Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Kepalsuan Mama Berta


__ADS_3

Setelah empat setengah jam perjalanan udara dari Jakarta ke cina, akhirnya kedua sejoli, bang David dan neng Alia tiba pula di bandara shanghai. Setelah turun dari pesawat mereka langsung menuju hotel. Di sepanjang perjalanan Alia terus mengedarkan pandangannya untuk menikmati pemandangan cina.


Ah akhirnya gue ke luar negeri juga. Coba emak ngijinan gue jalan-jalan keluar negeri pasti ga bakalan malu-maluin bang David. Batin Alia dalam hati.


Bagaimana tidak, di sepanjang perjalanan Alia terus mendekap lengan David. Alia benar-benar takut, apalagi saat pesawat sedikit bergoyang saat posisinya di tengah-tengah awan. Adrenalin Alia terpacu cepat, melebihi kecepatan saat si Mahmud mau nyeruduk. Mahmud adalah sapi kesayangan Alia di kandang abahnya. Mahmud yang berarti mamah muda, adalah teman Alia selain Angel.


Mahmud adalah salah satu sapi peliharaan abah Sofian yang dinikahkan di usia muda. Sehingga ia menjadi seorang mamah di usianya yang masih muda. Itu menurut Alia. Apabila Alia gabut di rumah, dia sering mendatangi Mahmud untuk menggoda anaknya yang berjenis kelamin laki-laki. Jadi mahmud akan mengamuk bila melihat putra satu-satunya terasa tidak nyaman dengan kehadiran Alia. Entah itu firasat seorang ibu atau memang tebakan si mahmud, namun di kala Alia sudah mulai mendekati kandang mereka, si mahmud otomatis memasang kuda-kuda untuk menyeruduk Alia melalui kepalanya.


Sikap mahmud yang beringas itu, membuat adrenalin Alia begitu terpacu. Debaran saat menghindari serudukan kepala mahmud, adalah suatu tantangan tersendiri bagi Alia. Alia berpikir kalau mahmud cemburu karena Alia lebih sering mendekati anaknya. Karena saat Alia mendekati anaknya mahmud, si mahmud memberikan respon yang sangat dramatis.


Neng Alia.. sepertinya ada kesalahpahaman sama kalian deh. Coba dibicarakan baik-baik. Atau mahmud akan lapor ke komnas perlindungan anak. Karena neng Alia sudah terbukti suka menoel-noel perutnya si Joko, putra satu-satunya mahmud. Itu salah satu ciri-ciri tindakan asusila kepada anak di bawah umur. Apalagi kalau tangan neng Alia merayap mengusap-usap pantat si Joko.


Bayangan tentang mahmud yang tiba-tiba terlintas di pikiran Alia, ditepisnya. Alia yang memeluk lengan bang David sepanjang perjalanan mereka, juga salah satu penyebab adrenalin Alia kian mencuat tinggi. Itu baru lengan yang dipeluk, apalagi... Ah Alia. Jangan-jangan karena kebiasaan Alia yang suka ngelus pantat si Joko jadi spontan pengen ngelus pantat bang David. Atau neng Alia yang minta dielus?


Alia menoleh David yang duduk di sebelahnya. Sambil tersenyum konyol, dia membayangkan banyak hal yang bisa ia lakukan di negeri yang baru saja mereka datangi. Lince, semoga elu baek-baek aja ya. Tapi jangan cepat ketemu dulu. Biar gue puas-puasin sama abang elu dulu. Batin Alia mendoakan sahabatnya yang nyasar ke cina.


David tanpa sengaja menoleh ke posisi Alia. Ia melihat Alia yang sedang nyengir sambil memandanginya. "Al, kamu lihat apa?"


"Hem?" Alia tersadar saat David menyadarkannya dengan pertanyaan.


"Eh eng-enggak apa-apa bang. Tadi cuma lihat pemandangan indah aja." jawab Alia dengan tergagap, lalu melanjutkan perbincangan mereka untuk mengalihkan perhatian David. "ehm..bang, kita harus gimana dulu untuk nyari Lince? cina itu gede lho bang."

__ADS_1


"Itulah kenapa aku mencari rumah sewa saat ini. Karena tidak mudah mencari keberadaan Angel di luar negeri. Sementara ini kita di hotel dulu. Hal pertama yang harus kulakukan adalah mencari data-data tenaga kerja dari Indonesia yang dikirim ke cina. Lalu kita selidiki lebih lanjut lagi. Al, kamu tidak keberatan menemaniku di sini dengan waktu agak lama kan?"


"Tentu saja tidak keberatan dong bang. Alia malah seneng nemenin abang terus, kalau perlu seumur hidup deh." celetuk Alia yang terlihat bercanda namun serius baginya.


"Hahaha, Al.. kamu ini memang jadi obat stresnya abang. Lucu sekali kamu ini."


Sebelum Alia melanjutkan obrolan absurd yang penuh makna tersebut, taksi yang mereka tumpangi telah sampai ke pelataran hotel. Salah satu hotel bintang lima di pusat kota, yang harganya tidaklah murah dan fasilitas yang ala kadarnya. Segala yang keluarga Mahendra gunakan adalah kualitas kelas wahid. Dan Alia bersyukur dengan musibah membawa nikmat yang dialami sahabatnya ini.


*************


Kembali ke apartemen William si cassanova tampan yang tengah berlutut di depan induk semangnya. Suasana mencekam sedang dirasakan oleh semua penghuni apartemen itu.


