Terpaksa Menjadi Ibu Sambung

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung
Kekhawatiran Luna


__ADS_3

Hampir keluar dari rumah sakit, Khafi teringat dengan kondisi Yuke.


"Dengan kondisi separah itu, apa Yuke bisa pulih dengan cepat?"


Walau Ia tengah curiga dan kecewa dengan tindakan Yuke, di sisi lain Khafi juga merasa iba dengan kondisi Yuke terlebih Ia adalah sahabat dari mendiang istrinya.


"Oh iya, Apa Gua hubungi orang tua Yuke, ya? Semoga orang tua Yuke mau datang kesini buat jagain," ujar Khafi.


Ia pun mencoba menghubungi orang tua Yuke yang berada di kota Bandung, Khafi memberitahukan apa yang tengah menimpa Yuke dan Khafi bersyukur ketika mendapati kedua orang tua Yuke yang mau datang untuk menjenguk putri Mereka.


Sementara itu, Luna telah sampai di rumah. Ia segera masuk dan menyapa kedua mertuanya juga menemui anak-anaknya.


"Assalamu'allaikum," ucap Luna.


"Wa'allaikumsalam. Ibu!" Teriak Ica dan Brian, keduanya berlari memburu Luna. Begitupula dengan Nuka, Ia juga menghampiri Luna dan menanyakan kabar sang kakak.


Luna memeluk kedua anaknya, dan juga Ia memeluk sang adik.

__ADS_1


"Kak, gimana di Bali? Seru, gak?" Tanya Nuka.


Luna tak menampakkan rasa sedih atas apa yang menimpanya, Ia tak ingin Nuka khawatir dengan keadaannya.


"Seru dong, lebih seru lagi kalau Kalian bisa ikut!" Luna menjawab dengan antusias.


Bu Windi dan Bu Nuri memperhatikan Luna dari arah ruang keluarga, keduanya terenyuh melihat bagaimana Luna berpura-pura di depan adik juga anak sambungnya.


"Luna emang perempuan yang baik, Dia bahkan gak mau cerita tentang apa yang menimpanya di depan anak-anak!" Seru Bu Windi.


"Iya, Kita emang gak salah pilih Luna untuk jadi istrinya Khafi. Tapi Aku khawatir, Win." Bu Nuri menuturkan.


"Aku khawatir kalau Yuke akan terus berusaha mencelakai Luna, terlebih Kita sekarang tahu bahwa mungkin Yuke melakukan hal itu karena Dia menginginkan Khafi!" Seru Bu Nuri.


"Kalau soal itu, Aku juga khawatir. Yuke tipikal orang yang ambisius, Dia pasti akan lakuin apapun untuk mendapatkan apa yang Dia mau. Tapi Kamu tenang aja, Aku yakin Khafi bisa jaga Istrinya." Bu Windi menuturkan.


Luna beralih menatap kedua mertuanya, Ia pun meminta izin kepada anak-anaknya untuk menemui Nenek Mereka.

__ADS_1


"Ibu kesana dulu, ya!" Seru Luna.


"Iya." Ica, Brian, dan Nuka beralih menuju halaman belakang untuk kembali bermain bersama Rena danBi Yuni.


"Ma." Luna menyapa.


Bu Windi memeluk Luna, Ia tahu bagaimana perasaan Luna saat ini. Begitu juga dengan Bu Nuri, Ia mengelus lembut punggung menantunya itu.


"Luna. Kamu baik-baik aja?" Tanya Bu Windi.


Luna mengangguk, Ia masih teringat bagaimana situasi saat itu.


"Aku... Aku takut, Ma." Luna berucap.


"Takut apa? Kamu gak sendirian, Luna. Ada Mama, ada Mama Nuri. Tentunya, Khafi juga pasti akan jaga Kamu!" Seru Bu Windi.


"Iya, Lun. Ada Kita, lagipula apa yang bisa Yuke lakukan? Dia gak bisa misahin Kamu dan Khafi, gimanapun caranya." Bu Nuri mencoba untuk menenangkan Luna.

__ADS_1


Bukti memang belum ada untuk membuat semua yakin, bahwa kecelakaan yang di alami Yuke dan Erik memang karena ulah Mereka yang bermaksud untuk mencelakai Luna. Tetapi Mereka yakin, bahwa Yuke atau Erik memang dalang dari semua musibah yang terjadi.


Dan lambat laun, keduanya harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan Mereka.


__ADS_2