Terpaksa Menjadi Ibu Sambung

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung
Permintaan Maaf


__ADS_3

Khafi segera kembali setelah menyelesaikan semua urusan administrasi, Ia masih melihat Luna termenung dan murung.


Luna mengangkat wajahnya ketika sang suami berdiri di hadapannya, Ia segera menautkan senyum simpulnya di depan sang suami.


"Udah beres, Mas?" Tanya Luna dengan nada lesu.


"Udah. Ya udah kalau gitu mending Kita ke hotel dulu!" Seru Khafi.


"Tapi Mereka..."


"Udah, gak usah mikirin Mereka dulu. Aku udah minta penanganan terbaik kok buat Erik dan Yuke. Sekarang Kita ke hotel dulu, Kamu harus istirahat. Lagipula Kita harus ngabarin orang rumah kalau untuk seminggu ke depan Kita akan stay disini dulu sampai Mereka sadar dan pulih!" Seru Khafi.

__ADS_1


Luna akhirnya setuju, Khafi pun segera membawa sang istri kembali ke hotel.


Sementara itu tak berselang lama, pintu ruang UGD terbuka. Erik dan Yuke segera di pindahkan ke ruang rawat VIP yang telah Khafi pesan untuk keduanya, walau begitu Khafi masih tak tega jika harus membiarkan keduanya begitu saja di rumah sakit.


Khafi meminta penanganan terbaik di lakukan pada Erik dan Yuke, Khafi berharap keduanya segera sadar agar Ia bisa mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dan memastikan tentang kecurigaannya terhadap apa yang menimpa sang istri.


Sesampainya di hotel, Khafi meminta Luna untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sementara itu, Khafi memesan teh hangat untuk sang istri. Sembari menunggu pesanan datang, Khafi mencoba menghubungi orang tuanya di Bandung.


"Halo, Ma. Ma, Aku cuma mau kasih tahu kalau Aku sama Luna pulangnya sekitar satu minggu lagi. Gak apa-apa, kan?" Tanya Khafi.


"Erik dan Yuke kecelakaan, Mereka masih belum sadar. Aku gak bisa ninggalin Mereka disini," ujar Khafi.

__ADS_1


"Apa? Kecelakaan? Tapi kenapa Mereka bisa ada di Bali juga?" Tanya Bu Windi.


"Khafi juga gak tahu, Ma. Yang pasti Mereka kayaknya ngikutin Aku sama Luna!" Seru Khafi.


"Iya, betul. Mamah juga yakin kalau si Yuke itu ngikutin Kamu, soalnya waktu itu Dia sempat tanya-tanya soal bulan madu Kalian. Kamu harus hati-hati sama Dia!" Pinta Bu Windi.


"Iya, Ma. Mobil yang di kendarain Yuke juga hampir nabrak Luna yang mau nyeberang, tapi gak tahu kenapa tiba-tiba mobil itu kayak banting stir terus nabrak pembatas jalan sampai terguling berkali-kali." Khafi menuturkan.


"Apa? Terus Luna gimana sekarang kondisinya? Nggak, ini kayak ada kejanggalan. Jangan-jangan si Yuke sengaja lagi mau nabrak Luna?" Bu Windi menaruh curiga yang sama dengan putranya terhadap Yuke.


"Luna lagi istirahat. Khafi gak tahu, Khafi juga mau cari tahu tentang ini. Kalau Erik dan Yuke udah sadar, Khafi bakal segera pulang kok. Ya udah Khafi mau ngurusin Luna dulu, salam sama anak-anak!" Seru Khafi, Ia pun menutup panggilan teleponnya dan kembali mengecek kondisi istrinya.

__ADS_1


Khafi menatap wajah istrinya yang terlihat kelelahan, entah sejak kapan Khafi mulai merasa khawatir terhadap sang istri. Ia juga merasa saat ini rasa sayangnya kepada Luna telah muncul, Khafi bahkan melupakan Selina untuk beberapa hari terakhir ini.


"Lin. Maaf, Aku sudah jatuh cinta sama Luna. Aku merasa, Aku takut kehilangan Dia. Aku merasa Aku mulai selalu mengkhawatirkannya, tapi percayalah Kamu masih tetap ada di hati Aku." Khafi mulai kembali mengingat mendiang istrinya, namun kali ini Khafi meminta maaf karena tak bisa memegang janjinya untuk selalu setia.


__ADS_2