
Di kamar, Angel membolak balikkan badannya resah. Dia ingat tentang kejadian yang baru saja dia alami.
Ciuman itu, ungkapan cinta itu...
Dia tersenyum sendiri mengingat itu. Dia ambil bantal lalu ia tangkupkan ke wajahnya. Rasanya ingin teriak sekeras kerasnya.
'Lia, aku udah punya pacar nih. Ganteng banget loh. Kamu bakalan iri kalau tahu.' ucap Angel bermonolog karena teringat tentang sahabatnya Alia.
Di keesokan harinya, saat Angel membantu mbok Rum memasak di dapur, mbok Rum menelisik dengan teliti wajah Angel.
"nduk, matamu kenapa? Kamu abis nangis? Kok agak bengkak."
"Oh, ehm, ini karena begadang mbok. Angel tidak bisa tidur semalam."
Sebelum mbok Rum melanjutkan pertanyaannya, suara lain terdengar.
"Selamat pagi bidadariku." sapa William yang sekarang tengah bersandar di pintu dapur. Dia yang berdiri dengan senyum konyolnya membuat Angel dan mbok Rum melongo heran.
"Mbok Rum, sekarang Angel adalah kekasihku. Jadi dia sudah tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah. Kalau perlu aku carikan lagi asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan mbok Rum."
Prang!! Mbok Rum menjatuhkan pancinya setelah mendengar pernyataan tuan mudanya. Dia terhenyak dengan tubuh yang makin kaku seakan pernyataan itu adalah panah es yang menancap di seluruh tubuhnya. Kemudian ia melirik Angel pelan. Dan ia makin tidak bisa menguasai detak jantungnya saat melihat Angel diam sambil menunduk. Tidak! Tidak boleh! gadis lugu ini harus di selamatkan.
"Tuan, bisakah kita bicara berdua?" ungkapnya memohon.
"Aku? mbok mau bicara denganku? Baiklah, aku tunggu di ruang kerjaku." jawab William sambil melangkah menuju ruang kerjanya meninggalkan Angel yang membisu.
"Nduk, kamu tunggu di sini ya. Tenang saja, mbok akan berusaha melindungimu. Tidak boleh ada yang memaksamu seperti ini."
"Ehm, mbok tid--"
Sebelum Angel selesai menjelaskan, mbok Rum sudah melangkah keluar dari dapur menuju ke lantai atas.
Dan di sinilah mereka berdua saat ini. Mbok Rum dan William yang saling berhadapan dengan meja kerja yang memisahkan mereka.
"Apa yang mau mbok bicarakan? Apakah soal aku dan Angel?" tebak William curiga.
"Iya tuan. Maaf kalau saya kurang ajar. Tapi saya tidak bisa membiarkan tuan memaksakan kehendak sendiri. Angel itu masih kecil, anaknya juga sangat polos. Apa tuan tidak mempunyai rasa kemanusiaan? Apa tuan tidak merasa iba sama sekali?"
__ADS_1
"sebentar. Apa maksud mbok dengan memaksakan kehendak? Dan apa hubungannya dengan rasa kemanusiaan?"
"Tuan, jangan memaksakan Angel untuk menjadi kekasih anda. Jangan jadikan Angel budak nafsu anda. Tuan masih bisa mencari wanita lain di luaran. Tapi jangan gadis selugu Angel."
William tersenyum kecil. Mbok Rum yang biasanya tidak pernah ikut campur dengan segala urusannya, kali ini dia bereaksi dengan sangat cepat.
"Apa yang membuat mbok Rum berpikiran kalau aku memaksa Angel. Apa yang membuat mbok berprasangka kalau aku mempermainkan Angel seperti sikapku terhadap wanita lain?"
"Karena tuan saat ini sedang dihukum nyonya untuk tidak keluar dari rumah. Jadi tuan menjadikan Angel sebagai pelampiasan. Pelampiasan hasrat terpendam yang tidak bisa tuan salurkan pada wanita-wanita itu. Mereka yang tuan ajak ke apartemen ini semuanya ndak bener, tapi Angel lain tuan. Dia itu wanita baik-baik."
"Terima kasih atas perhatian mbok terhadap Angel. Aku sungguh bersyukur mbok Rum menyayanginya hingga membela dia saat ini. Sekarang aku tanya, Sudah berapa lama Angel di rumah ini? Tiga minggu dia di rumah ini. Tiap hari aku melihatnya, tiap hari berinteraksi dengannya, dan mbok Rum pula yang membuat semua ini terjadi. Secara tidak langsung mbok Rum lah yang berperan besar dari kedekatan kami."
"Tapi, kok saya yang disalahkan?"
"Siapa yang membagi tugas pekerjaan di rumah ini? Mbok sendiri kan? Siapa yang menyuruh Angel mengerjakan pekerjaannya di ruang atas? Sedangkan mbok tahu sendiri kalau saat ini aku selalu berada di lantai atas. Dari segala interaksi kami, kemudian kami makin dekat satu sama lain. Apakah ini semua salahku?"
