Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Cobaan Pertama Angel


__ADS_3

Setelah berbagai cobaan dalam kehidupan masak memasak mbok Rum terjadi sepanjang perjalanannya, akhirnya semua terlewati. Angel yang cuma duduk manis sambil mendengarkan celotehan mbok Rum, hanya bisa pasrah dengan nasibnya. Ya, mbok Rum akhirnya menyerah dengan keadaan. Dia menyuruh Angel duduk manis daripada menghancurkan dapurnya lagi. Ketidakmampuan Angel menggunakan blender, mengiris sayur, bahkan pengetahuan dalam menghidupkan kompor. Benar-benar nol besar. Cuma satu kelebihannya, yaitu mencuci sayur.


Tumis daging lada hitam dan tumis sayuran sudah tersaji di atas meja makan. Menu masakan yang sangat simple untuk tuan mudanya. Mbok Rum benar-benar sabar untuk mengajari Angel dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Segala kebiasaan tuan mudanya, kesukaannya, dan apa yang tidak disukainya, semua diberitahukan kepada Angel agar dia menghafalnya guna kelancaran pekerjaannya.


Sampailah kepada pembagian tugas mereka. Mbok Rum membagi tugas kepada Angel untuk membersihkan lantai atas, dan mbok Rum bertanggung jawab di lantai bawah dan dapur. Apartemen mewah berlantai dua adalah tempat tinggal tuan mudanya saat ini. Namun bukan sesuatu yang canggung bagi Angel yang sudah terbiasa dengan kemewahan. Di lantai atas terdapat dua ruangan. Satu ruangan digunakan sebagai ruang kantor tuannya, dan yang satu ruangan dipakai sebagai kamar tidur tuannya. Mbok Rum akan memberi arahan bagaimana membersihkan ruangan-ruangan tersebut esuk hari untuk pelajaran keduanya.


"Angel, tuan harus dibangunkan untuk makan malam. Kemarin tuan habis lembur kantor, jadi seharian ini tuan benar- benar mengistirahatkan tubuhnya. Kamu aja ya yang bangunkan tuan. Ketok-ketok pintunya, sambil bilang permisi gitu ya. Simbok sudah tua, tidak bisa kalau terus naik turun tangga."


"Iya mbok."


"Eh jangan lupa maskernya dipake."


Angel bergegas menuju tangga untuk ke kamar tuan mudanya. Setelah sampai depan pintu, Angel mengangkat tangannya dan kemudian mengetuk pintu tersebut.


Tok!Tok!Tok! "Tuan.. permisi tuan.. makan malam sudah siap."


Ceklek... pintu terbuka dari dalam.


Muncullah sosok pria bertelanjang dada dengan celana pendeknya berwarna abu-abu. Dia mengernyitkan keningnya sambil menyipitkan matanya berusaha untuk mengenali seseorang yang telah mengganggu tidurnya.


"Omegottt" mata Angel membola saat melihat pemandangan di depannya. Pemandangan yang sangat indah menurutnya. Pria tampan di dalam kehidupannya selama ini hanya abang David dan papanya. Jadi saat dia melihat pria lain di depan saat ini, dia bagaikan melihat dunia baru. Pria di depannya ini bukan hanya tampan namun juga seksi menurutnya. Dengan jiwa muda dan rasa keingintahuan yang sangat tinggi membuat mata Angel terus membola tak berkedip saat melihat dada bidang dan perut kotak-kotak pria yang menjadi bos nya saat ini. Rambutnya yang berantakan khas orang bangun tidur menambah keseksian pria itu.


"Ehem."


"Eh..anu.. tuan muda, tadi saya disuruh mbok Rum membangunkan tuan, karena makan malam sudah siap."

__ADS_1


"hemm." jawab pria ini datar.


Kemudian pria ini menutup pintu kamarnya dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sedangkan Angel, setelah pintu tersebut tertutup, dia masih bengong sambil mengatur nafasnya yang serasa sesak. Tangannya mengelus dadanya bagaikan terkejut melihat hantu.


"Ya ampun Alia.. ini nih.. tutor yang bagus untuk pelajaran biologi kesukaan elu. Sadar Angel, nyebut, kalau gini terus di ruqyah pak yai ntar..."


Dengan langkah linglung Angel turun menuju dapur. Mbok Rum menatap heran dengannya. "Kenapa nduk? Kamu di marahi tuan muda?"


