
Satu jam kemudian, di waktu yang telah ditentukan oleh William. Di kamarnya, William sudah mempersiapkan diri untuk menjadi guru gratis untuk gadis kecilnya. Yah, gadis kecil miliknya.
Oke, mandi sudah, minyak wangi sudah, cukur segala rambut juga sudah, ehm...apalagi ya? Ucap William bermonolog. Lalu dia memastikan penampilannya lagi di depan cermin. Dia meneliti tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berputar di depan cermin. Yah, tidak berubah, sudah tampan dari semenjak masih zigot di perut mama Berta.
Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari luar kamarnya. William segera berlari menghampiri pintu dan dengan cepat membukanya. William kembali memasang raut wajah datarnya agar tak terlihat rasa antusiasnya saat membuka pintu kamar dan menyambut kedatangan sang gadis kecil pujaannya.
Namun saat melihat wajah yang baru saja mengetuk pintunya, William tertegun. Wajah polos tersenyum lebar dengan penuh semangat tengah berdiri sambil membawa buku dan pena yang didekap di dadanya. Senyum tulus dari seorang gadis titisan bidadari itu membuat dadanya berdebar hebat. Rasa yang baru pertama kali ia alami, membuatnya membalas senyuman Angel tanpa sadar.
"Tuan, di mana kita belajar?"
Suara itu membuyarkan lamunannya. "Oh, eh, ya, masuk saja." Jawab William terbata. "Duduk saja di sana." tunjuk William pada kursi dan meja yang ada di sudut ruangan kamarnya.
Angel melangkah dengan semangat. Dia duduk di sofa single ruangan itu.
"Duduk di sana saja." interupsi William sebelum Angel meletakkan diri di sana. William menunjuk sofa yang lebih panjang sebagai tempat duduk Angel. Dan Angel menurut saja.
Tidak lama William menyusul Angel dengan duduk di sebelahnya. Masih dalam jarak yang aman sebagai guru dan murid."Baiklah, sekarang kamu catat apa yang aku katakan. Ini kata dasar dalam bahasa cina."
Angel mengangguk dan segera membuka buku dan menyiapkan penanya untuk mencatat. Lalu dimulailah pelajaran awal yang William berikan. William menjelaskan dengan gaya santai namun mudah dipahami. Angel begitu memperhatikan setiap kata yang terucap. Lalu tiba-tiba William mendadak mendekati dirinya dan berkata,"Tulisan ini tidak benar." ucapnya sambil menunjuk catatan di buku Angel.
Angel segera membenahi tulisan di catatan yang barusan di tunjuk William. Saat Angel menulis, tubuh William masih begitu dekat dengan Angel. William menatap wajah Angel dari samping. Kemudian turun ke leher jenjangnya, lalu ke dadanya. Sempurna!
"Sstt, jangan bergerak, ada kecoa di sebelahmu." ucap William dengan berbisik.
"Aarrhhgg! Angel berteriak histeris dan berdiri namun karena terlalu dekat dengan William, akhirnya tubuhnya terhuyung ke arah William dan sampailah ke atas pangkuan William. Dengan spontan Angel memeluk leher William erat dengan tubuh yang bergetar. Yah, Angel sangat geli dengan segala macam serangga. Dan itu sudah diprediksi oleh William yang selalu pandai menebak. William berpikiran seorang nona muda Mahendra pasti sangat jijik dengan serangga.
William dengan senang hati memeluk Angel yang saat ini di pangkuannya. Tubuh Angel begitu dekat dan merapat pada tubuh William, sampai ia dapat merasakan dada Angel yang menempel di dadanya. William sangat menikmati kehangatan tubuh gadis kecil ini. Dia hirup aroma tubuh Angel dengan sangat rakus. Lalu ia belai punggung Angel sebagai ungkapan empati dengan ketakutan Angel.
"Tenanglah, aku di sini." ucap William menenangkan.
Angel yang saat ini berada dalam pelukan William, tidak menyadari belaian tangan William pada punggung dan rambutnya karena ketakutannya terhadap serangga. Bahkan saat ia letakkan kepalanya di leher William pun, ia masih tak menyadari.
