Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Sidang


__ADS_3

Di rumah megah dan mewah keluarga Choi. Kedua terdakwa penggebrekan kamar, William dan Angel duduk bersanding di sofa ruang keluarga. Menunduk diam dengan sesekali mendongak melihat ayah Xian dan mama Berta. Sedangkan kakek dan nenek menepi untuk menjadi penonton yang baik.


Ayah Xian dan mama Berta duduk di depan kedua terdakwa. Ayah Xian menatap lekat putranya sambil meletakkan cangkir teh yang baru ia gunakan. "Ada yang perlu kau jelaskan Wil? Bagaimana bisa kau berada di kamar Angel?"


William mendongakkan wajahnya menatap wajah ayahnya. "Aku ketiduran yah."


"Kau anggap ayahmu bodoh? Angel masih kecil Wil. Kalau kau tidak sabar, kau bisa mencari wanita yang jauh lebih dewasa."


"Tidak ayah! Ehm, maksudku, aku tidak mau wanita lain. Aku hanya mau Angel untuk menjadi pedampingku. Aku tidak bohong, aku benar-benar ketiduran. Walaupun pada awalnya aku memang menyelinap untuk bisa masuk ke kamarnya. Tapi aku dan Angel tidak melakukan sesuatu yang berlebih. Aku menjaganya sampai aku menikahinya nanti."


"Cih!" ayah Xian berdecak. "Apa kau pikir keluarga Angel rela menyerahkan putrinya pada pria sepertimu?"


William terhenyak. Iya, dia adalah seorang baj**ngan. Suka bermain wanita. Apakah keluarga Angel akan memberikan restunya? Memikirkan itu, William menelan ludahnya kasar.


"Ayah, apa yang harus kulakukan? Aku harus bagaimana agar mendapatkan restu keluarganya? Aku serius untuk menikahinya."


"Tunjukkan dengan sikapmu. Kembalilah menjadi pria yang berprinsip seperti dulu son. Dulu kau sangat memegang teguh prinsip dan menjaga komitmen. Entah karena apa setelah kau menduduki jabatan dan memiliki kekayaan sendiri, sikapmu berubah. Ayah tahu dengan kemampuan yang kau miliki, kau bisa mendapatkan apapun. Tapi apakah dengan harta dan kekuasaan yang kau miliki, kau dapat menemukan cinta sejati? Wanita yang benar-benar mencintaimu dengan tulus tanpa memandang hartamu? Apakah kau akan terus hidup dengan kepalsuan?"


William makin menundukkan kepalanya. "Ayah, maafkan aku. Aku tidak berpikir lebih dulu sebelum melakukan semua itu. Tapi aku benar-benar berniat berubah. Aku mencintai Angel ayah.."


Angel yang mendengarkan pernyataan William menoleh kearahnya. Ia melihat ekspresi serius dan tatapan mata yang lugas saat bicara dengan ayahnya. Kedua sudut bibirnya sedikit tertarik pelan. Perasaannya berbunga-bunga, jantungnya berdetak cepat. Apakah seperti ini rasanya menyukai seseorang? Willi keren sekali saat mengatakan cinta di hadapan keluarganya.


"Angel." panggil ayah Xian.


Angel terkesiap. "I-iya tuan."


"Panggil ayah."


"Ba-baik ayah."


"Jawab ayah dengan jujur. Apa saja yang sudah kalian lakukan?"


Mendengar pertanyaan Ayah Xian, William dan Angel tersentak. William gugup. Namun Angel terlihat biasa saja.


"Angel dan William suka masak berdua, jalan-jalan berdua, berpelukan, berciuman, dan William suka minta susu dari sumbernya." jawab Angel tanpa dosa.

__ADS_1


William menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Mendengar ucapan jujur apa adanya dari Angel membuatnya salah tingkah. Ah, kekasihnya ini terlalu fulgar. Seharusnya ia brifing dulu tentang ini. Tapi sudah terlanjur, ya sudahlah. Ia mendongak, menatap wajah ayah dan mamanya yang tampak shock sambil nyengir memperlihatkan gigi putihnya.


Bug!


"Auw!"


Nenek melempar bantal sofa yang berukuran jumbo ke kepala William. Ia gemas dengan tingkah laku cucunya ini. Sudah sejak pertama mempergoki William dan Angel berduan, sebenarnya nenek sudah ingin menghajarnya. Tangannya sudah gatal ingin memukul William dengan tongkat kayunya.


