Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Hamil Duluan


__ADS_3

Belanja hari ini berjalan dengan baik. Sebaik suasana hati William atas insiden tak terduga tadi. Saat wanita bekas mainan William tadi mencoba menjelaskan makna tidur bersama, William memotong pembicaraan itu. Dengan alasan ada pekerjaan mendadak, William merangkul bahu Angel untuk segera meninggalkan butik.


Tanpa banyak berfikir, Angel tentu menuruti apapun yang dikatakan William. Toh Angel sudah mendapatkan apapun yang dia mau di butik tadi. Dari pakaian, sepatu, tas dan segala macam aksesoris.


Benar-benar sebuah anugerah mendapatkan kekasih sepolos Angel. Jadi dia tak harus banyak menjelaskan tentang situasinya saat ini. Situasi tentang segala yang dilakukannya dulu. Tetapi ada rasa ketakutan tersendiri saat kekasihnya ini tahu tentang segala perbuatannya di masa lalu.


Di tengah perjalanan pulang mereka bersenda gurau. Saling menggoda, saling memuji dan saling memberitahu banyak hal tentang kehidupan masing-masing. Hal yang belum pernah William lakukan sebelumnya. Yang biasa dia lakukan adalah membawa wanita ke tempat tidurnya, kalaupun bicara ya seputar referensi gaya dalam bercinta.


"Sayang, besok lagi kalau ketemu wanita-wanita aneh yang mengaku menjalin hubungan denganku, kamu jangan percaya. Segara hindari wanita-wanita itu." ucap William membuka pembahasan tentang insiden yang terjadi tadi.


"Hemm kenapa harus dihindari? Hadapi saja."


"Apa maksudmu sayang? Tidak usah mendengar hal-hal yang tidak enak didengar."


"Aku sudah tahu maksud wanita tadi yang sebenarnya."


Ciitt! William terkejut sampai menginjak rem mobil tiba-tiba.


"Sayang, apa maksudmu?"


"Angel sudah paham kok Wil. Tentang cerita tante tadi. Apa yang sudah kalian lakukan yang sebenarnya."


William menyugarkan rambutnya ke belakang. Inilah yang ditakutkannya. Angel sudah mulai menyadari tentang kelakuannya di luar sana. "Maaf sayang. Masa laluku sangat buruk." ucap William dengan memandang pasrah pada Angel.


Angel pun menoleh ke samping untuk menatap William. "Mbok Rum sudah bercerita banyak hal tentang itu. Termasuk tentang kamu yang selalu membawa wanita pulang ke apartemen. Tentang kalian yang tidur bersama dan melakukan pengolahan bibit."


"Pengolahan bibit?"


"Proses pembuatan embrio. EHm, maksudku proses membuat anak."


William mendesah berat. "Iya, itulah yang dimaksud wanita tadi. Aku..aku tidak tahu harus bicara apa padamu. Semua ini adalah kesalahanku. Maafkan aku jika itu mengecewakanmu. Tapi aku sungguh-sungguh akan merubah semuanya. Aku akan memperbaiki sikapku. Kumohon kau dapat memberiku kesempatan."


"Angel tidak apa-apa, masih banyak waktu untuk melihat keseriusanmu Wil. Semua orang pernah berbuat salah kan. Menurutku jangan menghindari masalah. Kalaupun bertemu dengan mereka ya sikapi dengan baik. Tidak usah lari."


"Huuhh syukurlah. Aku takut kau akan marah padaku."


"Ehm, cuma aku sedikit bingung. Mbok Rum tidak bercerita secara detail tentang cara membuat anak. Memangnya wanita dan pria di kamar harus melakukan apa? Apakah berciuman seperti yang sering kita lakukan? Apakah aku nanti bisa hamil?"


William terkejut dengan pertanyaan Angel. Dia menatap tak percaya dengan Angel yang baru saja berbicara bijak namun berakhir dengan pertanyaan konyolnya. "Hahh... iya. sepertinya kau akan hamil sayang."