William yang merasakan nafas Angel di lehernya, membuat tangannya beranjak menyentuh kepala belakang Angel. Dan inilah posisi sebenarnya, satu tangan memeluk pinggang Angel, dan tangan satunya lagi menyentuh bagian belakang kepala Angel. Benar-benar posisi yang sangat intim.
"Kecoa nya sudah pergi kok."
Angel langsung mendongakkan kepalanya menatap wajah William. "Oh, syukurlah." Kemudian ia menyadari posisi tubuhnya yang sekarang berada di atas pengkuan William.
__ADS_1
"Ma--maaf tuan." ucap Angel dengan penuh rasa sungkan.
Angel mencoba bangkit untuk memindahkan tubuhnya dari pangkuan William. Namun itu tidak berhasil. William memeluk erat tubuh itu untuk mencegah Angel memindahkan tubuhnya. "Apakah kamu tahu cara paling cepat belajar bahasa cina?" ujar William di sela rontaan gerak tubuh Angel.
"Ha? Memang ada cara cepatnya tuan?" tanya Angel yang masih di atas pangkuan William.
"Tentu saja ada."
"Bagaimana caranya tuan? Angel mau."
"Kau ingat kan untuk menuruti semua ucapanku sebagai gurumu? Jadi kamu harus melakukan apa yang kuperintahkan. Caranya itu dengan transfer dari mulut." Wiilliam memegang belakang kepala Angel lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Angel.
Cup!
Angel terkesiap dengan kecupan yang dilakukan William padanya tiba-tiba. "Ehm, tuan, memangnya ada yang seperti ini? Angel belum pernah tahu metode belajar seperti ini."
"Tentu seperti ada. Untuk dapat melafalkan bahasa apapun peran lidah sangatlah penting. Jadi kamu sekarang harus melatih lidahmu agar dapat melafalkan bahasa cina. Salah satu caranya dengan berciuman. Ingat dengan ucapanmu tadi kalau kau tidak akan mengewakanku. Jadi kau menurut saja."
Sebelum Angel bereaksi lagi, William sudah beraksi. Ia tuntun bibir Angel untuk dirapatkan ke bibirnya. Kemudian ia ***** bibir cherry nya. Angel yang awalnya terkejut dengan ******* lembut William, sekarang nampak mulai terbiasa. Ia tutup matanya untuk menikmati belaian bibir William pada bibirnya.
Di rasa tidak ada pemberontakan dari Angel, William mulai memberanikan diri untuk memasukkan lidahnya ke mulut Angel. Ia kaitkan lidahnya pada lidah Angel dengan sedikit hisapan di dalamnya. Angel terkesiap dan mulai melepaskan diri dari hisapan itu.
"Iya maaf, aku lupa kalau ini adalah yang pertama untukmu."
"Ha? yang pertama? Kok tadi seperti ciuman ya tuan?"
"Jadilah kekasihku Angelina Xeena Mahendra."
Angel membulatkan matanya terkejut dengan yang diucapkan William. Lalu ia berusaha turun dari pangkuan William. Namun masih tak berhasil juga.
"Tuan memanfaatkan Angel ya?"
"Maaf, tapi aku sungguh tidak bermaksud begitu. Aku serius dengan mengatakan itu. Aku ingin kau menjadi kekasihku."
"Tapi kita baru kenal tuan. Tidak boleh. Kalau mau pacaran kan harus saling mengenal dulu."
"Kalau begitu ijinkan aku untuk mengenalkan diriku lebih dalam. Dan kamu juga harus memberikanku kesempatan untuk mengenalmu lebih dalam lagi." ucap William dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
"Ehm, itu butuh proses tuan. Tidak apa-apa kalau tuan memang ingin mengenal Angel lebih dekat lagi. Tapi Angel tidak dapat menjanjikan hubungan apapun."
"Ya, tidak apa-apa, kita lakukan pendekatan pelan-pelan. Jadi untuk memenuhi cara pendekatan lebih dalam, harus kita mulai saat ini juga."
Sebelum Angel bertanya lagi William sudah menggapai bibirnya kembali. William tidak memberi celah bagi Angel untuk mengiterupsi kegiatan yang saat ini sedang mereka lakukan. William benar-benar menjadi guru yang baik bagi gadis kecilnya. Mengajarkan kelembutan dengan memberikan contoh yang nyata. Ya, William mencium Angel dengan penuh kelembutan namun menuntut.
