Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Duet Maut


__ADS_3

Angel terus menarik tangan Alia menuju kamarnya. Rasa rindu akan kebersamaan mereka begitu menyergap hati. Apalagi saat ini Alia telah berubah status dari sahabat menjadi kakak iparnya.


Setelah sampai di depan kamar, Angel segera membuka pintu dengan cepat. Menarik Alia ke dalam, dan menutup bahkan mengunci pintu itu dengan cepat pula. Dan setelah Angel mengunci pintu itu, mereka saling memandang sebelum akhirnya terdengar suara menggelegar.


"Aaarrggghhhh!!!!"


Seru ke dua gadis remaja itu sambil berpelukan. Memutar tubuh mereka yang tengah saling menempel. Berteriak dan tertawa dengan keras selalu menjadi kebiasaan mereka di saat mereka sedang merayakan sesuatu.


"Lia! Omegat! Gue kangen elu banget sumpah!"


"Lince! Akhirnya elu selamat. Gue kira elu jadi inceran pedagang ginjal."


Berhenti. Angel melepas diri. Memandang Alia dengan mengerutkan dahi. "Maksud elu apaan pe'a?" tanya Angel sambil menyentil dahi Alia.


"Heh! ferguso! Kuwalat elu ama kakak ipar!" balas Alia sambil mengusap dahinya.


"Kalaupun ada yang ngincer gue, yang pasti bukan karena ginjal. Tapi karena kecantikan gue! Sayanglah cantik-cantik gini diambil ginjalnya. Mending jadiin sugar baby." sahut Angel tanpa filter.


Terkesiap. Mereka terdiam kaku. Lalu akhirnya tersadar. "Astagfirullah! Amit-amit dari jabang sampai merauke!"


Angel buru-buru menarik tangan Alia. "Sini lu! Laporan ama gue." ujarnya sambil mendudukkan Alia ke atas ranjangnya.


Dan akhirnya sekarang mereka berdua duduk di ranjang sebelum akhirnya merebahkan diri di sana.


"Ahh..nyaman bener deh bisa kaya gini lagi ce. Sudah lama ya kita engga bermesraan." ucap Alia dengan memejamkan mata sejenak.


"Iya ya, hampir dua bulan kita cerai. Ternyata kita emang ditakdirkan selalu bersama."


"Gimana keadaan elu? Minggat elu kurang jauh tau! Si*alan bener elu ya, bikin gue sport jantung."


"Yaelah liandro, sok sedih. Nyatanya dapet rejeki nomplok. Elu pake pelet paan sih, kok bisa ngegaet abang gue. Abang gue polos gitu loh, belum pernah pacaran."


Plak! Alia memukul reflek tangan Angel atas pertanyaan itu.


"au! Kagak usah centil lo! Tinggal cerita napa.


"Maksud gue, ya itu lince... Karena abang elu polos. Sekali colek udah nyetrum. Beuh... Main ama cowok polos tuh, sekalinya ditawarin apem, minta nambah burger."

__ADS_1


"Sumpah gue engga paham li.. Plis kasih gue penerangan."


"Noh lampu melek."


"ish banyak basa basi lu. Kaya pidato kepala sekolah aja. Tinggal cerita napa."


"Masalahnya, kalau gue cerita belum tentu elu paham. Harus praktek. Elu teori mulu mana bisa pinter kaya gue."


"Eh, eh.. Cerita dulu gimana cerita elu bisa kawin ama abang gue?"


"Yang pasti sebulan di sini, gue ama abang elu mulai deket. Trus akhirnya orang tua kita saling tau. Nah kagak tau ceritanya kek mana, tiba-tiba aja papa ama mama datang ke rumah abah. Trus melamar gue buat abang elu. Kami di nikahin kemarin."


"Oke, gue paham. Cuma masalahnya kenapa secepat itu liandro berliana? Apa elu udah di depe ama abang?"


"Rumah kali didepe? Eh, tapi iya bener juga. Ibarat kata, gue ini kan tempat berpulangnya abang David." ucap alia dengan mata berbinar.


Tuing! telunjuk Angel terbang ke kening Alia.


"hei! Gue kutuk lu jadi kodok! Kakak ipar dianiaya." protes Alia.


"jawab aja napa. Kok bisa abang gue secepat itu memutuskan nikahin elu."


"Sumpah ya jijai gue. Gimana rasanya kawin ama abang gue?"


Alia berdecak. "Gi*la abang elu tuh. Gue kirain alim ternyata.... Sumpah gempor badan gue. Apalagi selang*kangan gue."


"Ha? Kenapa jadi selang*kangan sih li?"


"Pegel gi*la ngangkang terus. Pinggul gue juga pegel. Apalagi mem*me gue... Ampe panas kena gesekan."


