
Masih dengan mereka bertiga. Satu meja bundar berwarna merah dan empat kursi yang tertata memutar. Keadaan di antara mereka makin menegang. Gongyu yang mengetahui kekasih sepupunya ini hanya seorang asisten rumah tangga begitu menghina dalam hati. Segala ucapannya selalu mengarah pada hinaan. Gongyu tidak akan berhenti sampai wanita ini tahu bahwa dirinya sangat tidak pantas berada di antara keluarganya.
“Cih, sok jual mahal. Memangnya dengan apa Willi memaksamu? Apa yang sudah ia tawarkan agar kau mau menjadi kekasihnya?”
“Ih kakak ini julid banget ya.”
“Apa itu julid?” Tanya Gongyu penasaran.
William pun ikut mengernyitkan keningnya. “Sayang, bahasa apalagi itu?” tanyanya pada Angel.
Angel melirik William kemudian kembali melihat Gongyu. “Julid itu artinya kakak ini begitu perhatian terhadap kehidupanku sampai-sampai ingin tahu segalanya tentangku.”
William merekatkan bibirnya agar tak meledak tawanya. Ya, dia sekarang tahu arti kata julid. Dan bahasa itu ditujukan untuk sepupunya. Orang yang dianggapnya suka ikut campur dengan kehidupan orang lain.
Sedangkan Gongyu tersenyum sinis sembari mencibir dalam hati dengan perumpamaan yang diucapkan Angel. Wanita ini telah menyindirnya. Dan dia tak akan tinggal diam karena dipermalukan seperti ini oleh wanita yang belum tentu memiliki kualitas. Dia masih meyakini kalau wanita yang dibawa sepupunya ini hanyalah wanita bayaran yang selalu ia pakai untuk menemaninya tidur. Sangat tidak selevel dengan keluarganya.
“Aku hanya ragu dengan hubungan kalian. Apa kau tahu segala hal tentang Willi? Sepupuku ini suka bermain wanita. Untuk itulah aku bertanya padamu, hal apa yang ada di pikiranmu sampai kau menerimanya untuk menjadi kekasihmu.”
“Awalnya aku tidak pernah memikirkan itu, tapi karena kakak bertanya, aku jadi berpikir. Apa ya yang membuatku mau? Ehm, mungkin karena dia tampan.”
“Hanya karena dia tampan? Atau karena dia kaya?”
“Aku belum pernah berpacaran sebelumnya kak. Jadi saat ada pria yang menawarkan hubungan ya aku terima. Aku ingin tahu bagaimana rasanya punya pacar.”
Gongyu makin dibuat pusing dengan ucapan gadis itu. Pertanyaan yang ia berikan pada wanita itu, selalu diberikan jawaban aneh. Sebenarnya pertanyaan itu untuk menegaskan tentang asal usul hubungan sepupunya. Dia yakin kalau kekasih sepupunya ini hanyalah wanita pencinta harta. Sama halnya dengan wanita-wanita yang berada di sekeliling William pada umumnya.
“Maksudku, apa kau tidak takut Willi meninggalkanmu karena dia menemukan wanita lain yang lebih baik darimu?”
“Oh.. itu. Saat ini Angel tidak merasa takut kalau Willi meninggalkan Angel. Bukankah seharusnya Willi yang takut kalau Aku yang meninggalkannya?”
“Kenapa seperti itu?
“Ah kakak, apa kurang jelas perbedaan usia kami? Dia sudah mau mencapai usia kepala tiga. Sedangkan aku masih delapan belas tahun. Bukankah sayang kalau dia harus kehilanganku? Aku yang masih begitu segar, aku yang mash begitu ranum, dan aku yang masih begitu cantik.”
Pecahlah tawa Gongyu atas ucapan Angel. Dia pikir dia memiliki apa sampai Willi tidak berani meninggalkannya. Bukankah wanita ini begitu percaya diri?
__ADS_1
“Seorang Willi tidak akan berpikiran begitu nona. Dia bisa mendapatkan wanita manapun yang dia inginkan.”
“Akupun juga kak, akupun bisa mendapatkan lelaki manapun yang aku mau.”
“Cih, memang siapa kamu sampai begitu percaya diri? Apa kamu tidak tahu keluarga Choi?”
“Cukup Gongyu! Apa kau bermaksud mempermalukan kekasihku?” sela William.
“Oh ayolah, tidak usah terlalu perasa. Aku hanya ingin sedikit mencari tahu tentang asal usul kekasihmu. Siapa dirinya sampai punya nyali untuk dapat masuk ke keluarga Choi.”
“Kenapa tidak kau urusi kehidupanmu sendiri? Tidak perlu kau ikut campur dengan segala yang terjadi dalam kehidupanku.” William berusaha membela Angel.
Sebelum Gongyu menjawab William, suara asing terdengar.
“Sayang..”
“Oh, kau sudah datang sayang?” Gongyu menyambut seseorang yang baru datang. Merentangkan tangannya dan memeluknya sejenak.
“Maaf aku terlambat. Ada kemacetan di beberapa ruas jalan.”
Gongyu menggandeng tangan Melda untuk ia perkenalkan kepada keluarganya. Terutama kakek dan neneknya. Begitupun Melda, ia melirik William sebelum dibawa pergi oleh Gongyu. Dan kepada gadis yang dibawa William tentunya.
