
"Astaga Alia itu minuman beralkohol. Bukan untuk gadis kecil sepertimu."
"haaa! Trus Alia harus gimana bang? Apa dimuntahin aja ya.."
"tenang, tidak semudah itu mabuk. Paling pusing dikit. Kadar alkoholnya tidak terlalu banyak."
"Jangan bilang emak ama abah ya bang, ntar mereka marah. Ntar Alia dilaporin pak yai pas pengajian."
"Ya sudah, kembali ke kamar saja, kepalamu makin pusing kan?"
"Iya bang...bantuin Alia ya..."
David menggandeng Alia agar tubuhnya tegap berjalan karena Alia sudah mulai merasakan efek kandungan alkohol tersebut. Alia melirik tangannya yang di genggam David. 'mak..abah..Alia jadi pengen cepet nikah nih.. biar akang bisa genggam yang lain.' kata Alia dalam hati. Yah bisa dibilang doa.
Di sela langkah mereka, David pun sempat menoleh ke arah Alia. Menatap seksama dan menilai. Alia, gadis yang unik, lugu, ekspresif apa adanya. Menurutnya sangat lucu karena di kehidupan David selalu dituntut bersikap lebih dewasa dari usianya. Dengan dia bertemu dan dekat dengan Alia, memberikan warna tersendiri dalam kehidupannya yang kaku.
Yah, Alia lain dari yang lain. ujar dalam hati sambil tersenyum tipis.
Setelah sampai di depan pintu kamar Alia, David ikut masuk dengan memapah tubuh Alia yang sedikit sempoyongan. Alia sudah mulai bergumam tidak jelas. Bicaranya sudah mulai ngelantur. Setelah masuk ke kamar, David meletakkan tubuh Alia di atas kasurnya. Dan David ikut terduduk di pinggiran tempat tidur sambil memperhatikan Alia. Mata Alia sudah merem melek dengan kesadaran yang makin minim. Saat tubuhnya sudah direbahkan David, dia berkata.
"Pak yai... Sumpah deh, Alia ga sengaja minum alkohol. Alia tadi haus. Ini gara-gara si Lince pak yai.. Dia sih healing-healing kagak ngajak Alia. Ehh tapi gak pa pa deh, Alia jadi bisa pedekate ama abang. Abang David..."
Gumaman Alia dengan senyum manis yang masih bisa didengar David membuat David tertawa kecil. Alia ini, pantas saja adiknya memilihnya sebagai sahabat. Alia menganggap Angel polos, dia tidak menyadari kalau dirinya juga sepolos dan selugu Angel.
__ADS_1
Tak berapa lama ponsel David berdering. Anton sekretarisnya meneleponnya. "Halo ton? gimana hasilnya. Sudah tau Angel pergi kemana?"
"Bos, nona Angel menyelinap ke rombongan Tkw yang dikirim ke cina. Dia memakai identitas orang lain yang ternyata batal pergi namun tak diketahui pihak pemandu."
"Apa! Gila! Bagaimana bisa. Apa pihak imigrasi tidak mencocokan fisiknya dengan data di paspor?"
"Inilah bos, nona Angel kebetulan punya perawakan yang hampir sama dengan pemilik asli paspor. Cuma beda wajah indo nya saja. Dan kesalahan juga pada petugas yang kurang teliti mencocokkan wajahnya dengan yang di data paspor."
"Oke besok pesankan dua tiket ke cina. Atas namaku dan Alia. Oh ya kau sekalian beri kabar kepada orangtua ku dan juga orang tua Alia tentang ini agar mereka tdk khawatir."
"Siap bos"
Astaga Angel..apa yang kau lakukan ini sangat berbahaya. Kenapa kau tidak bisa berpikir lebih dewasa. Haahh... David menghela nafas kesal. Dia melihat Alia yang ternyata sudah tertidur. Kemudian dia tutupi tubuh Alia dengan selimut. "Tidurlah, perjalanan kita masih panjang."
Sedangkan di dalam pesawat, Angel terbangun dari tidurnya yang tak nyenyak. Dia melihat ke arah jendela pesawat sambil berpikir, betapa sialnya dia hari ini. Entah kenapa dia menyalahkan Albert yang dijodohkan dengannya. Andai tidak ada kesepakatan itu, Angel pasti sekarang sedang tiduran di kasur empuknya atau berceloteh ria dengan sahabatnya Alia.