Ehem, mama Berta berdehem dan kemudian memasang ekspresi dingin kembali ke mode jual mahal setelah tertawa keras. Menghidup udara sebanyak banyaknya kemudian menghembuskan perlahan. Bukan karena ingat dengan kenakalan putranya, namun teringat dengan balon kecil yang asisten rumah tangga katakan tadi, benar-benar membuat ia tak bisa fokus ke inti masalah.


"Mah, balon kecil, bukan balon mungil." William mengoreksi.


"Diam!!" mama Berta memotong, lalu melanjutkan lagi. "Will, mama tidak habis fikir dengan semua tindakanmu itu. Di keluarga kita tidak pernah ada yang memiliki kelakuan sepertimu. Mama dan papa selalu berusaha memberikan contoh yang baik untuk anak-anak kami."


"Mah, aku cuma sedikit main-main. Tidak akan mempengaruhi kinerjaku sebagai CEO."


"Ini bukan soal kesuksesanmu dalam mengatur perusahaan Wil. Tapi tentang attitude yang harus kamu miliki selayaknya manusia beradab. Soal kepintaran, banyak orang pintar di dunia ini. Banyak orang kaya di dunia ini, dan banyak orang sukses di dunia ini, namun kau lupa, kalau setan dan jin juga sama pintarnya dengan manusia, bahkan lebih. Hal yang membedakannya adalah atittude, tingkah laku, sopan santun. Hal itu juga yang membedakan kita manusia dengan hewan. Dan tingkah lakumu itu bagaikan binatang wil! Sering bergonta ganti pasangan untuk memperoleh kenikmatan sesaat. Mama benar-benar kecewa. Mama telah salah mendidikmu Wil."

__ADS_1


William makin menundukkan kepalanya mendengar kemurkaan mamanya. Dan makin tertegun saat mendengar isakan tangis mamanya. Hal yang jarang terjadi adalah melihat mamanya menangis. Karena mamanya adalah sosok yang tegas dan kuat di matanya. Kekuasaannya di rumah tidak dapat terelakkan lagi, dapat membuat seluruh iblis di desa prindafan akan bertekuk lutut padanya.  Dan saat ini, mamanya menangis, benar-benar menangis karena air matanya jatuh di pipinya.


Dengan spontan William mendekatkan tubuhnya pada tubuh mamanya yang mengkerut di salah satu sofanya. Tubuh mamanya bergetar hebat sambil mengeluarkan tangisan penuh luka. Kemudian ia dekap erat tubuh mamanya tiba-tiba. "Mah, plis jangan seperti ini. Aku salah, oke aku yang salah. Hukum aku mah, aku akan melakukan apapun yang mama minta."


Tubuh mama Berta di dekapan William, merasa puas dengan itu. Lalu Dia ambil obat tetes matanya untuk ia teteskan kembali ke matanya sebanyak-banyaknya. Lalu setelah selesai ia teteskan, ia masukkan lagi obat tetes mata tersebut ke dalam sakunya. Benar-benar profesional apa yang telah mama Berta lakukan.


"Kau bicara yang sesungguhnya kan?" ucap mama Berta sambil terus terisak.


"Iya mah, hukum aku, aku menerimanya."


Lalu mama Berta memisahkan tubuhnya dari pelukan putranya. Dia tatap wajah putranya lekat, kemudian berkata.


"Mama cuma mau kau berubah. Jangan lagi bermain wanita. Kau harus menjaga sikap kepada wanita, karena kamu terlahir dari seorang wanita."


"Tapi aku sudah sangat menghargai wanita mah, aku sudah memberikan banyak kenikmatan untuk mereka."


Bug! bantal kursi melayang ke kepala William dari tangan sang mama. "Wil, mama akan beri hukuman padamu!" Sahut mama Berta geram. "Kau tidak boleh keluar rumah selama sebulan. Pekerjaanmu akan diambil alih oleh asistenmu dan papamu. Puasa sebulan tanpa menyentuh wanita manapun. Just stay at home! Dan mama akan mengatur keberadaan bodyguard di depan apartemenmu agar kau tak melangkah keluar."


Mama Berta berdiri dari duduknya, dan melangkah pergi dari sana. Sebelum keluar dari apartemen William, mama Berta menoleh ke kedua asisten rumah tangga putranya. "Kalian berdua, awasi baik-baik tuan kalian. Jangan sungkan memberitahukan padaku tentang kenakalannya."


"I-iya nyonya besar." jawab mbok Rum ketakutan. Dan Angel tertegun dengan kemarahan nyonya besarnya yang sebenarnya tak ia mengerti alasannya.

__ADS_1


Kemudian mama Berta melenggang pergi dengan acuh. Setelah mama Berta keluar dari apartemen William, William melenguh kesal. 'Ah, sial ketahuan. Ini gara-gara asisten rumah yang tidak becus kerjanya! Lalu ia menoleh menatap mbok Rum dan asisten rumahnya yang baru. Tatapan matanya nyalang kepada kedua tersangka yang menjerumuskan dirinya. Dia akan memberi pelajaran berharga untuk asisten rumahnya yang baru.


Sedangkan di lobby apartemen William, mama Berta sudah memasang wajah cerianya lagi. Lalu mengambil obat tetes matanya yang ia sembunyikan di sakunya dan ia buang begitu saja. 'Cih, anak itu. Mau main-main denganku rupanya. Dia tak mengenal betul bagaimana mamanya. Memang dari siapa kecerdasannya itu menurun. Aku harus laporkan semua ini pada papa. Aku tak sabar untuk membagi cerita ini pada papa. Tentang balon mungil yang berlendir. Hahahahaaaaaa'


__ADS_2