
Sore itu, William keluar dari kamarnya menuju balkon. Tepat di bawah balkon kamarnya, ia bisa melihat kolam renang yang berada di lantai bawah. Matanya mengelilingi pemandangan kolam renangnya yang asri karena terdapat taman yang tertata indah di sekitar kolam renang tersebut. Tiba-tiba dari atas balkon ia melihat seorang wanita yang duduk di tengah-tengah hamparan rumput sedang memetik beberapa bunga di sana. Wanita itu memakai rok bermotif bunga yang mengembang di tengah rerumputan.
Wailliam memicingkan matanya memastikan apa yang telah ia lihat. Lalu ia kedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan matanya tidak bermasalah. Kenapa ada wanita cantik di rumahnya? Siapa wanita itu? Tidak sabar untuk memastikan sendiri, William berlari untuk keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah untuk memastikan lagi penglihatannya.
Angel yang sangat menyukai bunga, merawat berbagai macam bunga yang di tanam di dekat kolam renang. Bunga mawar putih dan merah muda terhampar di sekitar taman. Bunga-bunga yang ia ketahui adalah faforit nyonya besar yang sengaja ditanam di sana. Ada niatan untuk memetiknya beberapa dan akan ia masukkan ke dalam vas sebagai cara untuk mempercantik ruangan. Ia duduk di hamparan rumput, bersenandung lirih menyanyikan lagu-lagu random, sembari memotong tangkai bunga di sekitarnya. Setelah memetik tujuh tangkai mawar putih dan lima tangkai mawar merah muda, ia segera berdiri dan berjalan masuk ke dalam.
William yang berlari dari kamarnya menuju lantai bawah sangat terdengar langkah kakinya karena ia lakukan dengan sangat cepat. Saat tiba ke lantai bawah, dia mengarahkan langkah selanjutnya ke area kolam renang. Setelah ia sampai kesana, dia berlari menuju taman bunga yang ditanam mamanya.
Ia mengedarkan pandangannya di sekitar taman, namun anehnya di sana tak ada siapa-siapa. 'Aneh sekali, tadi aku benar-benar melihat seorang wanita yang duduk di sini. Apa aku berhalusinasi? Ataukah ada... hantu di sini? Apa aku begitu tampan sampai-sampai hantu wanita juga mendatangiku? Hii...'
William berlari masuk ke dalam. Ia berteriak memanggil mbok Rum. Mbok Rum yang sedang memasak untuk makan malam di dapurpun bergegas setelah mendengar panggilan tuan mudanya dan langsung berlari untuk mendatangi tuannya.
"Iya tuan muda. Ada yang bisa saya bantu?" Jawab mbok Rum dengan nafas yang terengah-engah.
"Mbok Rum, apa di sini ada hantu? apa mbok Rum pernah melihatnya?"
"Haa.. hantu?" tanya mbok Rum sambil clingak clinguk melihat sekeliling. "Kok saya tidak pernah melihat ya tuan. Memangnya memang ada hantu disini? Kok saya baru tahu ya tuan?"
"Aku melihatnya mbok. Hantu wanita cantik, barusan aku melihatnya di taman dekat kolam renang."
Glek! mati aku! eh bukan, matilah Angel. Gimana sih anak itu, sudah di bilang jangan lepas masker kalau berkeliaran di rumah. Aku harus jawab gimana sama tuan. Batin mbok Rum di hati.
"Ehm, tuan halu deh kaya nya. Hehehe" jawab mbok Rum sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang menguning.
"Oh ya? Kenapa halunasiku terjadi dua kali ya mbok? Pertama waktu Melda datang ke rumah ini kemarin. Aku melihat wanita cantik lewat di ruang utama, lalu hari ini. Aku benar-benar tak habis pikir, kalau dulu pertama kali aku melihatnya, kupikir karena pengaruh alkohol, tapi sekarang aku benar-benar sadar mbok."
"Mungkin tuan terlalu stres, jadi berhalusinasi. Kan tuan memang suka wanita cantik."
"Ah itu baru benar mbok. Aku stres sekali mbok, aku benar-benar haus kasih sayang saat ini. Ya sudah, lanjutkan pekerjaanmu mbok."
__ADS_1
Mbok Rum segera berlari masuk ke dalam dapur untuk melanjutnya memasaknya, oh bukan, lebih tepatnya mencari Angel untuk memperingatinya. Dan sang pemeran utamanya saat ini terlihat sedang asyik menata bunga-bunga yang telah ia petik dari taman di vas bunga untuk ia pajang di ruang utama.