Sesuatu hal yang baru dialami Angel ini membuatnya terkejut namun juga penasaran bersamaan. Inikah namanya berciuman? Kenapa harus bermain lidah? Namun reaksi yang diberikan Angel saat ini adalah rasa penasarannya lebih besar dibanding rasa terkejutnya. Ia diam sambil meresapi pelajaran pertamanya.
Namun beberapa waktu kemudian Angel terkejut dengan sesuatu yang dirasakannya sampai tangannya yang tadinya diam, memukul dada William dengan keras.
"Au! Kenapa kamu memukulku keras?"
"Ehm\, tuan\, sepertinya kecoa tadi di bawah pan**t Angel deh. Ini loh dari tadi gerak-gerak. Dia bisa mati kalau Angel duduki tuan. Biar Angel pindah saja ya. Angel takut dia gigit pan** Angel."
Namun gerakan berontaknya Angel untuk melepas diri malah membuat serangga di balik celana William makin menggeliat memohon untuk dilepaskan.
**Nah loh empritnya bang William dibilang kecoa. Gak trima otor. Tunjukkin Wil! Buktikan pada Angel kalau empritmu sudah berubah jadi gagak sekarang. Enak aja dibilang kecoa**
***************
Di sudut taman kota Shanghai yang tenang dan syahdu, dua insan itu masih sibuk dengan pemikiran mereka masing-masng. David menikmati setiap sentuhan lembut jari Alia pada jakunnya yang tengah naik turun tak teratur. Ia menutup matanya sejenak meresapi dan menenangkan pikirannya dari godaan keagresifan kekasih kecilnya.
"Al, stop jangan lakukan itu. Ini tempat umum." ujar David sambil memasang ekspresi datarnya lagi.
Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi kemudian. Alia mengecup lembut leher David sekilas. Tubuh David menegang seketika. lalu dengan sigap David berdiri dari duduknya. Ia raih tangan Alia lalu ia tarik pergi dari bangku taman tersebut. Alia yang diperlakukan seperti itu tiba-tiba, sangat terkejut. Apakah kekasihnya ini marah dengan sikapnya tadi? Alia menjadi kalut dan takut untuk mempertanyakan sikap David.
David membawa Alia ke arah mobil yang mereka parkirkan tidak jauh dari kursi taman itu. Ia bukakan pintu mobil, dan ia persilahkan Alia untuk masuk lebih dulu. Setelah Alia masuk, David menyusulnya masuk ke dalam mobil. Di salam mobil David diam sejenak. Ia mengatur nafasnya seolah sedang mengatur emosinya.
Melihat itu Alia makin takut. Ia yakin telah membuat kesalahan yang membuat David naik pitam. "Maafkan tindakan Alia ya bang." ucap Alia dengan menundukkan wajahnya penuh penyesalan.
David yang mendengar itu menoleh padanya. Kemudian dengan cepat ia rengkuh badan Alia. Ia angkat tubuh Alia untuk ia dudukkan di pangkuannya. Lalu ia rengkuh kepala Alia dan mendekatkan wajahnya. David mencium bibir Alia dengan menuntut.
Ya, ternyata tindakan Alia di kursi taman tadi telah membangkitkan sisi liar David. David sudah berusaha menahan diri namun Alia lagi-lagi membuatnya lupa akan batasannya. Bunyi kecipak dua bibir saling bersahutan di dalam mobil tersebut. Hawa dingin karena cuaca cina yang hampir mendekati musim salju tidak menyurutkan kegiatan yang terjadi di dalam mobil itu. Bahkan menambah semangat untuk mereka dengan mendekatkan tubuh mereka untuk mencari kehangatan.
Sedangkan Alia yang menerima serangan tiba-tiba dari David, sangat terkejut. Namun itu hanya di awal saja. Pada akhirnya Alia menyambut baik sikap David padanya. Alia mencoba mengimbangi gerakan lincah lidah David yang menggeliat di dalam mulutnya. Alia tersenyum di sela ciuman panjang itu.
'Mak, abah... siap-siap cucu kalian otewe nih'
__ADS_1
******************
**Yah mereka emang sahabat sejati ya. Suka duka bersama\, pangku pangkuan juga bersama.**