Terpaksa Menjadi Ibu Sambung

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung
Kejadian Konyol


__ADS_3

Hari menjelang sore, Luna masih berada di kamar Rena. Sejenak, Luna teringat pada Suaminya yang mengeluhkan pusing. Dalam hatinya, ada perasaan bersalah karena membiarkan Suaminya sendiri saat dalam keadaang kurang baik.


Luna bermaksud untuk menemui Suaminya, sebelum itu Luna melipir ke arah dapur untuk membuatkan secangkir teh hangat.


Selesai membuat minuman untuk Suaminya, Luna bergegas menuju kamar.


"Eh, Lun. Teh buat siapa?" Tanya Bu Windi yang tak sengaja berpapasan dengan menantunya di ambang pintu dapur.


"Eh, Mamah. Ini teh hangat buat Mas Khafi, kan katanya tadi kurang enak badan. Emm, Mamah mau di bikinin teh juga?" Tanya Luna.


"Ah nggak usah, Mamah bisa bikim sendiri nanti. Oh iya, ada yang mau Mamah bicarain sama Kamu sama Khafi juga." Bu Windi menuturkan.


"Emm... Ada apa, Mah?" Tanya Luna.


"Nanti aja pas makan malem, ya!" Pinta Bu Windi.


"Oh, iya. Aku bilangin ke Mas Khafi juga," ujar Luna.


"Ya udah, Kamu ke kamar gih. Khafi pasti udah nungguin!" Seru Bu Windi.


"Iya." Luna pun berpamitan, dan kembali berjalan menuju kamarnya.


Sesampainya di ambang pintu, Luna perlahan membuka pintu kamarnya dan melihat tak ada Khafi di sana.


"Dia kemana?" Luna berjalan dengan pelan.


Luna menaruh teh buatannya di atas nakas, dan Ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Oh kayaknya Dia lagi mandi," gumam Luna.


"Aku keluar dulu deh!" Luna bermaksud untuk keluar lebih dulu, dan kembali setelah Khafi selesai mandi.


Namun ketika Luna melangkahkan kakinya, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan Khafi keluar dari dalamnya.


Khafi dan Luna saling menatap, tak lama keduanya pun tersadar.


"Aaaarggghh!" Teriak Luna sembari menutup wajahnya.


Khafi terkejut, dan Ia refleks berlari ke arah Luna dan meminta istrinya itu untuk berhenti berteriak.


"Ih, udah. Kenapa teriak!" Khafi mencoba melepas tangan Luna dan berusaha menutup mulut istrinya.


Luna semakin berontak ketika mendapati Khafi yang setengah memeluknya, Khafi pun bertambah panik.


Khafi pun sekuat tenaga menarik Luna, dan Bruk.


Keduanya pun terjatuh ke atas tempat tidur, seketika Luna terdiam membisu. Mata keduanya bertemu, tanpa di sadari Khafi masih memeluk istrinya.


Namun, selang hitungan detik.


"Aahhh!" Kembali Luna berteriak dan berontak. Ia tak kuasa melihat Khafi yang telanjang dada, dan hanya berbalutkan handuk saja.


Luna bangkit dari tempat tidurnya, dan berdiri dengan cepat. Khafi hendak berdiri, namun sesuatu yang memalukan malah terjadi.


Handuk yang di pakai oleh Khafi terlepas, sontak hal itu membuat Luna semakin histeris.

__ADS_1


"Aahhhhhh, Mas!" Luna berteriak sembari menutup rapat matanya lagi.


"Tuhkan, jadi lepas! Kamu nih kenapa teriak terus, sih! Mana gak bisa diem!" Gerutu Khafi yang langsung mengambil dan membalutkan kembali handuknya.


"Ya Aku kaget, kenapa Kamu gak pakai baju! Mana pakai handuk aja lagi," jawab Luna yang kini berbalik membelakangi suaminya.


"Namanya juga baru beres mandi! Kimono handuk Saya kotor, belum Kamu cuci! Jadi Aku pakai handuk lilit," jawab Khafi.


Luna terdiam, Ia mulai menghentikan teriakannya.


"Ya kenapa gak bawa baju ganti ke kamar mandinya!" Seru Luna.


"Lah, emangnya Saya tahu kalau Kamu ada di kamar? Lagi pula Kita udah nikah," racau Khafi.


Luna mengatut nafasnya, Ia mencoba untuk lebih tenang.


"Iya udah nikah, tapi harus bersikap seperti orang asing!" Sindir Luna.


Khafi kini terdiam, Ia tahu kalau Luna tengah menyindirnya.


"Udah Kamu keluar dulu, deh. Saya mau pakai baju!" Pinta Khafi.


Dengan cepat, Luna pun berlari kecil keluar dari kamarnya. Setelah istrinya keluar dari kamar, Khafi berjalan menuju lemari dan menatap cermin.


"Di-dia, udah lihat semuanya, dong." Khafi bergumam sembari memegang dadanya menggunakan kedua tangannya.


Sementara itu, di luar kamar. Luna berdiri di balik pintu, dan memegang kedua pipinya yang terasa panas.

__ADS_1


"Astaga, apa yang barusan Aku lihat? I-itu semua punya Suami Aku?" Luna memejamkan matanya, Ia bergidig geli mengingat kejadian konyol yang baru saja terjadi.


__ADS_2