Terpaksa Menjadi Ibu Sambung

Terpaksa Menjadi Ibu Sambung
Kejahatan Yuke


__ADS_3

Luna dan Khafi tengah hendak berjalan menuju hotel, namun kala itu Luna ingin membeli sesuatu. Khafi dan Luna pun menyusuri tepian jalan, sepanjang jalan keduanya tampak berpegangan tangan.


"Mau beli apa sih Kamu?" Tanya Khafi.


"Ada deh," sahut Luna.


"Nyebrang, Mas!" Lanjut Luna.


Khafi mengangguk, Ia pun mengedarkan matanya sebelum menyeberang.


"Sebentar!" Khafi mencoba untuk menyeberang jalan dengan hati-hati.


Dari kejauhan, Yuke tersenyum ketika melihat sosok yang di carinya.


"Kesempatan emas!" Yuke bergumam.


"Kesempatan emas, apa?" Tanya Erik.


Yuke menoleh, Ia diam dan tak memberitahukan apa yang di lihatnya pada Erik.


"Nggak!" Seru Yuke.


Yuke menambah kecepatan mobilnya, hal itu membuat Erik terkejut.

__ADS_1


"Ke, kenapa ngebut?" Tanya Erik.


"Udah, diem aja!" Pinta Yuke.


Ketika itu, Khafi hendak meraih ponselnya di dalam saku. Tanpa Ia sadari, Luna berjalan lebih dulu tanpa melihat ke arah sekitar.


"Bentar. Kayaknya ada yang telpon!" Seru Khafi.


Khafi mengangkat wajahnya ketika mengetahui bahwa Luna tak merespon ucapannya, Khafi begitu terkejut saat Luna berada di tengah jalan dan sebuah mobil yang melaju dengan kencang.


"Luna!" Teriak Khafi.


Luna menoleh, dan Ia melihat mobil yang semakin mendekat.


"Ahhhh!" Luna berteriak.


"Yuke!" Bentak Erik sembari banting stir yang membuat mobil itu menghantang pembatas jalan bahkan berguling beberapa kali.


Bruk! Bruk! Bruk!


Mobil berhenti dengan posisi terbalik, terlihat wajah Yuke dan Erik yang berlumuran darah.


Luna yang saat itu masih syok, hanya bisa diam di tempatnya dan tak dapat bergerak sembari menatap ke arah mobil yang di penuhi dengan asap.

__ADS_1


"Luna. Kamu gak apa-apa?" Khafi memburu istrinya yang masih mematung, Khafi beralih mobil yang hampir menghantam istrinya itu.


Khafi menajamkan penglihatannya, Ia berlari dengan kencang ketika sadar bahwa yang ada di dalam mobil itu adalah Erik, sahabatnya.


"Astaga, Rik!" Teriak Khafi.


"Tolong! Tolong!" Khafi mencoba meminta bantuan, para pengguna jalan dan warga setempat membantu mengevakuasi korban yang terjepit di dalam mobil.


"Tolong, cepat! Saya khawatir mobilnya meledak!" Pinta Khafi.


Semetara itu, seseorang segera menghubungi polisi dan ambulance untuk membantu proses evakuasi.


Proses evakuasi berlangsung hingga satu jam lebih, Yuke dan Erik telah berhasil di keluarkan dalam mobil dan segera di larikan ke rumah sakit terdekat. Selesai itu, Khafi beralih memburu istrinya dan membawanya ke rumah sakit untuk memastikan bahwa sang istri pun baik-baik saja.


"Mas. Aku gak apa-apa," ujar Luna.


"Iya, Aku tahu. Tapi Kamu syok, Kamu juga harus di tangani oleh Dokter. Kita ke rumah sakit, susul Erik!" Seru Khafi.


Luna mengangguk lemah, Ia seakan masih tak percaya dengan apa yang hampir menimpa dirinya.


Khafi dan Luna pun segera menuju Dokter, sesampainya disana Khafi segera meminta Dokter untuk memeriksa sang istri.


"Mas. Kak Erik gimana?" Luna masih memikirkan kondisi Erik dan Yuke yang terlihat begitu parah.

__ADS_1


"Kamu jangan mikirin yang lain dulu, Kita fokus periksa Kamu dulu!" pinta Khafi.


Sementara itu di bagian unit gawat darurat, para dokter di bantu oleh para perawat langsung menangani kondisi Yuke dan Erik. Tampaknya keduanya terluka parah, bahkan wajah keduanya tertutup darah yang begitu banyak.


__ADS_2