Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Teman Bobok


__ADS_3

Setelah terbongkarnya jati diri Angel oleh kakek dan nenek William, Angel tidak diperbolehkan lagi tidur di kamar asisten rumah tangga. Apalagi William telah memproklamirkan bahwa Angel adalah calon nona muda keluarga Choi.


Dan juga pakaian yang dikenakan Angel. Penampakan Angel sekarang sudah seperti sedia kala. Seorang nona muda. Dia sudah menanggalkan segala atribut sebagai asisten rumah tangga.


Di sinilah sekarang mereka berada. William, Angel beserta kakek dan nenek. Mereka duduk di ruang makan untuk makan malam bersama. Berbagai hidangan laut tersedia di sana karena kebetulan Angel suka dengan makanan laut.


Mereka berempat makan dengan hikmat. Tak ada satupun yang mengeluarkan kata-kata saat makan. Hanya suara dentingan mangkok dan supit yang terdengar.


Setelah selesai makan, mereka berempat melanjutkan kegiatan bersantai di ruang utama. William yang duduk bersebelahan dengan Angel, dan kakek yang bersebelahan dengan nenek.


Mereka berempat asik menonton televisi. Duduk dengan santai sambil mengobrol ringan. William mengikis jarak antara dirinya dan Angel yang berada di sebelahnya.


Mendekati dan meletakkan kepalanya ke bahu Angel dengan manja.


William melirik kakek neneknya sinis. Ah mereka berdua memang tidak mau melihatku senang walaupun sedikit. Padahal biasanya setelah makan malam, aku bisa bercumbu dengan Angel. Sekarang orang-orang yang sudah expired ini, merusak keharmonisan hubunganku dan kekasihku.


"Ada apa denganmu Wil?" tanya nenek penasaran dengan lirikan sinis yang ia layangkan untuknya.


"Tidak ada apa-apa nek." jawab William singkat.


"Cih! Jangan kau kira nenek bodoh. Aku tahu kalau kau itu sebenarnya keberatan kalau kami menginap di sini kan." sindir nenek.


"Itu sudah tahu! Tidak usah tanya lagi." jawab William sewot.


"Kau mau kepalamu gegar otak?" ucap nenek sebal.


"Tidaklah. Aku tidak mau Angel jadi janda muda."


"Percaya diri sekali kau! Angel belum tentu menerimamu jadi suaminya."


"Kalau begitu kuhamili dulu dia!"


Bug!


Kakek melempar bantal sofa ke arah William setelah mendengar ucapan ngawur dari William.


"Angel sayang, bilang pada nenek kalau Willi nakal. Nenek akan menghukumnya." sela nenek kepada Angel.


"Nek, aku tidak nakal. Aku itu selalu membuat wanita bahagia. Wanita mana pun akan puas bila bersama denganku." potong William dengan mengerlingkan satu matanya ke arah Angel.

__ADS_1


"Hei! Sudah, hentikan." ucap kakek sebal. "Sediakan pakaian untuk kekasihmu. Pakaian yang pantas untuk nona muda."


"Baiklah kek, ayo sayang kubawa ke mall. Kita belanja di sana. Apapun yang kamu mau bisa kau ambil. Mamaku punya butik di sana. Aku sudah diperbolehkan keluar apartemen oleh kakek dan nenek."


Angel mengangguk patuh. Toh dia memang hanya bisa mematuhi segala yang diucapkan William. Termasuk saat ini, saat mereka berada di dalam mobil berdua.


"Tuan, sudah dong, katanya mau belanja." ucap Angel yang jengah karena William yang selalu berhenti tiap satu kilometer untuk minta berciuman.


"Oh ayolah sayang, hentikan panggilan tuan. Kita ini sepasang kekasih."


"Oke Willi. Tapi kumohon hentikan, nanti kita kemalaman. Kalau seperti ini terus kapan sampainya."


"Iya, iya, tapi sekali lagi ya." ucap William sedikit memaksa. Tanpa mendengarkan jawaban Angel, dia sudah menguasai bibir merah Angel.


Setelah sampai di mall terbesar di Beijing, William segera membawa kekasih kecilnya itu ke dalamnya. Ke salah satu butik yang dimiliki mama nya di sana. Butik yang hanya dapat di datangi oleh kaum elit saja, karena harganya yang tidak masuk akal bagi kaum rebahan.


Sejak masuk pertama ke dalam butik, sudah begitu terlihat nuansa mewah di sana. Namun hal itu tak membuat Angel silau. Kemewahan adalah hal yang selalu membayanginya semenjak dia lahir.


Di dalam sana, tampak William yang memberi perintah kepada para pegawai butik untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk kekasihnya. Dan itu membuat semua orang di sana begitu panik karena pemiliknya sendiri yang datang ke tempat itu.


