Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Perbincangan Ringan


__ADS_3

"Latihan pertama adalah mengenal anatomi tubuh manusia. Kau lihat, dan sentuh tubuhku."


Angel membalurkan lotion ke area lengan dan dada William. Dia pijat lembut bak spa profesional. Angel dan mamanya sering memakai jasa spa di rumah. Jadi dia tahu langkah apa saja yang harus ia lakukan saat mengurut bagian tubuh tersebut.


William merasakan begitu rileks saat tangan Angel menyentuh dan mengurut lengan dan dadanya. Dia menikmati sentuhan itu sambil memandang wajah rupawan asisten rumah tangganya itu. Lalu sedikit demi sedikit ia mencoba menggali informasi tentang jati diri Angel dengan mengajukan pertanyaan, "Angel? Benarkan namamu Angel?"


"Iya tuan." jawab Angel sambil mengangguk pelan.


"Kenapa kau ingin menjadi dokter?"


"Karena saya suka anak-anak." Jawab Angel dengan mata menerawang jauh, lalu ia melanjutkan lagi.


"Di kampung saya, banyak anak-anak yang tidak begitu terurus orang tuanya tuan. Budaya menikah muda sangat kental di kampung saya. Jadi banyak yang menjadi orang tua muda di sana. Dengan kondisi mental dan ekonomi yang belum siap, akhirnya tingkat perceraian di sana sangat tinggi. Alhasil banyak anak-anak yang menjadi korban keegoisan orang tua. Mereka banyak ditinggalkan orang tuanya setelah perceraian orang tua. Beberapa di asuh kakek neneknya, tapi banyak juga yang tidak punya siapa-siapa sebagai pegangan anak-anak itu. Di saat anak-anak itu sakit, tidak ada yang memperhatikan mereka. Bahkan beberapa sampai meregang nyawa tanpa pertolongan medis yang baik. Makanya saya pengen jadi dokter anak, biar bisa bantu anak-anak yang tidak punya siapa-siapa. Nanti saya bangun klinik di kampung, trus saya gratiskan biaya pengobatan mereka." Jelas Angel dengan mata berbinar.


Mendengar jawaban Angel, William terhenyak sesaat. "Lalu kenapa kamu melarikan diri dari rumah?"


"Ya itulah tuan. Masa orang tua saya mau menjodohkan saya sama pria yang tidak saya suka. Perjodohan yang hanya didasarkan pada hubungan persahabatan para orang tua. Apa mereka tidak sadar kalau pernikahan dini tanpa persiapan mental akan mempunyai pengaruh yang tidak baik di masa mendatang? Apalagi kalau anak-anak yang menjadi korban ketidaksiapan para orang tua. Mempunyai anak itu bukan masalah bisa atau tidaknya, tapi siap atau tidak siap."


"Kenapa kamu tidak mau dijodohkan sama laki-laki pilihan orang tuamu?"

__ADS_1


"Laki-laki itu kakak kelas saya tuan. Lelaki tampan, kaya, pintar, tapi... suka ngap ama lobang berjalan. Apa jadinya kalau saya punya suami tukang selingkuh. Ih amit-amit. Hidup sekali kalau bisa harus selektif dalam memilih jalan hidup kan?"


"Lubang berjalan?" Tanya William penasaran.


Pipi Angel merona mendengar pertanyaan William. "Ehm, lubang di jalan kan udah jelas tuan, tapi kalau lubang berjalan.. itu artinya.. ehm... "


"Ohh.. ya, ya, aku paham." potong William sambil mengangguk pelan. "Jadi permasalahannya karena kamu tidak suka dengan karakter laki-laki pilihan orang tuamu kan? Apa kamu mempunyai pilihan lain? Maksudku kriteria laki-laki yang akan menjadi pendampingmu nanti?"


"Tentu saja tuan!" Jawab Angel dengan semangat. "Angel itu punya orang tua dan kakak yang baik. Terbaik di dunia deh pokoknya. Dua lelaki di keluarga Angel membuat Angel mempunyai cita-cita mempunyai pasangan hidup seperti mereka. Selain tampan wajahnya, tapi juga baik hatinya. Orang tampan atau orang cantik di dunia ini banyak banget tuan. Bahkan dengan uang, kita bisa merubah penampilan wajah dan tubuh kita menjadi lebih baik. Tapi kalau ketulusan hati, tidak bisa dibentuk oleh uang berapapun jumlahnya." Jelas Angel dengan senyum polosnya.


William semakin terpana mendengar cerita Angel yang jujur dengan segala tingkah polosnya. Dapat ia lihat begitu banyak cinta dan ketulusan di mata wanita ini. Curahan hati seorang gadis berumur delapan belas tahun begitu menohok sanubari seorang cassanova seperti William.


