
*Dua hari sebelum tahun baru cina.*
Ayah Xian dan mama Berta setelah menyelesaikan pekerjaannya di Jerman, bermaksud untuk pulang ke cina agar dapat merayakan tahun baru bersama keluarga besarnya. Namun itu belum terlaksana setelah mendapatkan informasi tentang jati diri Angel kekasih kecil dari putranya. Gadis kecil ini mempunyai jati diri yang tak bisa dianggap enteng oleh mereka. Setelah mereka membuat Toni, asisten William berkata jujur, mereka segera bertindak. Gadis seperti Angel harus diperlakukan hormat oleh mereka. Sebagai antisipasi dini dari keluarga bila sampai keluarga Angel mengetahuinya sebelum mereka bicara jujur.
Ayah Xian dan mama Berta akan berusaha membuat Angel bertahan di samping putranya sebagai pawang. Mereka yang sudah merasa bahagia dengan perubahan William dikarenakan Angel, tidak akan membiarkan semua itu hilang. Putra mereka satu bulan ini membuat suatu perubahan yang luar biasa. Hal yang mencengangkan mengetahui William tidak lagi menyentuh wanita dalam waktu satu bulan ini. Karena bagi William, bercinta adalah suatu kebutuhan hidup. Kalau tidak bercinta, maka dia pasti mati.
Setelah bertemu dengan gadis cantik dan lugu seperti Angel, William bagaikan serigala yang bermetamorfosis menjadi kucing kecil yang menggemaskan. Mungkin ini adalah doa yang terjawab dari seluruh keluarga pada William.
Di sinilah mereka berdua berada. Setelah sampai di Indonesia, mereka langsung menuju ke rumah keluarga Mahendra. Jarak bandara dengan rumah Angel memakan waktu yang lumayan lama. Jadi mereka berdua bisa tidur sejenak di dalam mobil untuk mempersiapkan mental saat bertemu dengan keluarga Mahendra.
Setelah tiga jam perjalanan, akhirnya ayah Xian dan mama Berta menghembuskan nafas lega setelah sampai di depan rumah Angel. Rumah yang mewah dengan halaman yang sangat luas. Taman bunga yang sangat terawat dan kolam ikan disertai air mancur yang besar tepat di depan rumah itu. Apalagi suasana sejuk dan asri di sekitar rumah itu membuat nyaman bagi siapa saja yang bertandang ke rumah itu.
Suara ketukan dari luar terdengar. Salah satu asisten rumah tangga membukakan pintu. Sosok tampan berperawakan oriental ayah Xian dan mama Berta dengan kekhasannya sebagai wanita barat yang seksi, membuat asisten rumah tangga itu tertegun. Kedua tamu yang datang ini sangat menonjol secara penampilan. Namun tidaklah begitu terkejut dengan tamu yang datang ini karena tuannya adalah pengusaha kaya, tentu saja koleganya bukanlah orang sembarangan.
"Ya sir? Who?" sapa asisten rumah tangga itu sebisanya.
"Halo, saya tuan Xian dari cina. Tenang saja, saya bisa berbahasa Indonesia. Tolong sampaikan tuan Mahendra, kami ingin bertemu." jawab ayah Xian ramah.
Asisten rumah tangga itupun mengangguk pelan, dan mempersilahkan tamunya untuk duduk di ruang tamu. Lalu dia pun berjalan ke dalam untuk memanggil sang pemilik rumah.
Saat ayah Xian dan mama Berta duduk di ruang tamu, mereka mengedarkan pandangannya sejenak ke berbagai arah ruangan tersebut. Sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang kental, banyak terpajang foto keluarga, dari yang kecil sampai yang besar di dinding ruangan itu. Mereka saling menatap saat melihat salah satu wajah di foto keluarga yang terpajang itu, adalah wajah seorang wanita dari luar negara Indonesia. Pantas saja, wajah Angel seperti wajah campuran, bukan murni wajah Asia.
Setelah menunggu beberapa saat, langkah kaki terdengar mendekati ruangan itu. Sosok lelaki gagah dan wanita cantik nampak berjalan bersama beriringan.
Setelah papa Ronan dan istrinya mulai dekat dengan ayah Xian dan istrinya, sontak ayah Xian dan mama Berta berdiri untuk menyambut calon besan mereka. Lalu ayah Xian menyodorkan tangannya untuk dapat bersalaman dengan sang pemilik rumah.
"Perkenalkan pak, saya Zixian Choi dan ini istri saya Berta."
"Senang bertemu dengan anda semua. Silahkan duduk."
Kemudian mereka duduk bersama dengan berhadapan. Tidak dapat ditutupi dengan apapun aura yang terpancar dari keempat orang di sana. Mereka saling melempar senyum dengan rasa hormat.
Papa Ronan bertanya-tanya dalam hatinya, kedua orang di hadapannya ini sudah pasti bukan orang sembarangan. Dari penampilannya, mobil yang mereka pakai, segala yang menempel di tubuh mereka, dan sikap santun mereka sangat berbeda. Apakah mereka calon investor baru yang ingin pendekatan secara pribadi atau hal lain. Ah, aku sangat penasaran. Batin papa Ronan.
