
Di malam hari, saat jam makan malam, William tengah menikmati makan malamnya di meja makan. Di tengah acara makan malamnya terbesit untuk melakukan sesuatu kepada asisten rumah tangga abal-abalnya itu. Senyum tengil tersemat di bibirnya kala ia membayangkan wajah ketakutan wanita itu.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, mbok Rum segera membereskan piring kotor yang sudah digunakan tuannya. William melirik sejenak mbok Rum, lalu berbicara. "Mbok, kau sudah tahu siapa wanita itu kan?"
Mbok Rum terkejut saat tuan mudanya bertanya tiba-tiba tentang Angel. Tubuhnya terhenyak kaku seiring dengan keterkejutannya. Dia bingung harus menjawab apa. "Ehm, maaf tuan, saya tidak tahu. Kan tuan yang menjemputnya sendiri ke yayasan." Mbok Rum berusaha memisahkan dirinya dari masalah Angel agar posisinya aman.
"Hem, bilang sama wanita itu untuk ke kamarku sekarang."
"Baik tuan."
Setelah mengatakan perintahnya, William segera pergi ke kamarnya. Di dalam kamar, ia sudah menyiapkan diri untuk sedikit mengerjai wanita cantik itu.
Mbok Rum yang sudah di dapur memanggil Angel dan memberitahu tentang perintah tuan mudanya. "Nduk ayu, tadi simbok ditanya tuan muda tentang kamu. Mbok bilang aja ndak tahu apa-apa tentang kamu. Simbok takut kalau disalahin."
"Iya mbok, memang sudah seharusnya mbok jawab begitu."
"Oh ya, tadi tuan juga nyuruh kamu datang ke kamarnya sekarang juga. Sudah sana, kalau kelamaan takutnya tuan marah."
Angel pun bergegas mendatangi kamar tuan muda tampannya itu. Dan mbok Rum berdoa dalam hati, semoga tuan tidak melakukan sesuatu sama Angel, gadis polos dan lugu yang cantiknya seperti bidadari.
Setelah Angel mengetuk pintu, William membukanya dari dalam. Dan dengan lirikan matanya, Angel tahu kalau dirinya disuruh segera masuk ke dalam. Setelah Angel masuk ke dalam kamar, William segera menutup dan mengunci pintu kamarnya.
Tubuh Angel kaku saat tahu tuannya mengunci pintu kamar itu. Angel berpikir apakah dirinya akan dibunuh, lalu tubuhnya dimutilasi seperti yang ada di pemberitaan televisi. Tubuhnya bergidik, dan matanya mengeluarkan air mata.
William mengamati tubuh Angel dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia melihat tubuh Angel sambil memutari tubuhnya. Luar biasa cantik wanita ini. Sangat menggiurkan, benar-benar selera William dalam segala hal. Lalu dia melihat air mata Angel luruh dengan deras. Ia mengernyitkan keningnya dan kemudian bertanya. "Kenapa menangis?"
"Ampun tuan, jangan bunuh saya,hiks!"
"Aku? membunuhmu? Untuk apa aku membunuhmu?"
__ADS_1
"Seperti di berita-berita televisi, banyak kan gitu. Tkw dibunuh lalu dimutilasi, tubuhnya di buang ke kali. Jangan tuan, ampuni saya, saya akan menerima hukuman tuan, apapun itu asal jangan bunuh saya. Nanti orang tua saya sedih."
William ternganga mendengar kata-kata absurd wanita ini. Lalu dia tersadar dengan kata-kata Angel tentang melakukan apa saja. Aha, got u girl!
"Oke, aku tak akan membunuhmu, tenang saja. Tapi kau tidak boleh mengingkari kata-katamu tadi. Kau harus mau melakukan apa saja yang kusuruh."
"Iya tuan, apa saja. Suer deh!" sambil mengangkat dua jari ke atas.
Sudut bibir William sedikit terangkat. Lalu dia berdiri di hadapan Angel dengan tenang. Lalu ia buka kaos nya di hadapan Angel. Tampaklah tubuh kekar William dengan jelas. Angel yang melihat terkejut dengan mulut sedikit terbuka, dan mata yang sedikit melotot. 'Omegat! satu, dua, tiga, empat. Ada empat kotak di perutnya. Gila, gede banget yak."
