Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Ketahuan Eyang


__ADS_3


Nah loh bentukan Angel yang disangka cosplay ama eyangnya William.


...****************...


Angel terus berlari menghindari pukulan dari tongkat kayu nenek William.


"Aarrghh!! Tolong!!" Angel berteriak di antara pelariannya. Adrenalinnya terpacu melebihi saat dia menghindari kemarahan si mahmud kesayangan sahabatnya Alia.


Yah, Angel selalu berkomplot dengan Alia untuk menggoda si joko putra semata wayang mahmud. Jadi Angel adalah salah satu target khusus di mata mahmud.


Kalau Alia suka elus-elus perut joko, sedangkan Angel suka mainin ekornya joko. Entah kenapa mereka berdua suka sekali menggoda joko yang masih di bawah umur. Tapi yang pasti Alia dan Angel tidak akan pernah diterima keberadaannya di tengah komunitas sapi haji Sofian.


Dengan terdengarnya teriakan Angel yang nyaring di apartemen itu, orang-orang yang berada di lantai atas segera berlari menuju asal teriakan tersebut. Suara langkah kaki yang cepat saat menuruni tangga, membuat Angel merasa aman. Akhirnya kekasihnya datang menyelamatkannya.


William yang melihat Angel berlarian, membuatnya sigap untuk memeluknya sebagai bentuk perlindungan dari hempasan tongkat kayu neneknya. Setelah William menempatkan tubuh Angel di belakang tubuhnya, saatnya William menghadapi neneknya.


"Nenek, apa yang kau lakukan? Kau bisa melukainya." ucap William sambil menyembunyikan tubuh Angel di belakang tubuhnya.


"Di-dia, wanita mur***n! Kau ini ternyata masih membawa wanita ke apartemenmu!" jawab nenek sambil terengah engah karena mengejar Angel.


"Nenek.. Ini tidak seperti yang kau pikirkan."


"Lalu apa yang harus kupikirkan saat melihat wanita itu memakai kostum asisten rumah tangga. Bukankah itu sudah jelas kalau ini permainan kalian. Baju yang dipakainya, bukankah cosplay? Kalian mau melakukan variasi dalam bercinta kan!"


"Nenek tahu cosplay juga?"


Bug!!


"Auuu!! Nenek kenapa memukulku?"


"Cucu luknut! Nenek ini lebih pengalaman darimu! Mana mungkin nenek tidak tahu!"


"Ehem!" kakek menginterupsi sebelum istrinya bicara lebih jauh.


"Nenek, ini benar-benar tidak seperti yang kau pikirkan. Percayalah padaku. Aku akan menjelaskannya. Tenangkan dirimu, duduklah, aku yakin pinggangmu sakit saat ini."


Kakek menuntun istrinya untuk duduk di sofa. William pun menuntun Angel duduk di sofa yang berseberangan dengan kakek dan neneknya. Angel pun hanya menurut untuk duduk di hadapan kakek nenek kekasihnya itu. Dia memandang sekilas, lalu menundukkan kepalanya. Angel terlihat takut akan tatapan tajam menusuk yang neneknya lakukan.


"Nenek, perkenalkan, dia Angel. Kemarin dia adalah asisten rumah tanggaku. Jadi baju yang dipakainya menegaskan siapa dirinya."


"Kenapa kemarin?" tanya nenek heran."


"Karena sejak hari ini, Angel sudah bukan asisten rumah tanggaku."


"Apa kau memecatnya?"


"Iya, aku memecatnya sebagai Asisten rumah tangga. Namun aku memberikannya jabatan baru sebagai kekasihku."


"Apa!!!" jawab nenek dan kakek bersamaan.

__ADS_1


"Haiya, cucuku apa maksudmu? Kakek belum memahaminya."


"Kakek nenek, benar kalau Angel adalah asisten rumah tanggaku, tapi aku jatuh hati padanya."


"Ayoyo, cucuku, ini sungguh tidak benal. Bagaimana kalau olangtuamu tahu? Meleka menyelahkan tanggung jawab untuk menjagamu kepada kami. Tapi kamu malah belmain main dengan wanita lagi."


"Kakek, kali ini aku serius. Aku tidak bermain main. Angel adalah wanita baik-baik, bukan wanita mur****n seperti yang dituduhkan nenek."


Nenek menghela nafasnya dalam. "Sekarang jelaskan apa yang sebenarnya terjadi."


Akhirnya mengalirlah cerita yang sebenarnya dari William kepada nenek dan kakeknya tentang jati diri Angel.


......................


Sementara William dan Angel sedang di interogasi kakek neneknya, dua sejoli yang tengah kasmaran tengah menikmati teh hangatnya di apartemen yang mereka sewa.


"Bang, hampir sebulan nih Lince ngilang. Kaya ditelan bumi ya bang. Kaya dia tu sengaja disembunyikan dari kita."


"Aku juga sudah berpikiran seperti itu Al.. Sungguh aneh saat semua informasi tentangnya sangat sulit didapatkan. Aku sudah menugaskan seluruh anak buahku untuk melacak keganjalan."


"Abang sudah kasih kabar sama orang rumah kan?"


"Sudah, abang selalu menghubungi mereka. Termasuk menghubungi calon mertua." ucap David acuh namun nampak semburat kemerahan di pipinya.


"Ciee.. Calon mertua. Emang kapan kita kawin?" tanya Alia penasaran.


"Sekarang juga oke."


"Nikah Al... Nikah."


