
“Loh kok itu kaya bang David sama Alia ya? Apa aku Cuma halu aja. Omegot itu beneran mereka. Lari!!”
“Angel!! Berhenti Angel! Panggil David dan Alia sambil lari mengejar Angel.
Angel terus berlari menjauhi kakaknya karena menganggap kakaknya akan mengembalikannya pada orang tuanya lalu melanjutkan pertunangannya dengan Albert. Angel tidak mau jika itu terjadi. Dia benar-benar lari bagaikan kuda untuk terbebas dari perjodohan. Menabrak orang-orang di jalan, namun Angel tak perduli.
Kemudian dia tanpa sengaja masuk ke bis yang sedang berhenti sejenak di sudut jalan yang lain. Angel mengira itu bis umum yang sedang menunggu penumpang. Dia duduk di salah satu tempat duduk, kemudian menghela nafasnya. “huhh..selamat, selamat..” ucap Angel sambil mengelus daddanya. Setelah itu dia hanya duduk diam tanpa mencari tahu kemana bis itu akan membawanya.
Setelah lima puluh menit sampailah bis itu di bandara. Angel yang tadinya tertidur sejenak dibangunkan oleh salah satu penumpang. “Mbak, mbak..sudah sampai.”
“Haa, sudah sampai mana?” tanya Angel linglung.
“Sampai bandara mbak..”
Angel jelas terkejut. Karena dia belum mengutarakan tempat yang dia tuju ke supir bisnya namun anehnya bis nya langsung membawanya ke bandara. “Apa ini bis jurusan bandara ya? Ah sudahlah ikut aja.”
Rombongan bis itu berisi wanita berjumlah lima belas orang. Dan seperti ada pemandunya untuk memandu mereka masuk ke bandara. Angel hanya mengikuti saja rombongan tersebut. Setelah beberapa saat mereka masuk ke bandara, tepatnya di ruang pemeriksaan paspor dan visa. Angel tertegun, merasa aneh kenapa harus memeriksa paspor dan visa. Angel memberengut dan mundur perlahan untuk menghindari rombongan tersebut. Namun naas sebelum dia mencoba pergi, ada suara asing yang memanggilnya. “Hei Siti! Ngapain kamu disitu! Ayo cepat sekarang giliran kamu!” panggil salah seorang pemandu sambil merengkuh tangan Angel. Dia memegang tangan Angel dengan kencang dan menarik Angel ke bagian pemeriksaan paspor. Entah bagaimana dia lolos pemeriksaan padahal dia sudah membuka maskernya, apa petugas imigrasi tidak memperhatikan wajahnya dengan benar ya? Karena kebetulan antrian pemeriksaan paspor sangat padat dengan kerumunan rombongan para wanita.
Berikut Angel saat di bandara
**Dua jam sebelumnya**
Siti adalah anak pertama dari lima bersaudara. Gadis kampung yang harus merantau untuk menaikkan taraf hidup keluarganya. Maklum saja dia adalah anak pertama, otomatis dia menjadi tulang punggung keluarga. Adik-adiknya masih butuh banyak biaya untuk sekolah, sedangkan orang tuanya yang berprofesi sebagai petani, saat ini sedang sakit keras.
Dengan modal nekat, Siti berangkat ke Jakarta untuk mengadu nasib. Dan syukur dia mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pekerja wanita yang dikirim keluar negeri. Siti menjalani tiga bulan pelatihan di balai latihan kerja luar negeri atau yang disingkat BLKLN. Training yang meliputi pelatihan bahasa dan keterampilan dasar rumah tangga. Dan sekarang adalah saat-saat yang sangat dinantikannya. Akhirnya hari ini adalah hari pemberangkatannya keluar negeri untuk bekerja. Namun sebelum dia naik ke bis yang akan membawanya ke bandara, dia mendapatkan panggilan telepon dari orang tuanya.
__ADS_1
“Halo assalamualaikum..”
“Waalaikumsalam mbakyu, ini adikmu ical. Mbak..bapak mbak..”
“Ada apa cal? Ada apa sama bapak?
“Bapak kritis di rumah sakit mbak..hiks”
“Astaghfirullah..bapak.. iya dek, mbak pulang sekarang.”
Tanpa berpamitan dengan teman-teman rombongannya, Siti langsung lari ke tempat lain untuk menghentikan taksi. Dia berniat datang ke stasiun kereta untuk segera pulang ke kampungnya. Siti merasa kalau nyawa bapaknya lebih penting dibandingkan apapun juga. Namun tanpa disadari paspor dan visa Siti masih berada di tangan pemandu pekerja luar negeri.
**
Dan sekarang di sinilah Angel. Duduk manis di kursi kabin pesawat bersama rombongan pekerja luar negeri lainnya. Entah ini kebetulan atau memang takdir yang kuasa, Angel mempunyai perawakan yang hampir sama dengan Siti. Sehingga pihak koordinator pekerja luar negeri mengira Angel adalah Siti, karena wajah Angel tertutup masker.