"Elap air liurmu!" perintah William sedikit keras.
Angel yang tersadar setelah mendengar suara William, terkejut sampai secara spontan mengelap mulutnya dengan tangan. Tapi tidak ada air liur di sana. "Hehehe tidak ada air liur kok tuan."
William pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol wanita di hadapannya itu. "Aku cuma mau kamu memijat tubuhku." Setelah William selesai berbicara, dia langsung merebahkan diri di atas tempat tidurnya. "Itu lotion nya di atas meja untuk kau gunakan memijat tubuhku."
Angel bernafas lega mendengar tuan mudanya memberikan perintah seperti itu. "I-iya tuan." Angel bergegas mengambil lotion untuk memijat William. Namun saat melihat William rebahan di tempat tidur, Angel jadi bingung sendiri.
"Ya tubuhku."
"Kenapa tidak tengkurap? kan mau dipijat tubuhnya. Bukannya harus tengkurap?"
"Tidak, aku mau kamu memijat dadaku." ucap William dengan senyum mesumnya.
Angel mengernyit bingung, namun ia tetap melakukannya. Ia mendekat dan duduk di tepian tempat tidur. Ia buka lotionnya, kemudian ia oleskan ke dada William. Awalnya sangat canggung saat menyentuh dada kekar itu. Namun saat ia memikirkan keselamatan nyawanya, ia urungkan semua itu. Tidak, Angel tidak mau mati dulu. Dia masih ingin sekolah tinggi, biar bisa jadi bu dokter.
Setelah ia mengoleskan lotion ke dada William, ia memulai untuk memijatnya. Ia mengurut dari atas ke bawah, terkadang memutar mutar di bagian dadanya, dan lengan kekarnya. "Ya ampun, ototnya keras banget yak. Ups, maaf tuan." Angel menunduk ketakutan saat keceplosan mengeluarkan kata-kata itu.
"Angkat kepalamu, lihat yang kau pijat. Nanti salah memijat malah akunya jadi kesakitan."
__ADS_1
"Iya tuan muda."
William yang tengah merasakan pijatan Angel, sangat meresapi. Baginya ini bukanlah pijatan, tapi ini adalah elusan. Apalagi tangan putih mulus itu singgah di dadanya, salah satu tempat faforit para wanita saat sedang bermesraan bersamanya. Dada bidang yang selalu menjadi tempat faforit untuk merebahkan kepala para wanita setelah pelepasan.
Sambil memandang wajah cantik di hadapannya, ia menikmati pula sentuhannya. Secara otomatis emprit peliharaannya berevolusi menjadi gagak. Begitu besar sampai membuat celananya menggembung tanpa alasan.
Mah, terima kasih sudah memingitku di rumah. Ada santapan lezat di rumah. Kalau kaya gini sih mau dipingit enam bulan di kamar, aku siap-siap aja kalau ni cewek yang nemenin.
"Angel kan namamu?" William bertanya untuk mengalihkan pikirannya.
"Iya tuan."
"Kamu sudah punya pacar?"
"Tidak punya tuan. Mau sekolah dulu yang bener, biar bisa jadi dokter. Tidak boleh pacaran dulu sama papah, nanti malah tidak fokus sekolahnya."
"Oh, cita-citamu dokter? Baguslah, sebelum jadi dokter kamu bisa latihan dulu."
"Ha? Latihan dulu? Latihan apa tuan?"
"Ya latihan merawat pasien dong. Aku akan jadi pasien pura-pura kamu. Jadi nanti kalau sudah jadi dokter beneran, kamu tidak sungkan lagi."
"Oh gitu ya tuan. Harus latihan dulu.?"
"Iya, kamu tidak percaya? Kakakku juga dokter loh. Jadi aku tahu bagaimana proses yang harus dilalui orang untuk bisa menjadi dokter."
Jiaahhhh William mau ngerjai anak orang. Angel anak baru netes juga mau aja dikibuli.
"Iya kah? Angel mau tuan. Ayo kita praktek." ucap Angel dengan semangat.
__ADS_1
"Latihan pertama adalah mengenal anatomi tubuh manusia. Kamu lihat, dan sentuh tubuhku."