"Apa! la--lalu apa yang harus kulakukan?"


"Tentu kita harus segera menikah sebelum perutmu membesar."


"Astaga! bagaimana ini. Papa mamaku bagaimana? Mereka pasti marah besar."


"Tidak sayang, kamu tenang ya. Aku akan menangani masalah ini. Yang penting adalah siapkan mental untuk segera menjadi pengantinku. Aku akan segera bicara dengan keluargamu." jawab William dengan senyum tulus penuh arti.


*********************

__ADS_1


Pagi ini David sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Sandwich hum dengan keju kesukaan Alia telah tersaji di atas meja makan. Setiap pagi memang David yang selalu menyiapkan sarapan, karena Alia yang selalu bangun kesiangan. Seperti pagi ini.


"Pagi bang." sapa Alia sambil menguap.


"Pagi, ayo sarapan dulu."


David membalas sapaan Alia, namun kejadian tak terkira ada di depan mata saat wajahnya mendongak dan menatap Alia.


"Al! Astaga apa yang kau lakukan?" David sedikit berteriak atas apa yang dilihatnya.


Bagaimana tidak terkejut, saat dia melihat penampakan Alia yang hanya memakai handuk sebatas paha. Pundak putih dan mulus itu terpampang nyata di depannya. Apalagi handuk itu tidak dapat menutupi seluruh pahanya. Bahkan tidak lebih dari setengahnya. Mungkin kalau dia berjongkok, akan terlihat semua bagian atas pahanya.


"Ih abang napa sih. Alia udah biasa mandi di kali."


"Astaga Al.. cepat pakai bajumu. Lagian untuk apa kamu jalan-jalan?'


"mau minta shampo bang. Shampo Alia habis nih."


"Ya tapi tidak harus keluar seperti ini. Cukup kamu teriak dari kamar. Apa kamu tidak malu?"


"Sudah terlanjur bang. Cepetan dong minta shampo. Biasanya juga Alia mandi bareng sama mahmud, biasa aja."


"Wat! mahmud? Apa maksudmu mandi sama mahmud?"


"Iya mahmud, teman Alia dari kecil."


David mendengar itu menjadi sangat geram. Apa maksud Alia dengan mandi bersama pria lain. Dia tak dapat mentolerir apabila ada pria lain yang melihat tubuh mulus Alia. Lalu ia berjalan mendekati Alia. tatapan matanya tajam dan dingin yang amat menusuk.


"A--abang kenapa?"


"Apa maksud dari ucapanmu tadi? Siapa mahmud? kenapa dia harus mandi bersamamu?" ucap David dengan tatapan curiga.


Alia yang mendengar pun melongo atas pertanyaan David. Ternyata pembicaraan tentang mahmud menjadi masalah baginya. Apakah kekasihnya ini sedang cemburu? Oh bahagianya Alia.


"Ehm, iya mahmud. Kenapa memangnya? Mahmud itu teman Alia dari Alia kecil. Kami selalu bersama setiap hari. Mandi bersama adalah hal yang biasa kami lakukan di kali." ungkap ALia dengan mata berbinar.


Melihat ekspresi wajah dan tatapan mata Alia yang berseri saat bercerita tentang mahmud, David makin emosi. "Oh ya, sedekat apa hubungan kalian?


"Sangat dekat. Bahkan aku suka menggosok tubuhnya kalau kami sedang mandi bersama."


David mengerutkan keningnya sambil memejamkan matanya sejenak. Sangat dekat? menggosok tubuhnya? Apa maksud kekasihnya ini dengan menggosok tubuh pria lain. Dia saja yang tidak pernah digosok tubuhnya oleh Alia, selalu ngompol tiap bangun pagi karena memimpikan Alia. Apalagi pria itu?


"Apa kamu suka menggosok tubuhnya?"


"Tentu suka bang. Apalagi tubuhnya kekar. Sangat menggoda."


