Terpaksa Menjadi Ibu Sambung

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung
Pindah Hotel


__ADS_3

Tanpa banyak bicara, Khafi mengajak Luna untuk keluar dari cafe. Luna yang masih merasa kesal, tak menolak atau bahkan banyak bertanya kemana Mereka akan pergi.


Khafi menghentikan sebuah taksi, dan segera menuju hotel yang telah di tentukan oleh Khafi sebelumnya.


Di dalam mobil, Luna masih belum mau berbicara.


Luna seakan merasa lelah, Ia memilih untuk diam tanpa menoleh ke arah suaminya sama sekali.


Sesampainya di hotel, Luna takjub melihat pantai yang ada di depan matanya.


Luna terdiam sesaat, tanpa ada Ia melangkahkan kakinya menuju pantai dan menikmati angin yang berhembus dengan ramahnya.


"Indah sekali ciptaanmu, Tuhan." Luna berucap.


"Kamu suka?" Tanya Khafi.


Luna sekilas menoleh, "suka."


"Ya udah Kita ke hotel dulu, nanti baru Kita jalan-jalan di pinggiran pantai!" Seru Khafi.


Luna mengangguk, Ia dan Khafi pun segera masuk ke hotel dan memesan kamar.


Di resepsionis, Khafi meminta agar namanya di rahasiakan, Ia tak mau jika Yuke dan Erik menemukannya lagi.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Khafi menaruh koper.


Luna baru teringat dengan pakaiannya yanh ada di lemari.


"Mas. Pakaian Aku ada di sini?" Tanya Luna sembari menunjuk salah satu koper yang Khafi bawa.


"Ada, kenapa emangnya?" Tanya Khafi.


Luna tampak terkejut, seketika Ia menarik koper menuju ke dekatnya.


"Berarti Mas beresin barang-barang Aku termasuk..."


Khafi mengerutkan keningnya, "termasuk apa? Pakaian dalam?" Tanya Khafi secara gamblang.


Luna kembali terkejut, Ia merasa malu ketika Khafi berbicara lantang.


"Apa, sih? Gak apa-apa kali, jangankan pakaian, Kamunya juga Aku udah lihat semua, kok. Gimana sih," gerutu Khafi.


Luna semakin malu, Ia menatap Khafi dengan kesal.


Melihat tingkah istrinya yang terus menerus merajuk, Khafi pun bertindak hal yang terduga.


Khafi berjalan cepat ke arah Luna, dan Hap!

__ADS_1


Khafi membuat Luna kembali tak berkutik, Khafi melakukanya lagi pada Luna. Luna yang mematung, sontak tak dapat menolak apa yang di lakukan oleh suaminya itu.


Sedangkan di tempat lain, Erik yang kesal karena Luna yang tak kunjung Ia temukan, memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Namun hendak menunggu lift, Erik berpapasan dengan Yuke.


"Dari mana aja, Lo?" Tanya Yuke.


Erik mendengus kesal, "tadi Gua nguntit Khafi sama Luna!" Seru Erik.


"Hah? Ketahuan gak, Lo?" Tanya Yuke dengan nada yang tak ramah.


"Ya nggak, lah. Tapi tadi Luna tiba-tiba ke toilet, Gua ikutin tapi Dia gak keluar. Pas Gua balik ke resto, si Khafi udah gak ada." Erik menuturkan.


"Astaga. Gegabah banget sih!" Bentak Yuke.


Erik tak terima ketika Yuke membentaknya, "gegabah apa, sih?" Tanyanya dengan nada tinggi.


"Ya itu namanya Lo ketahuan, Rik! Gak mungkin Khafi sama Luna pergi gitu aja kalau Mereka gak lihat Lo!" Seru Yuke.


Erik terdiam, Ia mencerna apa yang di katakan oleh Yuke.


"Terus gimana dong? Apa Mereka pergi?" Tanya Erik.


Yuke menghentakan kakinya, "udah, ah. Gua males sama Lo!" Seru Yuke yang langsung pergi meninggalkan Erik.

__ADS_1


"Sial. Khafi pasti udah bawa Luna pergi dari sini!" gerutu Erik.


Ia pun bergegas menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Khafi dan Luna, sesampainya disana resepsionis memberitahukan bahwa Khafi sudah mengosongkan kamarnya beberapa waktu lalu. Hal itu membuat Erik kesal, Ia sangat ceroboh dalam melakukan suatu tindakan.


__ADS_2