
siang hari ini masih tetap dengan kesibukan yang sama di kantor Jackson grub
" aku lupa bilang, kalau kau dapat undangan pesta pertunangan dari dokter Stevi "Nino
" dokter Stevi!! dokter kandungan temennya Nicole "
" he'em acaranya nanti malam. kau mau datang"
" tidak."
dengan gampang sudah bisa di tebak jawaban Jefan. ia tidak biasa menghadiri undangan yang notabene nya bukan orang terdekat dengan nya, kecuali menghadiri undangan dari koleganya, dan tentu saja dengan pembahasan bisnis di dalamnya
hari ini cukup melelahkan. Jefan kembali pukul 19:00 dan langsung melangkahkan kakinya ke kamar
" mau kemana "tanya Jefan melihat Anna yang sudah berdandan cukup berlebihan tidak seperti biasanya
" ke pesta pertunangan nya dokter Stevi. kemaren dia menelfon, katanya undangan nya sudah di kirimkan "
" yah Nino yang menerima nya, dia baru memberitahu tadi "
" kalau dokter stevi tidak menelfon ku langsung, aku tidak akan tahu "
" kau mau datang?? "
" tentu saja. apa kau tidak mau datang "tanya balik Anna
" aku capek hari ini "
" tapi bolehkan aku pergi "
" tidak "
" Jef ayolah, aku juga pergi di antar sopir. aku juga tidak enak pada dokter Stevi kalau sampai tidak datang. apalagi dia sudah menelfon ku langsung"
" masa bodoh dengan orang lain "jawab Jefan lalu membaringkan tubuhnya
" ku mohon Jef biarkan aku datang. aku berjanji akan kembali cepat "rengek Anna
" kau suka sekali membantah ku "
" baiklah aku akan tetap diam di rumah bahkan aku tidak akan keluar kamar. itu kan yang kamu mau!! "Anna ngedumel bertingkah seperti bocah
" baiklah tapi jangan pulang terlalu malam "
" benar?? tapi kau tidak akan menghukum ku kan "
" apa kau mau aku berubah pikiran?? "
" kalau kau tidak ikhlas mengijinkan ku, aku akan tetap di sini. tidak akan kemana-mana "Anna masih dengan mode ngambek
" dasar wanita ya... serba salah!!. sudah pergi sana. ingat!! jangan pulang terlambat. kalau bisa sebelum waktunya pulang kau harus tiba di sini "
" oke siap tuan muda "
Anna merapikan dandanannya yang sedikit lagi finish. sedang Jefan hanya melirik tidak suka
" aku pergi dulu ya "pamit Anna
" sebentar. kemarilah "panggil Jefan agar Anna mendekat
" kenapa? apa kau membutuhkan sesuatu "
" kemari lah dulu "
Anna mendekatinya
" mendekat lah..."
dengan wajah polosnya Anna mendekat kan wajahnya pada muka Jefan
" aku tidak suka bibir mu memakai warna merah begini "Jefan mengusap bibir Anna dengan jari jempolnya
" Ah!! bukannya kau sangat suka aku memakainya "sahut Anna canggung dan menarik wajahnya
" aku memang sangat menyukainya tapi aku tidak mau orang lain menikmatinya juga "
Anna terdiam sejenak. lelaki di depannya ini benar-benar membuat hatinya bertambah tidak karuan
" aku pergi dulu.."
" tunggu..."Jefan menarik tangan Anna dan mencium bibir yang tiba-tiba mendekat itu. cukup bertahan beberapa menit sebelum Anna melepas gigitan lembut bibir Jefan
" sudah, apa sudah selesai...."tanya Anna dengan mode polosnya
" hmm...pergilah sana "Jefan membalikkan badannya, merasa canggung" hmm... hati-hati "
" i...iya "jawab Anna, menutup pintu. menghilang bersama dengan di tutup nya pintu kamar
Di kediaman dokter Stevi
" Selamat ya dokter Stevi atas pertunangan nya"
" Terima kasih sudah datang Nona, senang rasanya anda bisa hadir di sini "
__ADS_1
" sama-sama dokter "
" oh ya, dimana Tuan Jefan "
" oh ya aku minta maaf karena suamiku tidak bisa datang. lain kali saat pernikahan kalian pasti kita usahakan datang berdua "
" tidak apa-apa Nona, saya mengerti Tuan Jefan pasti sangat sibuk dan banyak pekerjaan "
" Stevi bisa kemari sebentar "seseorang menghampiri dan meminta dr.Stevi menyapa tamu yang lain
" maaf Nona saya tinggal sebentar "
" silahkan dokter. sepertinya saya juga perlu berkenalan dengan tamu yang lain "sahut Anna dengan senyuman khasnya
Anna melihati orang-orang sekitarnya. tak ada yang ia kenal satupun sampai seorang lelaki yang terlihat lebih dewasa darinya menyapanya.