__ADS_1
"Maaf bila sambutan kami kurang berkenan. Tapi bolehkan saya bertanya, siapa anda berdua? Ah bagaimana saya harus memanggil anda." tanya papa Ronan ingin tahu.
"Saya Xian, ini istri saya Berta."
"Ya tuan Xian dan nyonya, silahkan perkenalkan diri." papa Ronan menyimak.
"Kami dari cina. Kebetulan ada urusan pekerjaan di Jerman, namun kami mampir dulu ke Indonesia sebelum kembali ke cina untuk menemui keluarga Mahendra. Kami datang ke sini dalam hal Angel, putri tuan."
"Apa!" teriak papa Ronan dan mama Jasmine bersamaan.
"Mama Jasmine menyela sejenak, "Bagaimana kalian tahu tentang putri kami?"
"Tenang nyonya. Putri kalian baik-baik saja. Dia bersama kami di cina." sahut mama Berta menjawab untuk menenangkan kekalutan mama Jasmine.
"Tunggu, bagaimana bisa Angel bersama kalian di cina." sahut papa Ronan.
"Putra kami yang menemukannya tuan." jawab ayah Xian tenang. "Lebih dari satu bulan ini Angel bersama kami di cina."
"Lalu kenapa kalian tidak memulangkannya?" tanya mama Jasmine cepat.
"Astaga anak itu." gumam mama Jasmine mengeluh. "Lalu sekarang bagaimana keadaannya?'
"Angel baik-baik saja. Sangat baik. Dan untuk alasan inilah kami datang ke sini. Karena ini juga menyangkut dengan putra kami."
"Maksudnya bagaimana tuan Xian?"
"Angel berpacaran dengan putra kami." ucap ayah Xian lantang.
"Apa? berpacaran? Angel berpacaran?" mama Jasmine dan papa Ronan sangat terkejut. Angel selama ini tidak pernah berhubungan dekat dengan lawan jenis, dan sekarang. Apa ini? kenapa bisa orang-orang asing ini mengatakan tentang hubungan pribadi putrinya.
"Tenang tuan dan nyonya Mahendra. Kami bisa jelaskan. Jadi selama ini Angel berpura-pura menjadi asisten rumah tangga di rumah putra kami. Namun bagaimana proses kedekatan mereka, tiba-tiba saja kami sebagai orang tua mendapatkan kabar bahwa putra kami mempunyai hubungan serius dengan asisten rumah tangganya. Lalu.. maaf.. kami mencari info tentang jati diri Angel dan keluarganya. Sedikit sulit untuk kami mendapatkan info tentang keluarga Mahendra. Untuk itulah kami membutuhkan waktu untuk mencari info keluarga Mahendra, karena Angel tidak mau terbuka kepada kami." Ayah Xian menjelaskan dengan lancar dan jelas. Lalu dia pun melanjutkannya. "Angel selalu bilang tidak mau pulang. Untuk itulah kami datang ke sini. Memberitahukan tentang keadaan Angel yang sebenarnya. Supaya keluarganya tidak khawatir.
Mama Jasmine tampak meneteskan air mata, lalu menyekanya. Dia merasa dirinyalah yang membuatnya kehilangan putrinya sendiri. Dia merasa menjadi ibu yang tidak berguna bagi putrinya. Dia tidak bisa memperjuangkan putrinya dari keegoisan orang tuanya.
__ADS_1
Melihat istrinya menangis, papa Ronan meraih tangan istrinya, lalu digenggamnya. "Ma, kumohon jangan menangis. Kita akan menyelesaikan semuanya. Kita akan bawa Angel pulang." bisik papa Ronan namun tetap masih bisa di dengar oleh ayah Xian beserta istri.
"Ehm, inilah yang harus kita bicarakan tuan Mahendra. Hubungan putri anda dan putra kami akan membuat semuanya bertambah sulit."
"Maksud anda bagaimana tuan Xian?" tanya papa Ronan mengenyitkan kening.
"Angel akan merasa kalian berusaha memisahkannya dengan putra kami saat kalian memaksanya untuk pulang. Karena mereka saling mencintai."
Papa Ronan menghembuskan nafas berat. Masalah ini berawal dari dirinya. Jadi dirinyalah yang harus bertanggung jawab demi keutuhan keluarga. "Lalu apakah anda punya solusinya?"
"Nikahkan mereka." jawab ayah Xian cepat.
Papa Ronan dan mama Jasmine terkejut. Mereka membelalakkan matanya mendengar jawaban atas pertanyaan tentang solusi tepat dalam masalah ini.
"Apa maksud kalian? Kalau dia menikah dengan putra kalian, itu bukanlah solusi. Dia tidak akan kembali ke dalam keluarga kami. Tidak! Tidak akan! Angel harus kembali ke Indonesia." seru mama Jasmine marah.
