
William masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Dia merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya. Dia menutup matanya dan menghembuskan nafas beratnya perlahan untuk mengatur emosinya. Hari ini adalah hari sial, atau karena seseorang yang membawa kesialan ke dalam rumah ini. Gara-gara kedatangan asisten rumah tangga barunya itu, ia harus menanggung beban berat karena harus menahan hasrat. Tidak bisa ia bayangkan bagaimana jadinya si emprit kebanggaannya harus berpuasa selama satu bulan. Mana mungkin dia harus bereksperimen dengan sabun atau lotion untuk mentritmen sang emprit.
Oh tidak, ini sangat tidak elit. William sang cassanova yang selalu bisa mendapatkan wanita manapun dan bentuk apapun, harus bermain solo di kamar mandi. Ini adalah aib terbesar baginya kalau ini diketahui orang lain. Bahaya! Ini sangat berbahaya. Tidak boleh ada orang lain yang tahu mengenai ini. Si*l! Sialan asisten rumah tangga itu!
Genggaman tangan William yang terkepal erat karena rasa bencinya terhadap asisten rumah tangganya itu mengendur. Dia belai dan ia raba kasurnya yang spreinya telah asisten rumah tangganya ganti. Dia merasakan kelembutan sprei kasurnya, namun sayang tak selembut kulit Melda. Dan tak terdapat gundukan di beberapa bagian. Ia resapi dan ia nikmati tiap rabaan dengan sekelebatan ingatan tentang kejadian tadi malam. Baru membayangkannya saja, si empritnya sudah berevolusi menjadi cucak rowo dengan cepat.
Des**an\, er*angan yang tertahan dan jepitan yang mematikan yang terjadi semalam membuatnya makin gila. Dia makin tak bisa mengontrol emosinya terhadap asisten rumah tangganya bila ia ingat tentang itu semua. Andai asisten rumah tangganya tidak berbuat ulah\, ia yakin saat ini ia bisa memainkan beberapa ronde lagi dengan Melda. Ingat akan wanita yang telah berbagi peluh dengannya semalam\, ia kemudian mencari ponselnya. Ia menghubungi wanita itu.
"Halo baby."
"Hai sayang, kenapa lama sekali menghubungiku? Apa terjadi sesuatu?"
"Oh tidak baby, tidak ada apa-apa. Aku cuma mau memberitahumu kalau kita belum bisa bertemu saat ini. Papaku memberikan pekerjaan keluar kota satu bulan."
William mencoba menjelaskan alasan tanpa memberitahukan dengan jujur apa yang telah terjadi di apartemennya. William harus menjaga nama baiknya. Tidak boleh ada seorang pun yang tahu kelemahannya. Semua orang harus selalu tahu bahwa seorang William adalah seorang yang berkuasa tanpa ada yang bisa mengatur hidupnya. Walaupun itu orang tuanya sekalipun.
"Apakah kau tidak ingin mengajakku sayang? Aku bisa membantumu dalam beberapa hal. ucap melda manja
"Sorry baby, i can't. Papa ikut bersamaku untuk tugas kali ini. Jadi tidak mungkin kau ikut serta kan?"
"Baiklah sayang, aku akan selalu setia menunggumu."
"No, no baby, tidak perlu menungguku. Kau bisa berkencan dengan siapapun. Ingatlah bahwa kita tidak memiliki status yang mengikat. So, don't worry about my feeling. Kita sama-sama orang bebas, hubungan kita sebatas aktifitas ranjang, tidak lebih."
Melda mengeratkan genggaman tangannya pada ponselnya. Kenapa, kenapa setelah sekian lama interaksi mereka, William tidak pernah menganggapnya berarti. Apakah service nya kurang memuaskan? Ataukah karena pria itu sudah memiliki tambatan hati yang lain? Dia benar-benar jengkel dengan sikap pria itu.
"Fu**k you!"
William terkejut dengan umpatan yang keluar dari mulut wanita itu. Apalagi saat wanita itu menutup lebih dulu sambungan telepon mereka. "Sh**! wanita itu beraninya melakukan hal ini padaku!"
Argh! Awas saja asisten rumah tangga sialan itu. Aku akan memberikan hukuman
__ADS_1
****************
Di hotel tempat menginap David dan Alia, saat ini mereka berdua sedang menikmati makan siangnya di restoran hotel tersebut. Segala masakan dari berbagai mancanegara tersedia di hotel berbintang lima tersebut. Beberapa manu sudah David pesankan untuk hidangan makan siang mereka saat ini.
Alia dan David duduk berhadapan saat ini. Alia mengedarkan pandangannya pada setiap hidangan yang tersedia di meja makannya saat ini. Banyak pikiran terlintas di benaknya. Dari pertanyaan makanan ini halal atau tidak? Apa nama makanan ini? Bahannya apa saja? bahkan pertanyaan tentang minuman yang tersedia di meja tersebut. Apakah bisa membuatnya mabuk lagi?
Dia sangat ingat bagaimana malunya ia saat mabuk pertama kali. Sikapnya yang sembrono. dan ucapannya yang tak bisa dikontrol adalah efek minuman beralkohol. Belum lagi efek dosa bertambah. Bukan hanya dia, namun orang tuanya pasti akan terkena imbas dosanya. Itu yang selalu ia dengar dari ceramah pak yai di musholla kampungnya.
"Bang David, ini halal kan? Trus ga bikin Alia mabuk kan?"
"Hahaha iya Al..tenang saja. semua aman dimakan muslim. Aku sendiri yang memilihkannya. Ayo segera makan, kita harus bergegas untuk bertemu dengan orang-orang dari kedutaan besar."