Belum apa-apa Angel sudah merindukan rumahnya, kakaknya, sahabatnya dan semua yang ada di sekitarnya. Dia berpikir kalau benar dia menjadi pekerja di negara orang, berapa lama? Berapa lama dibutuhkan untuk dia bisa pulang kembali. Sedangkan sebentar lagi dia akan menjalani wisuda kelulusan sekolahnya untuk menuju ke jenjang universitas. Angel menghela nafas panjang.
Pengumuman dari pramugari untuk memasang safebelt terdengar karena sebentar lagi pesawat akan landing. Saat sudah landing, seluruh penumpang mulai beranjak pergi meninggalkan pesawat. Angel terus mengikuti rombongan dengan pemandu.
Setelah mereka semua berkumpul, mereka akan dihitung ulang kehadirannya. Setelah semua rombongan lengkap, mereka menuju ke asrama yang sudah disediakan oleh KBRI di cina. Lalu pemandu mempersilahkan mereka semua beristirahat sebelum mereka diambil oleh pengguna jasa mereka di cina besok siang.
Selama di asrama, Angel tidak berani membuka maskernya, dia takut ketahuan dengan penyamaran yang tidak disengaja. Dengan alasan flu, Angel bertahan dengan masker dan hodie nya.
__ADS_1
Tibalah keesokan harinya, waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Beberapa dari mereka sudah dikirim ke beberapa yayasan penyedia layanan asisten rumah tangga. Beberapa mereka akan diambil sendiri oleh calon pengguna jasa mereka.
Angel benar-benar pasrah dengan keadaannya saat ini. Dia terus berpikir, bagaimana bisa dia melayani orang lain sedangkan dia sendiri biasa dilayani. Apa yang akan terjadi pada rumah bos nya nanti kalau dia yang diberi tanggung jawab untuk mengurus rumah. Ya tuhan.. Angel tidak bisa membayangkan lebih jauh.
Saat ini dia sedang menunggu pengumuman kemana dia akan pergi selanjutnya. Sambil berdoa, dia hanya diam sambil menundukkan kepalanya sampai ada salah satu orang menyapanya.
"Hei Siti, kenapa kamu? Udah kangen rumah? Sabar ya, kita semua ini sedang berjuang. Jadi kamu harus tegar. Jangan mudah menyerah. Lakukan ini demi keluargamu yang menunggumu di rumah."
Entah kenapa kata-kata itu menyadarkan Angel. Dia melihat di sekelilingnya, para pekerja wanita. Mereka wanita-wanita yang tidak ada pilihan lain selain menjadi asisten rumah tangga di negeri orang untuk dapat memberikan kehidupan yang layak bagi keluarganya. Angel merasa iba dan bangga bersamaan. Mereka hidup dengan tidak mudah, tapi mereka tetap menjalaninya dengan tegar. Sungguh luar biasa perjuangan mereka.
Mereka yang harus meninggalkan keluarga, dan rumah mereka, menurut Angel sangat tidak mudah. Ini membuat Angel kembali berpikir betapa bodohnya dia, yang harus memilih jalan ini. Dia sadar melarikan diri dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah. Seharusnya dia menghadapi semua dengan tegar, seperti halnya ketegaran para pekerja wanita luar negeri. Yah, Angel saat ini tidak boleh lari lagi. Dia harus menghadapi semua dengan tegar. Dia harus mempertanggung jawabkan pilihan hidupnya.
Tiba saatnya para pekerja mendapatkan pengumuman dimana mereka akan bekerja. Dan Angel ada di posisi harus menunggu di asrama karena bos nya sendiri yang akan menjemputnya. Jadi Angel hanya duduk di depan gedung asrama dengan tatapan kosong sambil menunggu bos nya datang.
Tidak lama kemudian, mobil sport hitam metalic melintas dan berhenti di depan Angel duduk. Kemudian pintu mobil terbuka dan keluarlah seorang pria tampan yang berjalan menuju arahnya.
"omegot Alia... gilaa gantengnya paripurna" gumam Angel dengan mulut setengah menganga
"ehem... Aku blesteran indo juga. Kamu siti kan? Ayo pergi sekarang, aku tidak punya banyak waktu"
"Ba-baik mister."
__ADS_1
neng Angel pake hodie.