Terpaksa Menjadi Tkw Cantik

Terpaksa Menjadi Tkw Cantik
Minum Susu Dari Sumbernya


__ADS_3

Sebelum William menjawab lebih lanjut tentang permintaan kekasihnya, ia segera menegakkan tubuhnya. Ia duduk dan menyenderkan tubuhnya.


Angel mengikuti. Ia pun duduk dan menatap William. Lalu ia berpikir tentang pernikahan, dan kemudian bertanya.


"Kapan kita menikah? Bukankah kita sering berciuman. Bagaimana kalau perutku makin membuncit? Jadi kau harus cepat menikahiku agar bayi dalam perutku punya ayah."


William yang mendengar pertanyaan Angel ternganga heran. Kekasihnya ini benar-benar polos mengenai hubungan pria dan wanita. Bagaimana bisa ia percaya dengan ucapan William tentang kehamilan


William ingat bahwa ia pernah menggoda Angel dengan kehamilan yang akan terjadi karena seringnya mereka berciuman saat mereka pergi berdua untuk berbelanja.


"Ehm, sayang, soal itu kita akan segera kita bicarakan dengan orang tua kita." sahut William tanpa berani menatap mata Angel. "Kau istirahatlah dulu, besok masih banyak ritual di rumah ini."


"Iya aku sudah lelah karena terlalu banyak menahan diri tadi."


William tertegun, ia mengernyitkan dahi. "Menahan diri untuk apa?"


"Menahan diri untuk tak mencakar wajah wanita genit itu."


Tawa William meledak seketika. Ternyata Angel masih dendam terhadap Melda. Ya, tidak dipungkiri bahwa perbuatan Melda dan Gongyu sangat keterlaluan.


Angel ikut tersenyum saat melihat tawa William. Kemudian ia teringat sesuatu dan bertanya. "Wil, aku tidak akan bisa tidur di tempat asing untuk pertama kali. Kau harus menemaniku tidur."


"Apa!"William terkejut.


Bagaimana mungkin ia tidur di tempat tidur yang sama dengan Angel. Mana mungkin ia bisa menahan diri saat berdekatan dengan Angel.


"Ehm sayang, kalau aku tidur bersamamu, aku bisa pastikan akulah yang tidak akan bisa tidur."


"Kenapa?" tanya Angel ingin tahu.


William menyugarkan rambutnya ke belakang dengan menghela nafas berat. "Itu karena aku tak tahan bila tak menyentuhmu sayang.."


"Kenapa bingung? Kalau kau memang ingin menyentuhku, sentuh saja. Tidak usah sungkan."


William makin membeliakkan matanya. Apa kekasihnya ini tahu maksud dari ucapannya? Apakah Angel tahu arti kata menyentuh yang ia maksud? Ya tuhan...!

__ADS_1


"Oke baiklah, aku akan menemanimu tidur. Tapi setelah kau tidur aku akan berpindah kamar."


"Tidak, jangan Wil.. Bagaimana kalau aku terbangun tiba-tiba tengah malam nanti. Aku takut kalau ada hantu."


"Sayang, justru yang harus kau khawatirkan adalah aku. Apa yang akan aku lakukan terhadapmu bila kita tidur di kasur yang sama."


"Kau boleh melakukan apapun Wil. Mau memeluk atau menciumku saat tidur. Aku tidak apa-apa." ucap Angel dengan senyum terkembang.


"Aku lebih suka tidur sambil minum susu."


"Apa? Minum susu? Baiklah, aku akan membuatkannya untukmu."


"Bukan susu itu sayang. Tapi susu yang langsung dari sumbernya."


"Wil, kau minta minum susu dari sapi langsung?"


William terkekeh pelan. "Bukan itu maksudku, tapi susu yang itu." ucap William sambil menatap gunung kembar Angel sebagai kode.


"Tapi aku belum punya susu Wil."


"Oh ya? Iya sih, aku pernah dengar kalau air su*su akan makin meningkat intensitasnya bila makin di sedot anak. Cuma masalahnya kamu kan bukan anak-anak?"


"Itu bisa dilakukan siapa saja sayang. Dan aku paling jago kalau disuruh minum su*su itu. Aku yakin kau akan keenakan saat aku menyedotnya."