Melda, wanita yang pernah berbagi peluh dengan William datang sebagai kekasih Gongyu. Wanita yang jelas asal usulnya dan latar belakang keluarganya. Entah bagaimana caranya Melda bisa berhubungan dengan Gongyu. Yang pasti William saat ini menatap Melda dengan waspada.
William menoleh untuk menatap Angel. Berusaha mencari tahu apakah Angel ingat dengan wanita ini. Wanita yang membuat kesalahpahaman untuknya dan Angel. Wanita yang mengacaukan hidupnya namun berperan besar juga dalam perubahan pemikirannya. William tampak gusar saat ini. Dia merasa kalau masalah baru akan datang setelah wanita itu datang. Dan dia tahu wanita seperti apa Melda ini. Melda adalah wanita yang ambisius. Dia menginginkan kejayaan bagi keluarganya. Dan hanya lewat keluarga Choi lah, dia dapat menaikkan derajat keluarganya dan perusahaannya. Yah, keluarga Choi adalah batu loncatan bagi kemakmuran keluarganya.
William menghela nafas berat. Ia melirik Angel yang bersikap tenang. Ingin sekali dia tahu apa yang sedang kekasihnya ini pikirkan.
“Sayang, maafkan aku.”
“Kenapa minta maaf? Apa karena wanita tadi? Apakah wanita itu juga pernah tidur denganmu?”
“Iya,” jawab William sambil menunduk sesal.
“Lalu kenapa kalau dia pernah tidur denganmu? Bukankah bukan hanya wanita itu yang pernah tidur denganmu? Dan suatu saat nanti kita juga pasti akan bertemu dengan wanita-wanita lain yang pernah tidur denganmu. Ya sudah, kita hadapi saja.”
__ADS_1
“Aku takut ia akan mengintimidasimu.”
“Mengintimidasi dengan cara bagaimana Wil? Dengan memamerkan hubungan kalian? Idih, jijay lah aku sama tante-tante girang macam dia. Tidur sama pria yang bukan suaminya kok bangga. Aku heran, apa sih yang perlu dibanggakan darimu sampai harus jadi rebutan banyak wanita?”
“Ehem, sayang, apa kau tahu perusahaan minyak di Kanada?”
“Iya, kenapa?”
“Keluargaku adalah salah satu pemiliknya.” Ucap William bangga.
Angel membulatkan matanya tertegun. Sekaya itukah kekasihnya? Gila! Pantas saja banyak curut yang mupeng liat dia. Wah, Alia harus tahu kalau gue dapet kakap. Dia pasti kagum punya temen kaya gue. Albert mah lewat ini.
“Kenapa sayang? Kamu pasti seneng kan dapat kekasih sekaya aku?”
“Ehm, bagiku bukan kaya yang penting. Toh kita belum menikah, jadi santuy aja. Kalau kamu memang mau berhubungan lagi dengannya aku tidak masalah. Itu kan pilihan hidupmu, untuk apa aku ikut pusing. Aku masih muda Wil.. aku masih bisa mencari lelaki lain.”
William mengeratkan rahangnya saat mendengar Angel menyebut pria lain. Tidak! Tidak akan dia biarkan gadisnya ini dimilki pria lain.
“Silahkan kau mencoba mencari pria lain. Kupastikan pria itu akan musnah sebelum menyentuhmu sayang.” Ucap William dengan penuh ketegasan.
Angel tersenyum geli mendengar ancaman William. Dia berpikir lelaki ini sungguh egois. Angel memang polos akan hubungan lawan jenis. Tapi dia adalah gadis yang cerdas, apalagi mengenai intrik sosial. Orang tuanya memberikan banyak bekal hidup untuknya. Kapan ia harus percaya, dan mana yang harus ia percaya. Angel berasal dari keluarga penguasaha besar. Banyak intrik yang terjadi di sekelilingnya. Entah itu intern keluarga, atau ekstern keluarga. Untuk itulah hanya Alia yang bisa dekat dengannya. Karena dia tahu hanya Alia yang tulus kepadanya.
“Aku sudah bilang padamu sejak awal Willi. Aku menerimamu menjadi kekasihku karena kau memaksaku. Aku saat ini memberikanmu kesempatan untuk membuktikan perasaanmu. Jadi anggap saja ini tes yang harus kau lewati.Aku tahu tujuan wanita itu datang ke acara ini.”
“Itulah yang kutakutkan sayang. Akupun tahu maksud dan tujuannya mendekati sepupuku. Dia menargetkanmu. Dia hanya tahu soal kamu yang menjadi asisten rumah tanggaku. Karena semua info tentangmu sudah aku sembunyikan untuk keselamatanmu.”
“Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa. Untuk itulah keluargaku tinggal di kampung. Karena hanya di sana kami mendapatkan kedamaian. Dan aku dapat menjalani hidupku dengan normal. Hahh..aku jadi begitu rindu keluargaku.” Ucap Angel dengan mata berkaca-kaca.
“Jangan khawatir sayang, aku akan segera mempertemukan kalian. Tapi kumohon saat ini kau bertahan di sisiku. Aku akan mengumumkan pada seluruh keluargaku bahwa hanya kamu yang pantas menjadi pendampingku.”
“Kita lihat saja nanti Wil. Aku sudah biasa tawuran di kampung. Jadi kalau wanita itu berani menggangguku, aku tak segan untuk mencakar wajahnya.”
“Lakukan apapun yang kau suka sayang.” Ucap William sambil menggenggam tangan Angel erat.
**
__ADS_1
Angel dilawan. Kagak tahu Willi kalau Angel suka gelut ama mahmud.