sedang di rumah Jefan tidak bisa meng-istirahat kan pikirannya. otak nya terbawa bersama Anna yang meninggalkan nya ke pesta sendirian.
di tambah sebuah foto yang di kirimkan Nicole yang di pinta nya untuk memantau Anna, benar-benar membuatnya harus pergi sekarang juga
**** !!geram Jefan. ia langsung mengganti pakaiannya dan menuju ke tempat pesta pertunangan
" siapa "ucap Jefan tiba-tiba muncul dengan tatapan tajam di tengah obrolan Anna bersama seorang lelaki
" Jefan!! "Anna kaget
" kau lupa dengan panggilan baru mu "
" hah!! "Anna melongo
" sayang aku merindukan mu" Jefan menarik pinggang Anna agar mendekat
" Jef apa-apaan sih "Anna mulai risih, tak enak hati pada seseorang di depannya
" aku sendirian di rumah. jadi aku mengejarmu ke sini "
" dia teman ..."tukas Anna tak melanjutkan kalimatnya
" Teman!! apa mantan!! "lirik nya tajam pada lelaki itu
" kenalkan suami ku "Anna tak menghiraukan Jefan, malah meladeni lelaki di depannya
" Jeremy "mengulur kan tangan tapi Jefan enggan menjabat tangan nya
" dia kakak sepupu ku "bisik Anna
Jeremy tersenyum melihat tingkah Jefan, mengerti bahwa dia sedang cemburu
" anda benar kakak sepupu nya "tanya Jefan
" minta maaf sana, kau telah mencurigainya "bisik Anna lagi terus mengerjai Jefan
" maafkan aku, aku kurang mengerti dengan keluarga besar Anna "dengan gampangnya Jefan yang selalu benar bisa minta maaf karena seorang Anna
" tidak usah meminta maaf. kita memang sudah lama lost contacts "jawab Jeremy
" ma'af aku tidak bisa menghubungi kalian ke pernikahan ku "Anna
Jefan hanya tersenyum sungging
" dia ke sini bersama istri dan anaknya "bisik Anna yang melihat Jefan masih sedikit kesal
" ini untuk mu kakak cantik "seorang bocah laki-laki menghampiri Anna dan memberikan nya sebuah minuman
" Ah...terima kasih sayang. kamu lucu sekali "
" kakak cantik sekali "puji bocah itu lagi
" hey...masih bocah suka sekali menggoda istri orang "Jefan terduduk sedikit cemburu pada bocah laki-laki itu
" memangnya kau siapa? kau suaminya bisa melarang ku "ucap bocah itu gemas
" aku suaminya. kau mau apa? "
" sayang sekali, baru juga aku menyukai kakak ini tapi kau menghalangi nya "
semua yang mendengar tertawa gemas melihat tingkah bocah laki-laki itu
" aku tidak akan menghalangi mu menyukainya tapi sayangnya dia tidak akan menyukai mu karena dia sangat sangat mencintai ku "
" Rayden, kau masih kecil tidak boleh memikirkan hal-hal seperti itu "sang ayah, Jeremy menegurnya
" kau ini masih bocah tapi bicara mu tidak seperti itu "Jefan mencubit hidung nya gemas
" kau terus memanggil ku bocah dari tadi Om. dan aku tidak menyukainya karena aku ini lebih besar dari bayi "
" Om!! kau memanggilku Om "Jefan tak terima
" iya. kelihatannya usia mu seperti itu "
" Rayden!! tidak baik bicara begitu, ayo cepat minta maaf "sang Ibu mulai tak enak hati dengan perkataan putranya
" ma'afkan aku suaminya kakak cantik "Rayden menundukkan kepalanya menyesal
__ADS_1
" aku tidak mau!! sebelum kau memelukku "
wajah Rayden langsung berbinar dan berhambur memeluk Jefan
" melihat mu aku jadi ingin mempunyai anak "ujar Jefan
" kenapa tidak minta saja pada kakak cantik. aku memintanya dan ayah ibu memberikannya untuk ku "Rayden reflek memegang perut sang ibu. membuat muka kedua orang tua nya memerah
" Rayden..."