William tiba-tiba memikirkan tentang hidupnya selama ini. Sejak dia lahir, dia sudah menjadi pewaris dari salah satu keluarga kaya raya di negara itu. Hidupnya yang bergelimang harta menempatkan dirinya pada lingkungan yang tak biasa juga. Di sekelilingnya hanya ada  orang-orang yang memujanya selayaknya seorang pangeran, sebejat apapun tingkah polahnya. Bagaimanapun kenakalannya, orang-orang hanya tersenyum dan selalu mengatakan 'tidak apa-apa'.


Dan inilah sosoknya saat ini. William yang egois, yang hanya mencintai dirinya sendiri tanpa memperdulikan perasaan orang lain. Jadi, selama hidupnya ini, apa saja yang telah ia lakukan untuk orang lain? Tidak ada! Hidupnya tidak pernah ada manfaat untuk orang lain. Hanya bisa melakukan segala sesuatu untuk menyenangkan dirinya sendiri. Bahkan selalu mengindahkan perhatian dan cinta keluarganya.


William termenung memikirkan hidupnya yang ternyata hambar. Dia yang menganggap bisa bersenang-senang dengan mabuk dan bermain wanita, ternyata saat ini yang dirasakannya hambar. Karena rasa senang itu hanya bisa dirasakan sekilas.


Namun saat mendengar ucapan gadis kecil ini, William membayangkan sesuatu, Bagaimana rasanya saat kita berjuang untuk orang lain. Orang yang memang sangat membutuhkan perjuangan kita. Orang-orang yang memang tidak bisa memilih darimana dirinya dilahirkan. Orang-orang yang tidak ada banyak pilihan hidup sepertinya. Orang-orang yang mencari makan hanya untuk mempertahankan hidup hari itu juga, tanpa memikirkan bagaimana kehidupan ke depannya nanti.

__ADS_1


William bertanya lagi pada Angel, "Apa yang kau dapatkan saat bisa menolong orang-orang di desamu?"


Angel tersenyum saat mendengar pertanyaan itu. Kemudian dia diam sembari berpikir. "Ehm, apa ya tuan? Mungkin... rasa puas. Yah, kepuasan batin. Ada rasa yang ingin meledak di dada saat kita bisa membuat orang lain bahagia. Rasanya tidak sia-sia kita dilahirkan di dunia ini. Tidak sia-sia tuhan memberikan kita usia. Tidak sia-sia tuhan memberikan kita otak untuk berpikir, dan tidak sia-sia tuhan memberikan kita tangan dan kaki." Ujar Angel dengan senyum tulusnya.


"Hem, sepertinya orang tuamu memberikan banyak edukasi yang baik untukmu."


"Itulah tuan! Itulah kenapa saya tidak mau menikah dengan laki-laki pilihan orang tua saya. Karena saya tidak yakin dia punya pikiran yang sama dengan saya. Melihat kehidupannya seperti itu."


Sekali lagi pernyataan menohok Angel membuat dada William bagai dihantam. Dia, sepertinya dia mungkin lebih bej** daripada pria yang dijodohkan dengan Angel. Astaga.. William tanpa sadar mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, dan menghembuskan nafas panjang.


"Tuan kenapa? sakit?" Angel terkejut saat William mengusap dan menutup wajahnya sekejap. Apalagi mendengar helaan nafas yang terdengar lelah.


"Aku tidak apa-apa. Ya sudah, kau pergi saja ke kamarmu, Aku mau istirahat."


"Iya tuan, terima kasih sudah mau mendengarkan cerita saya."


"Justru aku yang seharusnya berterima kasih padamu. Terima kasih sudah mau menjadi teman bicaraku saat ini." Ujar William dengan senyum menawan.


"Iya tuan, sama-sama. Tuan ini selain tampan juga sangat baik. Tuan juga mempunyai otot yang besar. Tetapi untuk otot yang satu itu saya baru tahu." ucap Angel sambil menunjuk tonjolan di balik celana William yang tenyata sempat terlupakan namun masih berusaha untuk menampilkan ke eksisannya.

__ADS_1


William ikut melihat tempat yang ditunjuk Angel. Astaga emprit! Kau masih hidup rupanya! William cepat-cepat mengambil bantal lalu menutupi tonjolan tersebut. "ehm, tidak apa-apa, kau bisa keluar sekarang."


Setelah Angel keluar dari kamar, William cepat-cepat berlari ke arah kamar mandi untuk menidurkan sang emprit yang sudah terlanjur berevolusi menjadi gagak.


__ADS_2