"Oh ya? Akan terasa enak?"


"Kemarilah ." ucap William sambil menepuk bantal yang ada di dekatnya.


Angel mengangguk dan menuruti semua yang diucapkan William. Ia rebahkan kembali tubuhnya dan ia letakkan kepalanya di bantal dekat William.


Sedangkan William tidak habis pikir dengan cara berpikir kekasihnya ini. Apakah kekasihnya ini benar-benar polos sampai-sampai tak memahami apapun tentang hubungan pria dan wanita? Ah sudahlah, yang penting saat ini ia bisa menikmati su*su sepuasnya.


Tak lama, William membuka terlebih dulu baju yang dipakainya.


Angel membelalakkan matanya menatap keindahan tubuh William. Tubuh yang berbalut otot di dada, lengan, dan perutnya. Lalu Angel ingat tentang otot kema luan yang pernah mbok Rum ceritakan padanya. Dan ia pun melirik ke bawah perut William. Benar adanya kalau otot itu makin membuncah. Apakah William ingin membuat anak bersamanya?

__ADS_1


"Sayang, aku akan membuka bajumu. Agar aku leluasa meminum su*su." ucap William dengan senyum manis dan keramah tamahan tangan yang membuka kancing Angel dengan pelan namun pasti.


Angel mengangguk pasrah saat kancing bajunya terlepas satu persatu. Ia melihat bagaimana tatapan lapar William saat memandang dadanya yang mulai terbuka lebar. Apakah William begitu kelaparan hingga ingin segera minum su*su?


Saat William membuka beberapa kancing, sesuatu yang berenda menyambut matanya. Pelindung gunung kembar berwarna merah yang dihiasi renda di tiap sisinya. Membuat ia menelan ludah kasar.


Lalu ia meraba pelan. Merasakan kelembutan kulit yang seakan memanggil hasratnya. Lalu ia masukkan tangannya ke punggung Angel dan...


Klik


Terbukalah pengait penutup dada itu. Dengan pelan ia buka kain berenda itu. Sampai terpampanglah gunung kembar Angel yang selama ini selalu membayanginya di setiap fantasinya.


Ia terkesiap. Ia menelan ludahnya lagi saat dengan jelas ia melihat sosok yang didambakannya itu. Oh tuhan, halus dan besar untuk seukuran gadis remaja seusianya. Bisa ia bayangkan sebesar apa jika Angel dewasa nanti. William benar-benar menantikan saat-saat itu.


Angel terhenyak saat jemari William menyentuh gunung kembarnya. Aneh, sangat aneh. Kenapa rasanya seperti ini. Ini terasa geli namun...


Ahk..


Tanpa sadar Angel melenguh. Des*han tertahan yang masih dapat William dengar membuat William makin terperosok. Namun William sangat bahagia bila ia memang terperosok. Terperosok ke dalam jurang terdalam milik Angel.


William dekatkan bibirnya ke daging kecil yang tumbuh di atas bukit kembarnya Angel. Lalu ia jilat pelan.


Dapat ia rasakan tubuh Angel tersentak. Bahkan getaran di tubuh Angel makin terasa kuat. Diiringi lenguhan keras dari mulut Angel.


Ohhh.. Wil..


Angel makin tak dapat menahan diri saat William mengenyot botol su*su yang bergelantungan di dadanya. Enak sekali.. Geli namun terasa enak. Bahkan tanpa sadar Angel makin membusungkan dadanya agar makin masuk ke dalam mulut William.


Tangannya meremas sprei tempat tidur itu untuk menahan er*ngan yang dapat keluar sewaktu waktu beriringan makin kerasnya sedotan dan kunyahan mulut William saat menyedot su*sunya.


Ya tuhan, ini enak sekali. Apakah mahmud juga merasakan ini saat si Joko menyedot su*sunya?


Angel menggigit bibir bawahnya untuk menahan desa*hannya.


William mendongak menatap wajah Angel yang tampak tak nyaman. "Jangan ditahan sayang. Keluarkan saja. Aku suka des*hanmu. Itu sangat seksi."

__ADS_1


"Oohhh Wil... Jangan banyak bicara. Teruskan..."


__ADS_2