson , rumah itu tak kalah megahnya dengan rumah yang akan di tempati Anna nantinya
" sudah saya siapkan kebutuhan tuan muda di atas..." sambut pak Jim , kepala pelayan di keluarga Jackson , mengikuti langkah tuannya
" tidak perlu mengantar saya pak Jim , sudah ada pengganti pak Jim untuk di repotkan saya.."
pak Jim berhenti , Anna melirik ke arah pelayan yang sudah berumur paruh baya itu
" apa maksudnya aku..., yah ..tentu saja ..aku hanya istri kontrak nya saja , jadi dia tidak mau rugi menafkahi ku dengan menjadikan ku pembantu...huff..." batin Anna kesal
" silahkan ikuti tuan muda Nona..." pak Jim membuyarkan lamunan Anna
Anna terus mengikuti langkah Jefan di ruang atas , dan memberhentikan langkah kakinya
" ma'af tuan...tapi kita tidak boleh tidur sekamar..."
" sejak kapan kau boleh memerintah ku.." Jefan melirik Anna datar
Anna tertunduk tak berani menatap suami di sebelahnya . Anna melangkahkan kaki ke dalam kamar yang di bukakan pintu Jefan
ceklek..
Jefan menutup pintu kamar kembali dan meninggalkan Anna di dalam sendiri , ia melangkah kan kakinya ke ruang kerja pribadinya
" ah ...untung saja, ternyata kamar kita terpisah.." Anna mengelus dadanya , bersyukur bisa menjaga aset satu-satunya yang di miliki
" apa ini....kenapa kamar ini begitu banyak mawar bertaburan...apa mama mertua yang menyiapkan semua ini ya.."
Anna takjub dengan pemandangan yang di lihat nya saat ini , kamar yang ditempati nya penuh dengan kelopak bunga mawar dengan hiasan lilin berjajar yang menyala " indah sekali..." gumam Anna
" terlihat sangat romantis sekali... seandainya ini memang pernikahan sungguhan..ya , tentu saja dengan lelaki yang ku cintai " Anna mulai menyusuri kamar barunya itu
Anna memandangi satu persatu foto di dinding kamar , rupanya ini benar-benar kamar Jefan
Anna berfikir sejenak , dan mengambil bantal dari tempat tidur membawanya ke sofa
" sebaiknya aku harus waspada juga , ku rasa mama mertua tidak mungkin membiarkan aku tidur terpisah dengan anaknya..." Anna menyandarkan kepalanya pada sofa
jam sudah menunjukkan pukul 23:00 , Acara padat yang di lalui Anna hari ini membuatnya sudah tidur terlelap di atas sofa , saking capeknya Anna bahkan tertidur dengan masih mengenakan gaun pengantin nya
Ceklek !!
Jefan memasuki pintu kamarnya , terlihat ruangan itu remang-remang , hanya ada dua cahaya lilin di atas nakas yang di biarkan menyala oleh Anna tadi
Jefan melirik seseorang yang berada di atas sofa " gadis bodoh ini sudah gila tidur dengan mengenakan pakaian seperti ini..." batin sinis Jefan
Jefan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar
Jefan bergegas membersihkan tubuhnya singkat dan langsung membaringkan dirinya di kasur yang nyaman itu , tak peduli pada seseorang yang saat ini tertidur di sofa dengan tempat yang tak seleluasa di tempat tidur nya , otak Jefan sungguh begitu berat hari ini , seharian hanya berdiri dan duduk di tempat yang sama , pulang dengan masih harus mengerjakan tugas kantor yang tidak bisa di tinggalkan dan yang paling berat , tentu saja hatinya
kekasih yang di idamkan menjadi istrinya tak kunjung datang menemui keluarga nya dan malah Jefan menikahi gadis yang tak di kenal nya sama sekali
####
pagi ini Jefan bangun on time seperti biasanya , jam masih menunjukkan pukul 06:00
Jefan melirik seseorang yang masih tertidur di sofa
Jefan menuangkan air ke dalam gelas yang berada di atas nakas
Byurr....
Jefan menyiramkannya pada Anna , sontak membuat Anna gelagapan kaget setengah mati
" nyaman sekali tidur mu ya..." ucap datar Jefan
" ma...ma'af tuan...saya tidak tahu kalau ini sudah pagi "
" baiklah karena ini hari pertama mu untuk aku repotkan ...jadi aku akan memaklumi nya tapi kalo kau mendapati kesalahan maka kau tidak akan ku lepas dari hukuman " jelas Jefan
" ba..baik tuan "
" sekarang aku mau mandi kau siapkanlah air hangat dan juga pakaian ku untuk ke kantor "
Anna langsung bergegas ke kamar mandi menyiapkan apa yang harus di kerjakan nya sebagai istrinya Jefan
Anna menunggu Jefan di walk in closet , Anna memandangi dirinya yang begitu menyedihkan di cermin , bagaimana tidak , penampilannya saat ini begitu acak-acakan dengan rambut masih mengenakan gaun pengantin yang lumayan basah karena siraman Jefan tadi
Anna mengintip Jefan yang baru keluar dari kamar mandi , lelaki itu hanya mengenakan handuk di pinggangnya , tak dapat di pungkiri bahwa dada bidang lelaki itu begitu menawan . Anna bergegas keluar dari walk in closet setelah menyadari Jefan melangkah ke arahnya
" tunggu..." Jefan menghentikan langkah Anna
" jangan panggil aku tuan di hadapan mama dan papa nanti "
Anna mengangguk cepat
" ta..Pi saya harus memanggil dengan sebutan apa..."