Saat tengah asyik memilah milah beberapa pakaian, tiba-tiba ada suara asing terdengar.


Seorang wanita cantik mendatangi William yang tengah menemani Angel memilih pakaian. Wanita inilah yang memanggil nama William dengan begitu akrab.


William yang melihatnya terlihat panik. Wanita yang mendatanginya ini adalah salah satu teman tidurnya. Dan sekarang adalah waktu yang tidak tepat untuk bertemu dengan salah satu dari mereka. Dia melirik Angel yang terlihat biasa saja


"Hei William sayang, kenapa lama tidak menghubungiku." ucap wanita itu sambil merengkuh lengan William.


"Oh, he-hei Sia May." sapa William terbata.


"Sia May? Aku Luzy Wil.."


"Oh, eh, iya Luzy maksudku." ucap William salah tingkah. Dia mana mungkin ingat semua nama wanita-wanita yang ditidurinya. Bagaimana rasanya saja, Willi sudah lupa. Setelah mecapai kepuasan yang diinginkan, William akan langsung membuangnya. Baginya para wanita yang sudah pernah ditidurinya sama sekali tak ada yang penting di dalam hatinya.


William berusaha melepaskan lilitan tangan wanita itu di lengannya. Dia melirik lagi Angel yang tampak tak terganggu dengan ulah wanita asing itu.


"Tuan William, semua pakaian nona muda sudah kami siapkan untuk segera dikirim ke apartemen tuan." ucap manajer butik tiba-tiba setelah menghampiri William.


"Apa! Nona muda? Siapa nona muda yang kau maksud?" tanyanya pada manajer butik itu.

__ADS_1


"Ehm, nona muda kekasih tuan muda William nona." jawabnya pada wanita itu, Luzy.


Luzy dengan segera menoleh ke arah yang ditunjuk manajer butik itu. Dia manatap lekat seorang gadis yang sedang duduk di sofa yang tidak jauh darinya yang berada di ruangan itu. Ruangan butik yang dipergunakan untuk menerima pelanggap Vip butik itu.


"Siapa dia Wil?" tanyanya penasaran.


"Dia, gadis itu adalah kekasihku."


"Apa?!" Luzy terkejut dengan membeliakkan matanya mendengar jawaban William. Tidak mungkin wanita itu kekasihnya. Paling hanya barang sekali pakai yang akan dibuang setelah digunakan. Cibirnya dalam hati.


"Oh.." jawab Luzy sambil berjalan mendekati Angel.


"Hai, kamu! Jadi kamu sekarang wanita yang diakui William sebagai kekasihnya? Cih! Tidak usah terlalu percaya diri. William tidak akan bertahan lama memakaimu. Paling setelah selesai digunakan, dia akan segera membuangmu." ujar Luzy dengan sarkas.


William terkejut dengan Luzy yang mengucapkan kata-kata seperti itu kepada Angel. William panik dengan tanggapan Angel setelahnya.


'Astaga tong sampah ini, beraninya memprovokasi kekasihku.' batin William.


William melirik Angel yang masih terlihat biasa saja saat mendengar kata-kata Luzy. Dia sudah berkeringat dingin takut kalau-kalau Angel murka terhadapnya. Kegilaannya bermain wanita adalah hobi William semenjak dia terjun ke dunia bisnis untuk menggantikan papa nya sebagai CEO salah satu anak perusahaan.


Sesuatu yang dia yakini dulu, tentang perasaan cinta yang tak akan pernah dia rasakan untuk wanita manapun, akhirnya sekarang mendapatkan balasannya. Ini baru satu Luzy, lalu bagaimana reaksi Angel saat bertemu dengan Luzy-Luzy yang lain.


Dia melihat Angel berdiri dari duduknya dan menghampiri Luzy. William sudah mengeluarkan keringat dingin sejak tadi. Dia takut Angel akan bertindak arogan di sana. William takut kalau Angel marah dan akhirnya memutuskan hubungan mereka.


"Hai, tante siapanya Willi?"


"Apa! Tante?! Hei dengar ya gadis kecil. Aku adalah wanita yang selalu menemani tidur William." ucap Luzy bangga.


"Oh ya?"


Luzy berdehem dan menganggukkan kepalanya bangga.


"Oh tante, terimakasih." ucap Angel tiba-tiba dengan raut wajah bahagia, sembari meraih tangan Luzy dan menggerakkan naik turun.


"Terimakasih sekali karena tante sudah menemani Willi tidur. Kasihan kalau Willi selalu tidur sendiri di malam hari. Dia pasti kesepian sampai takut tidur sendiri. Will, ayo kita traktir tante ini sebagai tanda terimakasih kita karena telah menemanimu tidur." ujar Angel dengan wajah sumringah.


...****************...


Oalah Angel...kepolosanmu tak ada tandingannya

__ADS_1


__ADS_2