"Sabar nyonya, tenangkan diri anda. Kami tahu kalau kalian tidak mau kehilangan Angel. Untuk itulah kami juga menyiapkan solusi lain. Kami akan membiarkan putra kami mengalah. Dia yang akan mengikuti Angel ke Indonesia. Dia akan pindah ke Indonesia dan membangun keluarga di Indonesia. Kami tidak keberatan, karena kami tahu bagaimana kemampuan putra kami untuk berjuang di atas kakinya sendiri." Ayah Xian menjelaskan dengan hati-hati dan tenang agar keluarga mahendra dapat mencerna setiap ucapannya.
Mama Berta menatap suaminya yang menjelaskan dengan tenang. Lalu menyahut untuk memberikan dukungan. "Benar tuan, nyonya, putra kami adalah pengusaha sukses, dia adalah pria yang dapat diandalkan dalam berbagai situasi. Kami bangga memilikinya. Dan kami pun senang saat dia menjatuhkan pilihannya terhadap putri anda. Putri anda tidak hanya cantik, namun sangat santun dan cerdas. Yah, walaupun sedikit polos. Namun justru itulah daya tariknya. Dia adalah gadis yang jujur apa adanya. Dari keluarga baik-baik dan tentunya memiliki attitude yang baik pula. Ah, maaf saya terlalu banyak bicara."
"Mama Jasmine yang mendengar, tersenyum dalam tangisnya. Yah, putrinya ini sangatlah baik. Gadis polos dan lugu, yang selalu membanggakan keluarganya dengan segenap prestasinya. Dan didukung oleh sikap santunnya kepada orang lain tanpa pandang bulu. Benar-benar anugerah untuknya memiliki putri sepertinya.
"Itulah kenapa kami tidak bisa kehilangan Angel nyonya. Kami sangat mencintainya hingga membuatnya terluka. Kami ingin memperbaiki kesalahan kami terhadapnya." sela mama Jasmine sebelum suaminya bicara.
"Untuk itulah kita harus menikahkan mereka nyonya. Untuk memperbaiki semuanya. Apakah anda tidak ingin melihat putri anda bahagia? Apa yang akan terjadi bila Angel dipaksa meninggalkan putra kami? Angel adalah gadis muda yang masih labil. Menemukan perasaan lain terhadap lawan jenis. Sedang pada masa menikmati rasa lain yang menurutnya indah, namun dipaksa untuk menghentikannya. Apakah ini akan makin memperburuk hubungan kalian? Sedangkan putra kami yang berusia dua puluh delapan tahun memang sudah waktunya menikah, jadi alangkah baiknya bila mereka segera dinikahkan." bujuk ayah Xian kepada mereka.
"Tuan, kami belum kenal betul keluarga kalian. Baiklah, kalian dari keluarga kaya, namun bukan itu yang kami inginkan. Harta bukanlah pencapaian akhir dalam hidup kami. Yang terpenting adalah kebahagiaan putra putri kami. Jadi intinya, kami harus mengenal dengan benar, siapa dan bagaimana keluarga kalian. Kami tidak mau Angel berada di tangan yang salah." ujar papa Ronan.
Ayah Xian dan mama Berta terbengong mendengar ulasan tuan Mahendra. Namun itu menambah rasa kagum dan hormat terhadap mereka. Betapa beruntungnya mereka mendapatkan calon besan yang begitu baik. Entah hal baik apa yang pernah leluhur mereka lakukan dulu, sampai-sampai mendapatkan anugerah yang begitu indah. Mendapatkan keluarga baru yang sangat baik dan bijak.
"Maaf bila sedikit menyinggung tuan Mahendra dan nyonya. Apakah tidak lebih baik kalau kalian semua datang ke cina? Dua hari lagi adalah tahun baru cina, jadi bisa dipastikan putra kami membawa Angel pada acara keluarga di rumah kakek dan neneknya. Kita bisa sekalian berkumpul dan saling mengenal satu sama lain." ayah Xian berkata dengan hati-hati.
Mendengar itu mama Jasmine menyahut cepat dan semangat. "Iya! Iya, kami akan datang."
__ADS_1
Akhirnya papa Ronan mempersilahkan calon besannya untuk menginap di rumahnya. Walaupun ayah Xian dan istri merasa sungkan, namun keluarga Mahendra memaksa. Dan akhirnya mereka menginap dan dijamu dengan baik di rumah keluarga Mahendra. Saling menceritakan tentang keluarga masing agar mereka makin dekat.
Dua hari setelah itu, mereka berempat ditambah dengan keikut sertaan keluarga abah Sofian, memasuki pesawat pribadi milik keluarga Mahendra. Orang tua Angel sangat antusias di perjalanan ini. Mereka sudah tidak sabar segera bertemu dan memeluk putri mereka. Apalagi saat ini mereka juga berencana untuk menikahkan putra mereka dengan Alia. Benar-benar hari keberuntungan. Mereka mendapatkan menantu untuk kedua anak mereka bersamaan.