“Ah kamu ini, bercanda di saat seperti ini. Seneng ya akhirnya kita bisa cepet kerja? Kita harus bersyukur dapat kerjaan halal. TKW kan kerjaan halal. Kita bisa kirim uang lebih banyak ke kampung.”
“Haa! TKW!! Omegot!!”seru Angel.
**
Sedangkan di tempat lain, David dan Alia masih berlarian mencari Angel. Walaupun mereka sudah berusaha mengejar langkah Angel secepat mungkin tapi mereka tetap tidak bisa menemukannya. Mereka benar-benar kehilangan jejaknya. “hosh..hosh..bang, stop, Alia sudah ga kuat. Angel kok kaya ngilang gini ya bang..” ucap Alia.
“huh..iya ya, aneh deh. Perasaan kita ga begitu jauh darinya. Tapi kok dia kaya hilang ditelan bumi gini. Ya ampun Angel...bikin orang emosi aja” ujar David terbawa emosi.
“Bang sekarang apa yang harus kita lakukan?”
__ADS_1
“Kita pikirkan nanti. Sekarang kita cari penginapan dulu saja, hari sudah mulai petang.”
Kemudian mereka booking hotel di sekitaran pusat kota. Menjelang makan malam, mereka makan di resto hotel. Di sana mereka makan sambil berbincang memikirkan rencana selanjutnya. David tidak tinggal diam, dia mengerahkan semua anak buahnya dan anak buah papanya untuk membantu mencari Angel.
Setelah dua jam berlalu, akhirnya David mendapatkan info dari salah satu anak buahnya yang berhasil meretas cctv di beberapa gedung yang dilewati Angel saat dia menghindari kakaknya. Angel diketahui naik bis yang tengah parkir di salah satu sudut jalan sekitaran gedung perkantoran pemerintahan.
Setelah itu David mencari tahu arah tujuan bis tersebut. Tidak lupa dia memberikan kabar kepada orangtuanya apa yang sudah terjadi pada Angel. David menelepon papanya saat ini juga. “Pa, Angel menghilang. Dia lari saat melihatku. Dia bahkan tidak mau mendengarkan penjelasanku lebih dulu. Sepertinya Angel benar-benar takut kalau papa dan mama memaksanya untuk bertunangan dengan anak pak Baskoro.”
“hem.. papa menyesal dav.. andai papa tidak pernah berjanji dengan Baskoro dulu, keluarga kita tidak akan mengalami hal ini. Papa sangat menyesal. Tadi papa dan mama sudah membicarakan segalanya kepada Baskoro. Dan syukurnya Baskoro bisa memahami dan bisa membuka hatinya. Bahwa perjodohan putra putri kami adalah salah. Sehingga sekarang kita bisa tenang karena masalah perjodohan itu sudah terselesaikan. Dav..papa mohon segera temukan Angel. Papa tidak tega melihat mamamu terus menangis.”
“David pasti akan berusaha untuk menemukan Angel pa.. Papa mama berdoa saja. David tutup teleponnya dulu ya pa, David ada perlu. Besok David hubungi lagi.”
David ingat tentang Alia sahabat Angel. Setelah makan malam tadi, mereka kembali ke kamar masing-masing. David melihat jam dan menunjukkan waktu jam delapan malam. Karena David masih belum bisa tidur, jadi David memutuskan untuk keluar dari kamar untuk menuju ke bar hotel untuk sekedar melepas penat.
Sesampainya di bar hotel, David duduk di salah sudut meja bar tersebut. Dia memesan minuman alkohol tiga puluh persen. Untuk seorang David yang notabene keturunan Barat dan seorang pengusaha, minuman alkohol adalah hal yang wajar baginya. Jadi dia menikmati malam dengan ditemani minuman sambil berpikir langkah apa yang akan dia ambil besok.
Di sela waktu santainya, tiba-tiba Alia tengah berdiri di sampingnya. “Alia, kamu di sini?” tanya David terkejut.
“Alia belum bisa tidur bang. Pusing mikir Lince. Alia tadi jalan-jalan aja, eh liat abang di sini.”
“Ya sudah duduk sini, kita ngobrol di sini.”
Alia duduk di hadapan David lalu berkata, “Haus nih bang, minta ya minumnya.” Glek!
“Alia! Jangan!”
“Habis bang.. tapi kok rasanya aneh ya bang?”
__ADS_1
Tidak habis pikir ternyata Alia menghabiskan minuman alkohol yang masih penuh di gelas. David yang tadinya sudah menghabiskan minumannya, dia memesan kembali satu gelas minuman. Belum sempat dia minum, Alia sudah menghabiskannya.