"Hiks! Iya tuan, ini salah saya. Saya minta maaf. Tapi saya mohon jangan Angel. Mbok sayang sama dia. Mbok kasihan kalau dia terluka. Mbok ndak tega melihat tuan mempermainkan perasaannya."
William menghela nafas panjang. "Mbok, aku tidak berfikiran untuk mempermainkannya. Aku bersungguh sungguh saat aku bilang menyukainya. Dan aku tak akan pernah memperlakukannya seperti aku memperlakukan wanita-wanita di luaran sana."
"Tapi tuan masih main wanita kan? Tidak tuan, saya tetap tidak rela."
Mbok Rum menatap mata William dengan berani saat mendengar penjelasannya. Mbok Rum masih belum percaya pada semua penjelasan itu. Butuh waktu lama untuk tuan mudanya membuktikan diri. Karena sudah terlalu banyak kebe-jatan yang tuannya lakukan di apartemen ini yang ia telah saksikan.
"Aku tahu. Tanpa mbok menjawab, aku tahu mbok tidak akan percaya padaku. Tapi aku serius kali ini. Aku akan membuktikannya segera. Walaupun harus menghadapi keluarga Angel saat ini juga.
Aarrgghhh!!!!
Mbok Rum membuka mulut untuk kembali berbicara. Namun sebelum itu terjadi, teriakan yang berasal dari lantai bawah membuyarkan semua. Suara teriakan wanita yang saat ini sedang menjadi topik pembicaraan mereka.
......................
Beberapa waktu sebelumnya. Mama Berta menelepon mertuanya, ibu dan ayah dari suaminya.
"Mama, hallo. Bagaimana kabar mama dan baba? Berta ingin sedikit bicara."
"Halo menantuku tersayang. Mama dan baba sehat. Bicaralah, apa yang ingin kau katakan."
__ADS_1
"Ini soal Willi. Ma, kami saat ini ada di Jerman. Ada pekerjaan yang harus kami tangani sendiri. Jadi saat ini tidak ada yang mengawasi anak nakal itu. Walaupun sudah ada bodyguard yang menjaganya, namun aku masih tidak tenang. Mohon baba dan mama dapat menggantikanku untuk mengawasi Willi."
"Haiya, cucuku itu tampan, Tentu banyak wanita mendekatinya. Sudah, sudah, biar kami yang mengurusnya. Kalian tenang saja di sana."
"Terima kasih ma. Aku tutup teleponnya."
Setelah pembicaraan singkat itu, nenek William mencari suaminya.
"Suamiku!" panggil nenek dengan berteriak.
"Ayoyo, kenapa owe teliak teliak ha?"
"Cucu kesayanganku, Willi. Menantu sedang menghukumnya di rumah. Ayo cepat selamatkan dia."
"Ayoyo istliki, bialkan saja dia dihukum. Cucu kesayanganmu itu memang pellu dibeli pelajalan." jawab kakek sembari membaca kembali surat kabar yang di tangannya.
"Tidak! Tidak bisa! Menantu menyuruh kita melihat dia di apartemennya sekarang. Aku takut kalau dia bunuh diri karena tertekan dengan hukuman ini." ucap nenek sambil meraih tangan kakek dan menggandengnya keluar rumah.
"Ahong! kita ke apartemen Willi sekarang juga. Cepat!" perintah nenek pada supirnya.
**
Di apartemen William, Angel duduk manis sambil menyangga dagunya dengan tangannya. Dia bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya di bicarakan antara mbok Rum dengan William.
Sungguh terkejut saat mbok Rum dengan tekat kuat menghadapi William sendiri saat ini. Dia berpikir, apakah mbok Rum marah padanya lalu mau berhenti dari pekerjaannya? Apakah sebegitu bencinya mbok Rum karena dia menjadi kekasih William saat ini? Banyak sekali pertanyaan yang bersliweran di otak polosnya.
Saat asyik dengan lamunannya, tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi. Angel terhenyak dan segera berdiri. Memang kebiasaan para bodyguard yang berjaga di luar selalu memencet bel pintu agar dapat masuk ke dalam apartemen untuk menumpang ke kamar mandi.
Tanpa menaruh curiga sama sekali, Angel segera membukakan pintu. Dan saat membuka pintu itu, Angel diam mematung tiba-tiba.
Dia melihat sepasang orang tua dengan usia lanjut tengah berdiri kaku di depan pintu. Lalu Angel bertanya, "Maaf, mau cari sia--"
Sebelum menyelesaikan pertanyaannya, nenek memotong suara Angel.
"Wat de he**?!! Beraninya kamu cosplay di apartemen cucuku wanita mur**an!!" Nenek histeris saat melihat sosok Angel yang berdiri memakai pakaian pelayan di depan mereka saat ini. Bahkan nenek mengangkat tongkatnya untuk ia pukulkan ke kepala Angel.
Angel waspada seketika lalu menghindar cepat dari pukulan wanita tua di hadapannya.
__ADS_1
Aarrgghh!!! Teriak Angel sembari lari menghindari tongkat yang akan mendarat ke kepalanya.
Dan akhirnya nenek berlari untuk terus mengejar Angel hingga mengitari seluruh ruangan apartemen.