Mbok Rum menghampiri Angel. Dia duduk di sebelah Angel yang sedang sibuk dengan bunganya. "Nduk, astagfirullah, kamu di sini rupanya. Tadi mbok dipanggil tuan muda."
"Kenapa mbok? Mbok tidak dimarahi lagi kan?"
"Hais ini lebih parah!"
"Haa apa mbok dipecat? Lalu apa aku juga dipecat mbok? Lalu apa yang harus kulakukan mbok?" sahut Angel terkejut dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Bukan. Bukan dipecat. Heh, waktu tadi kamu memetik bunga di taman, ternyata tuan muda melihatmu dari balkon kamarnya. Lalu tuan muda menanyakan tentang wanita cantik yang barusan dia lihat di taman."
"Waduh trus gimana mbok? Aku harus gimana dong. Kalau ketahuan aku pasti diusir dari rumah. Aku tidak bisa pulang saat ini mbok. Hiks"
"Cup, cup, cup, sudah kamu tenang saja. Tidak terjadi apa-apa. Tadi sudah simbok handle semua. Aman..."
"Sudah, yang penting sekarang, kamu ingat terus untuk selalu memakai masker di dalam rumah. Apalagi kamu tahu sendiri kalau tuan muda sedang dihukum nyonya besar. Ayo kita lanjutkan memasaknya."
Mbok Rum menggandeng tangan Angel mengajaknya memasak kembali. Angel pun dapat menghela nafas lega karena tuan mudanya belum tahu tentang jati dirinya yang asli.
*************
Di tempat lain, David dan Alia sedang menikmati makan malamnya di resto hotel tempat mereka menginap. David berinisiatif mengajak Alia jalan-jalan berkeliling kota sejenak untuk melepas penat. David menyewa mobil untuk mengajak Alia berkeliling.
Alia sangat bahagia. Ia akan mempergunakan kesempatan itu untuk lebih mengenal David lebih dalam lagi. "Bang, boleh tanya sesuatu?" Tanya Alia di tengah perjalanan mereka.
"Iya, tanya saja."
"Abang sudah punya pacar belum?"
__ADS_1
"Ehm? Pacar? Memang kenapa kalau belum, dan kenapa kalau sudah?"
"Ya kalau belum punya pacar kan Alia bisa daftar jadi pacar abang. Hehehe"
"Hahaha, oke, oke, daftar saja."
"Haaaa semudah itu? ah abang pasti ngira Alia becanda ya? Alia serius nih."
"Iya abang juga serius. Abang tu kalau punya pacar susah. Kasihan dianya, tahu sendiri abang sibuknya minta ampun. Pacar abang pasti sedih karena merasa dicuekin."
"Kalau Alia jadi pacarnya abang, Alia ga akan sedih kok. Kalau abang sibuk di kantor, Alia kan bisa datangi kantornya abang kalau lagi kangen." ucap Alia dengan mata berbinar.
"Hem.. bisa, bisa, bisa juga kalau seperti itu. Memangnya Alia suka abang?"
"Sukaaaa banget. Alia suka abang semenjak Lince nunjukin foto abang pertama kali."
"Hadeh, itu cuma suka lihat bentuk orangnya aja kan Al.. Kalau orang menjalin kasih itu, harus ada sayang dan cinta, tidak sekedar suka secara fisik. Kita harus tahu bagaimana karakter orang yang akan kita jadikan pacar. Jangan sampai kita salah pilih."
"Menurut abang, Alia gimana? maksudnya karakter Alia bisa masuk kriteria abang ga?"
"Menurut abang, Alia itu lucu, manis, dan menggemaskan."
"yah, kalau itu juga Alia tahu bang. Bang, bisa ga kasih Alia kesempatan deketin abang? Sambil nyari Lince, kita pedekate ya bang. Kalau Lince sudah ketemu, trus kita bawa pulang, lalu kita nikah." ucap Alia tanpa dosa.
Ciittt! David menginjak rem mobil mendadak saat mendengar ucapan Alia yang ceplas ceplos. Setelah berhenti David menoleh ke arah Alia yang duduk di sebelahnya. Lalu tiba-tiba Alia melepas seatbelt nya lalu mencondongkan tubuhnya ke arah David, dan mencium pipi David tiba-tiba.
David melototkan matanya dan berdiam kaku saat mendapatkan serangan mendadak dari gadis polos sahabat adiknya itu. Kemudian terdengar kata-kata Alia lagi.
"Oke bang, deal ya." ucap Alia langsung setelah mencium pipi David.
__ADS_1