Apa! sangat menggoda? "Sebentar Al, apa yang kau gosok?" tanya David penasaran.


"Ehm, kugosok perutnya, pantatnya lalu ekornya."

__ADS_1


David melototkan matanya saat mendengar kata 'ekornya'. Lalu ia mengambil nafas dalam dan menghembuskan perlahan untuk meredam emosi.


"Apakah ekornya besar?"


"Oh tentu saja bang, besar dan panjang. Aku kan sangat memperhatikannya. Jadi dia tumbuh dengan sangat baik."


"Kau mandi bersamanya dan menggosok tubuhnya?" tanya David memastikan sekali lagi.


"Hem, iya kami berendam bersama, sambil kugosok seluruh tubuhnya."


"Berendam bersama?" Apalagi ini? Bisa-bisanya Alia berendam bersama pria lain.


"Iya bang, berendam di kali. Alia cuma pake jarik kemben gitu kalau berendam sama mahmud."


"Seperti ini?" tanya David sembari melirih handuk yang terbalut di tubuh Alia.


"Iya, seperti ini. Bahkan aku seringkali menduduki tubuhnya saat menggosok tubuhnya."


"Apa! Apalagi ini? Al, apa kau tak tahu malu? Bagaimana mungkin kau melakukan hal tidak senonoh seperti itu dengan pria lain?"


"Pria lain? Mahmud bukan pria bang.."


"Ha? Apa maksudmu bukan pria? masa dia transgender?"


"Mahmud itu sapi betina kesayangan Alia."


David melongo mendengar jawaban Alia. Sapi betina? mahmud adalah sapi betina?


"Oh, abang cemburu ya? Pasti dikiranya mahmud itu seorang laki-laki."


Alia kemudian mengangkat kedua tangannya dan meletakkan ke di leher David. Merekatkan tubuhnya mendekat. Sehingga dada mereka nampak berdempet.


"Ih abang ngegemesin deh. Kaya gini kalau lagi cemburu. Alia jadi makin sayang."


David yang melihat Alia mendekatkan tubuhnya, membuat dia terperangah, David tidak mengira kalau rasa cemburu membuat ia tanpa sadar memancing Alia untuk menggodanya. Apalagi saat ini dada Alia menempel penuh pada dada David.


"Bang, kayanya kalau kita nikah dulu gak apa-apa deh. Alia kan udah lulus sma. Nanti kuliah abis nikah Alia gak keberatan."


Alia merapatkan tubuhnya dan mendongak menatap wajah David. Tatapan penuh cinta dan harapan untuk melakukan sesuatu, itulah yang ditangkap David. David hanya dapat menelan ludahnya saat tubuh yang hanya berbalut handuk menempel erat.


"Dari pada abang ngompol terus tiap bangun tidur, mending dilampiaskan."


lalu Alia menjauhkan tubuhnya sedikit namun tetap masih menatap wajah David lekat. Tangannya ia turunkan ke perut David dengan pelan dan halus. Setelah sampai ke perut David, Alia mengelus pelan.


David menghela nafas sambil memejamkan matanya saat merasakan Alia yang sedang meraba perutnya. Dia menunggu langkah selanjutnya dari sentuhan Alia. Apakah ia berharap Alia akan menurunkan lagi tangannya ke bawah perut? Hem,, sepertinya begitu karena David masih memejamkan matanya. Lama.. kenapa tidak terasa lagi sentuhan Alia. Bukankah tangannya terus turun dari tadi? Lalu David membuka matanya. Eh, kemana Alia?


Brak! suara pintu tertutup kasar.


Ternyata saat David memejamkan mata saat menikmati sentuhannya, Alia sudah melarikan diri masuk ke dalam kamarnya. Lalu menutup pintu kamarnya keras. Sampai di dalam kamar, Alia tertawa terbahak bahak sudah menggoda David. Apalagi mendengar teriakan David di luar kamarnya.

__ADS_1


"Aliaaa!!!!"


__ADS_2