Angel melongo makin tak mengerti dengan celotehan Alia. Selang*kangan, pinggul, mem*me?


"Elu nyebutin anatomi tubuh manusia bagian itu buat apa?"


"Aelah Lince, loading elu lama amat. Ini tentang pengencotan. Proses pembentukan embrio. Ingat kan pelajaran biologi yang paling gue demenin. Pokoknya kalau elu ntar nikah ngrasain sendiri deh. Gue susah ngejelasinnya. Engga ada tenaga buat ngomong. Abang elu ketagihan burger gue, jadinya minta terus. Gue tidur sini ya."


Alia kemudian mengangkat selimut dan memakainya untuk menutupi sebagian tubuhnya. Memiringkan tubuhnya untuk mencari posisi paling nyaman. Menutup matanya dan mulai terlelap.

__ADS_1


Apalagi ini? Ketagihan burger? Emang Alia bisa buat burger? Kok gue baru tahu kalau Lia bisa buat burger ya. Wah kemajuan bener nih Alia bisa masak burger. Gue tanya abang ah...


Angel berjalan keluar dari kamar meninggalkan Alia yang tengah terlelap. Dia menghampiri mama dan abangnya yang sedang santai di meja kecil dekat kolam renang.


Angel duduk di kursi sebelah David. Dia rengkuh lengan David manja. Menggesek gesekkan wajahnya di lengan kekar David. "Abang, Angel kangen..."


"Hilih kangen kok engga mau pulang. Mentang-mentang udah di depe ama perhiasan mahal. Ciee calon nyonya milyuner. Sombong amat sekarang ya."


"Ih.. Abang godain terus. Angel bukannya engga mau pulang. Angel cuma takut kalau abang sama kaya papa." jawab Angel lirih.


David terhenyak. Ucapan Angel sangat menusuk. Iya, semua yang terjadi juga ada andilnya. Andai ia bisa melindungi adiknya, pasti adiknya tidak akan melarikan diri dari rumah. Ia menegakkan tubuhnya dan memeluk Angel dari samping.


"Iya maaf, abang yang salah. Andai abang bisa memperjuangkanmu, kamu pasti tidak akan mengambil tindakan bodoh ini. Bagaimana kabar adik abang?"


Angel mendongak menatap wajah David. "Angel baik bang.. Angel bertemu dengan orang-orang yang baik. Saat Angel nyasar ke cina, Angel takut banget. Angel sempat putus asa dan tidak dapat berbuat apa-apa. Ingin pulang tapi tidak tahu caranya. Angel hanya bisa menangis." sahutnya dengan sedih.


"Ya tuhan... Abang sudah bisa membayangkan posisimu. Maaf sayang...maafin abang ya."


"Engga apa-apa bang. Ambil hikmahnya saja. Kalau Angel engga minggat, mana bisa kita ketemu jodoh. Iya kan?"


"Hem.. Emangnya kamu yakin mau nikah sekarang?"


"Kaya istri abang udah dewasa aja. Posisi kita sama loh bang. Tapi makasih ya bang atas perhatiannya. Jadi gini, engga tahu kenapa Angel engga bisa nolak lamarannya bang. Angel kaya dihipnotis sama ketampanannya."


"Hilih! Langsung Mupeng ya kamu kalau liat yang kinclong gitu. Udah kaya kucing minta kawin aja. Centil."


"Mama... abang nakal. Masa Angel centil."


Mama Jasmine yang tadinya sibuk menyulam akhirnya mendongakkan wajahnya menatap wajah kedua anaknya. Sambil tersenyum mama Jasmin berucap.


"Kalian tu sama aja. Engga usah saling nyalahin. Yang penting jalani saja apa yang ada di depan dengan sebaik-baiknya. David harus menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan ayah dengan baik, Angel juga harus lebih dewasa dalam segala hal. Karena kamu adalah penguasa rumah yang harus bisa mengatur segala kegiatan di dalam rumah. Jika kalian sudah menjadi orang tua, tanggung jawab kalian akan makin bertambah banyak. Mama dan papa hanya bisa mendoakan yang terbaik. Kami tidak berhak untuk mengatur seperti dulu lagi."


"Iya mama.." sahut ke dua anak mama Jasmine bersamaan.


"Eh ya bang, Angel mau nanya. Emang Alia bisa masak burger ya?" potong Angel cepat.


"Burger? Burger apaan sih dek?"

__ADS_1


"Kata Alia tadi,abang ketagihan ama burger nya. Apa burger buatan Alia seenak itu sampai abang ketagihan?"


"Haaa???" ucap David dan mama Jasmine bersamaan


__ADS_2