Setelah mereka selesai makan, mereka segera menuju kantor kedutaan besar untuk mendapatkan data-data pekerja wanita yang dikirim ke cina. David menghubungi beberapa rekan kerjanya untuk dapat berhubungan dengan para staf kedutaan luar negeri.
David dan Alia masuk ke kantor kedutaan, bertemu dengan salah satu staf kedutaan. Dia menceritakan perihal alasan dia mendatangi kantor tersebut dan meminta data-data semua pekerja wanita yang ada di negara itu. Dan inilah yang menjadi kendala. Tidak ada seorang pun yang tahu dengan nama siapa Angel dapat masuk kesana. Alhasil mereka harus menemui satu-satu pekerja tersebut di rumah para pengguna jasanya.
Bukan hanya itu, David juga mengutus beberapa orangnya di Indonesia mencari jejak Angel lewat cctv bandara dan jalan-jalan yang pernah ia lewati. Jadi sembari menunggu info dari anak buahnya, David mengajak Alia untuk mengambil acak salah satu nama pekerja wanita di daftar tersebut untuk lebih dulu di datangi.
"Bang, jangan putus asa ya. Kita ini baru memulai loh. Alia yakin Angel pasti akan baik-baik saja."
"Iya, terimakasih Al, sudah menemani abang sampai detik ini."
"Alia kan sudah bilang Alia mau menemani abang sampai kapanpun. hehehe"
David tersenyum ramah dan mengatakan. "Iya, aku tahu. Kau memang terbaik."
Alia mendengar jawaban David sedikit mengernyit kening karena bingung, Kata-kata David tadi mengandung banyak misteri. Kata-katanya tersirat makna yang begitu majemuk di dalamnya.
Aku tau.
Kamu memang terbaik
__ADS_1
Maksudnya apa ya? Apa bang David tahu tentang perasaanku? Lalu arti kata-kata yang terbaik, apakah aku wanita terbaik yang ada untuknya saat ini?
Omegatt seriusan? Apa benar dugaanku ini. Aku ga geer kan? Apakah sudah ada tanda-tanda bang David naksir Alia? Baru mikirin yang belum tentu benar aja, Alia udah pengen koprol, apalagi kalau ini beneran ya? kayanya Alia harus gencar istirokahnya nih, biar gusti allah segera memperlihatkan hilalnya. Alia ga nolak tahun depan berkembang biak. Apalagi berkembangnya karena dibuntingin bang David. Biar si joko, anaknya mahmud punya temen sesama balita.
"Besok pagi kita mulai pencarian kita ya Al? Setelah sarapan kita cari rumah-rumah itu. Kamu tidak masalah kan?"
"Siap bang. Alia selalu siap untuk abang. Hem, maksudnya nyari Lince. hehehe" ucap Alia dengan pikiran bingung sendiri. Kenapa kata-katanya makin absurd ya? Alia, istigfar neng.. Hilal masih jauh.
*****
Di rumah papa Xian dan mama Berta, sedang ada rapat meja oval yang berada di dalam kamar mereka. Mama Berta menceritakan kejadian yang telah terjadi di apartemen putra mereka. Dimulai dari Willi yang mencoba membuang bukti dan jejak kejahatannya, sampai pada asisten rumah tangga putranya yang sangat lugu.
Papa Xian tertawa terbahak-bahak dengan apa yang telah ia dengar. Namun sekejap ia terdiam mengingat segala tingkah polah putranya. Dia tak habis pikir dengan putranya yang memiliki hobi bergonta ganti teman wanita. Teman wanita yang selalu berakhir di atas tempat tidurnya.
"Mah, apakah ada yang salah dengan didikan kita?"
"Hais, memang dasarnya putra kita yang tidak bisa diatur. Kalau didikan kita salah, kenapa hanya Willi? Lihatlah Helena, apa ada yang salah dengannya? Helena malah selalu mengangkat derajat dan nama baik keluarga kita di lingkungan sosial elit. Putri kita itu sangat membanggakan."
"Apakah karena kita selalu membanding-bandingankan mereka, sehingga membuat Willi menjadi memberontak?"
"Bagaimana cara membandingkannya? Mereka tidak pada jalur yang sama pa. Willi karir bisnis, sedangkan Helena di kesehatan. Mereka sangat berbeda. Toh dari kecil mereka berdua sama-sama anak berprestasi. Cuma hobi saja berbeda."
"Apakah karena lingkungan bisnis yang mengubahnya ya mah?"
"Tentu saja iya pah, Kita tahu sendiri bagaimana hidup di dunia bisnis. Apalagi putra kita. Siapa yang tidak mengenalnya. Walaupun dia hobi bermain wanita, tapi tetap saja para wanita itu tidak jera. Mereka menganggap Willi adalah pria yang bisa berkomitmen, padahal tidak sama sekali. Willi hanya mencari kepuasan batin dari para wanita itu."
Haahhh.. Mereka berdua menghela nafas bersama memikirkan putra mereka satu-satunya.
"Mah, siapapun nanti wanita yang bisa membuat Willi berubah menjadi lebih baik, papah akan menerimanya. Apapun dan bagaimanapun wanita itu, papah akan menyambutnya dengan tangan terbuka. Papah akan sangat menantikan itu mah."
"Papah tenang saja, Willi akan berubah lebih baik. Kita sebagai orang tua selalu berdoa untuknya. Untuk memperkuat doa kita, kita harus memperbanyak sedekah kita untuk orang-orang miskin dan anak yatim. Agar tuhan menyegerakannya pah.."
__ADS_1