
David menyibak tirai kamar agar sinar matahari pagi masuk untuk menyinari seluruh ruangan. Tubuh Alia menggeliat sambil mengernyitkan matanya kaget karena sinar matahari yang menyilaukan. Dia ambil bantal lainnya untuk dia pakai sebagai penutup matanya yang terganggu dengan silaunya sinar matahari.
"mak.. Alia masih ngantuk. Matiin lampunya."
"Alia.. Bangun al..." kata David membangunkan Alia sambil tangannya sedikit menggoyang goyangkan punggung Alia.
Mendengarkan suara David, Alia terperanjat. Dia paksa untuk tubuhnya duduk tegak di kasurnya, walaupun dengan keadaan kepala pusing.
"sshhh..pusing banget yak. Jam berapa ini bang?"
"Jam 8 pagi. Bangunlah lalu kita sarapan. Dan segeralah berkemas, setelah chek out kita langsung pergi."
"haa! Angel udah ketemu bang?"
"Belum, Angel saat ini sudah di cina."
"Wattt! Dia jalan-jalan ke cina?! Kok bisa?"
"Angel terbawa ke rombongan Tkw ke cina. Abang mau kesana mencarinya. Apakah kau bersedia ikut abang, menemani abang mencari Angel ke cina?"
"Wah tentu dong bang, kapan lagi Alia pergi ke cina. Hehehe maaf bang maksud Alia gak gitu. Oke Alia siap-siap dulu, abis ni sarapan ke resto ya bang."
Setelah sarapan, mereka berdua sudah bersiap untuk terbang ke cina, namun sayang, rencana mereka terkendala visa. Pihak imigrasi belum meloloskan visa mereka berdua, dan mereka harus menunggu dua hari untuk itu.
**
Di lain tempat, saat Angel sudah duduk di kursi sebelah pria tampan itu. Angel tidak punya pilihan lain duduk di sana, karen mobil sport yang menjemputnya hanya ada dua tempat duduk.
__ADS_1
Dia melirik pelan pria di sampingnya. Ya ampun mak...kasep bener ini orang. Coba dia mau jadi artis di indonesia, pasti viral ini. Angel terbesit untuk peruntungannya.
"Mister orang cina apa indo ya?"
"cina, indo, eropa." jawab pria itu seperlunya."
"Wah pantesan mister, mister ini bule tapi sipit. Tidak terpikirkan ke indonesia mister? Jadi artis di sana aja, nanti Angel yang jadi manajernya. Mister kan guanteng." ujar Angel sambil menyodorkan dua jempol tangannya ke arah pria tersebut.
Si pria itu cuma melirik malas dan tidak menjawab. Pria itu merasa geram denga sikap wanita ini, yang sok dekat padahal baru pertama bertemu. Dia terpaksa menjemput calon asisten rumah tangga yang telah keluarganya sewa, karena supirnya sedang mengantar neneknya berbelanja. Dan dia benar-benar geram dengan sikap neneknya yang dengan tiba-tiba membawa supirnya. Dia terpaksa menjemput asisten baru ini sendiri.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa kata. Pria itu yang fokus mengendarai, dan Angel yang menghadap kaca jendel mobil, mengedarkan pandangannya untuk menikmati setiap keadaan jalan di cina.
"Mister, keren ya. Angel baru ini loh ke cina." ujar Angel yang memang jarang pergi keluar negeri karena dia selalu disekap di dalam rumah. Angel tidak pernah diberi kebebasan untuk seenaknya pergi jalan-jalan selayaknya orang-orang kaya pada umumnya. Dia hanya mempunyai kegiatan belajar dan belajar.
Sedangkan pria di sebelahnya mendengus sebal mendengar wanita ini yang terus berceloteh. "Tentu saja kau baru pertama keluar negeri, itupun jadi asisten rumah tangga. Cih! Kaya punya uang aja." batin pria
Walaupun pria itu tidak menjawab celotehannya, namun Angel tidak terganggu dengan itu. Dia terus mengedarkan pandangannya ke arah luar sambil menatap kagum. Cina benar-benar negara yang besar.. Ujar dalam hati Angel sambil mulutnya sedikit menganga.
Setelah empat puluh lima menit berkendara, akhirnya mobil tersebut masuk ke perumahan elite. Mobil itu masuk ke garasi dengan kunci otomatis yang dapat membuka pintunya dari jarak jauh.
