
Khafi masih diam menjnggu Erik menceritakan semuanya, Khafi pun tampak berusaha bersikap setenang mungkin.
"Sebenarnya, Gua berencana untuk... Menggagalkan bulan madu Kalian," ucap Erik.
Khafi tak terlalu terkejut mendengar pernyataan Erik, Ia sudah menduga akan hal itu sebelumnya.
"Jadi Lo sudah tahu siapa Luna sebenarnya?" Khafi kembali memancing.
Erik menganggukkan kepalanya, mau tak mau Ia harus mengakui segalanya pada Khafi.
"Iya. Dan Lo tahu, Gua sangat kecewa!" Seru Erik.
Khafi mengerutkan keningnya, "kenapa kecewa?" Tanyanya.
"Jelas Gua kecewa, karena Gua yang lebih dulu kenal sama Luna. Dan Gua juga lebih dulu jatuh cinta sama Luna!" Erik memperjelas kalimatnya.
__ADS_1
Khafi tampam terdiam, akhirnya Ia mendengar sendiri bagaimana perasaan Erik terhadap istrinya.
"Tapi Gua kaget, gak nyangka dan kenapa bisa Lo yang malah nikah sama Luna? Bahkan tanpa cinta sama sekali di antara Kalian!" Erik menegaskan ucapannya.
"Lo bener, Gua nikah sama Luna itu memang tanpa cinta. Tapi Lo juga harus tahu, Luna itu istri Gua. Dan Lo gak bisa menaruh hati sama perempuan yang udah jadi milik orang lain, terlebih Dia sahabat Lo sendiri!" Seru Khafi.
"Lo egois, Fi. Lo ga cinta sama Luna, tapi Lo juga gak biarin Luna bahagia sama orang lain!" Seru Erik.
"Siapa yang Lo maksud orang lain itu? Lo?" Khafi menatap dengan tajam.
"Kalau iya, apa Lo mau ikhlasin Luna buat Gua?" Tanya Erik.
"Lo, mikir gak sih sebelum ngomong?" Tanya Khafi.
"Kenapa? Lo sendiri gak mikir pas mau nikahin Luna? Fi. Gua suka sama Luna udah lama, dan Gua yakin kalau Luna juga punya perasaan yang sama. Dan mungkin aja sampai sekarang Dia masih berusaha untuk bisa lepas dari Lo, dan satu hal lagi. Gua udah selamatin Luna dari niat jahatnya Yuke!" Seru Erik.
__ADS_1
"Lo terlibat, Rik. Lo harusnya malu sama kelakuan Kalian yang hampir ngilangin nyawa Luna!" Balas Khafi.
"Satu lagi, Gua akan lanjutin kasus ini ke pihak berwajib!" Khafi menegaskan kalimatnya sebelum akhirnya Ia pergi meninggalkan ruangan.
Khafi tak menyangka, Erik akan seprontal itu padanya. Khafi kira, Erik akan meminta maaf dan berhenti mengejar Luna setelah kejadian ini. Namun kenyataannya berbeda, Erik malah memintanya untuk merelakan Luna untuknya.
Sebelum meninggalkan Rumah sakit, Khafi menyempatkan untuk melihat Yuke. Ia ingin tahu, seberapa parah luka yang Yuke alami.
Setelah masuk ke dalam ruangan, Khafi menatap miris kondisi Yuke yang masih terbaring lemah.
"Ke. Lo kenapa sih bisa sampai senekat ini? Apa salah Luna sama Lo? Lo udah bukan Yuke yang Gua kenal. Asal Lo tahu, Gua gak akan bisa maafin Lo kalau sesuatu terjadi pada Luna." Khafi berucap di sebelah telinga Yuke.
Khafi membuka laci nakas yang ada di samping ranjang, Ia mengambil sebuah buku dan pulpen yang ada di dalamnya.
"Gua udah tahu semuanya, Ke. Gua kecewa."
__ADS_1
Khafi menulis kalimat itu pada sebuah kertas, dan Ia kembali menaruh kertas itu di atas nakas. Khafi juga berpesan pada perawat yang hendak memeriksa kondisi Yuke, untuk memberikan kertas itu ketika Yuke sadar nanti.
Setelah itu, Khafi kembali ke hotel untuk memutuskan langkah selanjutnya.