William hanya menatap kesal neneknya. "Nek, Angel masih perawan. Jangan khawatir oke.."


"Astaga cecunguk ini. Coba kau membantah lagi nenekmu ini, tongkat kayuku akan segera mendarat di kepalamu!"


Mama Berta mengelus dadanya. "Wil, apa kamu belum puas minum susu dari mamamu ini?"


"Mah, ini susu cap nona. Rasanya tentu lain." ucap William dengan mengerlingkan satu matanya ke arah mama Berta.


"Astaga Wil, bisakah kau serius? Kalau kau seperti ini, ayah akan kembalikan Angel pada orang tuanya."


"Tidak!"


"Jangan!"


Mama Berta memandang ke arah Angel. "Angel sayang, kenapa kau tidak mau kembali kepada keluargamu? Apa kau tak merindukan mereka?"


"Ehm, bukan karena tidak rindu. Angel cuma belum siap. Angel tidak mau dijodohkan lagi.


Angel tidak suka dipaksa."


"Lalu bagaimana dengan Willi? Apa kau tidak keberatan kalau Willi terus meminta susumu terus?" tanya mama Berta ingin tahu.


Angel terhenyak, lalu diam berpikir. "Ehm, Angel tidak keberatan. Karena waktu Willi menghisap sus*u Angel, tidak terasa sakit sama sekali. Malah terasa enak."


Semua orang di sana membelalakkan matanya. Dan ayah Xian mengusap pelan keningnya. Ia bertanya-tanya dalam hati. Putranya yang terlalu pintar, atau Angel yang terlalu bodoh. Mau saja Angel dipermainkan seperti itu oleh putranya.


"Angel, apa kau tak marah diperlakukan seperti itu oleh Willi?" tanya mama Berta sekali lagi.

__ADS_1


"Tidak, malah Angel suka. Ini adalah hal yang baru Angel alami. Ini menambah wawasan Angel."


Sekali lagi hembusan nafas kasar dan decakan terdengar dari semua orang yang ada di sana. Gadis kecil ini terlalu polos untuk seorang cassanova seperti William.


Ayah Xian berpikir lebih dalam lalu berbicara lagi. "Ehem, Angel. Sepertinya kalian sudah tidak dapat dikendalikan lagi. Kami akan menikahkan kalian segera."


William dan Angel mendongak bersamaan. Dengan mata berbinar dan rasa antusias terpancar pada ekspresi William. Begitupun Angel.


Angel mengangguk cepat dan berucap. "Iya ayah Xian, nikahkan kami sebelum perutku makin besar."


"Apa??" tanya semua orang yang ada di sana.


William tersenyum lebar menunjukkan gigi putihnya dengan rasa yang tak dapat dijelaskan. Ya tuhan, apalagi ini Angel...


**


Sedangkan di kota Shanghai, David bersiap mengajak kencan halal istrinya.


"Papa, mama dan abah beserta emak, David ijin jalan-jalan dengan Alia. Tidak usah menunggu kami pulang."


"Ah.. Iya, iya, kami paham. Ya sudah sana pergi. Selamat menikmati malam pertama kalian." jawab abah dengan sedikit menggoda.


David merona malu dengan jawaban mertuanya yang menggodanya. Ia lalu menggandeng Alia keluar apartemen.


"Bang, emang kita mau kemana?" tanya Alia penasaran.


David hanya diam tak menjawab. Terus melangkah, kemudian mereka masuk lift dan pintu lift tertutup.


Dengan cepat David memojokan tubuh Alia ke dinding lift. Menghimpitnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alia. "Abang mau memberi hukuman padamu. Karena kamu selalu menggoda abang." nafas hangat David menerpa wajah Alia sampai pipi Alia merona.


"Ma-maksud abang, hukuman apa?" tanya Alia lirih.


"Hukuman yang akan membuatmu melayang." jawab David sambil mengerlingkan satu matanya.


Ting! pintu lift terbuka dan David menjauhkan tubuhnya dari tubuh Alia. Sedangkan Alia masih dengan wajah yang merah menahan malu.

__ADS_1


Dengan cepat David menarik tangan Alia yang mematung. Sambil berjalan, ia melirik Alia dengan wajah merahnya yang menggemaskan.


Saat mereka sudah sampai di dalam mobil, David mendekatkan lagi tubuhnya ke Alia. "Bersiaplah begadang malam ini sayang.."


__ADS_2