" terserah padamu ..." Jefan berlalu
" kenapa harus terserah padaku...nanti kalau aku salah sebut kau juga pasti akan marah tuan , kenapa tidak kasih contoh saja...panggil saja Jefan...atau Jef seperti panggilan mama ..atau mungkin suami ku.. atau yang lebih gila sayangku ...bebeb ku...wkwkw.." Anna geli sendiri mendengar batinnya
__ADS_1
Anna ingin sekali berlama-lama berendam di bathtub tapi mengingat ini di kediaman Jackson , ia harus bersikap seperti menantu yang baik seperti kebanyakan orang
Tok...
Tok...
Tok...
" Nona anda di tunggu tuan dan nyonya di ruang makan..." terdengar suara pak Jim memanggil dari balik pintu
" iya pak , ini juga mau turun.." jawab Anna sambil terus mencari pengering rambut
" dimana sih...apakah lelaki ini tidak punya hairdryer ..." keluh Anna sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
Anna keluar dari kamar mengenakan dress berwarna merah muda dengan rambut basah terurai . dandanan tipis di wajahnya terlihat sangat natural tapi masih terlihat menawan
" pagi pa..ma..." Anna membungkuk kan tubuhnya
" pagi sayang...cantik sekali " puji mama Rosa
Jefan melirik gadis di sampingnya
" terimakasih ma..." jawab Anna tersenyum
" Apa tidur mu semalam nyenyak sayang.., Jefan tidak membuatmu kecapean kan.." selidik Rosa
" ma...apa kamu akan terus-terusan me ngintrogasi menantu mu...dan tidak mempersilahkannya sarapan " papa Jackson mencegah istrinya bertanya usil
" tidak kok ma... tidur saya semalam nyaman sekali..."
" Aroma rambutmu wangi sekali sayang..." goda lagi Rosa
Huk...Huk..Huk....
Jefan terbatuk , membuat semua mata tertuju padanya
" kamu tidak apa-apa Jef..." Rosa tersenyum
" tidak kok ma ..."
" kenapa sepertinya kamu sensitif sekali dengan masalah rambut " Rosa masih belum berhenti menggoda anak semata wayangnya itu
Anna tertegun . ia baru menyadari dengan apa yang di singgung mama mertua nya dengan rambut . mertuanya itu pasti berfikir ada peperangan di malam pengantin mereka berdua tadi malam
" tidak seperti itu ibu mertua...kenapa aku jadi malu dengan kesalahpahaman ini , tapi anak mu itu yang mengguyur kepala ku sampai seperti ini..."batin Anna tertunduk malu
" kalian berencana honeymoon kemana..."
Jefan menghentikan aktivitas makannya
" kerjaan Jefan banyak banget ma , ini aja Jefan mau langsung pergi ke kantor..."
" No no no...Jef ... baru kemarin loh kamu menikah , pokoknya no..."
" tapi ma..." tolak Jefan
" Jefan ...kamu yakin bisa menolak mama kamu.. udah diem aja , perusahaan juga punya sendiri masih bingung aja memikirkan pekerjaan " papa Jackson berada di pihak sang mama
" Hmm.." Jefan menjawab sekenanya
Anna hanya bisa melirik bergantian ketiga orang di hadapannya , ia masih merasa canggung untuk nimbrung dengan ketiganya
" oh ya ma...gimana rumahnya.."
" udah rampung kok pa...Anna kemarin tidak banyak mengganti furniture , sepertinya dia sudah begitu terpikat dengan tatanan penghuni lama rumah itu..."
Anna hanya tersenyum , mendengar namanya di sebut
" ku rasa menantu kita ini level nya sangat tinggi sekali , kamu tahu pa...Anna memilih dan menata kamar mereka dengan begitu indah , kurasa Jefan harus berterima kasih karena Anna begitu tahu selera Jefan "
" benarkah... aku jadi tidak sabar , melihat selera kampungan nya itu " batin Jefan
" biasa saja kok ma , saya hanya memilih yang di rasa bagus "
" mungkin lusa kalian bisa pindah , jadi besok Kamu antarkan mama dan Anna pergi belanja untuk mengisi kebutuhan dapur kalian " perintah Rosa
" ma kan ada sopir , kenapa harus Jefan juga "
" tapi mama mau kamu yang mengantar "
Jefan kesekian kali tak bisa menolak sang mama
" Anna kamu suka bersepeda "
" suka sekali ma "
" biasa nya mama bersepeda keliling halaman rumah , kamu mau gak temani mama .."
" dengan senang hati ma , kalo begitu saya duluan mau ganti baju dulu " pamit Anna beranjak dari meja makan
Selang beberapa menit Anna sudah turun dari kamarnya , mengenakan legging dan atasan Hoodie dengan rambut terikat
ibu mertua dan menantu itu bersepeda bersandingan . halaman rumah kediaman Jackson memang cukup luas tapi tak terasa melelahkan dengan pemandangan di sekitarnya . terdapat banyak jenis tumbuhan dan bunga yang indah
__ADS_1
yang tak di ketahui keduanya , terdapat sosok yang mengawasi keduanya dari balkon kamar lantai dua .
Jefan terus memandangi keduanya , terlihat sangat akrab sudah seperti anak dan ibu kandung , pikir Jefan