"Ish, sama aja abang... Bang boleh tidak Alia nanya. Sejak kapan abang suka Alia?"


"Sejak pertama bertemu."


"berarti saat abang kerumah Alia pertama kali?"


"Iya, suka liat kamu yang manis. Makin ke sini timbul rasa mengagumi dengan kedewasaanmu di balik tingkah polosmu, tambah lagi kelucuan polahmu, dan sikap agresifmu. Abang seperti nemu mainan baru."


"Wat! Mainan baru?"


"Iya, maksud abang bukan kamu dijadikan mainan bagi abang, tapi karena kehadiranmu ini membuat dunia abang makin bervariasi. Abang yang kaku, ketemu kamu yang konyol, bikin dunia abang hidup kembali."


Alia yang mendengarkan penjelasan David makin tak bisa menahan diri. Rasa bahagia menyeruak di hatinya. Ternyata cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


David dan Alia saat ini sedang duduk di sofa ruang utama apartemen yang mereka sewa. Mereka tengah bercengkrama di ruang itu sambil menikmati teh hangat dan beberapa cemilan. Duduk berdampingan di sofa empuk dan beralaskan karpet berbulu menambah perasaan hangat di tengah suhu dingin negara itu.


Alia dengan wajah merona nya sesekali melirik David yang tengah menatap lurus ke arah televisi yang menyala.


"Bang, apakah abang memang berniat serius sama Alia?"


"Abang sudah meminta ijin orang tuamu untuk lebih dekat denganmu. Dan abang juga berjanji untuk menjagamu, tidak untuk merusakmu."

__ADS_1


Ish abang, Alia malah demen kalau dirusak sekarang. Diobrak abrik juga Alia pasrah. Apalagi kalau sampai berdarah darah, Alia makin girang. Alia kan tinggal buka paha. Ucap Alia dalam hati.


"Makanya kamu jangan suka mancing abang. Abang ini sudah berusaha menahan diri ya."


"Alia cuma ekspresif kok bang. Apa yang Alia rasakan ya Alia ungkapkan. Seperti halnya sekarang." ungkap Alia sambil memeluk perut David sebelum akhirnya ia melanjutkan lagi kata-katanya. "Lalu kapan kita nikah bang?" tanya Alia sambil menggigit bibir bawahnya tidak sabar menunggu jawaban David.


"Katanya kamu mau kuliah dulu?"


"Tapi nikah sekarang Alia tidak keberatan kok bang. Alia sanggup kuliah sambil ngurus abang di rumah." ucap Alia dengan menunduk sambil senyum penuh pengharapan.


"Halah, kamunya aja emang ngebet."


"Heii kaya abang engga pengen aja. Siapa hayo yang suka main serobot?"


"Abang kan cuma ekspresif." ucap David membalas.


Alia yang tadinya duduk tegak, akhirnya merapatkan tubuhnya untuk memeluk tubuh David. Ia memainkan jarinya di dada David seperti sedang menggambar sebuah pola. Sengaja ia tempelkan dadanya begitu dekat dengan tubuh David, untuk membuat David merubah keputusannya.


Ya, saat David bilang agar Alia kuliah dulu, Alia sebenarnya kurang berkenan. Alia ingin secepatnya menikah dengan David. Jadi jalan satu-satunya untuk merubah keputusan David adalah dengan mendobrak pertahanan David.


Alia terus memberi sentuhan di dada David melalu tangannya. Bergerak pelan untuk menggodanya. "Bang, nikah sekarang aja yuk. Alia kan bentar lagi sembilan belas tahun."


Sentuhan Alia ternyata menjadi sebab buyarnya konsentrasi David saat menonton televisi. Bagaimana tidak, Alia melukis abstrak di dada David, bahkan daging kecil di dada David tidak luput dari sentuhan manjanya. Membuatnya menarik nafas dalam-dalam.


"Al, jangan membangunkan singa tidur."


"Alia tidak keberatan diterkam sekarang." suara serak Alia dan gesekan dadanya di tubuh David memicu hasrat David.


Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus bisa bertahan. Aku harus memegang janjiku pada orang tua Alia untuk menjaganya. Tapi sikap Alia ini benar-benar tidak bisa ditoleransi.


David berdiri tiba-tiba. Membuat Alia terkejut. Apalagi saat David menoleh padanya, kemudian membungkukkan badannya untuk meraih tubuhnya.


David mengangkat tubuh Alia di depan. Alia makin terhenyak dengan apa yang telah dilakukan David saat ini. Apalagi saat David melangkah menuju kamarnya. Jantung Alia berdebar dengan tak beraturan.


Alia berpegangan pada leher David agar tidak jatuh. Di tengah langkah David menuju kamar Alia, Alia memandang wajah David lekat.


Apakah sebegitu mudahnya dia tergoda? Apakah ini saatnya? Saatnya aku untuk berdarah-darah?


Alia menggigit bibir bawahnya pelan dengan wajah merona saat David meletakkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Setelah itu..


Bamm!! Pintu kamarnya tertutup dan terkunci dari luar.


Ternyata David segera melarikan diri setelah meletakkan tubuh Alia di atas tempat tidur. Alia terkejut hingga berlari sambil memanggil nama David dengan keras.


Alia menggedor pintu kamarnya sambil memanggil nama David. Namun hanya suara David yang terdengar dari luar.


"Selamat malam Al...tidur yang nyenyak. Hahahaha"


"Ah si*l! Aku dikerjai Abang. Awas aja akan kubalas nanti."

__ADS_1


__ADS_2