"Engga mbok.. cuma tadi liat tuan muda tidak pakai baju. Astaga mbok..kasep pisan.." ujar Angel dengan mata berbinar.


"Weh.. jangan sampai terpesona sama tuan muda. Makan ati ntar. Tuan muda pacarnya banyak. Mana mungkin suka sama pembantu macam kita ini." Wah simbok kagak tahu Angel ini juga nona muda.


"Ya kan rejeki nomplok mbok..bisa lihat cowok yang gagah gitu. Benar-benar variasi hidup ini mbok namanya."


"Mbok, kasih tahu Asisten baru gimana cara bersihin kamarku ya. Hati-hati menyentuh barang-barangku di dalam kamar."


"Baik tuan"


Mbok Rum kemudian menarik tangan Angel untuk masuk ke dalam meninggalkan tuan mudanya agar dapat menikmati makan malamnya dengan tenang. Angel hanya mengikuti arah kemana mbok Rum membawa dirinya, tanpa melepaskan pandangannya dari tuan mudanya yang tampan itu.


"Astaga Angel, matanya tidak usah jelalatan begitu dong. Tidak enak sama tuan." ucap mbok Rum yang risih dengan sikap Angel yang kegatelan menurutnya. Mbok Rum tahu di balik maskernya itu, mulut Angel tidak berhenti untuk tersenyum, dengan tatapan mata yang tak beralih dari sosok tuan mudanya itu.


"Iya mbok... sekali-sekali napa."

__ADS_1


Sedangkan lelaki yang sedang duduk sendiri di meja makan telah menikmati kelezatan masakan mbok Rum, tidak mempedulikan pandangan kagum asisten rumahnya yang baru. Di sela kegiatan makannya, tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi. Dia meliriknya sebentar lalu mengangkat ponselnya.


"Halo sayang.. "


"Sayang, malam ini jadi kan kita ke club? Aku sudah siap-siap loh." Jawab seseorang di sana.


"Sure.. tunggu aku baby. Kita akan bersenang-senang malam ini."


"hem.. setelah dari club, kita pulang ke apartemenmu saja ya sayang. Kita lanjutkan kesenangan kita di dalam kamarmu." ucap seseorang itu dengan genit.


"Offcourse, apapun untukmu baby." jawab pria ini sambil menyeringai.


"Oke boy.. malam ini kita asah ketajamanmu setelah satu minggu menganggur karena mengikutiku dinas luar kota. Aku akan memberikanmu bonus karena sudah selalu mendampingiku dalam suka maupun bahagia." (eh intinya suka terus ya bang..) Ucap pria ini sambil mengelus si boy di balik resleting celananya


Setelah menyelesaikan makannya, dia ambil jaketnya dan kunci mobilnya untuk menuju ke club yang selalu dia datangi bersama teman-temannya. Tapi sebelum itu, dia terlebih dulu menjemput kekasihnya yang entah keberapa. Namanya pun dia lupa-lupa ingat karena kesibukannya. Jadi semua wanita yang berhubungan dengannya selalu dia sebut dengan panggilan baby. Karena dia tidak hafal dengan nama-nama wanita yang dekat dengannya. Dia takut salah memanggil nama karena dia tidak berhubungan dengan satu wanita saja.


"Mbok aku pergi dulu, seperti biasa ya mbok." teriak pria ini sambil berlalu keluar meninggalkan apartemennya.


"Nah..itu tuan pergi ke club sama teman-temannya. Pulangnya larut banget. Dan biasanya pulangnya bawa cewek ngel... Jadi kamu jangan kaget ya besok. Kalau-kalau kamu lihat ada cewek di kamar tuan." ujar mbok Rum memberikan wawasan kepada Angel.


"Emang mbok Rum tidak pernah membersihkan kamar tamu ya. Kok temennya tuan tidak tidur di kamar tamu?"


"Ini nih.. yang susah dijelasin. Nduk Angel.. tuan muda itu lelaki dewasa. Jadi dia ada kebutuhan mendesak untuk kebahagiaan batinnya."


"Apa hubungannya sama temennya tuan mbok? Apa temennya tuan itu bisa memberikan kebahagiaan tuan?"

__ADS_1


"astagfirullah Angel... moso ya simbok menjelaskan semuanya sih. Sudahlah kamu anak kecil tidak usah banyak tahu. Nanti dewasa sebelum waktunya." jawab mbok Rum sambil geleng-geleng kepala.


__ADS_2