Terpaksa Menjadi Ibu Sambung

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung
Mengikuti Proses


__ADS_3

Selang satu jam, beberapa orang polisi datang mengunjungi Erik. Di dalam ruangan, terlihat Erik berbicara pada polisi yang di hubunginya. Sekitar setengah jam lamanya, para polisi itu keluar dari ruangan dan tampak berjalan menuju ruangan lain.


Erik terdiam, Ia menatap langit-langit rumah sakit yang dingin. Beberapa kali, Erik juga memejamkan matanya. Tampaknya, Erik telah memutuskan suatu hal yang besar dan cukup sulit baginya.


Setelah keluar dari ruang rawat Erik, polisi-polisi tersebut beralih menuju ruangan Yuke. Alangkah terkejutnya Yuke ketika beberapa orang polisi masuk ke ruangannya, Ia terlihat begitu panik.


"Maaf, Pak. Ada keperluan apa, ya?" Tanya seorang perawat yang kebetulan tengah berada di ruangan Yuke.


"Begini, Sus. Kami di hubungi oleh saudara Erik yang melaporkan tindakan kejahatan, rencana pembunuhan atas saudari Aluna Shapira oleh saudari Yuke. Kami bermaksud untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada saudari Yuke, Kami harap Suster mau membantu!" Seru salah satu polisi.


Yuke menggelengkan kepalanya, Ia begitu panik saat mendengar penyataan polisi.


"Nggak. Saya gak salah, Saya gak melakukan apapun, Pak!" Sangkal Yuke dengan wajah pucat.


"Baik, Mbak. Kami akan menanyakan beberapa hal pada Mbak, jika memang tidak ada unsur kriminal Mbak akan terbebas dari hukuman. Mohon kerja samanya!" Pinta polisi pada Yuke.


Reaksi Yuke begitu tak di sangka, Ia berusaha untuk berontak. Perawat menahan Yuke, hal itu di lakukan karena memang kondisi Yuke yang masih belum stabil.


"Mbak, tolong jangan banyak bergerak!" Pinta Perawat pada Yuke.


"Saya gak salah, Pak!" Teriak Yuke.


Di luar ruangan, Khafi yang bermaksud untuk mengunjungi Erik dan Yuke mendengar suara teriakan Yuke.


Hal itu sontak membuat Khafi penasaran, Ia pun segera berjalan cepat menuju ruangan Yuke.


Khafi berada di ambang pintu, kedatangan Khafi di sadari oleh Yuke. Ia pun tampak meminta bantuan Khafi, Yuke memanggil-manggil nama Khafi.

__ADS_1


"Fi. Tolong Aku!" Pinta Yuke.


Khafi berjalan masuk, dan menanyakan keberadaan polisi di ruangan Yuke.


"Maaf, Pak. Ini ada apa, ya?" Tanya Khafi.


Pihak kepolisian pun menjelaskan pada Khafi, terlihat raut wajah Khafi yang terkejut.


"Jadi proses yang akan di lakukan itu apa, Pak?" Tanya Khafi.


"Kami Akan meminta keterangan dari saudari Yuke, sebagaimana laporan dari saudara Erik yang menyatakan bahwa saudari Yuke ini berniat untuk menabrakan mobilnya kepada saudari Luna yang sampai saat ini belum Kamu temui." Polisi menuturkan.


"Kalau begitu, lakukan saja prosesnya sesuai prosedur yang ada, Pak. Kebetulan Saya adalah suami dari Luna," ujar Khafi.


Yuke begitu terkejut, Khafi bahkan enggan untuk membantunya sama sekali.


Khafi mengangguk, "Saya bersedia, Pak."


"Kalau begitu, apa boleh Saya menemui dulu Erik? Kebetulan Dia sahabat Saya," ujar Khafi.


"Boleh, tapi harus di temani oleh rekan Saya." Polisi menjawab.


Khafi tak keberatan, Ia pun beralih menuju ruangan Erik dengan di temani seorang polisi.


Sesampainya di ruangan, Khafi berjalan menghampiri Erik.


Khafi menatap Erik dengan penuh tanya, "kenapa Kau melakukan ini?" Tanya Khafi.

__ADS_1


Tanpa menoleh ke arah Khafi, Erik menjawab pertanyaan Khafi apa adanya.


"Memang Dia bersalah, dan sudah seharusnya ini di lakukan!" Seru Erik.


Khafi tak semudah itu mempercayai Erik, Ia masih melontarkan beberapa pertanyaan pada Erik.


"Ada seseorang yang minta Lo lakuin ini?"


Erik tersenyum kecil, rupanya memang tak ada yang bisa Ia sembunyikan dari Khafi.


"Ya, Lo bener. Luna... Jadi alasan kenapa Gua lakuin ini!" Seru Erik.


Khafi mengerutkan keningnya, "Luna?" Tanyanya.


Erik mengangguk, Ia pun menceritakan obrolan Ia dengan Luna malam itu pada Khafi. Dan Khafi cukup kagum, dengan mudahnya Luna melunakkan hati Erik yang menurutnya keras.


"Gua minta maaf, Gua gak nyangka Yuke bakal bertindak sejauh ini!" Seru Erik.


"Buktinya? Lo harus punya bukti buat kasus ini!" Seru Khafi.


Erik mengangguk, "mobil yang Kita sewa itu punya kamera di dashboardnya. Gua minta polisi buat cek mobil itu," ujar Erik.


Khafi terdiam, Erik sudah bertindak jauh. Setidaknya Khafi merasa lega, Ia bisa membawa kabar baik untuk sang istri.


"Lo yakin sama apa yang Lo putusin?" Tanya Khafi


Kembali Erik mengangguk, "Gua yakin."

__ADS_1


Khafi mengangguk, Ia akan mengikuti semua preses hukum dengan baik dan berharap hal ini bisa memberikan efek jera bagi Yuke.


__ADS_2