"Masuk." ujar pria itu dengan nada dingin.
Dia buka pintu rumahnya dan masuk ke dalam. Kemudian dia rebahkan tubuhnya ke sofa mewahnya di ruang utama.
Saat Angel masuk ke dalam rumah tersebut, dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah. Bagi Angel yang lahir dari sendok emas, bukanlah hal yang luar biasa dengan segala kemewahan yang dia lihat di dalam rumah ini. Kemudian dia duduk di sofa mengikuti pria yang membawanya itu.
Pria itu menatapnya tajam. Dia tidak begitu jelas dengan wajah Angel yang tertutup masker dan hodie yang melingkupi kepalanya. "Tandatangani perjanjian kerja secepatnya, aku tidak punya banyak waktu. Nanti mbok rum akan membawamu ke kamar yang akan kau tempati." Selesai bicara, pria tersebut melangkah pergi dari Angel. Dia enggan untuk menanggapi lebih lama.
__ADS_1
"Mbok rum!! Asisten rumah tangga yang baru sudah datang! Urus dia segera." perintah pria itu sambil berlenggang masuk ke kamarnya.
Mbok Rum yang tadinya di dapur melonjak lari terbirit-birit setelah mendengar teriakan bos nya. "Iya tuan.."
"eh neng ini siapa namanya?" sapa mbok Rum sambil menyodorkan tangannya.
"ehm...namaku Ang-- eh namaku Siti mbok. Tapi karena dirumah aku suka dipanggil Angel sama emak, ya akhirnya terbiasa pada manggil Angel. Hehehe"
Mbok Rum tersenyum lucu dengan cara bicara dan tingkah malu Angel saat bicara dengannya. "udah tandatangan surat perjanjiannya belum? Baca dulu sebelum ditandatangani ya."
Angel pun mengambil berkas perjanjian kerja yang sudah ada di meja. Lalu membacanya dengan cermat. 'Jadi kontrak setahun dulu, dengan masa percobaan tiga bulan, kalau pengguna jasa tidak berkenan bisa diputus kerja kapan saja. Gajinya juga lumayan banyak bila dirupiahkan. Sebulan dua puluh juta di indonesia banyak banget ini.' batin Angel.
"ehm.. Mbok... Gajinya banyak banget ya. Emang kerjanya apa aja?"
"Ya kerja asisten rumah tangga pada umumnya. Bersih-bersih, masak, nyetrika, semuanya lah. Cuma di sini bos nya emang baek banget. Walaupun tuan kelihatan cuek, tapi aslinya baek. Apalagi kakek nenek tuan, ramah dan nyenengin banget."
Setelah mendengar sedikit penjelasan dari mbok Rum, Angel tidak ada pilihan lain untuk tidak menandatangani surat perjanjian kerja tersebut. Setelah selesai semua prosedur awal kontraknya, Mbok Rum membawa Angel ke kamarnya.
"Nah..ini kamarmu ya. Sebelahan sama mbok. Trus mbok harus manggil siapa? Angel apa siti?"
"Ehm... Angel saja mbok, biar berasa di rumah. Hehehe."
"Ya sudah Angel, kamu istirahat dulu, pasti masih capek karena baru sampai. Nanti sore aku panggil kamu ya, kita siap-siap untuk makan malam. Karena tuan sepertinya akan makan malam di rumah. "
"Iya mbok.. Terima kasih sebelumnya. Maaf ya mbok kalau nanti agak repot ngajari Angel segala sesuatunya. Angel belum terbiasa."
Setelah mbok Rum keluar dari kamarnya dan melanjutkan pekerjaannya, Angel merebahkan dirinya ke tempat tidur. Matanya menatap seluruh ruangan kamarnya. Hemm...nyaman juga untuk kamar seorang asisten rumah tangga. Pikirannya melayang kepada orang tuanya. Bagaimana perasaan keluarganya saat ini. Angel makin sedih bila memikirkan semuanya. Tapi dia tidak punya pilihan lain, dia tidak punya jalan lain lagi untuk menghindari perjodohan itu. Angel mendengus pelan dan menutup matanya. Sesaat kemudian dia tertidur untuk kemudian bersiap untuk tantangan hidup berikutnya
__ADS_1