" benarkan yah "ujar Rayden dengan polosnya
" hihihi...maafkan anak kami "Jeremy begitu malu
" baiklah. kalau begitu aku akan meminta nya pada kakak cantik supaya dia memberikan nya untuk ku "sahut Jefan sambil melirik istri di sampingnya
" ma'af... ma'af.."Jeremy berpamitan karena tak mau tingkah sang anak bertambah kacau. meninggalkan Jefan dan Anna
" bagaimana?? "tanya Jefan
" apanya?? "
" seperti kata Rayden tadi. sepertinya asyik juga ada bocah satu seperti dia di rumah "
" apa-apaan sih " Anna meninggalkan Jefan sendirian malu
benarkah ini?? Anna masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. benarkah Jefan memintanya seorang anak!! sudah siapkah Anna, memulai hidup baru nya? pikir keras Anna
" hai kakak ipar...dimana Jefan "sapa Nicole membuyarkan lamunan nya
" ada apa mencari ku "sahut Jefan menarik pinggul Anna mendekat, membuat Anna tersentak kaget
" dokter Nicole di sini. aku dari tadi mencari mu?? "Stevi tiba-tiba menengahi
" oh Tuan Jefan datang. Terima kasih sudah menyempatkan hadir pesta di pertunangan saya tuan" ujar Stevi baru menyadari ada Jefan di samping Nicole
" sama-sama dokter. selamat atas pertunangannya "Jefan menjabat tangan dr Stevi
" Terima kasih tuan. senang rasanya anda bisa datang "
" itu tidak ada apa-apa nya dengan kebaikan dokter pada keluarga saya "
" itu memang tugas saya tuan. memang seharusnya begitu "
" ku lihat dokter sangat berbahagia ya. semoga hubungan kalian langgeng sampai kakek nenek" tukas Jefan sedikit mengerjai mengetahui pergulatan batin Nicole
" Terima kasih Do'a nya tuan. semoga hubungan kita bisa terus mesra seperti tuan Jefan dan Nona Anna "
" maaf mengganggu..Nona Stevi anda di panggil karena acara sudah akan segera di mulai "seorang wanita menghampirinya
" baiklah tunggu sebentar "jawab Stevi " Dokter Nicole sebenarnya aku ingin banyak cerita pada mu saat ini. dua hari ini kau susah sekali di hubungi. janji nanti kau akan menghubungi ku ya "
Nicole hanya mengangguk. "pergilah...semua orang sudah menunggu mu "
" apa aku punya salah pada mu "ujar Stevi karena Nicole hanya menjawabnya datar tidak seperti biasanya
" tidak. sekarang pergilah, aku akan menunggu kau kenalkan calon suami mu di sini "Nicole mendorong nya, berpura-pura tidak terjadi apa-apa dengan hatinya
" bukankah kau menyukai nya?? "Jefan menyenggol lengan Nicole saat Stevi cukup jauh dari mereka
" ah!! lupakan itu "
" ck, ternyata si banyak bicara ini bodoh dalam hal begini "
" sudah ku bilang diamlah!! aku ingin melupakan nya "
" ha-ha-ha...masa masalah begini saja kau sudah menyerah. ini belum terlambat "
Anna hanya mendengarkan tanpa berkomentar
" dia saat ini akan bertunangan. "
" masih bertunangan kan!! belum menikah. masih ada waktu. kenapa kau sudah merasa kalah "
" karena Stevi tidak mencintai ku. apa ini adil jika aku merebutnya dari orang yang sangat di cintai nya "
" hmm...aku tidak bisa menjawab pernyataan mu itu "Jefan diam
" tapi kalau takdir mengatakan kamu jodohnya, sebesar apa cinta di hati nya tentu akan menjadi milik mu "
" huhu...kakak ipar, aku jadi ingin menangis di pundak mu "Nicole mendekati Anna tapi langsung di tepis Jefan
" mau ngapain "Jefan pasang badan di depan Anna
" aku terharu "Nicole
" lihatlah sepertinya dia sangat bahagia, ketimbang ada di samping mu "ucap Jefan menunjuk ke arah dokter Stevi yang bertukar cincin
" kau ini sebenarnya ada di pihak mana, aku ini sahabat mu. setidaknya beri aku semangat agar tidak sedih "
" ck, tentu saja aku berpihak kepada siapa yang menguntungkan ku "tukas Jefan
" ish!! kau ini menyebalkan sekali "
__ADS_1
sedang Anna malah terharu dengan acara pertunangan dokter Stevi. ia dulu begitu menginginkan berada di posisi dokter stevi seperti saat ini. mengadakan pesta meriah di kelilingi sanak keluarga dan tentu saja bertunangan dengan orang yang sangat di cintai nya