Terpaksa Menjadi Ibu Sambung

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung
Salah Siapa


__ADS_3

Khafi sudah di buat risih dengan kedatangan Yuke yg tiba-tiba, kini Erik pun datang yang membuat Khafi bertambah kesal.


"Lagi pada ngumpul, nih." Erik masuk dan langsung duduk di samping Yuke.


"Lun. Sini duduk! Kenapa berdiri terus di situ?" Tanya Erik yang melihat Luna berdiri di dekat meja suaminya.


"Oh, iya." Luna menjawab dengan ragu.


"Lo kenal sama Dia?" Tanya Yuke yang terheran melihat keakraban Erik dan Luna.


"Kenal, lah. Dulu Kita sering banget berkabar, dan ternyata gak nyangka bisa ketemu disini. Dunia tuh sempit banget, ya. Udah gak pernah berkabar, tiba-tiba ketemu Luna yang kerja sama sahabat sendiri. Kejutan banget sih ini," tutur Erik dengan antusias.


Yuke mengerutkan keningnya, "sepertinya Erik gak tahu deh kalau Luna ini istrinya Khafi. Hemm, baguslah. Aku bisa manfaatin si Erik ini buat jauhin perempuan liar ini dari hidupnya Khafi," ucap Yuke dalam hatinya.


"Oh, gitu. Iya, Rik. Luna itu kerja sama Khafi sebagai pengasuh!" Seru Yuke.


Khafi terlihat memalingkan wajahnya, begitupun dengan Luna yang tak bisa membalas perkataan Yuke di depan Erik.


"Iya, gak nyangka aja Luna bisa kerja sama Khafi. Tapi ada untungnya juga sih," ujar Erik.


"Untung? Apa untungnya buat Lo?" Tanya Yuke.


Dengan malu-malu, Erik menjawab hal yang membuat Khafi semakin tak nyaman.


"Jadi bisa sering ketemu," jawab Erik.


"Ketemu apaan? Luna kan kerja di rumah, bukan di kantor!" Seru Khafi dengan nada yang sinis.

__ADS_1


"Ya kan bisa Gua main sesekali ke rumah Lo, gitu. Sinis amat sih, kenapa? Gak boleh Gua nemuin Luna? Luna juga pasti gak akan keberatan, ya?" Tanya Erik pada Luna.


Luna tak menjawan, Ia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Erik.


Khafi berdiri, dan Ia beranjak dari tempatnya.


"Mau kemana, Fi?" Tanya Yuke.


"Pulang!" Seru Khafi.


"Pulang? Ini kan belum waktunya pulang, Fi. Kebiasaan Lo pulang sebelum waktunya," ujar Erik.


"Gua gak enak badan. Luna, bujuk Rena. Kita pulang sekarang!" Pinta Khafi.


Luna mengangguk, Ia langsung membujuk dan menggendong Rena.


"Gak usah!" Tolak Khafi.


"Udah beres?" Tanya Khafi pada Luna.


"Udah." Luna menjawab seadanya.


Khafi pun berjalan keluar ruangan, di ikuti oleh Luna yang merasa heran mengapa Suaminya tiba-tiba mengajaknya pulang lebih awal.


Yuke terlihat kesal, Ia menghentakan kakinya dan membuat Erik bertanya-tanya.


"Lo kenapa kayak gak suka gitu?" Tanya Erik.

__ADS_1


"Ya gak suka lah, si pengasuh itu kan suka sama Khafi. Modus aja tuh jadi baby sitternya Rena!" Hardik Yuke.


Erik mengerutkan keningnya, "jangan asal kalau ngomong, Luna tuh bukan orang kaya gitu!" Bela Erik.


"Apaan sih, Lo. Lo tuh gak tahu apa-apa!" Balas Yuke yang ikut keluar dar ruangan Khafi.


"Dih, ngambek. Elu tuh yang masih usaha dapetin Khafi dari jaman Dia masih ada bininya!" Gerutu Erik.


***


Di parkiran, Khafi segera melajukan mobilnya. Di saat itu, Yuke berlari mengetuk bagian belakang mobil Khafi namun tak di gubris oleh Khafi.


"Fi. Fi, tunggu, Aku ikut!" Teriak Yuke.


"Mas. Itu Mbak Yuke ngejar, loh!" Seru Luna.


"Biarin aja!" Seru Khafi.


Luna memperhatikan raut wajah Suaminya, Ia merasa kalau Khafi memang benar-benar tengah marah.


"Mas. Kamu marah?" tanya Luna dengan hati-hati.


"Pakai tanya lagi!" bentak Khafi.


Mendengar bentakan Khafi, Rena sontak menangis karena terkejut. Hal itu membuat Khafi merasa bersalah, dan langsung menepikan mobilnya.


"Mas, Kamu kenapa sih bentak-bentak depan Rena?" tanya Luna sembari berusaha menenangkan Rena.

__ADS_1


"Ya ini kan gara-gara Kamu juga!" kembali Khafi membentak.


__ADS_2